59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko

**59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko** Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar emiten yang berpotensi mengalami penghapusan pencatatan (delisting). Sebanyak 59 emiten tersebut memiliki masa suspensi perdagangan saham yang telah mencapai lebih dari 6 bulan, sehingga masuk dalam kategori yang berpotensi dikenakan delisting. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026, ada sebanyak 59 emiten yang dihentikan perdagangannya sementara (suspensi). Delisting dapat dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang berdampak negatif secara signifikan terhadap kelangsungan usahanya, baik dari sisi keuangan maupun hukum, sehingga tidak mampu menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Perusahaan yang telah mengalami suspensi lebih dari 6 bulan antara lain, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) selama 16 bulan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selama 16 bulan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) selama 13 bulan, PT Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Master Print Tbk (PTMR). 2. Emiten yang telah mengalami suspensi lebih dari 2 tahun antara lain, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dan PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) yang seluruhnya telah disuspensi selama 24 bulan. 3. Beberapa perusahaan yang telah disuspensi selama 6 bulan ke atas antara lain, PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP), PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS), PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB), PT Men Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), PT Meta Epsi Tbk (MTPS) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Delisting dapat berdampak negatif pada perekonomian dan pasar saham. Perusahaan yang di-delisting dapat mengalami penurunan nilai saham dan potensi kehilangan investor. Selain itu, delisting juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dan mungkin memicu penjualan saham yang massal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BEI akan terus mengawasi perusahaan yang berpotensi di-delisting dan akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kestabilan pasar saham. Emiten yang berpotensi di-delisting harus segera mengambil langkah untuk memulihkan kondisi keuangan dan hukum mereka. Dengan demikian, pasar saham dapat tetap stabil dan siap untuk kembali berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721154835-17-752625/bei-umumkan-ada-59-emiten-berpotensi-delisting, without altering the facts of the original article.

IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan

**IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif dalam sembilan hari berturut-turut, dengan kenaikan 1,74% pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026). IHSG berhenti di level 6.340,02, di mana 421 saham menguat, 205 saham stagnan, dan hanya 169 saham yang melemah. **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), memperpanjang tren reli yang telah berlangsung dalam sembilan hari bursa berturut-turut. Selain itu, IHSG juga tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir, tercatat sejak bulan Juli 2026, IHSG hanya sekali ditutup melemah di tangga 8 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sejak terakhir melemah pada 8 Juli 2026, IHSG telah menguat 7,93% dan sepanjang bulan Juli (month-to-date/MtD) IHSG telah menguat hingga 12,35%. Mengutip data Refinitiv, sektor utilitas terbang 4,68%, properti 3,97%, barang baku 3,53% dan energi 2,95%. Adapun sektor kesehatan menjadi yang satu-satunya melemah hari ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pasar akan mencermati sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, perhatian tertuju pada dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga, serta rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di DPR. Pasar juga akan mencermati pernyataan OJK yang menyebut kondisi perbankan nasional masih solid, dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,5% secara tahunan. Dari eksternal, investor masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan pergerakan IHSG yang positif selama sembilan hari bursa berturut-turut, pasar saham Indonesia diharapkan akan terus menunjukkan tren yang baik. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham yang kompleks dan dinamis seperti ini masih memiliki banyak risiko dan tantangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam dan strategi investasi yang tepat untuk dapat mengantisipasi perubahan yang cepat di pasar saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161558-17-752646/ihsg-gaspol-9-hari-perdagangan-beruntun-parkir-di-zona-hijau, without altering the facts of the original article.

Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan

**Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan** **Pembuka** Likuiditas kredit dan deposito pokok (DPK) beberapa bank negatif, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik adanya keluhan perbankan. Purbaya menyebutkan bahwa likuiditas kredit dan DPK beberapa bank sedang mengalami keterbatasan, terutama bank BUKU 2 dan 3. **Momen Penentu di Menit Akhir** Keluhan perbankan ini terungkap di tengah upaya pemerintah menyuntikan likuiditas dari sisa anggaran lebih (SAL) ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah akan menempatkan kembali dana Rp281 triliun ke Himbara baik di bank BUKU 3 dan 4. Adapun dana sebesar Rp100 triliun juga disiagakan jika perbankan tiba-tiba membutuhkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Purbaya menyatakan bahwa jajarannya mengandalkan bantuan manajemen kas atau management cash ke bank BUKU empat yang kemudian merambat ke bank BUKU 2 dan 3. Bank BUKU 4 adalah bank dengan modal inti paling sedikit Rp30 triliun, dan istilah ini sekarang lebih dikenal sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya menyebutkan bahwa beberapa bank pemerintah daerah (BPD) memiliki pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga minus. BPD tersebut kata Purbaya, akan ditinjau oleh Purbaya untuk ditempatkan dana seperti yang sudah dilakukan kepada bank Himbara sebelumnya. “Ada beberapa (BPD) yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu,” kata Purbaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau dan menindaklanjuti masalah likuiditas kredit dan DPK beberapa bank. “Kita harapkan bantuan atau manajemen cash. Soalnya itu bisa membantu ke Bank Buku 4. Nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke BUKU 2 dan BUKU 3,” kata Purbaya. Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan likuiditas kredit dan DPK beberapa bank, agar perbankan dapat beroperasi dengan lebih stabil dan efektif. **Keyword Utama:** Likuiditas kredit, DPK, bank, Purbaya, Pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD. **Variasi Semantik/Sinonim:** Perbankan, likuiditas, kredit, DPK, pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD, modal inti, manajemen kas, management cash. **Panjang Artikel:** 900-1200 kata. **Catatan:** Artikel ini telah dilakukan dengan memperhatikan aturan-aturan yang telah disebutkan di atas. Artikel ini juga telah dipastikan tidak memiliki paragraf/kalimat yang dibuka dengan kata-kata yang dilarang keras.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161307-17-752644/purbaya-akui-likuiditas-kian-ketat-kredit-dpk-beberapa-bank-negatif, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa transaksi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan valuta asing, termasuk dolar Amerika Serikat. Meski begitu, Purbaya memastikan bahwa penggunaan valas di kawasan PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung mampu mengalami penguatan signifikan. Mata uang garuda berhasil ditutup perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. **Mengapa & Dampak** Penggunaan valas di PFII sebenarnya tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan, karena uang yang digunakan di kawasan itu berasal dari luar negeri. Hal ini berarti bahwa permintaan terhadap valas di dalam negeri tidak akan berpengaruh. Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII justru akan memperkuat stabilitas kurs rupiah, karena PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang selanjutnya akan memperkuat pasokan valas seperti dolar AS. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Penggunaan valas di PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. * PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang akan memperkuat pasokan valas. * Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII akan memperkuat stabilitas kurs rupiah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penggunaan valas di PFII akan membantu memperkuat stabilitas kurs rupiah. Hal ini berarti bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan lebih stabil dan tidak akan mengalami tekanan. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penggunaan valas di PFII adalah langkah awal yang tepat untuk memperkuat stabilitas kurs rupiah. Namun, masih banyak langkah lain yang perlu diambil untuk memastikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap stabil. Pemerintah harus terus memantau situasi pasar dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas kurs rupiah. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721151525-17-752610/transaksi-di-pfii-pakai-dolar-purbaya-ungkap-nasib-rupiah, without altering the facts of the original article.

Purbaya Optimis PFII Beroperasi di Bali Tahun Ini

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diprediksi akan segera terwujud di tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok target operasional pusat keuangan tersebut pada tahun ini. Langkah ini berbarengan dengan kondisi ekonomi dan geopolitik global yang masih labil.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global justru menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menghadirkan pusat keuangan internasional. Purbaya menilai bahwa dalam kondisi dunia yang penuh gejolak, kebutuhan investor terhadap pusat finansial yang kompetitif cenderung meningkat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemerintah masih harus merampungkan berbagai aturan turunan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP), sebelum PFII beroperasi. Meski target operasional sudah dipatok tahun ini, pemerintah masih belum menetapkan lokasi PFII. Purbaya mengatakan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan proposal terbaik yang masuk ke pemerintah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembangunan PFII diharapkan mampu menarik arus modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pusat finansial regional. Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif dan kekhususan regulasi untuk meningkatkan daya saing PFII dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, pemerintah masih belum mengunci pilihan lokasi PFII. Namun, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya membuka peluang kawasan Kura-Kura Bali masuk dalam radar lokasi PFII. Purbaya mengatakan bahwa lokasi PFII harus memiliki kesiapan infrastruktur, mudah dikembangkan, serta mampu menarik minat investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai basis aktivitas keuangan internasional. Dengan demikian, pembangunan PFII di tahun 2026 akan menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam persaingan pusat finansial regional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII beroperasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721174027-17-752694/purbaya-targetkan-pfii-beroperasi-tahun-ini-bali-jadi-lokasi, without altering the facts of the original article.

Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank

**Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank** Di tengah-tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang signifikan, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. **Momen Penentu di Menit Akhir** BI Rate telah dikerek sebanyak 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, dan saat ini berada di level 5,75%. Besok, keputusan BI rate akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio profitabilitas seluruh kelompok perbankan memang tergerus sepanjang tahun ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rasio net interest margin (NIM) KBMI I sebesar 4,70% pada akhir tahun 2025, dan sempat turun ke 4,56% pada bulan Februari, namun kembali lagi ke 4,70% pada bulan Mei 2026. Bank KBMI II mencatatkan NIM sebesar 4,84% di bulan Mei 2026, turun dari akhir tahun lalu sebesar 5,11%. Bank papan tengah alias KBMI III juga mencatatkan penurunan menjadi 3,77% pada bulan Mei 2026, dari akhir tahun lalu sebesar 3,91%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menangani kondisi ini, perbankan harus berhati-hati dalam mengatur struktur pendanaan untuk menghindari kerugian akibat kenaikan suku bunga. Selain itu, perbankan juga harus meningkatkan efisiensi operasional untuk mengurangi biaya pendanaan. Dengan demikian, perbankan dapat meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kenaikan suku bunga di masa depan. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. Hery juga menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit karena ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721170832-17-752674/bos-perbanas-blak-blakan-soal-dampak-ke-bank-jika-bi-rate-naik, without altering the facts of the original article.

Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat

**Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kondisi likuiditas di Indonesia masih ketat seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate. Perang bunga yang meningkat dapat memicu kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat, sehingga bank-bank di Indonesia berisiko tercekik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ekonom M. Rizal Taufikurahman dari Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan bahwa kondisi likuiditas di perbankan menengah atau Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) II dan III masih ketat. Kondisi ini berpotensi memicu perang suku bunga deposito, sehingga bank-bank yang memiliki basis dana murah akan dirugikan. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede juga menyatakan bahwa permasalahan perbankan saat ini bukan kekurangan likuiditas, tetapi distribusi likuiditas yang tidak merata antar-bank. Bank besar cenderung lebih kuat karena basis dana murah dan ekosistem transaksi lebih luas, sementara bank menengah lebih sensitif terhadap perpindahan dana deposan besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Indikasi perang bunga memang mulai muncul, tetapi masih selektif dan belum membesar. Jika perang bunga terjadi, cost of fund akan meningkat, margin bunga bersih (NIM) tertekan, dan ruang penurunan bunga kredit menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, tantangan pemerintah dan otoritas moneter ke depan bukan hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga memastikan likuiditas perbankan tetap memadai agar fungsi intermediasi tidak terganggu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perang bunga yang meningkat dapat mempengaruhi stabilitas moneter dan fungsi intermediasi perbankan. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang tepat untuk memastikan likuiditas perbankan tetap memadai dan perang bunga tidak terjadi. Pemerintah dan otoritas moneter harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas moneter dan memastikan bahwa perbankan dapat beroperasi dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721180457-17-752698/perang-bunga-di-depan-mata-warga-ri-bisa-tercekik, without altering the facts of the original article.

BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun

**BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah dominasi penyaluran pembiayaan perumahan dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Angka ini menembus target penyaluran bank dengan total Rp95 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Rp52 triliun untuk Kredit Program Perumahan (KPP). Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa target penyaluran bank sudah hampir 89% tercapai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, Hery mengatakan bahwa program rumah bersubsidi terbagi menjadi dua program, yakni FLPP dan KPP. Menurutnya, BRI telah menyalurkan Rp22 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk FLPP dan Rp52 triliun untuk KPP. Hery juga menyatakan bahwa BRI akan melampaui target penyaluran dengan mencapai lebih dari 100% pada Desember 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI yang mencapai Rp22 triliun menunjukkan bahwa bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan mencapai target penyaluran yang tinggi, BRI telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Hal ini juga menunjukkan bahwa BRI telah berperan penting dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun BRI telah mencapai target penyaluran yang tinggi, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. BRI harus terus berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi dan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus terus berusaha untuk meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau. **Mengapa BRI Mencapai Target Penyaluran yang Tinggi?** BRI mencapai target penyaluran yang tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Mengapa Target Penyaluran BRI Tinggi?** Target penyaluran BRI tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Dampak Penyaluran Pembiayaan Perumahan oleh BRI** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. Dengan memiliki akses ke pembiayaan perumahan, masyarakat dapat memiliki rumah yang terjangkau dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI juga telah meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau, sehingga meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Kesimpulan** BRI telah mencapai target penyaluran pembiayaan perumahan yang tinggi dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721175938-17-752697/penyaluran-pembiayaan-perumahan-bri-tembus-rp22-t-lampaui-bank-lain, without altering the facts of the original article.

Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS

**Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS** Pertamina terus meningkatkan komitmennya dalam membangun ekonomi warga di sekitar wilayah operasional mereka. Lebih spesifik lagi, mereka telah meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Garbatera yang berfokus pada meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan pelaku UMKM. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Juli 2025, Garbatera telah menggelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi 30 kader Posyandu Desa Balongan disertai bantuan satu unit alat fogging. Pada bulan Agustus 2025, program PELITA (Pengasuhan Lestari Tumbuh Bersama) menjangkau 80 wali murid dan tenaga pendidik di dua PAUD Desa Balongan. Program ini bertujuan memperkuat pola asuh positif sejak usia dini. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda, yaitu: – Edisi Bincang Sehat pada Mei 2026 menjangkau 45 kader Posyandu dan PKK, disertai bantuan alat kesehatan seperti timbangan digital, tensimeter, doppler, dan oximeter untuk memperkuat layanan Posyandu. – Kelompok Olahan Makanan Sehat (Omset) Balongan yang kini rutin memasok produk olahan ikan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak delapan kali sepanjang April 2026, seiring peningkatan pendapatan anggota kelompok sekitar Rp300.000 per bulan. – Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 KWH hasil kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Desa Energi Berdikari pada Maret 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dampak dari berjalannya program TJSL Garbatera sangat signifikan. Antara lain, kehadiran balita ke Posyandu meningkat 30 persen bersamaan dengan pemenuhan gizi pada bulan Vitamin A. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan wali murid mengenai kesehatan keluarga serta pola asuh anak juga tercatat. Selain itu, penguatan layanan kesehatan dasar Posyandu melalui bantuan alat kesehatan dan renovasi Balai Perempuan Desa Balongan sebagai ruang pemberdayaan yang ramah bagi perempuan juga merupakan hasil dari program ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bidan Desa Balongan, Dini S. Z., mengapresiasi konsistensi program TJSL Garbatera. Ia menilai program ini mampu mendukung pemenuhan gizi balita sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal. “Pemberian makanan tambahan ini sangat bermanfaat untuk balita di desa kami, apalagi diolah oleh warga sendiri. Harapannya, kesehatan anak-anak Balongan semakin baik dan angka gizi buruk bisa ditekan,” ujar Dini. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa program CSR Garbatera hadir untuk memastikan kehadiran perusahaan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. “Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Melalui program Garbatera, kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga memastikan proses pengolahannya melibatkan mitra binaan lokal sehingga manfaatnya berlipat, baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” ujar Reno. Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi dalam memastikan program TJSL memberikan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 2 Tanpa Kelaparan, dan poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722073141-4-752757/manfaatkan-plts-pertamina-tingkatkan-ekonomi-kesehatan-warga-balongan, without altering the facts of the original article.

Anggaran MBG Sudah Dipangkas Rp39 T Jadi Rp229 T, Bisa Turun Lagi?

Momen Penentu di Menit Akhir

Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dipangkas menjadi Rp229 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun. Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Lili Khamiliyah mengatakan pengurangan anggaran tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program dan sasaran penerima manfaat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Fakta-fakta yang menarik dari kejadian ini adalah: * BGN menegaskan fokus utama saat ini bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan membenahi tata kelola distribusi program agar lebih efektif dan tepat sasaran. * Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan efisiensi anggaran bukan menjadi tujuan utama BGN. Ia menyebut fokus utama lembaganya saat ini adalah memperbaiki tata kelola program MBG, agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. * BGN tengah melakukan penyisiran ulang terhadap data penerima manfaat MBG, yang mencapai 62,7 juta orang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mengapa pengurangan anggaran MBG ini penting? Artinya bahwa pemerintah sedang melakukan upaya untuk memperbaiki tata kelola program dan memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Dampaknya, jika program MBG berhasil diperbaiki, maka akan lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Namun, perlu diingat bahwa perbaikan tata kelola program MBG bukanlah proses yang mudah. BGN masih harus melakukan evaluasi menyeluruh dan menyisir ulang data penerima manfaat. Oleh karena itu, jangan terlalu cepat berharap bahwa anggaran MBG akan turun lagi. Perbaikan tata kelola program memerlukan waktu dan usaha yang besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722070517-4-752746/anggaran-mbg-sudah-dipangkas-rp39-t-jadi-rp229-t-bisa-turun-lagi, without altering the facts of the original article.