BRI dan Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Inovasi Program BRI Peduli Kasih

**BRI dan Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Inovasi Program BRI Peduli Kasih** **Pembuka** BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI mendukung penguatan ekonomi nasional melalui berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya berdampak dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Hingga akhir Triwulan I 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun, menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. Capaian tersebut menegaskan konsistensi BRI sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, sekaligus memastikan pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Selain pembiayaan, berbagai program pemberdayaan terus dioptimalkan sebagai bagian dari strategi BRI dalam mendorong ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung agenda Danantara untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha guna membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas. Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta berbagai layanan keuangan. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat pengembangan bisnis menuju usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan, dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 596 ribu, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan daya saing UMKM di berbagai sektor. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, bahwa berbagai program pemberdayaan tersebut merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung Danantara dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Melalui pendekatan yang terintegrasi antara pemberdayaan dan pembiayaan, BRI terus memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Langkah ini sejalan dengan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang berdampak (impact investment) serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia. Dengan demikian, BRI dan Danantara akan terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812161502-25-758642/bareng-danantara-bri-perkuat-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-ini, without altering the facts of the original article.

Asing Ketahuan Banyak Lepas Saham Ini Saat IHSG Naik 1,69%

**Asing Ketahuan Banyak Lepas Saham Ini Saat IHSG Naik 1,69%** Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan kemarin, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pada harga 6.373,85, naik 1,68% dari sebelumnya. Namun, di balik kenaikan itu, investor asing melakukan aksi jual terhadap beberapa saham, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada perdagangan 12 Agustus 2026, investor asing melakukan net sell terhadap beberapa saham, termasuk BMRI, TLKM, MEDC, dan beberapa saham lainnya. BMRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan net sell mencapai Rp245,7 miliar. Selanjutnya, TLKM mencatatkan net sell asing sebesar Rp98,4 miliar, diikuti oleh MEDC dengan Rp31 miliar dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp27,9 miliar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Investor asing melakukan net sell terhadap beberapa saham, termasuk BMRI, TLKM, MEDC, dan beberapa saham lainnya. 2. BMRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan net sell mencapai Rp245,7 miliar. 3. Aksi jual tersebut terjadi ketika pasar tengah menanti hasil MSCI August 2026 Index Review. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Aksi jual investor asing terhadap beberapa saham dapat diartikan sebagai rotasi portofolio di tengah tingginya perhatian investor terhadap keputusan MSCI. Meskipun secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan net buy Rp725,4 miliar di pasar saham Indonesia, aksi jual tersebut dapat berdampak pada kinerja saham-saham yang dilepas. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** IHSG yang mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan kemarin menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih berpotensi untuk tumbuh. Namun, aksi jual investor asing terhadap beberapa saham harus diwaspadai sebagai indikator potensi penurunan kinerja saham-saham yang dilepas. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813063711-17-758751/asing-ketahuan-banyak-lepas-saham-ini-saat-ihsg-naik-169, without altering the facts of the original article.

Ini Deretan Alasan Kenapa Saham GOTO Susah Gerak dari Harga Rp50

Saham raksasa teknologi Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah berada di level gocap alias Rp50 dalam kurun waktu hampir tiga bulan. Faktor eksternal dinilai menjadi pemicu utamanya. Kondisi makro global seperti perang dan tingginya harga minyak menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko seperti saham, terutama di negara berkembang.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berdasarkan pernyataan Susi Setiawati, Stock Market Analyst CNBC Indonesia, IHSG telah bergerak downtrend sejak awal tahun dan hampir semua emiten ikut terdampak, termasuk GOTO. Pada kuartal pertama tahun 2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar, yang kemudian meningkat menjadi Rp252 miliar di kuartal kedua. Namun, harga saham GOTO masih tertahan di Rp50.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut Susi, harga saham GOTO juga dipengaruhi oleh sentimen komisi 8% serta sorotan dari MSCI dan risiko dikeluarkan dari indeks tersebut. Hal ini menyebabkan aspek teknis yang membebani gerak saham GOTO meski fundamentalnya terus menguat. GOTO telah mengantongi restu untuk buyback saham dengan anggaran Rp3,5 triliun, serta rencana pembatalan saham treasuri sebanyak 32 miliar saham atau setara dengan 2,7% dari total saham beredar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Susi menilai bahwa GOTO on-track untuk menjadi saham yang horizonnya jangka panjang. Setelah sekian lama merugi, akhirnya perusahaan bisa mencetak untung dan rasio price to earnings bisa positif. Namun, agar harga saham GOTO bisa bergerak, perlu adanya kondisi makro global yang lebih stabil dan sentimen investor yang lebih positif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Susah geraknya harga saham GOTO di level Rp50 memang menjadi kekhawatiran bagi para investor. Namun, dengan adanya rencana buyback saham dan pembatalan saham treasuri, diharapkan harga saham GOTO bisa meningkat di masa depan. GOTO perlu terus meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan kepercayaan investor agar harga sahamnya bisa bergerak lebih stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812174534-17-758682/ini-deretan-alasan-kenapa-saham-goto-susah-gerak-dari-harga-rp50, without altering the facts of the original article.

Menanti Data Inflasi AS, Bursa Asia Dibuka Menguat

**Menanti Data Inflasi AS, Bursa Asia Dibuka Menguat** Bursa Asia sebagian besar menguat ditengah penantian data inflasi terbaru Amerika Serikat (AS). Indeks Kospi Korea Selatan naik 4%, sementara indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil naik 0,92%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,5%, dan indeks Topix naik 0,99%. Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia turun 0,12%. Data indeks harga produsen AS bulan Juli, yang mengukur harga yang dibayarkan pedagang grosir untuk bahan baku dan material, dijadwalkan dirilis pada Kamis pukul 08.30 ET. **Momen Penentu di Menit Akhir** Data inflasi bulan Juli yang diharapkan AS dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS. Sebelumnya, data indeks harga konsumen (CPI) yang sesuai dengan perkiraan. CPI bulan Juli naik 0,1% secara bulanan, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga pada bulan September. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Indeks Kospi Korea Selatan naik 4% karena data inflasi AS yang diharapkan lebih rendah dari perkiraan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,5% karena pelaku pasar mengharapkan kenaikan suku bunga pada bulan Oktober atau Desember. Indeks Topix naik 0,99% karena data inflasi AS yang diharapkan lebih rendah dari perkiraan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Data inflasi AS bulan Juli dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter Bank Sentral AS. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, maka Bank Sentral AS mungkin tidak akan meningkatkan suku bunga pada bulan September. Namun, jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, maka Bank Sentral AS mungkin akan meningkatkan suku bunga pada bulan Oktober atau Desember. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Para pelaku pasar masih menunggu data inflasi AS bulan Juli untuk memutuskan arah pasar. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, maka pasar mungkin akan menguat. Namun, jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, maka pasar mungkin akan melemah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813082406-17-758780/menanti-data-inflasi-as-bursa-asia-dibuka-menguat, without altering the facts of the original article.

Rekomendasi Saham Hari Ini: PTRO, BRPT, hingga TUGU

**Rekomendasi Saham Hari Ini: PTRO, BRPT, hingga TUGU** **Momentum Bulan Agustus 2026** Pasar saham Indonesia melihat momentum yang positif pada bulan Agustus 2026, dengan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) meningkat 1,69% ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8). Kenaikan indeks ini dipengaruhi oleh beberapa saham yang meningkat, seperti BREN, DCII, dan BRPT, yang masing-masing meningkat 13,29%, 5,45%, dan 7,14%. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pergerakan indeks pasar saham di Amerika Serikat juga turut mempengaruhi kejadian di pasar saham Indonesia. Dow Jones turun tipis 0,04% ke level 53.770, S&P 500 naik 0,26% ke 7.748, sementara Nasdaq menguat 0,54% ke 26.588. Hasil MSCI Index Review Agustus 2026 juga menjadi perhatian, karena terdapat 10 emiten yang berpotensi mengalami arus dana keluar dari investor asing. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam hasil August 2026 Index Review, MSCI mengeluarkan GOTO dari MSCI Global Standard Index, sementara CPIN diturunkan dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index. Pada MSCI Indonesia Small Cap Index, CPIN masuk sebagai konstituen baru, sedangkan BANK, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI dikeluarkan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perubahan indeks pasar saham ini dapat memiliki dampak signifikan bagi beberapa emiten di Indonesia. Pada sisi positif, beberapa emiten dapat meningkatkan nilai saham mereka dengan melakukan perubahan strategi atau meningkatkan kinerja operasional. Namun, pada sisi negatif, beberapa emiten dapat mengalami penurunan nilai saham mereka jika tidak dapat meningkatkan kinerja operasional mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkat dalam jangka panjang, terutama jika beberapa emiten dapat meningkatkan kinerja operasional mereka dan melakukan perubahan strategi yang efektif. Oleh karena itu, investor harus melakukan analisis yang teliti dan mendalam sebelum melakukan investasi. Beberapa saham yang dapat menjadi pilihan untuk investasi adalah PTRO, BRPT, dan TUGU, yang telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. **Rekomendasi Saham Hari Ini** Dengan demikian, rekomendasi saham hari ini adalah: 1. PTRO (PT Rajawali Citra Nusantara) – meningkat 3,21% dalam beberapa hari terakhir 2. BRPT (Bumi Resources Minerals) – meningkat 7,14% dalam beberapa hari terakhir 3. TUGU (PT Tugu Pratama Sejahtera) – meningkat 6,67% dalam beberapa hari terakhir Namun, perlu diingat bahwa investasi saham selalu berisiko dan harus dilakukan dengan hati-hati.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813083630-17-758797/rekomendasi-saham-hari-ini-ptro-brpt-hingga-tugu, without altering the facts of the original article.

IHSG Turun 0,43% Pagi Ini, 10 Saham Tendang oleh MSCI

**IHSG Turun 0,43% Pagi Ini, 10 Saham Tendang oleh MSCI** Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah, setelah sempat dibuka menguat. Investor mencermati hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review yang diumumkan dini hari tadi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 09.01 WIB, IHSG turun 27,70 poin atau 0,43% ke level 6.346,15. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada awal perdagangan Kamis (13/8/2026), IHSG sempat dibuka di level 6.388,23 atau menguat 0,23% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.373,85. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 647,8 miliar dengan melibatkan 1,2 miliar saham dalam 95.580 kali transaksi. Pergerakan IHSG pada perdagangan ini akan dibayangi hasil MSCI August 2026 Index Review serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Hasil MSCI August 2026 Index Review menunjukkan bahwa dua saham Indonesia dikeluarkan dari kategori MSCI Global Standard Indexes, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun kelas ke MSCI Global Small Cap Indexes dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI). Selain itu, sembilan saham Indonesia juga dihapus dari Global Small Cap Indexes. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa MSCI mengambil keputusan ini? MSCI ingin memastikan bahwa saham yang masuk ke dalam indeks standar harus memenuhi kriteria yang ketat, termasuk kinerja keuangan yang stabil dan likuiditas yang baik. Dampak dari keputusan ini adalah bahwa dua saham yang dikeluarkan dari indeks standar akan kehilangan akses ke investasi internasional yang lebih besar dan lebih stabil. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pertimbangan lain yang akan mempengaruhi IHSG adalah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis Kamis malam. Data Producer Price Index (PPI) AS dan klaim awal pengangguran akan menentukan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Jika data tersebut menunjukkan bahwa inflasi masih tinggi, maka The Fed mungkin tidak akan mengurangi suku bunga, sehingga akan mempengaruhi IHSG secara negatif. Perlu diingat bahwa pasar global masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, terutama di Timur Tengah. Kebuntuan AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak tetap tinggi dan volatil. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan siap menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi di pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813082546-17-758783/msci-tendang-10-saham-ihsg-pagi-ini-turun-043, without altering the facts of the original article.

Dolar AS Naik ke Rp17.875, Rupiah Tertekan di Awal Pagi Ini

**Dolar AS Naik ke Rp17.875, Rupiah Tertekan di Awal Pagi Ini** Pagi ini, rupiah terus menderita tekanan di pasar valuta asing. Setelah melemah 0,20% pada perdagangan sebelumnya, rupiah kembali melemah 0,06% pada pembukaan perdagangan hari ini, mencapai posisi Rp17.875/US$. Dolar AS, di sisi lain, menguat dan mencapai level tertinggi sejak beberapa hari lalu. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada Rabu (12/8/2026), rupiah ditutup melemah 0,20% ke posisi Rp17.865/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,08% ke posisi 99,931. DXY berbalik turun setelah ditutup menguat 0,19% pada perdagangan sebelumnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Data inflasi konsumen AS periode Juli mencatat penurunan menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni. Inflasi inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi juga turun menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,6%. Data tersebut pada awalnya membawa angin segar bagi mata uang negara berkembang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penurunan inflasi AS tidak cukup untuk mengubah sikap Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang masih berhati-hati terhadap tekanan harga. Dolar AS berbalik menguat karena pelaku pasar menilai penurunan inflasi belum cukup untuk mengubah sikap The Fed. Selain itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan dukungan pada dolar AS. **Penyebab Utama** Penyebab utama tekanan pada rupiah adalah inflasi AS yang melandai menjadi 3,4% pada Juli dari 3,5% pada Juni. Inflasi inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi juga turun menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,6%. Data tersebut pada awalnya membawa angin segar bagi mata uang negara berkembang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Rupiah masih menghadapi risiko tambahan setelah evaluasi MSCI Agustus mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari daftar indeks. Perubahan komposisi tersebut berpotensi mendorong investor asing yang mengikuti indeks MSCI menyesuaikan portofolionya. Jika penyesuaian itu disertai penjualan saham dan penukaran dana ke dolar AS, arus keluar asing berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang tepat untuk menghadapi situasi ini dan meningkatkan nilai rupiah di masa depan. **Kesimpulan** Pagi ini, rupiah terus menderita tekanan di pasar valuta asing. Dolar AS menguat dan mencapai level tertinggi sejak beberapa hari lalu. Penurunan inflasi AS tidak cukup untuk mengubah sikap Bank Sentral AS yang masih berhati-hati terhadap tekanan harga. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang tepat untuk menghadapi situasi ini dan meningkatkan nilai rupiah di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813083240-17-758796/rupiah-dibuka-tertekan-pagi-ini-dolar-as-naik-ke-rp17875, without altering the facts of the original article.

BNI Targetkan Pertumbuhan Transaksi 14% Tahun Ini Lewat WondrX 2026

BNI Targetkan Pertumbuhan Transaksi 14% Tahun Ini Lewat WondrX 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan menggelar acara BNI WondrX 2026, yang menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai produk, layanan, serta ekosistem BNI dalam satu pengalaman. Menurut Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, acara tersebut akan melibatkan lebih dari 370 tenant dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, e-commerce, UMKM, travel, retail dan lifestyle, sport dan hobi, hingga kuliner. BNI menargetkan total pertumbuhan transaksi tahun ini sebesar 14%, termasuk dari acara BNI WondrX 2026 yang akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di ICE BSD.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Acara BNI WondrX 2026 akan melibatkan lebih dari 370 tenant dari berbagai sektor, termasuk otomotif, e-commerce, UMKM, travel, retail dan lifestyle, sport dan hobi, hingga kuliner. BNI menargetkan total pertumbuhan transaksi tahun ini sebesar 14%, termasuk dari acara BNI WondrX 2026. Acara ini juga akan menghadirkan sejumlah inovasi baru mulai dari sinergi dengan Kementerian Imigrasi hingga memperkenalkan sejumlah produk.

Mengapa BNI Targetkan Pertumbuhan Transaksi 14% Tahun Ini?

BNI menargetkan pertumbuhan transaksi 14% tahun ini karena berbagai alasan, salah satunya adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan keuangan yang lebih inovatif dan nyaman. Dengan menghadirkan lebih dari 370 tenant dari berbagai sektor, BNI berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan BNI. Selain itu, acara BNI WondrX 2026 juga akan menjadi platform untuk memperkenalkan sejumlah produk dan layanan baru yang dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi bagi nasabah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Targetkan pertumbuhan transaksi 14% tahun ini oleh BNI dapat memiliki dampak yang signifikan bagi perusahaan dan nasabah. Dengan meningkatnya pertumbuhan transaksi, BNI dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi bagi nasabah. Selain itu, targetkan ini juga dapat meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan BNI.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BNI WondrX 2026 merupakan langkah strategis bagi BNI untuk meningkatkan pertumbuhan transaksi dan meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi bagi nasabah. Dengan menghadirkan lebih dari 370 tenant dari berbagai sektor, BNI berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan BNI. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai targetkan pertumbuhan transaksi 14% tahun ini.

Menurut Corina Leyla Karnalies, Direktur Consumer Banking BNI, BNI WondrX 2026 akan menjadi platform untuk memperkenalkan sejumlah produk dan layanan baru yang dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi bagi nasabah. Selain itu, acara ini juga akan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai produk, layanan, serta ekosistem BNI dalam satu pengalaman. BNI WondrX 2026 akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di ICE BSD dan diharapkan dapat menjadi acara yang sukses dalam meningkatkan pertumbuhan transaksi dan meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi bagi nasabah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813090408-17-758808/gelar-wondrx-2026-bni-bidik-pertumbuhan-transaksi-14-tahun-ini, without altering the facts of the original article.

Investasi Asing Menguat, Net Buy Rp 1,56 Triliun di Agustus 2026

**Investasi Asing Menguat, Net Buy Rp 1,56 Triliun di Agustus 2026** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pasar saham Indonesia masih mencatatkan kelebihan net buy dari investor asing sebesar Rp1,56 triliun di bulan Agustus 2026. Meski Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 10 saham Indonesia dari indeksnya dalam August 2026 Index Review, investor asing masih mencatatkan net buy di pasar saham Indonesia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berdasarkan data perdagangan 1-12 Agustus 2026, nilai transaksi beli asing mencapai Rp38,17 triliun, sedangkan transaksi jual mencapai Rp36,60 triliun. Dengan demikian, transaksi bersih asing masih mencatatkan surplus Rp1,56 triliun dari total transaksi sekitar Rp74,77 triliun. Namun, angka tersebut juga mencakup sejumlah transaksi jumbo di pasar negosiasi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keputusan MSCI untuk mengeluarkan 10 saham Indonesia dari indeksnya berarti bahwa investor asing tidak akan lagi memasukkan saham-saham tersebut ke dalam portofolio mereka. Hal ini dapat mempengaruhi harga saham-saham tersebut, karena investor asing tidak akan lagi membeli saham-saham tersebut. Namun, perlu diingat bahwa perubahan komposisi indeks MSCI baru akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kelebihan net buy investor asing di pasar saham Indonesia masih akan terus diperhatikan oleh investor dan analis. Mereka akan terus memantau situasi pasar dan keputusan investor asing untuk menentukan arah pasar ke depan. Oleh karena itu, pasar saham Indonesia masih akan terus mengalami perubahan dan tidak ada yang dapat diprediksi dengan pasti. Namun, perlu diingat bahwa kelebihan net buy investor asing di pasar saham Indonesia masih belum mencerminkan dampak rebalancing MSCI secara aktual. Pasar selanjutnya akan mencermati apakah aksi rotasi tersebut berubah menjadi arus keluar menjelang tanggal efektif rebalancing pada awal September. Dalam hasil August 2026 Index Review, MSCI mengeluarkan 10 saham Indonesia dari indeksnya. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI). Sementara itu, sembilan saham lainnya, yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes. Adapun PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tidak termasuk dalam 10 saham yang dikeluarkan. Adapun pergerakan saham yang masuk dalam keputusan MSCI tidak menunjukkan pola aksi jual yang seragam. Dari data 1-12 Agustus, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mencatatkan net sell asing sebesar Rp61 miliar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net sell Rp37,5 miliar, sementara PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dilepas asing sebesar Rp29,4 miliar. Namun, sejumlah saham yang dikeluarkan dari pengumuman MSCI Agustus 2026 diakumulasi asing sejak awal bulan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan net buy asing Rp37,8 miliar. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga masih mencatatkan net buy sebesar Rp17,2 miliar sepanjang periode yang sama. Perlu diingat bahwa perubahan komposisi indeks MSCI baru akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026. Karena itu, arus dana asing sepanjang 1-12 Agustus belum mencerminkan dampak rebalancing MSCI secara aktual. Pasar selanjutnya akan mencermati apakah aksi rotasi tersebut berubah menjadi arus keluar menjelang tanggal efektif rebalancing pada awal September.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813081642-17-758777/sepanjang-agustus-2026-asing-ternyata-net-buy-rp-156-triliun, without altering the facts of the original article.

Defisit AS Meledak Rp 7.700 T, Utang Tembus Rp 713 Kuadriliun

Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) melonjak ke level bulanan tertinggi dalam lebih dari lima tahun. Lonjakan tersebut terjadi di tengah peningkatan biaya Medicare (program jaminan kesehatan AS) dan beban pembayaran bunga utang pemerintah federal yang terus menekan kondisi fiskal AS. Defisit pada Juli 2026 mencapai US$432,3 miliar (Rp 7.700 triliun), naik sekitar 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada Juli 2026, Departemen Keuangan AS mencatat defisit US$432,3 miliar, yang merupakan level bulanan tertinggi dalam lebih dari lima tahun. Peningkatan biaya Medicare dan beban pembayaran bunga utang pemerintah federal menjadi faktor utama yang menyebabkan lonjakan defisit ini.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

1. Pengeluaran Medicare pada Juli 2026 mencapai US$174 miliar, naik dari US$103 miliar pada Juni. Secara kumulatif, pengeluaran Medicare sepanjang tahun telah mencapai US$955 miliar. 2. Anggaran pemerintah terdampak sebesar US$99 miliar karena hari pertama bulan Juli jatuh pada hari nonkerja, sehingga mempercepat pencairan berbagai tunjangan, termasuk Supplemental Security Income (program bantuan tunai khusus untuk kebutuhan dasar di AS) dan pembayaran Medicare. 3. Pembiayaan utang untuk keseluruhan tahun fiskal kini menjadi pos pengeluaran terbesar ketiga setelah Social Security dan Medicare.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lonjakan defisit AS pada Juli 2026 memiliki implikasi yang signifikan bagi kondisi fiskal negara tersebut. Peningkatan biaya Medicare dan beban pembayaran bunga utang pemerintah federal akan terus menekan kondisi fiskal AS, sehingga memerlukan tindakan serius untuk mengurangi defisit. Dalam jangka panjang, ini dapat mempengaruhi kemampuan AS untuk menghadapi tantangan ekonomi dan keuangan yang semakin kompleks.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk menghadapi defisit yang semakin besar, pemerintah AS harus mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan efisiensi pengeluaran, meningkatkan penghasilan melalui reformasi pajak, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung investasi dan inovasi. Dengan demikian, AS dapat menghadapi tantangan ekonomi dan keuangan yang semakin kompleks di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260813080523-4-758775/defisit-as-meledak-rp-7700-t-utang-tembus-rp-713-kuadriliun, without altering the facts of the original article.