Harga BBM Pertamina Terbaru: Cek Daftar Lengkap Harga Pertamax di Jabar Hari Ini

Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada bulan ini. Harga BBM Pertamax terbaru di Jawa Barat menunjukkan bahwa terdapat penurunan harga untuk beberapa jenis BBM. Sebagai contoh, Pertamax Turbo kini dijual seharga Rp19.300 per liter, setelah sebelumnya Rp20.750 per liter.

Penurunan Harga BBM di Jawa Barat

Penurunan harga BBM juga terjadi pada Pertadex dan Dexlite. Pertadex kini dijual seharga Rp21.150 per liter, setelah sebelumnya Rp24.800 per liter. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp19.700 per liter, setelah sebelumnya Rp23.000 per liter. Adapun harga Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan, yaitu masing-masing Rp16.250 per liter dan Rp17.000 per liter.

Detail Harga BBM di Berbagai Provinsi

Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terbaru di beberapa provinsi di Indonesia:

1. Provinsi Aceh: Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp19.750, Pertamina Dex Rp25.350, Dexlite Rp23.500, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang: Pertamax Rp15.250, Dexlite Rp21.550, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

3. Provinsi Sumatera Utara: Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp19.750, Pertamina Dex Rp21.650, Dexlite Rp20.150, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

4. Provinsi Sumatera Barat: Pertamax Rp17.000, Pertamax Turbo Rp20.150, Pertamina Dex Rp22.100, Dexlite Rp20.550, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

5. Provinsi Riau: Pertamax Rp17.000, Pertamax Turbo Rp20.150, Pertamina Dex Rp22.100, Dexlite Rp20.550, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

6. Provinsi Kepulauan Riau: Pertamax Rp17.000, Pertamax Turbo Rp20.150, Pertamina Dex Rp22.100, Dexlite Rp20.550, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

7. Free Trade Zone (FTZ) Batam: Pertamax Rp15.500, Pertamax Turbo Rp18.350, Pertamina Dex Rp20.100, Dexlite Rp18.700, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800.

Mengapa Penyesuaian Harga BBM Dilakukan?

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan oleh Pertamina sebagai respons terhadap perubahan harga minyak dunia dan kondisi ekonomi terkini. Penurunan harga BBM ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dan meningkatkan daya beli.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penyesuaian harga BBM ini dapat berdampak pada inflasi dan perekonomian secara keseluruhan. Dengan harga BBM yang lebih stabil dan kompetitif, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik, serta membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertamina masih harus terus memantau kondisi ekonomi dan harga minyak dunia untuk menentukan kebijakan harga BBM ke depannya. Dengan demikian, diharapkan dapat menemukan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlangsungan bisnis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/nasional/1178497/daftar-harga-bbm-pertamina-hari-ini-rabu-15-juli-2026-cek-pertamax-di-jabar, without altering the facts of the original article.

Dari Bantuan BRI, Suhita Lebah Indonesia Raup Sukses dengan Usaha Madu

Suhita Lebah Indonesia, sebuah usaha madu yang berbasis di Kota Bandar Lampung, telah sukses mengembangkan bisnisnya dengan bantuan dari BRI. Usaha ini membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran, melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok.

Dari Bantuan BRI, Suhita Lebah Indonesia Raup Sukses dengan Usaha Madu

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga.”

Momen Penentu di Menit Akhir

Isnina bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021 setelah memperoleh informasi dari sesama pelaku UMKM di Lampung. Sejak itu, ia mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam pengelolaannya, Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas produknya dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

Protelindo Resmi Caplok 51% Saham DATA, iForte Kini Bukan Pengendali Lagi

Momen Penentu di Menit Akhir

Sebelumnya, iForte menguasai 550.000.900 saham atau setara 40% hak suara di DATA. Setelah transaksi selesai, kepemilikan dan hak suara iForte di perusahaan menjadi nol. Di saat yang sama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yang masih merupakan entitas Grup Djarum, melakukan pembelian saham DATA melalui dua transaksi pada tanggal yang sama. Transaksi pertama mencakup pembelian 151.250.000 saham dengan harga Rp1.091 per saham untuk tujuan investasi dari Verah Wahyudi Singgih. Selanjutnya, Protelindo juga mengakuisisi 550.000.900 saham dengan harga Rp974 per saham.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Protelindo tercatat belum memiliki saham maupun hak suara di DATA sebelumnya. Setelah seluruh transaksi rampung, Protelindo menguasai 701.250.900 saham atau 51% hak suara sehingga resmi menjadi pemegang saham pengendali perusahaan. Sebagai informasi, iForte merupakan 100% anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Emiten ini merupakan milik keluarga Hartono, pemilik Djarum Group melalui PT Sapta Adhikari Investama dan PT Dwimuria Investama Andalan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan perubahan struktur kepemilikan ini, maka DATA kini resmi berada di bawah kendali Protelindo. Langkah ini dapat meningkatkan kemampuan DATA dalam mengembangkan bisnisnya, terutama dalam sektor telekomunikasi. Selain itu, integrasi ini juga dapat memperkuat posisi Grup Djarum dalam industri telekomunikasi Indonesia. Bagi iForte, ini berarti kehilangan kontrol atas DATA, yang sebelumnya merupakan salah satu aset penting mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Protelindo kini harus mengoptimalkan pengelolaan DATA untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan. Dengan dukungan dari Grup Djarum, diharapkan DATA dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringannya. Sementara itu, iForte harus mencari strategi baru untuk meningkatkan kinerjanya setelah kehilangan salah satu aset utamanya. Jalan panjang ini akan menentukan bagaimana kedua entitas ini akan berkembang ke depannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714132855-17-750697/protelindo-caplok-51-saham-data-geser-iforte-sebagai-pengendali, without altering the facts of the original article.

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.080, Apa Penyebabnya?

Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (14/7/2026), dengan nilai tukar mata uang Garuda berakhir di level Rp18.080/US$. Penguatan ini terjadi setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia serta outlook-nya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berakhir dengan penguatan 0,11% ke level Rp18.080/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup dinamis, mengawali perdagangan secara stagnan di level psikologis Rp18.100/US$, lalu berbalik bergerak positif hingga penutupan perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,04% ke level 101,197.

Apa yang Membuat Rupiah Menguat?

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi kabar baik dari lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi atau investment grade di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia saat ini bersifat sementara, dan kondisi tersebut berpotensi membaik seiring stabilnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi kebijakan yang lebih efektif.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dalam laporannya, S&P Global Ratings juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.700/US$ pada 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan penguatan rupiah pada perdagangan hari ini, Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan. Namun, dengan kepercayaan investor yang masih kuat dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi meningkatkan posisinya di kancah internasional. Oleh karena itu, Bank Indonesia dan pemerintah harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan menjaga stabilitas ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714145030-17-750727/rupiah-ditutup-menguat-dolar-as-turun-tipis-ke-rp18080, without altering the facts of the original article.

IHSG Stagnan di Level 6.000-an, Apa yang Membuatnya Tak Bergeming Hari Ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan di level 6.000-an pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). IHSG ditutup nyaris tidak bergerak setelah melonjak 1,92% pada akhir perdagangan kemarin. Pergerakan IHSG hari ini tertahan oleh koreksi emiten bank jumbo, yang juga tercermin dari sektor finansial yang anjlok paling dalam, yakni 1,71%.

Momen Penentu di Menit Akhir

IHSG sempat mengawali perdagangan di zona merah dan menyentuh level tertinggi di 6.095,02 pada perdagangan intraday. Namun, tidak mampu bertahan dan memangkas penguatan, sehingga kembali nyaris ke level perdagangan sebelumnya. Nilai dan volume transaksi hari ini melonjak cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata perdagangan hari-hari sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp15,36 triliun, melibatkan 26,48 miliar saham dalam 2,59 juta kali transaksi.

Pada pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian hanya Rp 10,27 triliun, dengan volume transaksi tercatat 20,49 miliar saham. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) kompak menjadi pemberat IHSG dengan bobot masing-masing -10,22 poin, -8,82 poin, dan -7,35 poin.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Emiten konglomerat, khususnya milik Bakrie dan Prajogo Pangestu, mencoba mengatrol IHSG tetapi tidak kuat. Bumi Resources Mineral (BRMS) berkontribusi 6,7 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 5,8 poin, dan Energi Mega Persada (ENRG) 5,23 poin. Pada perdagangan kemarin, emiten bank jumbo mendorong IHSG melaju kencang pada akhir sesi.

Hal ini seiring dengan pengumuman dari lembaga rating Standar & Poor’s (S&P) yang mempertahankan rating investment grade dan outlook stabil mereka. Keputusan ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya lembaga rating tersebut dikabarkan akan menurunkan outlook Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil. Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi pasar dan pemerintah, karena menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Dalam laporannya, S&P menyatakan outlook stabil mencerminkan keyakinan bahwa penerimaan pemerintah akan terus pulih, ekspor membaik berkat kenaikan harga komoditas, serta disiplin menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB tetap menjadi jangkar kebijakan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, IHSG masih memiliki potensi untuk bergerak dalam rentang yang sama, dengan investor terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik. Dengan demikian, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.

IHSG masih memiliki jalan panjang untuk mencapai level yang lebih tinggi, namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan kepercayaan investor yang tetap terjaga, maka IHSG berpotensi untuk terus bergerak positif dalam jangka panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714155552-17-750748/ihsg-tak-bergeming-hari-ini-bertahan-di-level-6000-an, without altering the facts of the original article.

Emiten TGUK Terkena Sorotan Bursa Efek Indonesia, Ada Apa di Balik Pendapatan?

Pendapatan TGUK Melonjak Drastis

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat lonjakan pendapatan yang mencapai 27.545% pada kuartal I-2026. Emiten yang sebelumnya menaungi gerai minuman Teguk ini membukukan penjualan sebesar Rp200,7 miliar per 31 Maret 2026, meningkat drastis dibandingkan hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini memicu BEI untuk meminta penjelasan lebih lanjut dari manajemen TGUK.

Apa yang Terjadi?

Manajemen TGUK menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan terutama dipicu oleh mulai beroperasinya lini usaha perdagangan daging beku (frozen meat). Sebagian besar transaksi penjualan daging beku dilakukan melalui jaringan agen dan distributor (general trade) dengan menggunakan sistem pemesanan (purchase order) dan kesepakatan harga saat transaksi. Mekanisme ini dipilih karena harga daging beku merupakan komoditas yang berfluktuasi mengikuti kondisi pasar, sehingga membutuhkan fleksibilitas dalam penetapan harga. Selain itu, peningkatan penjualan pada Januari-Maret 2026 juga didukung oleh tingginya permintaan daging selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Mengapa dan Dampaknya

Kenaikan pendapatan TGUK pada kuartal I-2026 merupakan dampak dari strategi bisnis yang diambil oleh perusahaan. Dengan mulai beroperasinya lini usaha perdagangan daging beku, TGUK berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan. Faktor musiman juga berperan penting dalam peningkatan penjualan ini, mengingat Ramadan dan Idulfitri merupakan musim puncak bagi industri perdagangan daging. Ke depan, TGUK perlu mempertahankan kinerja ini dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas. Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan modern trade untuk meningkatkan penjualan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

TGUK masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan lonjakan pendapatan pada kuartal I-2026, perusahaan perlu mempertahankan momentum ini dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, TGUK juga perlu mempertimbangkan untuk diversifikasi produk dan meningkatkan efisiensi operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan. Dengan demikian, TGUK dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan mempertahankan posisinya di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714140920-17-750708/bursa-efek-indonesia-cecar-emiten-tguk-soal-pendapatan-ada-apa, without altering the facts of the original article.

Rekening Dolar Melonjak 58%, Perbanas Ungkap Alasan di Baliknya

Jumlah rekening simpanan dolar Amerika Serikat (USD) di Indonesia meningkat pesat pada Mei 2026, dengan kenaikan 58,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 8.918.054 rekening. Angka ini menyumbang 1,3% dari keseluruhan jumlah rekening simpanan masyarakat RI. Pertumbuhan ini jauh melampaui jumlah rekening simpanan rupiah yang hanya naik 8,4% pada periode yang sama.

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening USD meningkat pesat, sementara jumlah rekening rupiah mencapai 673.138.861 rekening atau 98,7% dari keseluruhan. Secara umum, jumlah nominal simpanan valuta asing (valas) juga meningkat 18,7% yoy per Mei 2026, dengan nominal setara dengan Rp1.714,76 triliun, memegang porsi 16,6% dari nominal seluruh rekening masyarakat RI.

Apa yang Terjadi?

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini terjadi seiring dengan penerapan Dana Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Aturan baru ini mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026, dan mewajibkan penempatan DHE SDA 100% di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengatakan bahwa peningkatan rekening dolar menjadi lumrah, seiring dengan kenaikan penempatan dolar eksportir di rekening bank BUMN. “Ya memang ada [peningkatan] kan. Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi,” ujarnya.

Mengapa dan Dampak

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini terjadi karena adanya kebijakan DHE SDA yang mewajibkan eksportir menempatkan dana hasil ekspornya di bank-bank BUMN. Hal ini menyebabkan peningkatan penempatan dolar di rekening bank BUMN, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah rekening dolar.

Dampak dari pertumbuhan pesat rekening dolar ini adalah meningkatnya jumlah simpanan valas di Indonesia. Jumlah nominal simpanan valas meningkat 18,7% yoy per Mei 2026, dengan nominal setara dengan Rp1.714,76 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam meningkatkan simpanan valas.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam meningkatkan simpanan valas. Dengan adanya kebijakan DHE SDA, diharapkan dapat meningkatkan jumlah simpanan valas di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah.

Namun, perlu diwaspadai bahwa peningkatan rekening dolar juga dapat menyebabkan peningkatan risiko valas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan risiko valas yang efektif untuk mengurangi dampak negatif dari peningkatan rekening dolar.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan pesat rekening dolar ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah. Namun, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi yang efektif untuk memastikan bahwa kebijakan DHE SDA dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya simpanan valas dan meningkatkan kemampuan bank-bank BUMN dalam mengelola risiko valas. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714170019-17-750798/jumlah-rekening-dolar-naik-58-perbanas-ungkap-penyebabnya, without altering the facts of the original article.

37 Saham ‘Jumbo’ Masuk Daftar HSC, BEI Tambah Kriteria Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) List. Hasil evaluasi tersebut membuat sebanyak 37 emiten baru akan masuk ke dalam daftar saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi. Penambahan kriteria baru ini bertujuan untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.

Penambahan Kriteria Baru

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kriteria serta faktor pemicu (trigger factors) yang digunakan dalam penentuan saham HSC. Sebagai hasilnya, BEI merevisi metodologi HSC dengan menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio. Kriteria ini akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi. Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Apa yang Terjadi

BEI akan melakukan evaluasi price impact ratio secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di bursa. Sementara itu, trigger factors dari fungsi pengawasan akan tetap dilakukan secara insidental dan tidak terbatas pada periode evaluasi tertentu. Pengumuman resmi mengenai daftar saham terbaru yang masuk kategori HSC akan disampaikan setelah penutupan perdagangan hari Selasa ini.

Jeffrey menjelaskan bahwa 37 saham baru yang masuk dalam kriteria high shareholding concentration akan menambah total saham yang ada di dalam high shareholding concentration menjadi 51 saham. Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan yang dilakukan BEI untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.

Mengapa dan Dampak

Penambahan kriteria baru ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam mengidentifikasi saham-saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan terinformasi. Selain itu, penambahan kriteria baru ini juga dapat membantu BEI dalam mengawasi aktivitas perdagangan saham dan mencegah potensi penyalahgunaan.

Dalam jangka panjang, penambahan kriteria baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan efisiensi pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, BEI terus melakukan evaluasi dan peninjauan terhadap kriteria dan metodologi yang digunakan dalam penentuan saham HSC.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BEI masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar modal Indonesia. Dengan penambahan kriteria baru ini, BEI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan pengaturan pasar modal. Investor dan pelaku pasar juga diharapkan dapat memanfaatkan informasi yang lebih akurat dan transparan untuk membuat keputusan yang lebih tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714184024-17-750831/bei-tambah-kriteria-hsc-37-saham-jumbo-bakal-masuk-daftar, without altering the facts of the original article.

Asing Lakukan Borong Besar, 10 Saham Ini yang Dibeli Saat IHSG Stagnan

Investor asing melakukan pembelian bersih pada 10 saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). IHSG hanya mampu naik 0,03% ke level 6.039,52. Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp15,36 triliun, melibatkan 26,48 miliar saham dalam 2,59 juta kali transaksi. Sebanyak 422 saham menguat, 206 turun, dan 165 stagnan.

Momen Stagnasi IHSG

Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), IHSG mengalami kenaikan yang sangat tipis, yaitu 0,03% ke level 6.039,52. Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp15,36 triliun, dengan 26,48 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,59 juta kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 422 saham menguat, 206 saham turun, dan 165 saham stagnan.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp830,60 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp885,58 miliar di pasar reguler. Namun, asing juga mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp54,98 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Saham yang Dibeli Asing

Berikut adalah 10 saham yang menjadi incaran asing pada perdagangan Selasa (14/7/2026), berdasarkan data dari Stockbit:

1. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

2. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

3. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

4. Saham PT IndusInd Bank Ltd (IIB)

5. Saham PT Astra International Tbk (ASII)

6. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNLI)

7. Saham PT Indofood International Finance Tbk (IIFT)

8. Saham PT Maybank Indonesia Tbk (MAYB)

9. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

10. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Mengapa Asing Borong Saham Ini?

Asing melakukan pembelian bersih pada saham-saham ini karena mereka menilai bahwa saham-saham tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa depan. Selain itu, beberapa saham tersebut juga memiliki fundamental yang kuat dan kinerja keuangan yang baik.

Pembelian bersih oleh asing pada saham-saham ini juga dapat meningkatkan kepercayaan investor lain untuk berinvestasi pada saham-saham tersebut. Dengan demikian, harga saham-saham tersebut dapat meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai portofolio investor.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembelian bersih oleh asing pada saham-saham ini dapat menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki kepercayaan pada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masih melihat peluang investasi yang baik pada saham-saham Indonesia.

Namun, investor juga perlu memperhatikan bahwa investasi pada saham selalu memiliki risiko. Oleh karena itu, investor perlu melakukan analisis yang teliti dan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham sebelum membuat keputusan investasi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pasar saham Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai titik puncak. Oleh karena itu, investor perlu terus memantau perkembangan pasar saham dan melakukan analisis yang teliti sebelum membuat keputusan investasi.

Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan meningkatkan nilai portofolio mereka. Selain itu, investor juga perlu memperhatikan bahwa investasi pada saham selalu memiliki risiko, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati dan teliti.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260715081138-17-750889/asing-kompak-borong-10-saham-ini-kala-ihsg-stagnan, without altering the facts of the original article.

Harga LPG Turun! Ini Daftar Harga Baru Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg per 15 Juli 2026

Penyesuaian Harga Bright Gas

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga produk Bright Gas yakni Liquefied Petroleum Gas (LPG) jenis 5,5 Kilogram (kg) dan juga 12 kg yang berlaku efektif mulai 15 Juli 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan mekanisme yang berlaku. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga Bright Gas merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat.

Fakta Penurunan Harga

Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku. Melalui evaluasi tersebut, harga Bright Gas mengalami penurunan sebagai berikut: Bright Gas 12 kg: dari Rp228.000/tabung menjadi Rp220.000/tabung (turun Rp8.000/tabung). Sementara itu, Bright Gas 5,5 kg: dari Rp107.000/tabung menjadi Rp103.000/tabung (turun Rp4.000/tabung). Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah Pulau Jawa yang berlaku efektif mulai 15 Juli 2026. Harga di wilayah lain dapat berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa Penurunan Harga Terjadi?

Penurunan harga Bright Gas terjadi karena evaluasi berkala perusahaan untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat. Dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan mekanisme yang berlaku, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk memberikan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan harga Bright Gas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, Pertamina Patra Niaga juga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertamina Patra Niaga masih harus terus memantau dinamika pasar dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan harga Bright Gas tetap kompetitif. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati LPG yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260715061412-4-750867/resmi-harga-lpg-bright-gas-55-kg-12-kg-turun-berlaku-15-juli-2026, without altering the facts of the original article.