Utang Luar Negeri RI Mencapai USD 453,4 Miliar pada Kuartal II 2026, Naik 4,4% YoY dan Menjadi Sorotan Ekonomi Nasional

Utang Luar Negeri Republik Indonesia menembus angka USD 453,4 miliar pada kuartal kedua tahun 2026, menandai kenaikan sebesar 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pusat perhatian para ekonom, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas karena implikasinya terhadap neraca pembayaran, kestabilan mata uang, serta kebijakan fiskal pemerintah.

Perkembangan Utang Luar Negeri Indonesia di Kuartal II 2026

Menurut data resmi yang dirilis oleh Bank Indonesia, total utang luar negeri negara ini mencapai USD 453,4 miliar pada kuartal kedua 2026. Angka ini mencakup utang jangka panjang dan jangka pendek yang dimiliki oleh sektor publik, swasta, dan sektor keuangan. Pada kuartal sebelumnya, yaitu kuartal pertama 2026, total utang luar negeri berada di angka USD 435,5 miliar, sehingga peningkatan 4,4% YoY mencerminkan adanya tambahan beban kredit yang signifikan.

Komponen utang luar negeri terbagi menjadi dua segmen utama: utang pemerintah dan utang swasta. Utang pemerintah mencakup obligasi negara, pinjaman bank luar negeri, dan fasilitas kredit multilateral. Sementara itu, utang swasta meliputi pinjaman korporasi, obligasi korporasi, dan kredit bank. Pada kuartal II 2026, utang pemerintah menempati sekitar 58% dari total utang luar negeri, sedangkan utang swasta mengisi sisanya 42%.

Perubahan struktur utang ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejak kuartal keempat 2025, pemerintah Indonesia telah meluncurkan program refinancing utang jangka panjang dengan suku bunga lebih rendah, memanfaatkan kondisi pasar internasional yang menguntungkan. Program ini bertujuan mengurangi beban bunga dan memperpanjang jangka waktu pinjaman, sekaligus memaksimalkan alokasi dana untuk infrastruktur dan pembangunan ekonomi.

Faktor Penyebab Peningkatan Utang Luar Negeri

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kenaikan utang luar negeri Indonesia pada kuartal II 2026 antara lain:

1. Peningkatan Defisit Neraca Pembayaran: Defisit neraca perdagangan Indonesia menambah beban utang luar negeri. Pada kuartal kedua 2026, nilai ekspor mencapai USD 120,3 miliar sementara impor mencapai USD 135,7 miliar, menghasilkan defisit komoditas sebesar USD 15,4 miliar. Untuk menutupi selisih tersebut, pemerintah dan sektor swasta menambah pinjaman luar negeri.

2. Investasi Infrastruktur Besar: Pemerintah meluncurkan proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan jalur kereta api cepat dan jaringan energi terbarukan. Proyek-proyek ini memerlukan investasi total lebih dari USD 30 miliar, sebagian besar dibiayai melalui pinjaman luar negeri dengan suku bunga tetap.

3. Ketidakpastian Ekonomi Global: Fluktuasi suku bunga internasional dan volatilitas mata uang memengaruhi keputusan investasi asing. Meskipun suku bunga di tingkat global menurun, ketidakpastian pasar menyebabkan investor lebih berhati-hati, sehingga memaksa pemerintah untuk mencari sumber pembiayaan alternatif.

4. Perubahan Kebijakan Fiskal: Pemerintah memperkenalkan kebijakan fiskal baru dengan penambahan pajak dan pengeluaran publik. Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, pemerintah meningkatkan pinjaman luar negeri, terutama dalam bentuk obligasi negara.

Dampak Ekonomi dan Sosial Peningkatan Utang Luar Negeri

Kenaikan utang luar negeri membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah beberapa dampak utama:

1. Pengaruh terhadap Nilai Tukar Rupiah: Kenaikan utang luar negeri dapat menekan nilai tukar rupiah. Pada kuartal kedua 2026, nilai tukar rupiah menurun menjadi 14,20 rupiah per dolar, turun 0,6% dibandingkan kuartal pertama. Penurunan nilai tukar meningkatkan biaya pinjaman luar negeri dan mempengaruhi inflasi.

2. Biaya Bunga dan Beban Anggaran: Dengan meningkatnya jumlah utang, beban bunga juga naik. Pada kuartal kedua 2026, beban bunga pemerintah mencapai USD 8,7 miliar, meningkat 5,2% YoY. Hal ini menekan ruang fiskal pemerintah untuk menyalurkan dana ke sektor lain.

3. Risiko Kredit dan Likuiditas: Peningkatan utang meningkatkan risiko kredit bagi lembaga keuangan. Bank Indonesia harus memantau kinerja kredit sektor swasta yang semakin menanggung beban utang. Risiko gagal bayar dapat menurunkan kepercayaan investor dan mempengaruhi likuiditas pasar.

4. Pengaruh terhadap Pembangunan Ekonomi: Meski utang digunakan untuk investasi infrastruktur, efeknya tidak selalu langsung terlihat. Keterlambatan proyek dan biaya operasional tinggi dapat mengurangi manfaat ekonomi, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi investor dan pelaku usaha.

5. Reaksi Pasar Modal: Peningkatan utang dapat memicu volatilitas di pasar saham. Investor menilai risiko jangka panjang dan menyesuaikan portofolio mereka. Pada kuartal kedua 2026, indeks saham utama turun 2,5% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Strategi Pemerintah untuk Menangani Beban Utang

Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk mengelola beban utang luar negeri. Salah satu upaya utama adalah melalui program refinancing utang jangka panjang. Program ini memungkinkan pemerintah mengalihkan utang jangka pendek dengan suku bunga tinggi menjadi utang jangka panjang dengan suku bunga lebih rendah. Dengan demikian, beban bunga dapat dikurangi dan jangka waktu pembayaran diperpanjang.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan penerbitan obligasi negara dalam mata uang asing, khususnya dolar AS, untuk menarik investor global. Penerbitan obligasi ini dilengkapi dengan jaminan kredit multilateral, sehingga meningkatkan kepercayaan investor. Program ini juga berfokus pada sektor infrastruktur dan energi terbarukan, yang dianggap memiliki potensi pengembalian investasi jangka panjang.

Bank Indonesia menegaskan pentingnya menjaga kestabilan neraca pembayaran. Untuk itu, bank

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Diskon Pajak Kendaraan Hingga Oktober, Pemprov Banten Rayakan HUT ke-81 RI dengan Potongan hingga 30% untuk Semua Pemilik Mobil dan Motor

Diskon Pajak Kendaraan Hingga Oktober, Pemprov Banten Rayakan HUT ke-81 RI dengan Potongan hingga 30% untuk Semua Pemilik Mobil dan Motor

Inisiatif Pemprov Banten untuk Meringankan Beban Wajib Pajak Kendaraan

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa kebijakan potongan pajak kendaraan bermotor ini merupakan salah satu upaya Pemprov Banten untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian program HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Salah satu upaya yang selalu kita lakukan setiap tahunnya dalam rangka memperingati HUT RI dan juga menjelang ulang tahun Provinsi Banten, kita selalu memberikan beberapa program bagi masyarakat, salah satunya adalah kaitan dengan insentif pajak yang diberikan kepada masyarakat,” ungkap Andra Soni pada Selasa (18/8/2026).

Keputusan Gubernur Banten Nomor 435 Tahun 2026: Tiga Kebijakan Utama

Melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 435 Tahun 2026, terdapat tiga kebijakan utama yang ditujukan untuk mengurangi beban pajak kendaraan bermotor. Pertama, pengurangan pokok PKB sebesar 5 persen yang berlaku pada 18 Agustus hingga 31 Oktober 2026. Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada wajib pajak yang patuh sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan potensi tunggakan PKB. Kedua, pengurangan pokok PKB sebesar 20 persen bagi kendaraan bermotor yang memiliki tahun pembuatan lebih dari 10 tahun, juga berlaku selama periode yang sama. Ketiga, pengurangan pokok PKB sebesar 30 persen bagi kendaraan bermotor roda dua (motor) yang berusia lebih dari 15 tahun.

Manfaat dan Dampak Positif bagi Warga Banten

Potongan pajak kendaraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama bagi pemilik kendaraan tua yang selama ini sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pajak. Dengan potongan hingga 30 persen, banyak warga yang akan mengurangi beban keuangan mereka, sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan pajak. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menurunkan potensi tunggakan PKB, sehingga pendapatan daerah dapat lebih stabil dan terkelola dengan baik.

Proses Pengajuan dan Administrasi

Untuk dapat menikmati potongan pajak, pemilik kendaraan bermotor harus mengajukan permohonan melalui sistem online DPKB (Dinas Pajak Kendaraan Bermotor) Provinsi Banten. Prosedur pengajuan meliputi pengisian formulir elektronik, melampirkan fotokopi STNK dan KTP, serta membayar denda administratif yang masih berlaku. Setelah permohonan disetujui, pemilik kendaraan akan menerima surat keputusan potongan pajak yang dapat digunakan untuk mengurangi pembayaran PKB pada periode 18 Agustus hingga 31 Oktober 2026.

Reaksi Masyarakat dan Ekspektasi Keberhasilan Program

Reaksi masyarakat terhadap program ini umumnya positif. Banyak pemilik kendaraan tua yang menyatakan bahwa potongan pajak ini sangat membantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Ekspektasi program ini juga tinggi, karena selain meringankan beban pajak, kebijakan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan pajak. Pemerintah daerah berharap bahwa program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin menerapkan kebijakan serupa dalam rangka memperingati HUT RI.

Penutup

Dengan potongan pajak kendaraan bermotor hingga 30 persen, Pemprov Banten menunjukkan komitmen untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI, sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak dan menurunkan potensi tunggakan PKB. Demikian informasi tentang kebijakan potongan pajak kendaraan bermotor yang berlaku hingga Oktober 2026. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8623292/hut-ke-81-ri-pemprov-banten-beri-diskon-pajak-kendaraan-hingga-oktober, without altering the facts of the original article.

BI Peringatkan RI: Jangan Hanya Jadi Pasar Halal, Saatnya Jadi Produsen Utama dengan Rencana Transformasi Nasional

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sektor halal yang sangat besar, namun saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) pada Senin, 3 Agustus 2026. Dalam penjelasannya, BI menyoroti pertumbuhan nilai rantai nilai sektor halal unggulan (Halal Value Chain/HVC) Indonesia yang mencapai 6,8% di kuartal pertama 2026, meningkat dari 6,21% pada kuartal IV 2025.

Menurut data yang disajikan, pangsa sektor HVC terhadap perekonomian nasional mencapai sekitar 26,07% di triwulan pertama 2026. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan sektor halal terhadap aktivitas ekonomi nasional. Namun, Dadang Muljawan menekankan bahwa potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyoroti bahwa Indonesia saat ini lebih sering berperan sebagai pasar halal bagi produk luar negeri, ketimbang menjadi produsen utama yang menguasai rantai nilai global.

BI menyoroti bahwa pasar halal global diperkirakan akan mencapai nilai lebih dari 2 triliun dolar AS dalam dekade berikutnya. Dalam konteks tersebut, Indonesia harus memanfaatkan keunggulan geografis, sumber daya manusia, dan regulasi yang mendukung untuk memperkuat posisi sebagai produsen utama. Menurut Dadang, transformasi nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas produk halal, inovasi teknologi, dan peningkatan daya saing dapat memperkuat peran Indonesia di kancah global.

Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan sektor halal di Indonesia adalah tingginya konsentrasi konsumen yang sadar akan produk halal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, masih banyak tantangan dalam rantai nilai, mulai dari standar produksi, sertifikasi, hingga distribusi. BI mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan, untuk bekerja sama memperkuat infrastruktur, memperketat regulasi, dan meningkatkan kapasitas produksi.

Dalam konteks ini, BI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Misalnya, pemerintah daerah dapat memfasilitasi kawasan industri halal, sementara lembaga keuangan dapat menyediakan pembiayaan yang memadai bagi pelaku usaha. Selain itu, BI menyoroti peran pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor halal, sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar internasional.

Selain itu, BI menyoroti perlunya inovasi dalam teknologi produksi. Digitalisasi proses, penggunaan teknologi informasi dalam manajemen rantai nilai, dan penerapan sistem traceability dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen. BI juga mengajak pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk halal secara global, sehingga dapat memperluas pangsa pasar dan meningkatkan nilai tambah.

Pengembangan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung sektor halal juga menjadi fokus utama BI. Salah satu contoh kebijakan yang dapat dipertimbangkan adalah pengenaan insentif pajak bagi perusahaan yang memproduksi produk halal, serta penyediaan fasilitas kredit dengan suku bunga rendah untuk pelaku usaha di sektor ini. BI menekankan bahwa kebijakan tersebut harus diselaraskan dengan tujuan pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan daya saing industri dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama halal, BI juga menyoroti pentingnya peran lembaga sertifikasi. Standar sertifikasi yang konsisten dan terpercaya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen internasional. BI menyarankan agar lembaga sertifikasi nasional bekerja sama dengan lembaga internasional untuk memastikan bahwa produk halal Indonesia memenuhi standar global.

Perkembangan sektor halal juga berdampak pada sektor ekonomi lainnya, seperti agribisnis, manufaktur, dan jasa. Dengan meningkatkan produksi dan ekspor produk halal, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan devisa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi ekonomi nasional. BI menegaskan bahwa transformasi nasional yang berfokus pada sektor halal dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, BI menyoroti bahwa sektor halal juga dapat menjadi alat diplomasi ekonomi. Dengan mempromosikan produk halal Indonesia secara global, negara dapat memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara mayoritas Muslim. BI menekankan bahwa strategi ini dapat membuka peluang baru dalam kerjasama ekonomi, investasi, dan pertukaran teknologi.

BI juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari sektor swasta. Perusahaan-perusahaan besar dapat berperan sebagai pemimpin dalam inovasi, sementara perusahaan kecil dan menengah dapat meningkatkan kapasitas produksi melalui kolaborasi dan akses ke teknologi. BI menekankan bahwa keberhasilan transformasi nasional memerlukan sinergi antara semua pemangku kepentingan.

Dalam rangka memperkuat sektor halal, BI juga menyarankan peningkatan kapasitas penelitian dan pengembangan. Dengan menekankan penelitian tentang bahan baku, proses produksi, dan teknologi baru, Indonesia dapat menciptakan produk halal yang lebih inovatif dan kompetitif. BI menyoroti pentingnya kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian, dan industri dalam memfasilitasi inovasi.

BI menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk berkomitmen pada transformasi nasional yang berfokus pada sektor halal. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat rantai nilai, Indonesia dapat bertransformasi menjadi produsen utama halal yang dapat bersaing di pangsa pasar global. BI menegaskan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil hari ini akan menentukan posisi Indonesia di masa depan, tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai produsen utama dalam industri halal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260803133514-29-756076/bi-ri-jangan-cuma-jadi-pasar-harus-jadi-produsen-halal-dunia, without altering the facts of the original article.

3 Strategi Besar BI untuk Bikin RI Pimpin Industri Halal Dunia: Kebijakan Moneter, Sertifikasi, dan Ekspor yang Ditingkatkan

Bank Indonesia (BI) menyiapkan tiga strategi untuk menjadikan Indonesia pemimpin industri halal global. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Dadang Muljawan, menegaskan bahwa strategi tersebut meliputi perubahan pola ekonomi nasional, transformasi sektor terfragmentasi menjadi terintegrasi, dan penguatan sinergi antar stakeholder.

Perubahan Pola Ekonomi Nasional: Dari Konsumsi ke Produksi

Muljawan mengemukakan bahwa langkah pertama adalah menggeser fokus ekonomi Indonesia dari pola konsumsi menjadi pola produksi. Dalam konteks halal, pergeseran ini bertujuan agar negara tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal, melainkan juga menjadi sumber utama produk halal berkualitas tinggi. Dengan meningkatkan kapasitas produksi, Indonesia dapat mengendalikan rantai nilai halal secara lebih efektif, memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tenaga kerja yang melimpah.

Strategi ini menuntut adanya kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung investasi di sektor halal. BI berencana menyesuaikan suku bunga dan instrumen pasar uang untuk mempermudah akses modal bagi perusahaan syariah. Selain itu, BI akan memperkuat kerjasama dengan lembaga keuangan non-syariah agar modal dapat dialirkan ke proyek-proyek produksi halal, seperti peternakan halal, industri pengolahan makanan, dan manufaktur produk non-makanan halal.

Transformasi Sektor Terfragmentasi menjadi Ekosistem Terintegrasi

Strategi kedua menekankan pentingnya integrasi pasar uang dengan pasar barang dan jasa. Muljawan menjelaskan bahwa sektor halal saat ini masih terfragmentasi, dengan banyak pelaku kecil yang tidak terhubung dalam rantai nilai global. Untuk mengatasi hal ini, BI akan mempromosikan model ekosistem yang terintegrasi, menghubungkan produsen, distributor, dan konsumen melalui platform digital dan sistem pembayaran syariah yang terstandarisasi.

Dengan mengintegrasikan sektor ini, dana yang dihimpun oleh lembaga keuangan syariah dapat dialirkan lebih cepat dan efisien ke kegiatan produktif. Hal ini juga akan meningkatkan literasi halal di kalangan pelaku usaha, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam pasar global. Selain itu, BI berencana memperkuat regulasi yang mendukung sertifikasi halal internasional, memudahkan produk Indonesia masuk ke pasar negara berkembang dan maju.

Penguatan Sinergi antara Regulator, Pelaku Usaha, dan Akademisi

Strategi ketiga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. BI akan memperkuat sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan akademisi untuk menciptakan kebijakan yang lebih komprehensif. Melalui forum-forum regulasi, BI akan mengajak semua pihak untuk berdiskusi tentang standar halal, teknologi inovatif, dan praktik terbaik dalam industri halal.

Peran akademisi akan difokuskan pada penelitian dan pengembangan teknologi halal, seperti sistem blockchain untuk traceability produk halal. Sementara pelaku usaha akan diberi insentif untuk mengadopsi teknologi ini, sehingga produk halal Indonesia dapat lebih transparan dan dapat dipercaya oleh konsumen global. Regulator, di sisi lain, akan menyesuaikan kebijakan untuk memudahkan proses sertifikasi dan meminimalisir birokrasi.

Dampak Strategi BI terhadap Ekonomi Nasional dan Perekonomian Global

Implementasi ketiga strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global. Dengan produksi yang lebih besar dan terintegrasi, Indonesia dapat menurunkan biaya produksi, meningkatkan kualitas, dan memperluas pangsa pasar. Hal ini juga akan membuka lapangan kerja baru, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan manufaktur.

Di tingkat global, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai supplier utama produk halal bagi negara-negara dengan populasi Muslim tinggi. Ini akan memperluas jaringan perdagangan, meningkatkan penerimaan devisa, dan menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri halal. Selain itu, sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan akademisi akan mendorong inovasi, mempercepat adopsi teknologi baru, dan meningkatkan efisiensi rantai nilai halal.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Bank Indonesia telah menetapkan kerangka kerja tiga strategi yang komprehensif untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin industri halal dunia. Dengan mengubah pola ekonomi, mengintegrasikan sektor, dan memperkuat sinergi, BI bertujuan menciptakan ekosistem halal yang kuat, transparan, dan kompetitif. Langkah selanjutnya melibatkan pelaksanaan kebijakan moneter yang mendukung investasi, pengembangan platform digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan strategi ini berjalan efektif. Dengan komitmen ini, Indonesia siap menorehkan prestasi baru di panggung industri halal global, memanfaatkan potensi ekonomi syariah yang luas dan memperkuat peran negara dalam perekonomian dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260804083542-29-756280/bi-ungkap-3-strategi-besar-bikin-ri-jadi-pemimpin-industri-halal-dunia, without altering the facts of the original article.

Harga patokan ekspor emas melonjak 12% dalam tiga bulan terakhir, didorong lonjakan permintaan global yang memecahkan rekor historis pasar logam mulia

Harga patokan ekspor emas melonjak 12% dalam tiga bulan terakhir, didorong lonjakan permintaan global yang memecahkan rekor historis pasar logam mulia.

Perubahan Harga Patokan Eksport dan Harga Referensi

Pada periode kedua Agustus 2026, Kementerian Perdagangan mengumumkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk emas. Penyesuaian ini mencerminkan reaksi pasar terhadap dinamika ekonomi internasional, khususnya penurunan suku bunga acuan global. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, menegaskan bahwa penurunan suku bunga membuat instrumen keuangan tradisional seperti deposito menjadi kurang menarik, sehingga investor beralih ke logam mulia sebagai alternatif perlindungan nilai.

Dalam keterangan di Jakarta, Tommy menyatakan bahwa perubahan suku bunga menyebabkan potensi keuntungan dari deposito menurun. Akibatnya, likuiditas yang sebelumnya mengalir ke sektor keuangan kini dialihkan ke emas. Pergerakan likuiditas ini berujung pada peningkatan permintaan global yang signifikan.

Pengaruh Penurunan Suku Bunga Global

Penurunan suku bunga acuan di berbagai negara maju telah menciptakan ketidakpastian bagi investor. Ketika hasil investasi tetap rendah, emas menjadi pilihan utama untuk menjaga daya beli dan nilai aset. Kondisi ini memperkuat permintaan, sementara pasokan emas yang terbatas tidak mampu menutupi permintaan baru. Akibatnya, harga HPE mengalami lonjakan 12% dalam tiga bulan terakhir.

Selain faktor suku bunga, melemahnya nilai tukar mata uang utama juga mempercepat peningkatan harga emas. Nilai tukar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi investor asing, sehingga menambah tekanan permintaan di pasar internasional.

Rekor Historis di Pasar Logam Mulia

Lonjakan harga HPE membawa emas ke level tertinggi dalam sejarah pasar logam mulia. Data menunjukkan bahwa harga referensi emas telah melampaui batas rekornya, menandakan ketegangan pasokan yang signifikan. Peningkatan permintaan ini tidak hanya berasal dari investor institusional, tetapi juga dari sektor konsumen yang mempercayai emas sebagai penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Perubahan ini juga memicu peningkatan aktivitas perdagangan di pasar komoditas. Para pedagang logam mulia melaporkan volume transaksi yang lebih tinggi, sementara lembaga keuangan menyesuaikan strategi alokasi aset untuk mengimbangi volatilitas pasar.

Implikasi bagi Pemasok dan Industri Pertambangan

Pemasok emas, baik perusahaan tambang maupun produsen batangan, mengalami tekanan harga. Meskipun kenaikan harga dapat meningkatkan pendapatan, biaya produksi yang tetap atau meningkat dapat mengurangi margin keuntungan. Selain itu, fluktuasi harga yang tajam menuntut perusahaan untuk mengelola risiko pasar dengan lebih hati-hati.

Industri pertambangan juga harus menyesuaikan rencana produksi. Penurunan permintaan di pasar lokal akibat nilai tukar yang melemah dapat menyebabkan surplus pasokan, sementara permintaan global yang tinggi menuntut kapasitas produksi yang lebih besar. Perusahaan harus menyeimbangkan antara memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Pengaruh terhadap Investor dan Portofolio Aset

Investor institusional dan individu kini semakin memperhatikan emas sebagai bagian penting dari portofolio mereka. Kenaikan harga HPE menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset defensif yang kuat. Namun, volatilitas harga juga menimbulkan risiko, terutama bagi investor yang tidak memiliki strategi lindung nilai yang memadai.

Portofolio yang sebelumnya didominasi oleh saham dan obligasi kini menambahkan alokasi emas sebagai diversifikasi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko sistemik dan melindungi nilai aset dalam jangka panjang.

Respons Pemerintah dan Kebijakan Perdagangan

Pemerintah meninjau kebijakan perdagangan untuk menstabilkan harga dan melindungi konsumen. Kebijakan ini mencakup regulasi impor, tarif, dan mekanisme penyesuaian harga. Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan lembaga keuangan untuk memastikan kelancaran aliran modal dan meminimalkan dampak negatif pada perekonomian nasional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber pasokan emas. Dengan membuka peluang bagi perusahaan tambang lokal dan asing, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pasokan dan menekan fluktuasi harga yang tajam.

Prospek Pasar Emas ke Depan

Melihat tren saat ini, pasar emas diperkirakan akan tetap volatil. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter global, nilai tukar mata uang, dan kondisi ekonomi makro akan terus mempengaruhi harga. Namun, ekspektasi bahwa emas akan tetap menjadi aset perlindungan nilai memberi peluang bagi investor yang siap menyesuaikan strategi investasi.

Para analis juga menyoroti potensi kenaikan harga lebih lanjut jika kondisi suku bunga global terus menurun atau terjadi krisis keuangan. Di sisi lain, kebijakan fiskal yang lebih ketat atau peningkatan suku bunga dapat menurunkan permintaan, menyeimbangkan pasar.

Kesimpulan

Kenaikan Harga Patokan Ekspor emas sebesar 12% dalam tiga bulan terakhir mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh penurunan suku bunga dan nilai tukar. Lonjakan permintaan ini memicu rekor historis di pasar logam mulia, menantang pasokan terbatas, dan memengaruhi berbagai pihak dari investor hingga industri pertambangan. Pemerintah dan lembaga keuangan bekerja sama untuk menstabilkan pasar, sementara investor harus menyesuaikan strategi untuk menghadapi volatilitas. Dengan kondisi yang terus berubah, emas tetap menjadi aset penting bagi mereka yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5699168/harga-patokan-ekspor-emas-naik-seiring-peningkatan-permintaan-global, without altering the facts of the original article.

Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2024: Indonesia Muncul di Peringkat Ke-7, Simak Data PDB per Kapita Lengkap

Indonesia menempati posisi ketiga dalam daftar negara paling makmur di Asia Tenggara 2026 menurut data Legatum Prosperity Index 2026.

Posisi Indonesia di Peringkat Kemakmuran Asia Tenggara

Legatum Prosperity Index 2026 menilai kemakmuran suatu negara melalui 11 dimensi, termasuk kondisi ekonomi, kualitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, kesempatan kerja, infrastruktur, serta faktor sosial dan lingkungan. Dengan skor 66,89, Indonesia menempati peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara, hanya tertinggal dari Singapura (83,80) dan Malaysia (73,03). Thailand berada di posisi keempat dengan skor 65,72, sementara negara lain seperti Filipina, Vietnam, Brunei, Laos, Myanmar, dan Timor Leste menempati posisi di bawahnya.

Faktor yang Mempengaruhi Skor Kemakmuran Indonesia

Skor Indonesia mencerminkan kombinasi hasil pertumbuhan ekonomi yang stabil, peningkatan kualitas institusi, serta investasi dalam pendidikan dan kesehatan. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia pada tahun 2024 mencapai 3,4 persen, menandakan peningkatan daya beli dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, reformasi birokrasi yang berkelanjutan telah memperbaiki indeks kemudahan berbisnis, memudahkan pendirian usaha, dan menarik investasi asing langsung.

Indeks pendidikan menunjukkan peningkatan akses sekolah menengah dan perguruan tinggi, sementara indeks kesehatan menilai peningkatan harapan hidup dan penurunan angka kematian bayi. Keamanan sosial dan lingkungan juga diperhatikan, dengan penurunan tingkat kejahatan dan peningkatan kualitas udara di kota-kota besar. Semua faktor ini berkontribusi pada skor keseluruhan Indonesia yang kuat.

Perbandingan dengan Negara Lain di Asia Tenggara

Singapura tetap menjadi negara paling makmur di kawasan dengan skor 83,80, didukung oleh ekonomi pasar bebas, sistem perbankan yang kuat, serta infrastruktur global. Malaysia, dengan skor 73,03, menonjolkan sektor energi dan teknologi tinggi. Thailand, meski menempati posisi keempat, menunjukkan ketergantungan pada pariwisata dan industri manufaktur, serta tantangan dalam reformasi politik.

Filipina dan Vietnam, meskipun berada di posisi lebih rendah, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cepat, namun masih menghadapi tantangan dalam infrastruktur dan distribusi pendapatan. Brunei, dengan ekonomi berbasis minyak, menempatkan diri di posisi kelima, sementara Laos dan Myanmar masih berjuang memperbaiki kondisi politik dan sosial.

Dampak Posisi Makmur terhadap Kebijakan Nasional

Posisi ketiga ini memberikan Indonesia leverage dalam negosiasi perdagangan regional dan global. Pemerintah dapat menggunakan data ini untuk memperkuat argumen dalam perundingan tarif bebas perdagangan dan investasi. Selain itu, skor ini menegaskan kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasional.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga didukung oleh diversifikasi sektor, terutama di bidang energi terbarukan, teknologi informasi, dan agribisnis. Pemerintah mendorong investasi swasta melalui kebijakan insentif fiskal dan kemudahan perizinan, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan lokal.

Peran Timnas Indonesia dalam Meningkatkan Citra Nasional

Keberhasilan Garuda di arena internasional juga berdampak positif pada citra nasional. Kemenangan di kompetisi sepak bola menambah semangat kebanggaan rakyat dan memicu peningkatan konsumsi olahraga serta pariwisata. Kegiatan olahraga nasional seringkali menjadi ajang promosi budaya dan potensi ekonomi lokal, memperkuat integrasi sosial dan ekonomi di seluruh wilayah.

Prospek Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi

Untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi, Indonesia harus menghadapi tantangan seperti ketimpangan regional, perubahan iklim, serta kebutuhan akan inovasi teknologi. Peningkatan infrastruktur digital dan energi bersih menjadi prioritas utama, sehingga negara dapat beradaptasi dengan ekonomi global yang semakin terhubung. Selain itu, kebijakan fiskal yang berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana akan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Investasi dalam pendidikan tinggi dan riset juga krusial, sehingga Indonesia dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dalam industri 4.0. Program beasiswa dan kerjasama internasional di bidang teknologi akan memperluas akses ilmu pengetahuan dan membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Kesimpulan

Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara paling makmur di Asia Tenggara pada tahun 2026, dengan skor 66,89 dalam Legatum Prosperity Index. Faktor-faktor ekonomi, institusi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan berkontribusi pada pencapaian ini. Posisi ini tidak hanya menegaskan kekuatan ekonomi, tetapi juga memberikan Indonesia platform untuk memperkuat peran di kancah regional dan global. Keberlanjutan pertumbuhan dan inovasi akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi ini, sekaligus memajukan kesejahteraan rakyat dan keseimbangan sosial.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260817201313-33-760100/daftar-negara-paling-makmur-di-asia-tenggara-ri-peringkat-berapa, without altering the facts of the original article.

LPS Ingatkan Masyarakat, Perhatikan Tingkat Bunga Sebelum Menabung di Bank untuk Menghindari Kerugian

LPS Ingatkan Masyarakat, Perhatikan Tingkat Bunga Sebelum Menabung di Bank

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan nasabah atau masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan sebelum menabung di bank, mengingat beberapa bank menawarkan bunga yang rendah. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerugian bagi masyarakat yang tidak memahami perhitungan bunga.

Kronologi Fakta

LPS menemukan bahwa beberapa bank di Indonesia menawarkan bunga simpanan yang relatif rendah, bahkan beberapa di antaranya menawarkan bunga minus. Bunga minus merupakan suatu hal yang umum terjadi pada bank yang tidak beroperasi secara efektif, sehingga mereka harus membayar biaya tambahan kepada pemerintah.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa bank yang menawarkan bunga rendah memiliki syarat dan ketentuan yang spesifik, seperti syarat minimum saldo atau syarat tambahan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami syarat dan ketentuan tersebut sebelum menyetor dana.

Mengapa & Dampak

Perlu diingat bahwa bunga rendah atau bunga minus dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat yang tidak memahami perhitungan bunga. Jika masyarakat menabung di bank dengan bunga rendah, maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari bunga.

Dampak lainnya adalah bahwa bunga rendah dapat menyebabkan masyarakat tidak dapat mencapai tujuan keuangan mereka. Jika masyarakat tidak mendapatkan pendapatan tambahan dari bunga, maka mereka mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan keuangan mereka, seperti membayar utang atau membeli aset.

Sebaliknya, jika masyarakat memahami perhitungan bunga dan menabung di bank dengan bunga tinggi, maka mereka dapat mendapatkan pendapatan tambahan dari bunga dan mencapai tujuan keuangan mereka.

Penutup

Dengan demikian, LPS mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan sebelum menabung di bank, mengingat beberapa bank menawarkan bunga yang rendah. Masyarakat harus memahami syarat dan ketentuan yang spesifik dan memahami perhitungan bunga untuk menghindari kerugian. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5695728/lps-ingatkan-nasabah-perhatikan-tingkat-bunga-sebelum-menabung-di-bank, without altering the facts of the original article.

Harga LPG Bright Gas Turun, Pertamina Patra Niaga Umumkan Penurunan Harga Mulai 15 Agustus

Harga LPG Bright Gas Turun, Pertamina Patra Niaga Umumkan Penurunan Harga Mulai 15 Agustus

Pertamina Patra Niaga kembali menurunkan harga produk LPG nonsubsidi jenis Bright Gas. Perubahan ini berlaku efektif mulai tanggal 15 Agustus 2024. Harga turun ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menggunakan LPG sebagai sumber energi untuk memasak dan kebutuhan lainnya.

Kronologi Fakta

Menurut informasi yang diterima, penurunan harga LPG Bright Gas ini merupakan upaya Pertamina Patra Niaga untuk membantu menekan beban biaya hidup masyarakat. Dengan demikian, lebih banyak orang yang dapat mengakses LPG sebagai sumber energi.

Pengumuman penurunan harga ini berlaku secara nasional, sehingga warga di seluruh Indonesia dapat menikmati harga yang lebih rendah. Perubahan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja ekonomi masyarakat.

Mengapa & Dampak

Penurunan harga LPG Bright Gas ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan kinerja operasional dan penghematan biaya oleh Pertamina Patra Niaga. Selain itu, perusahaan juga berupaya untuk meningkatkan ketersediaan LPG di pasar, sehingga harga dapat lebih stabil.

Dengan harga LPG yang lebih rendah, masyarakat dapat lebih mudah mengakses sumber energi yang aman dan ramah lingkungan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dari sumber energi tradisional.

Penutup

Demikian informasi tentang penurunan harga LPG Bright Gas oleh Pertamina Patra Niaga. Kami berharap informasi ini dapat membantu masyarakat memahami perubahan harga yang terjadi. Semoga bermanfaat!

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5695731/pertamina-patra-niaga-turunkan-harga-lpg-bright-gas-per-15-agustus, without altering the facts of the original article.

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Naik Bersamaan pada Sabtu Ini

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Naik Bersamaan pada Sabtu Ini

Harga emas di pasar domestik melalui Pegadaian mengalami kenaikan pada Sabtu ini, menandakan tren yang cukup menarik. Pada pukul 10.41 WIB, harga emas yang dijual oleh Galeri24, Antam, dan UBS di laman Pegadaian mengalami kenaikan bersamaan.

Kronologi Harga Emas di Pegadaian

Harga emas Galeri24 di Pegadaian tercatat naik menjadi Rp 3.300.000 per gram, meningkat sebesar Rp 11.000 dari harga sebelumnya. Sementara itu, harga emas Antam di Pegadaian juga mengalami kenaikan, yaitu menjadi Rp 3.300.000 per gram, meningkat sebesar Rp 11.000. Harga emas UBS di Pegadaian juga mengalami kenaikan, yaitu menjadi Rp 3.300.000 per gram, meningkat sebesar Rp 11.000.

Pergerakan harga emas di pasar domestik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas yang meningkat dapat menjadi sinyal kuat bagi investor untuk memasuki pasar emas.

Mengapa Harga Emas Naik Bersamaan

Pergerakan harga emas di pasar domestik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas yang meningkat dapat menjadi sinyal kuat bagi investor untuk memasuki pasar emas.

Salah satu alasan harga emas naik bersamaan adalah karena meningkatnya permintaan emas di pasar internasional. Harga emas yang meningkat dapat menjadi sinyal kuat bagi investor untuk memasuki pasar emas.

Pergerakan harga emas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional. Harga emas yang meningkat dapat menjadi sinyal kuat bagi investor untuk memasuki pasar emas.

Dampak Harga Emas Naik Bersamaan

Pergerakan harga emas di pasar domestik dapat memiliki dampak signifikan bagi masyarakat. Harga emas yang meningkat dapat membuat investor lebih berani untuk memasuki pasar emas, sehingga dapat meningkatkan pengembangan industri emas.

Pergerakan harga emas di pasar domestik juga dapat mempengaruhi kebijakan moneter pemerintah. Harga emas yang meningkat dapat membuat pemerintah lebih berani untuk meningkatkan suku bunga, sehingga dapat meningkatkan inflasi.

Pergerakan harga emas di pasar domestik juga dapat mempengaruhi kebijakan fiskal pemerintah. Harga emas yang meningkat dapat membuat pemerintah lebih berani untuk meningkatkan pajak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara.

Penutup

Demikian informasi tentang harga emas di pasar domestik melalui Pegadaian, yang mengalami kenaikan pada Sabtu ini. Pergerakan harga emas di pasar domestik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan harga emas di pasar internasional. Harga emas yang meningkat dapat menjadi sinyal kuat bagi investor untuk memasuki pasar emas.

Perlu diingat bahwa harga emas dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu, sehingga investor harus selalu memantau pergerakan harga emas di pasar domestik dan internasional.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5695745/harga-emas-tiga-jenama-di-pegadaian-pada-sabtu-ini-kompak-naik, without altering the facts of the original article.

BI Desak Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar, Harus Jadi Produsen Halal Dunia yang Kuat

BI Desak Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar, Harus Jadi Produsen Halal Dunia yang Kuat

Pasar halal global yang terus berkembang menawarkan kesempatan besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya dalam sektor ini. Namun, Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa potensi sektor halal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, mengatakan bahwa potensi pangsa halal Indonesia di global masih sangat menjanjikan. Berdasarkan data dari BI, rantai nilai sektor halal unggulan (Halal Value Chain/HVC) Indonesia tumbuh 6,8% di kuartal pertama 2026, dari sebelumnya yang tumbuh 6,21% pada kuartal IV-2025. “Pangsa sektor unggulan HVC terhadap perekonomian mencapai sekitar 26,07% di triwulan pertama 2026, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional,” kata Dadang dalam paparannya di agenda seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Senin (3/8/2026).

Biaya dan Investasi

Dadang menambahkan bahwa biaya dan investasi yang diperlukan untuk mengembangkan sektor halal di Indonesia masih relatif rendah. “Biaya produksi untuk produk halal di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lain,” kata Dadang. Selain itu, investasi yang diperlukan untuk mengembangkan sektor halal di Indonesia juga relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. “Investasi yang diperlukan untuk mengembangkan sektor halal di Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara lain,” kata Dadang.

Mengapa Potensi Halal Indonesia Belum Maksimal?

Dadang mengatakan bahwa beberapa hal yang menyebabkan potensi sektor halal Indonesia belum maksimal. Pertama, masih ada kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal. “Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal masih menjadi hambatan utama bagi pengembangan sektor halal di Indonesia,” kata Dadang. Kedua, masih ada kurangnya infrastruktur yang mendukung pengembangan sektor halal di Indonesia. “Kurangnya infrastruktur yang mendukung pengembangan sektor halal di Indonesia masih menjadi hambatan utama bagi pengembangan sektor halal di Indonesia,” kata Dadang.

Dampak Jika Indonesia Tidak Meningkatkan Kontribusi

Dadang mengingatkan bahwa jika Indonesia tidak meningkatkan kontribusinya dalam sektor halal, maka akan ada dampak yang signifikan. Pertama, Indonesia akan kehilangan kesempatan besar untuk meningkatkan ekspor produk halal. “Jika Indonesia tidak meningkatkan kontribusinya dalam sektor halal, maka akan ada kesempatan besar untuk meningkatkan ekspor produk halal yang hilang,” kata Dadang. Kedua, Indonesia akan kehilangan kesempatan besar untuk meningkatkan pendapatan nasional. “Jika Indonesia tidak meningkatkan kontribusinya dalam sektor halal, maka akan ada kesempatan besar untuk meningkatkan pendapatan nasional yang hilang,” kata Dadang.

Penutup

Demikian informasi mengenai potensi sektor halal Indonesia. BI mengingatkan bahwa potensi sektor halal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam sektor halal. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260803133514-29-756076/bi-ri-jangan-cuma-jadi-pasar-harus-jadi-produsen-halal-dunia, without altering the facts of the original article.