Olivier Rousteing Resmi Pimpin Rabanne, Tinggalkan Balmain Setelah Berapa Tahun?

Olivier Rousteing resmi ditunjuk sebagai direktur kreatif baru Rabanne, meninggalkan Balmain setelah 16 tahun bergabung. Ia memulai tugasnya pada 6 Juli 2026 dan akan memperkenalkan koleksi pre-fall pada November mendatang, sebelum menggelar debut peragaan busananya di Paris Fashion Week pada Maret 2027. Penunjukan ini menandai babak baru bagi rumah mode milik Puig setelah berakhirnya kepemimpinan Julien Dossena yang berlangsung selama 13 tahun. Olivier Rousteing membawa pengalaman luasnya ke Rabanne, sebuah merek yang sejak lama ia kagumi karena semangat eksperimental dan keberaniannya menabrak pakem mode.

Karir Olivier Rousteing di Balmain dan Ketertarikannya pada Rabanne

Sebelum bergabung dengan Rabanne, Olivier Rousteing menghabiskan 16 tahun kariernya di Balmain, termasuk 14 tahun sebagai direktur kreatif. Selama masa jabatannya, ia berhasil memperluas pengaruh Balmain melalui media sosial, kolaborasi budaya pop, serta pendekatan desain yang berani. Ketertarikan Rousteing terhadap Rabanne ternyata bermula sejak masa kecil, ketika ia pertama kali mengenal karya Paco Rabanne melalui sebuah dokumenter televisi yang menampilkan rancangan futuristis sang desainer. Ia mengaku terinspirasi oleh karya Paco Rabanne yang berani menjadikan logam, PVC, dan material tak lazim sebagai busana ketika dunia mode masih didominasi gaun konvensional.

Mengapa Olivier Rousteing Bergabung dengan Rabanne?

Olivier Rousteing melihat Rabanne sebagai sosok yang berani dan memiliki semangat eksperimental yang sama dengan filosofi kreatifnya. Ia ingin menjaga semangat itu sekaligus membawanya ke era baru. Rousteing menyatakan dirinya ingin menghadirkan hubungan yang lebih erat antara koleksi busana dan produk kecantikan sehingga keduanya berkembang dalam satu narasi kreatif. “Akan ada satu alur cerita: mode dan kecantikan bertemu, itulah peran saya,” kata Rousteing. Pengalaman Rousteing diharapkan dapat memperkuat posisi Rabanne di industri mode global dan membantu perusahaan dalam mengembangkan ekosistem yang menghubungkan mode, kecantikan, dan inovasi secara berkelanjutan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran Olivier Rousteing di Rabanne diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perusahaan. Presiden Prestige and Fashion Brands Puig, Ana Trias, menilai sang desainer memiliki kemampuan membangun hubungan kuat dengan generasi baru tanpa menghilangkan identitas rumah mode yang sudah mapan. Rabanne hingga kini masih dikenal melalui penggunaan metal mesh, kepingan logam, serta kombinasi warna perak dan emas yang menjadi ciri khasnya. Dengan pengalaman dan kemampuan Rousteing, Rabanne diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi pemain utama di industri mode global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Olivier Rousteing kini menyambut tantangan baru dengan optimisme. Ia ingin mewujudkan visinya untuk Rabanne dan membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan koleksi pre-fall yang akan diperkenalkan pada November mendatang, Rousteing diharapkan dapat menghadirkan sesuatu yang baru dan menarik bagi penggemar mode. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Rousteing dan Rabanne akan menjadi menarik untuk diikuti, terutama dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan di era baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8246240/tinggalkan-balmain-olivier-rousteing-kini-pimpin-rabanne, without altering the facts of the original article.

Lowongan Kerja Massal: Pabrik iPhone Buka 8.900 Posisi, Apa Syaratnya?

Tata Consultancy Services, sebuah perusahaan teknologi informasi asal India yang juga merupakan pabrik pembuat iPhone, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membuka 8.900 posisi kerja baru. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di perusahaan. Dengan demikian, Tata Consultancy Services akan memiliki tim yang lebih besar untuk mendukung pengembangan dan penerapan AI.

Fokus pada Pengembangan AI

Menurut CEO Tata Consultancy Services, K Krithivasan, perusahaan berencana untuk memiliki 1%-1,5% karyawan yang menjadi Field Daya Engineers (FDE). Angka ini berarti sekitar 5.900-8.900 orang. Krithivasan tidak menjelaskan secara detail apakah jumlah tersebut akan dipenuhi dengan merekrut karyawan baru atau melatih ulang staf yang sudah ada. Namun, yang jelas, mereka akan berperan dalam mempercepat adopsi AI dan menyesuaikan alat dengan kebutuhan bisnis.

Apa yang Terjadi?

Perusahaan Tata Consultancy Services saat ini tengah membangun tim besar untuk pengembangan AI. Tim ini akan bekerja sama untuk mempercepat adopsi AI dan menyesuaikan alat dengan kebutuhan bisnis. Selain itu, mereka juga akan melakukan evaluasi akuisisi bidang AI. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bidang AI dan meningkatkan daya saing di pasar.

Mengapa dan Dampaknya

Pengembangan AI saat ini menjadi sangat penting bagi perusahaan. Dengan adopsi AI, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas layanan. Oleh karena itu, Tata Consultancy Services berinvestasi sebesar US$1 miliar untuk pengembangan talenta dan membuat AI bisa diakses secara internal. Fokusnya adalah melakukan pelatihan, perekrutan tepat sasaran, dan khusus di bidang teknologi berbasis AI. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang AI dan meningkatkan daya saing di pasar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski memiliki visi yang kuat soal AI, namun pendapatan perusahaan tidak terlalu baik. Pertumbuhan pendapatan AI tahunan dilaporkan melambat 13% pada kuartal pertama dibandingkan 28% dari kuartal sebelumnya. Oleh karena itu, Tata Consultancy Services masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang AI dan meningkatkan pendapatan. Dengan membuka 8.900 posisi kerja baru, perusahaan berharap dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang AI dan meningkatkan daya saing di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260713150008-37-750448/pabrik-iphone-buka-8900-lowongan-kerja-tugasnya-cuma-satu, without altering the facts of the original article.

Dari Gobel Hingga Sukses: Kisah Inspiratif Rachmat Gobel Membangun Industri Elektronik

Rachmat Gobel: Membangun Industri Elektronik Indonesia dari Nol

Rachmat Gobel, sosok yang baru saja meninggalkan kita pada Jumat, 10 Juli 2026, telah mencatatkan namanya dalam sejarah industri nasional Indonesia. Ia memimpin Gobel Group menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, sekaligus mempertahankan kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun. Rachmat Gobel merupakan putra pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel, dan sejak muda telah dipersiapkan untuk menjadi penerus perusahaan.

Latar Belakang dan Pendidikan

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, mendirikan Gobel Group dengan cita-cita membangun industri sebagai sarana memajukan Indonesia. Untuk mencapai cita-cita tersebut, Thayeb memilih menjalin kemitraan dengan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (kini Panasonic) melalui skema joint venture. Rachmat Gobel kemudian dikirim ke Jepang untuk menempuh pendidikan dan memahami langsung budaya kerja dan industri manufaktur. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, pada 1987, dan mengikuti program pelatihan di Matsushita Electric Industrial sebelum kembali ke Indonesia.

Momen Penentu di Awal Karier

Setelah kembali ke Indonesia, Rachmat Gobel memulai kariernya di Gobel Group pada 1989. Ia melewati sejumlah jenjang kepemimpinan sebelum dipercaya memimpin Panasonic Gobel Group. Di tangannya, perusahaan tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga meningkatkan penggunaan komponen lokal. Berbagai produk elektronik Panasonic berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, sejalan dengan upaya memperkuat basis manufaktur nasional.

Perjalanan di Dunia Politik

Pengalamannya di dunia industri membawa Rachmat Gobel aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ia mengoordinasikan berbagai bidang, mulai dari industri, teknologi, hingga infrastruktur. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017-2019. Sebelumnya, Rachmat Gobel juga sempat menjabat Menteri Perdagangan pada 2014-2015. Seusai dari kabinet, ia melanjutkan kiprah di dunia politik melalui Partai NasDem dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan jejak panjang di dunia industri nasional. Ia telah membangun industri elektronik Indonesia dari nol dan mempertahankan kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang. Gobel Group tetap menjadi salah satu pelaku penting manufaktur elektronik di Indonesia. Rachmat Gobel telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan kemitraan yang strategis, Indonesia dapat menjadi pemain penting di industri global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Industri elektronik Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan fondasi yang telah dibangun oleh Rachmat Gobel, Indonesia dapat terus meningkatkan kemampuan manufaktur dan meningkatkan penggunaan komponen lokal. Pemerintah dan pelaku industri harus terus bekerja sama untuk memperkuat basis industri nasional dan meningkatkan daya saing global. Rachmat Gobel telah meninggalkan warisan yang berharga, dan kini saatnya bagi kita untuk meneruskan perjuangannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710095156-25-749705/kisah-inspiratif-rachmat-gobel-menjalankan-warisan-industri-elektronik, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Dorong Ekonomi Lokal, Begini Cara Mereka Bantu Usaha Wanita di Bogor

BRI Peduli melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) telah membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Bogor untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi lokal. Program ini memberikan pendampingan melalui bantuan sarana produksi dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha. KWT Bina Tani Mysari Pala merupakan kelompok wanita yang berusaha mengembangkan usaha olahan pala di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan.

Dari Pala Segar Hingga Olahan Bernilai Tambah

KWT Bina Tani Mysari Pala memulai usahanya pada 2015 dengan menjual pala segar. Namun, seiring berkembangnya usaha, kelompok ini kemudian mengolah pala menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti manisan, sirup, dan permen pala. Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah, mengungkapkan bahwa sebelumnya proses produksi masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Keterbatasan peralatan produksi dan pemasaran masih menjadi tantangan yang menghambat peningkatan kapasitas usaha. Namun, setelah mengikuti Program AURA BRI, kelompok ini mendapatkan banyak pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga inovasi produk. Dengan demikian, produk mereka dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen.

Bantuan dan Pelatihan dari BRI Peduli

BRI Peduli memberikan bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan. Nurhasanah menjelaskan bahwa dengan bantuan peralatan tersebut, proses produksi menjadi lebih efisien. “Dulu proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam.”

MENGAPA & DAMPAK

Mengapa Program AURA BRI Penting?

Program AURA BRI merupakan inisiatif BRI Peduli yang berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan. Program ini penting karena dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak Program AURA BRI

Dampak dari program ini adalah peningkatan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk olahan pala KWT Bina Tani Mysari Pala kini semakin dikenal dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Program ini juga menjadi penyemangat bagi para anggota untuk terus mengembangkan potensi pala sebagai komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

KWT Bina Tani Mysari Pala masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan ke depannya. Nurhasanah mengungkapkan bahwa kelompoknya mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan. “Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk. Semoga BRI terus maju, terus peduli, dan menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi petani Indonesia.”

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710111636-25-749749/aura-bri-peduli-perkuat-kapasitas-kelompok-usaha-wanita-di-bogor, without altering the facts of the original article.

2 Pengusaha RI yang Sukses Berkat Kunjungan Rutin ke Gunung Kawi, Kini Jadi Konglomerat

Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu tempat ziarah yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, termasuk dalam urusan usaha. Dua pengusaha besar Indonesia, Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong, diketahui rutin mendatangi Gunung Kawi dan memiliki cerita sukses yang terkait dengan kepercayaan mereka terhadap petunjuk yang diperoleh dari tempat tersebut.

Momen Penentu di Gunung Kawi

Ong Hok Liong, pendiri Bentoel, merupakan salah satu pengusaha yang rajin berziarah ke Gunung Kawi. Pada tahun 1954, Ong tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Setelah terbangun, dia menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam. Mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokoknya yang saat itu belum berkembang. Atas tafsir mimpi tersebut, Ong kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel, sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang muncul dalam mimpinya.

Keputusan itu menjadi titik balik perjalanan bisnis Ong. Setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokok terus meningkat. Perusahaan berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan.

Kepercayaan yang Membentuk Karir

Liem Sioe Liong, pendiri Salim Group, juga memiliki kepercayaan terhadap Gunung Kawi. Salim rutin bolak-balik Surabaya-Gunung Kawi hingga tiga sampai lima kali setiap tahun. Setiap kali hendak memulai bisnis besar, dia berdiam diri di kuil China di kawasan Gunung Kawi untuk meminta petunjuk kepada peramal dan menjalankan sejumlah ritual. Salah satu kisah yang paling dikenal berkaitan dengan penunjukan Mochtar Riady untuk mengembangkan Bank Central Asia (BCA). Menurut Richard dan Nancy, keputusan tersebut juga dipengaruhi keyakinan yang diperoleh Salim setelah menemui peramal di Gunung Kawi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan Ong Hok Liong dan Liem Sioe Liong menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Gunung Kawi dapat membawa keberuntungan dalam urusan usaha. Namun, keberhasilan mereka juga tidak terlepas dari kerja keras dan strategi bisnis yang tepat. Bagi pengusaha yang ingin sukses, kepercayaan dan keyakinan dapat menjadi modal penting, tetapi tidak dapat dipisahkan dari kemampuan dan kerja keras.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Gunung Kawi masih menjadi salah satu tempat ziarah yang populer di Indonesia. Banyak orang yang datang ke tempat tersebut untuk meminta petunjuk dan keberuntungan. Bagi mereka yang ingin sukses, Gunung Kawi dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Namun, kesuksesan tidak dapat diraih dengan hanya mengandalkan kepercayaan dan keyakinan. Kerja keras, kemampuan, dan strategi bisnis yang tepat juga diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710144741-25-749854/2-pengusaha-ri-sering-bolak-balik-ke-gunung-kawi-jadi-konglomerat, without altering the facts of the original article.

Kisah Sukses Suhita Lebah Indonesia: Dari Pemberdayaan BRI Hingga Madu Berkualitas

Suhita Lebah Indonesia, sebuah usaha madu yang berbasis di Kota Bandar Lampung, telah sukses mengembangkan bisnisnya dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Usaha ini melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Dengan fokus pada kualitas produk, mutu, dan ketelusuran, Suhita Lebah Indonesia telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri madu di Indonesia.

Dari Pemberdayaan BRI Hingga Madu Berkualitas

Isnina, owner Suhita Lebah Indonesia, mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar hutan primer Sumatera untuk ikut serta menjadi beekeeper Suhita melalui pelatihan budidaya lebah madu, konservasi tanaman hutan, serta mempertahankan ekosistem alami lebah,” cerita Isnina.

Membangun Alur Usaha yang Terhubung

Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey. Pemasarannya dilakukan melalui kanal offline dan online dengan jangkauan dari Lampung hingga berbagai wilayah di Indonesia.

Meningkatkan Kualitas Produk

Dalam pengelolaannya, Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal. “Kami memiliki farm milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus menjadikan proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” jelas Isnina.

Peran BRI dalam Meningkatkan Usaha

Isnina bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021 setelah memperoleh informasi dari sesama pelaku UMKM di Lampung. Sejak itu, ia mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya. Selain itu, ia juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan QRIS BRI untuk mendukung operasional sekaligus mempermudah transaksi dengan pelanggan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Dhanny.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, Suhita Lebah Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Dengan dukungan dari BRI dan Rumah BUMN, Suhita Lebah Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri madu di Indonesia dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

Pemilik Restoran Maafkan Karyawan yang Bikin Usaha Kebakaran, Netizen: Salut!

Momen Penentu di Menit Akhir

Kebakaran terjadi ketika pergantian shift kerja di restoran barbecue milik Liang. Liu, juru masak berusia 27 tahun yang sudah bekerja di restorannya selama tujuh tahun, lupa mematikan api kompor di bawah wajan berisi minyak sehingga kobaran api dengan cepat menyebar ke area dapur, gudang, dan ruang makan VIP di restoran itu. Liu sempat berusaha memadamkan api menggunakan selimut tahan api dan alat pemadam kebakaran. Sementara itu, para pelanggan menghubungi petugas darurat dan memindahkan sepeda listrik di sekitar lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi restoran mengalami kerusakan cukup parah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Merasa bersalah, Liu kemudian menulis surat pengakuan utang dan menawarkan uang ganti rugi melalui pemotongan gaji sebesar 3.000 yuan (Rp8 juta) setiap bulan. Namun, Liang memilih merobek surat tersebut. Sambil menepuk bahu karyawannya, ia berkata, “Kita hadapi semuanya bersama-sama.” Liang mengaku tidak tega membebani karyawannya dengan utang yang sangat besar. “Dia dan keluarganya bisa hancur karena utang ini. Karena itu saya memilih menanggung seluruh kerugiannya sendiri,” ujar Liang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan Liang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Para karyawan lainnya ikut mengumpulkan dana, pemilik bangunan memberikan keringanan sewa, perusahaan layanan pesan antar makanan membantu modal awal, sementara tim pengelola properti ikut memperbaiki bangunan restoran. Restoran itu kini sudah kembali beroperasi dan didatangi pelanggan dari berbagai daerah di China sebagai bentuk dukungan. Selama restorannya tutup akibat kebakaran, Liang tetap memberikan uang tunjangan kepada seluruh pegawainya sehingga tidak satu pun memilih mengundurkan diri.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kini, restoran Liang kembali ramai dikunjungi pelanggan. Banyak netizen yang memuji sikap Liang yang memaafkan karyawannya dan memilih menanggung kerugian sendiri. “Salut! Pemilik restoran yang satu ini benar-benar memiliki hati yang besar,” tulis salah satu netizen. Dengan kejadian ini, Liang berharap dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain untuk selalu memprioritaskan kesejahteraan karyawannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8569604/salut-pemilik-restoran-maafkan-karyawan-yang-bikin-usahanya-kebakaran, without altering the facts of the original article.

Bisnis Kuliner Artis yang Gulung Tikar, 8 Nama Ini Pernah Viral dan Kini Tutup

Momen Penentu di Menit Akhir

Beberapa artis yang memiliki bisnis kuliner telah gulung tikar dan berhenti beroperasi. Ada beberapa kasus yang menjadi perhatian publik, seperti kasus bisnis kuliner yang dijalankan oleh artis terkenal. Berikut adalah 8 artis yang memiliki bisnis kuliner yang tutup: Artis pertama yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki restoran di Jakarta. Restoran ini dibuka dengan harapan besar, namun tidak dapat bertahan lama. Artis kedua yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki usaha makanan ringan. Usaha ini sempat viral, namun akhirnya harus gulung tikar. Artis ketiga yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki kafe di Bandung. Kafe ini memiliki konsep unik, namun tidak dapat menarik pelanggan. Artis keempat yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki usaha catering. Usaha ini sempat sukses, namun akhirnya harus berhenti beroperasi. Artis kelima yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki restoran di Bali. Restoran ini memiliki pemandangan yang indah, namun tidak dapat mempertahankan pelanggan. Artis keenam yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki usaha jajanan pasar. Usaha ini sempat viral, namun akhirnya harus gulung tikar. Artis ketujuh yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki kafe di Surabaya. Kafe ini memiliki konsep modern, namun tidak dapat menarik pelanggan. Artis kedelapan yang memiliki bisnis kuliner yang tutup adalah yang memiliki usaha makanan khas. Usaha ini sempat sukses, namun akhirnya harus berhenti beroperasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kegagalan bisnis kuliner artis ini dapat menjadi pelajaran bagi artis lain yang ingin mencoba peruntungan di industri ini. Artis harus memiliki perencanaan yang matang, strategi yang tepat, dan dukungan yang cukup untuk membuat bisnis kuliner sukses. Selain itu, artis juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis dan menghadapi tantangan yang ada. Dengan demikian, artis dapat meningkatkan peluang sukses dan menghindari kegagalan. Kegagalan bisnis kuliner artis juga dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa sukses tidak datang secara instan. Diperlukan kerja keras, perencanaan yang matang, dan strategi yang tepat untuk mencapai sukses. Masyarakat juga harus memiliki harapan yang realistis dan tidak mudah terpengaruh oleh janji-janji yang tidak realistis.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bisnis kuliner artis yang gulung tikar menjadi bukti bahwa industri ini tidak mudah untuk dimasuki. Artis harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mengelola bisnis dengan baik. Dengan demikian, artis dapat meningkatkan peluang sukses dan membuat bisnis kuliner yang berkelanjutan. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh artis yang ingin sukses di industri kuliner ini membutuhkan kerja keras, perencanaan yang matang, dan strategi yang tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/foto-kuliner/d-8571022/viral-pada-masanya-8-bisnis-kuliner-milik-artis-ini-berujung-gulung-tikar, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Perkuat Kapasitas Kelompok Usaha Wanita di Bogor, Wujud Komitmen Bantu UMKM

BRI Peduli terus menunjukkan komitmennya dalam membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, salah satunya melalui program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA). Program ini berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan. Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Bogor.

Momen Penentu di Menit Akhir

KWT Bina Tani Mysari Pala merupakan kelompok usaha wanita yang berdiri pada 2015 di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan. Awalnya, mereka hanya menjual pala segar, namun kemudian mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti manisan, sirup, dan permen pala. Meskipun usaha mereka berkembang, keterbatasan peralatan produksi dan pemasaran masih menjadi tantangan yang menghambat peningkatan kapasitas usaha.

Keterbatasan peralatan produksi dan pemasaran membuat proses produksi masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana. Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah, mengatakan bahwa proses pengolahan produk masih dilakukan secara sederhana menggunakan alat-alat tradisional. Hal ini membuat proses produksi menjadi lama dan tidak efisien.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

BRI Peduli melalui Program AURA hadir memberikan pendampingan melalui bantuan sarana produksi dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Program ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan bantuan ini, KWT Bina Tani Mysari Pala dapat meningkatkan kapasitas produksinya dan mengembangkan usaha mereka.

Bantuan yang diberikan oleh BRI Peduli meliputi alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan. Nurhasanah mengatakan bahwa dengan bantuan ini, proses produksi menjadi lebih efisien dan cepat. “Dulu proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam.”

Apa Artinya Ini ke Depan?

KWT Bina Tani Mysari Pala berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran yang lebih luas, KWT Bina Tani Mysari Pala dapat meningkatkan pendapatannya dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa Program AURA merupakan inisiatif BRI Peduli yang berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan.

KWT Bina Tani Mysari Pala merupakan contoh keberhasilan program BRI Peduli dalam membantu UMKM di Indonesia. Dengan komitmen BRI Peduli dalam membantu UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah menunjukkan hasil yang positif, KWT Bina Tani Mysari Pala masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Mereka masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan ke depannya. Namun, dengan komitmen BRI Peduli dan semangat para anggota KWT Bina Tani Mysari Pala, diharapkan dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710111636-25-749749/aura-bri-peduli-perkuat-kapasitas-kelompok-usaha-wanita-di-bogor, without altering the facts of the original article.

Pertamina Luncurkan Program Bantuan, dari Seragam Sekolah hingga Pemberdayaan Usaha

PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan program bantuan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar wilayah operasinya. Program yang diberi nama “Seragam Sekolah untuk Semua” (SESAMA), “Pasar Murah Sembako” (PUSAKO), dan “Ultra Mikro Pertamina Aksi” (UMiMAX) ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Program Bantuan untuk Masyarakat

Pertamina membagikan 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah melalui program SESAMA, yang diharapkan dapat membantu anak-anak untuk bersekolah dengan lebih layak. Selain itu, Pertamina juga menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi melalui program PUSAKO, dengan seluruh hasil penjualannya disalurkan kepada panti asuhan dan tempat ibadah.

Selain itu, Pertamina turut meluncurkan program UMiMAX, yang memberikan bantuan sarana usaha produktif, pelatihan, serta pemberdayaan usaha ultra mikro bagi masyarakat prasejahtera. Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online dan ojek pangkalan, pengemudi bajaj Berbahan Bakar Gas (BBG), guru honorer, penyandang disabilitas, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga personel pemadam kebakaran.

Mengapa Program Ini Diluncurkan?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga mendukung penuh penyelenggaraan program ini guna mendukung Program Prioritas Presiden Republik Indonesia dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan. “Energi yang kami salurkan setiap hari pada akhirnya bermuara pada kehidupan masyarakat. Karena itu, kami ingin kepedulian Pertamina juga hadir dalam bentuk yang dekat dengan kebutuhan mereka, mulai dari membantu anak-anak bersekolah, memenuhi kebutuhan keluarga, hingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan.”

Dampak Program bagi Masyarakat

Salah satu penerima bantuan UMiMAX, Suwandi, mengaku bahwa bantuan gerobak usaha yang diterimanya menjadi penyemangat dalam mengembangkan usaha untuk menjadi sumber penghidupan dirinya dan sang anak. “Sebelumnya saya memang ingin menambah usaha jualan kopi dan minuman, tapi belum ada modal. Alhamdulillah, ternyata rezekinya datang dari Pertamina. Bantuan ini sangat berarti buat saya yang sekarang hanya hidup berdua dengan anak sejak istri meninggal.”

Rasa syukur juga disampaikan Uke bersama putranya, Lionel, penerima bantuan seragam dan perlengkapan sekolah melalui program SESAMA. “Anak-anak kan sedang masa pertumbuhan, jadi seragam tahun kemarin sudah pada kekecilan dan memang harus beli lagi. Alhamdulillah bantuan dari Pertamina ini sangat membantu, terutama untuk keluarga yang memang membutuhkan seperti kami.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan adanya program bantuan sosial ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar wilayah operasi Pertamina. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Pertamina diharapkan dapat terus melanjutkan program-program bantuan sosial ini dan meningkatkan cakupan serta kualitas bantuan yang diberikan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713060643-4-750241/pertamina-berbagi-program-seragam-sekolah-sembako-pemberdayaan-usaha, without altering the facts of the original article.