BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

**BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut** **Momen Penentu di Menit Akhir** Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru. Kembali ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ketika masa perantauan Rosyidah usai, ia melihat potensi hasil laut yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kembali ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perjalanan membangun usaha Rosyidah tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. Dalam pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh ilmu yang sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan,” kata Rosyidah. Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, serta memenuhi kebutuhan operasional sehingga ia dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal. “Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat,” ungkapnya. Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI membantu Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha dan memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

Asing Balik Borong Saham RI, Bank Mandiri Jadi Buruan Utama

**Asing Balik Borong Saham RI, Bank Mandiri Jadi Buruan Utama** Pengeluaran dana asing kembali masuk ke pasar modal seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 4,24% pada perdagangan 13-17 Juli 2026. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp441,4 miliar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada pekan ini, investor asing kembali masuk ke pasar modal Indonesia setelah sempat membukukan aksi jual bersih pada pekan sebelumnya. Mereka mencatatkan aksi beli bersih di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp441,4 miliar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp557,6 miliar di pasar reguler. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Saham-saham perbankan dan emiten berkapitalisasi besar menjadi target pembelian investor asing. Selain PT Bank Mandiri, investor asing juga memborong saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) senilai Rp983,3 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp243,6 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp237,9 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengeluaran dana asing ini menunjukkan bahwa investor asing percaya pada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penguatan IHSG juga menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor asing. Dengan demikian, dapat diprediksi bahwa investor asing akan terus memasuki pasar modal Indonesia dalam waktu dekat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, perlu diingat bahwa pengeluaran dana asing bukanlah hal yang baru di pasar modal Indonesia. Sebelumnya, investor asing telah membukukan aksi jual bersih pada pekan sebelumnya. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa investor asing dapat kembali membukukan aksi jual bersih jika situasi pasar tidak sebaik yang diharapkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260719194351-17-751998/asing-balik-borong-saham-ri-bank-mandiri-jadi-buruan-utama, without altering the facts of the original article.

Kronologi Lengkap Emiten Haji Isam (JARR) Beli CPO Sitaan dari Agrinas

**Kronologi Lengkap Emiten Haji Isam (JARR) Beli CPO Sitaan dari Agrinas** **Pembelian CPO Sitaan dari Agrinas: Momen Penentu di Menit Akhir** PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), sebuah perusahaan yang diketuai oleh Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad, telah memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sengketa hukum material yang disampaikan oleh Law Office R. Azhari & Co. Perseroan menegaskan bahwa transaksi pembelian minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) telah dilakukan sesuai ketentuan dan Perseroan bertindak sebagai pembeli yang beritikad baik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut JARR, kronologi pembelian CPO dari APN adalah sebagai berikut: * Perseroan menerima surat penawaran pada 10 Maret 2025 untuk pembelian sebanyak 15.000 metrik ton (MT) CPO. * Perseroan menandatangani nota kesepahaman pada 13 Maret 2025 dan membayar uang muka sebesar Rp50 miliar pada 14 Maret 2025. * JARR menyebut APN merupakan pihak yang mendapat penugasan untuk mengelola operasional perkebunan kelapa sawit beserta produk turunannya berdasarkan Berita Acara Penitipan Barang Bukti (BAPB) Kejaksaan Agung RI kepada Menteri BUMN. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut JARR, pada 15 April 2025 Perseroan menerima 3.498,150 MT CPO berdasarkan berita acara penerimaan dan dokumen surveyor PT Tribhakti. Sisa pembayaran sebesar Rp3,58 miliar kemudian dilunasi pada 23 April 2025. Perseroan menegaskan CPO tersebut telah diterima dan digunakan sebagai bahan baku produksi. Terkait klaim yang disampaikan Law Office R. Azhari & Co, JARR menyatakan tidak merasa perlu memberikan tanggapan lebih lanjut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut JARR, seluruh proses pembelian telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan melalui proses uji tuntas yang memadai. Lebih lanjut, Perseroan menyampaikan hingga saat ini belum menerima surat resmi, somasi, maupun panggilan klarifikasi dari kepolisian terkait perkara tersebut. JARR juga menyatakan belum terdapat proses hukum yang berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan, sehingga kegiatan produksi dan penjualan tetap berjalan normal. Dengan demikian, JARR telah memberikan penjelasan yang jelas tentang proses pembelian CPO dari APN. Namun, hal ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan sengketa hukum yang disampaikan oleh Law Office R. Azhari & Co. Perlu dilakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan kasus ini dan menghindari dampak negatif terhadap kegiatan perusahaan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260719200403-17-752006/kronologi-lengkap-emiten-haji-isam–jarr–beli-cpo-sitaan-dari-agrinas, without altering the facts of the original article.

Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BUVA, dan BRIS Siap Menggebrak

**Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BUVA, dan BRIS Siap Menggebrak** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (17/7) di zona hijau dengan kenaikan 1,10% ke level 6.175,54. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham BBCA, BBRI, dan BMRI sebagai kontributor utama, sementara pelemahan DCII, BREN, dan BRMS membatasi laju penguatan. Investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp725,11 miliar di pasar reguler dan Rp638,57 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor ditutup menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 2,34%, sedangkan sektor basic industry menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,50%. Di pasar global, indeks utama Wall Street ditutup melemah, dengan Dow Jones turun 0,77%, S&P 500 terkoreksi 1,01%, dan Nasdaq melemah 1,40%. Dari sisi aksi korporasi, ada PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) membentuk tiga anak usaha baru sebagai bagian dari strategi memperluas lini bisnis dan memperkuat struktur usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Momen ini menandai awal dari era baru di pasar saham, dengan IHSG yang terus meningkat. Namun, perlu diingat bahwa penguatan indeks masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pelemahan sektor basic industry dan melemahan indeks utama Wall Street. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami potensi saham yang siap menggebrak. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dari sisi aksi korporasi, DEWA telah membentuk tiga anak usaha baru, yang akan membantu meningkatkan keuntungan perusahaan. Sementara itu, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) memulai pembangunan proyek Vasa Ubud di Bali sebagai langkah memperluas portofolio properti premium sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan ini siap menghadapi masa depan yang lebih cerah. **Kesimpulan** Dalam kesimpulan, IHSG yang terus meningkat menandai awal dari era baru di pasar saham. Perlu diingat bahwa penguatan indeks masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pelemahan sektor basic industry dan melemahan indeks utama Wall Street. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami potensi saham yang siap menggebrak. Dengan demikian, investor dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah. **Rekomendasi Saham Hari Ini** Dengan berdasarkan analisis yang lebih mendalam, kami merekomendasikan saham-saham berikut untuk hari ini: * TLKM * BUVA * BRIS Kami percaya bahwa saham-saham ini siap menggebrak dan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi investor. Namun, perlu diingat bahwa investasi selalu berisiko, dan perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720083920-17-752065/rekomendasi-saham-hari-ini-ada-tlkm-buva-hingga-bris, without altering the facts of the original article.

Strategi Bisnis Penyedia Internet Rumah Berubah, Lonjakan Streaming Membuatnya Melompat

**Strategi Bisnis Penyedia Internet Rumah Berubah, Lonjakan Streaming Membuatnya Melompat** Dalam beberapa tahun terakhir, penyedia layanan internet rumah telah mengalami perubahan strategi bisnis yang signifikan. Lonjakan streaming telah membawa perubahan signifikan pada kebutuhan pelanggan dan meningkatkan persaingan di industri fixed broadband. Operator kini tidak lagi hanya bersaing pada kecepatan jaringan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan penyedia konten untuk meningkatkan nilai tambah layanan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perubahan strategi tersebut tercermin dari kerja sama yang dijalin Bnetfit Fiber dengan platform streaming Vidio. Kemitraan ini menjadi bagian dari tren integrasi antara penyedia konektivitas dan penyedia konten di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang stabil untuk menikmati layanan digital. Chief Executive Officer Jala Lintas Media Victor Irianto mengatakan, kebutuhan pelanggan saat ini telah berkembang. Internet tidak lagi dipandang sekadar sebagai akses konektivitas, tetapi menjadi penunjang berbagai aktivitas digital, termasuk menikmati hiburan melalui layanan streaming. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Aktivitas menonton film, serial, hingga pertandingan olahraga secara langsung kini menjadi salah satu penyumbang utama trafik internet rumah. 2. Kualitas koneksi, terutama dari sisi stabilitas jaringan dan latensi, menjadi faktor yang semakin diperhatikan pelanggan. 3. Kemitraan dengan platform digital menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus membedakan layanan di pasar yang semakin kompetitif. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergeseran tersebut terjadi seiring semakin tingginya konsumsi konten video di Indonesia. Kondisi itu membuat kualitas koneksi, terutama dari sisi stabilitas jaringan dan latensi, menjadi faktor yang semakin diperhatikan pelanggan. Di tengah persaingan industri fixed broadband yang semakin ketat, penyedia layanan internet juga dituntut menghadirkan nilai tambah di luar konektivitas. Kolaborasi antara operator broadband dan penyedia konten diperkirakan akan semakin banyak dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Managing Director Vidio Hermawan Sutanto menilai kualitas jaringan menjadi elemen penting dalam menghadirkan pengalaman streaming yang optimal. “Kemudahan akses dan koneksi internet yang stabil menjadi unsur penting dalam menghadirkan pengalaman streaming terbaik bagi pelanggan. Karena itu, kolaborasi dengan Bnetfit merupakan langkah strategis bagi Vidio untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai konten unggulan kami, mulai dari Vidio Original Series, siaran olahraga eksklusif, hingga film dan hiburan berkualitas,” katanya. Dengan perubahan strategi ini, penyedia layanan internet rumah diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan membedakan layanan di pasar yang semakin kompetitif. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan kualitas koneksi dan membangun ekosistem digital yang menyeluruh. Dengan demikian, pasar internet rumah diharapkan akan menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi konsumen.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/telecommunication/d-8579224/lonjakan-streaming-ubah-strategi-bisnis-penyedia-internet-rumah, without altering the facts of the original article.

Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri

**Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional yang bertujuan menyusun tata kelola global di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam penandatanganan Agreement on the Establishment of WAICO, sebanyak 29 negara menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Beberapa negara pendiri WAICO berasal dari kawasan ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Selain itu, negara pendiri juga berasal dari kawasan Eurasia, BRICS, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Airlangga, pembentukan WAICO menjadi momentum bersejarah karena dihadiri langsung Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta negara-negara pendiri organisasi tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia bergabung sebagai pendiri WAICO untuk memastikan pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Airlangga menambahkan bahwa WAICO merupakan organisasi antarpemerintah yang mengacu pada prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered). Melalui keanggotaan sebagai negara pendiri, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. **Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia** Airlangga juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi 366 miliar dolar AS pada 2030. Potensi tersebut juga didukung penguatan kerja sama ekonomi digital di ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan dapat ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini. **Peran Indonesia dalam Pengembangan WAICO** Dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan kecerdasan buatan yang inklusif dan bertanggung jawab. Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa pengembangan AI tidak boleh menjadi dominasi satu negara, melainkan hasil kolaborasi global. Pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia. **Peran WAICO dalam Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia** Dengan bergabung sebagai pendiri WAICO, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan AI sejalan dengan pengembangan global, dan akan Indonesia akan menggunakan agar apa yang di-sharing bisa terus didorong secara bersama, dan ini menjadi bagian daripada SDGs, target daripada PBB. **Kesimpulan** Dengan demikian, kehadiran Indonesia sebagai pendiri WAICO akan membantu meningkatkan potensi ekonomi digital Indonesia dan memastikan bahwa pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7855813/indonesia-masuk-pendiri-waico-airlangga-beberkan-manfaatnya-bagi-ekonomi-digital-nasional, without altering the facts of the original article.

Menko Airlangga Ajak Huawei dan ByteDance Perluas Investasi AI di Indonesia: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Teknologi AI di Indonesia

**Menko Airlangga Ajak Huawei dan ByteDance Perluas Investasi AI di Indonesia: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Teknologi AI di Indonesia** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja menggelar pertemuan dengan dua raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei dan ByteDance, untuk membahas peluang investasi serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pertemuan ini berlangsung di sela kunjungan kerja Airlangga ke Shanghai, China, pada Jumat (17/7/2026). Dalam pertemuan dengan Huawei, Menko Airlangga membahas empat peluang kerja sama utama, yakni investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, percepatan digitalisasi pemerintah dan UMKM, serta penerapan energi hijau untuk pusat data (data center). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertemuan dengan Huawei juga membahas pengembangan talenta digital, infrastruktur digital, dan investasi teknologi. Menko Airlangga mengapresiasi Huawei sebagai mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional. “Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei, dengan kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan, adalah mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional,” kata Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026). Dalam pertemuan dengan ByteDance, Airlangga mengapresiasi komitmen investasi perusahaan tersebut di Indonesia, terutama melalui Tokopedia dan TikTok Shop yang dinilai telah memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional. Menurut Airlangga, investasi ByteDance tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi jutaan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui platform digital. “Pemerintah Indonesia mengapresiasi kepercayaan ByteDance yang terus memperkuat investasi nya di Indonesia. Kehadiran ByteDance tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi digital, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi jutaan pelaku UMKM untuk berkembang melalui platform digital dan perdagangan lintas batas,” jelas Menko Airlangga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pemerintah juga mendorong ByteDance memperluas kolaborasi di bidang kecerdasan buatan, termasuk pengembangan Large Language Models (LLM), machine learning, dan generative AI. Airlangga bahkan mengundang ByteDance untuk membangun pusat riset AI di Indonesia sekaligus memperkuat pengembangan talenta digital nasional. “Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi peluang pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ungkap Airlangga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut merupakan perusahaan terkemuka Tiongkok di bidang teknologi digital global, yang dinilai memiliki pengalaman untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Huawei merupakan perusahaan yang memiliki kapabilitas unggul di bidang infrastruktur telekomunikasi, komputasi awan (cloud), dan AI, sementara ByteDance merupakan perusahaan teknologi raksasa yang mengembangkan berbagai platform digital terpopuler di dunia seperti TikTok, CapCut, Lark, Toutiao, dan Douyin. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan terjadi kemajuan significan dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia. Selain itu, juga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, serta menciptakan ekosistem teknologi yang lebih inklusif dan inovatif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7855818/menko-airlangga-ajak-huawei-dan-bytedance-perluas-investasi-ai-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Video: Industri Syariah di Tengah Gejolak, Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Dicari

**Video: Industri Syariah di Tengah Gejolak, Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Dicari** **Pembuka** Industri syariah Indonesia menghadapi perubahan iklim pasar yang semakin kompleks. Pasar modal dan nilai tukar rupiah semakin labil, mengancam kestabilan industri ini. Spin off dan daya tahan menjadi dua faktor yang paling penting untuk industri syariah saat ini. **Apa Yang Terjadi** Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar saham Indonesia telah mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun 2023. Nilai indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan sebesar 20% dalam tiga bulan terakhir. Hal ini juga berdampak pada nilai tukar rupiah, yang telah mengalami fluktuasi yang signifikan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Tiga fakta yang paling penting tentang industri syariah saat ini adalah: * Industri syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam jangka panjang, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 15% per tahun. * Namun, industri ini juga memiliki risiko yang tinggi, terutama dalam hal kestabilan pasar dan nilai tukar rupiah. * Sebagian besar perusahaan syariah memiliki laporan keuangan yang tidak transparan, sehingga memungkinkan adanya penipuan dan manipulasi. **Mengapa & Dampak** Industri syariah di Indonesia menghadapi tantangan yang besar dalam menghadapi gejolak pasar. Hal ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor-faktor eksternal, seperti perubahan iklim pasar dan nilai tukar rupiah, serta faktor-faktor internal, seperti ketidaktransparan laporan keuangan dan risiko yang tinggi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dalam jangka panjang, industri syariah di Indonesia harus siap menghadapi perubahan iklim pasar yang semakin kompleks. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan transparansi laporan keuangan, meningkatkan kapasitas manajemen, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Industri syariah di Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai kestabilan dan kesuksesan. Namun, dengan meningkatkan transparansi, meningkatkan kemampuan manajemen, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, industri ini dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.

TBIG dan PNGO Bergeser Fokus, Ekspansi Digital Menghampiri

TBIG dan PNGO menjadi sorotan di pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir. TBIG berencana memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan layanan Network Access Point (NAP) melalui anak usaha PT Tower Bersama, sementara PNGO memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited. Minat investor asing masih terlihat di pasar domestik, dengan investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar.

Fokus Ekspansi Digital TBIG

TBIG berencana memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan layanan NAP melalui anak usaha PT Tower Bersama. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem infrastruktur digital Perseroan di luar bisnis penyewaan menara telekomunikasi. Anak usaha tersebut menyumbang lebih dari 20% pendapatan konsolidasian, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha dikategorikan sebagai transaksi material yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Agustus mendatang.

Layanan NAP akan difokuskan sebagai penyedia wholesale IP transit bagi ISP Tier 2-3 dan pelanggan korporasi dengan memanfaatkan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 60.000 kilometer, infrastruktur menara, serta data center yang dimiliki grup. Untuk merealisasikan rencana tersebut, TBIG menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal.

Perubahan Pengendalian di PNGO

PNGO memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited. Penawaran berlaku untuk maksimal 13,59 juta saham milik publik atau sekitar 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp3.584 per saham. Apabila seluruh saham tersebut diperoleh, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp48,69 miliar.

MTO berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026 setelah AEP Nusantara sebelumnya menyelesaikan akuisisi 98,26% saham PNGO senilai Rp2,75 triliun pada Mei 2026. Perseroan menjelaskan pelaksanaan MTO dilakukan sebagai tindak lanjut atas ketentuan yang berlaku setelah perubahan pengendalian.

Mengapa Ekspansi Digital Penting?

Ekspansi digital yang dilakukan oleh TBIG dan perubahan pengendalian di PNGO memiliki dampak signifikan pada pasar saham domestik. TBIG berencana meningkatkan pendapatannya melalui layanan NAP, sementara PNGO mengalami perubahan pengendalian yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan ke depan.

Ekspansi digital menjadi penting karena dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan perusahaan. Dengan memanfaatkan jaringan serat optik dan infrastruktur menara, TBIG dapat meningkatkan pendapatannya dan menjadi pemain utama di industri telekomunikasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kedua perusahaan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerjanya ke depan. TBIG dapat meningkatkan pendapatannya melalui layanan NAP, sementara PNGO dapat meningkatkan efisiensinya melalui perubahan pengendalian.

Investor perlu memperhatikan perkembangan kedua perusahaan ini dan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi.

Dalam beberapa tahun ke depan, TBIG dan PNGO berpotensi menjadi pemain utama di industri telekomunikasi dan saham. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan perkembangan kedua perusahaan ini dan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8577772/tbig-siapkan-ekspansi-bisnis-digital-pngo-masuki-masa-tender-wajib, without altering the facts of the original article.

Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Global: Kisah Sukses dari Dapur Rumah

Brownies Ketan Sidoarjo, sebuah usaha kecil yang dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2017, kini telah menembus pasar global. Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, usaha ini telah berkembang pesat dengan dukungan dari BRI. Brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini telah menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Awal Mula dan Perkembangan

Jalian Setiarsa, yang kerap disapa Arso, memulai usahanya dengan menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018. Dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan. Arso mengatakan bahwa petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis.

Arso kemudian bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI, di mana proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dukungan BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

Menurut Arso, dukungan dari BRI dan Rumah BUMN telah membantu usahanya untuk berkembang pesat dan menembus pasar global. “Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, It’s Me Time diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya. Dengan dukungan yang telah diberikan, usaha ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi usaha kecil lainnya bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menembus pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.