Dari Dapur Rumah Hingga Pasar Global, Brownies Ketan Sidoarjo Menjadi Idola Masyarakat

**Dari Dapur Rumah Hingga Pasar Global, Brownies Ketan Sidoarjo Menjadi Idola Masyarakat** **Pembuka** Brownies ketan Sidoarjo telah menjadi idola masyarakat karena kesuksesannya yang luar biasa dalam menjual produknya ke pasar global. Berawal dari dapur rumah, UMKM kuliner “It’s Me Time” ini berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan yang sukses di Indonesia. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017. Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, Arso perlahan melihat peluang untuk mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Bermula dari dapur rumah, Arso mulai menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 dan menjalin hubungan perbankan yang kemudian membuka akses terhadap berbagai layanan dan solusi finansial BRI. Pria yang kerap disapa Arso ini mengatakan bahwa dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan. “Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Langkah penataan mutu dan standardisasi itu pun sukses mengantarkan bisnis kuliner ini naik kelas ke level yang jauh lebih tinggi. Bahkan, segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. **Kesimpulan Singkat** Dengan kesuksesan It’s Me Time, Arso dan timnya berhasil membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat dan pendampingan yang intens, bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. Mereka juga membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, UMKM dapat tumbuh menjadi salah satu perusahaan yang sukses di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Menteri RI Tegaskan, 2.116 Pejabat Nakal Pakai Bantuan Tentara Akan Ditindak Tegas

**Menteri RI Tegaskan, 2.116 Pejabat Nakal Pakai Bantuan Tentara Akan Ditindak Tegas** Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menindak tegas pejabat yang melanggar hukum dan menggunakan bantuan tentara untuk kepentingan pribadi. Menteri Negara Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), J.B. Sumarlin, pernah menunjukkan contoh tegas dalam memberantas korupsi dan penyelewengan di lingkungan aparatur negara pada tahun 1977-1983. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 13 Juli 2026, Menteri RI menegaskan bahwa 2.116 pejabat yang menggunakan bantuan tentara untuk kepentingan pribadi akan ditindak tegas. Namun, ini tidaklah baru. Pada tahun 1977, J.B. Sumarlin menjabat sebagai Koordinator Operasi Tertib (Opstib) Pusat dan berada di bawah Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Misi utamanya adalah memberantas praktik pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai bentuk penyelewengan di lingkungan aparatur negara. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Opstib di bawah kepemimpinan J.B. Sumarlin dan Laksamana TNI Sudomo berhasil menangkap belasan hakim dari tingkat pengadilan negeri hingga pengadilan tinggi di sejumlah provinsi. – Operasi ini juga membongkar praktik pungutan liar dalam pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) di sektor pertanahan. – Sejumlah oknum, seperti kepala dinas hingga staf ASN, ditangkap setelah diduga menikmati uang haram senilai belasan juta rupiah selama bertahun-tahun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesuksesan Opstib pada tahun 1977-1983 menunjukkan bahwa tindakan tegas dan koordinasi yang efektif dapat membantu memberantas korupsi dan penyelewengan di lingkungan aparatur negara. Menteri RI saat ini juga menegaskan bahwa 2.116 pejabat yang melanggar hukum akan ditindak tegas. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menghindari penyelewengan di lingkungan aparatur negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun ada kemajuan dalam memberantas korupsi dan penyelewengan, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Pemerintah Indonesia harus terus meningkatkan koordinasi dan tindakan tegas untuk menangkap dan menjatuhi hukuman kepada pejabat yang melanggar hukum. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara untuk mencegah penyelewengan dan korupsi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708131126-25-749126/kisah-menteri-ri-jaring-2116-pejabat-nakal-pakai-bantuan-tentara, without altering the facts of the original article.

BRI Beri Bantuan Strategis, Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu yang Berkelanjutan

**BRI Beri Bantuan Strategis, Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu yang Berkelanjutan** **Pembuka** Suhita Lebah Indonesia telah mengembangkan usaha madu di Kota Bandar Lampung dengan menjaga prosesnya sejak dari sumber. Keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi bagian dari cara usaha ini tumbuh, seiring upaya menjaga mutu produk sampai ke tangan konsumen. **Momen Penentu di Menit Akhir** Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemasarannya dilakukan melalui kanal offline dan online dengan jangkauan dari Lampung hingga berbagai wilayah di Indonesia. Suhita Lebah Indonesia memiliki farm (peternakan) milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Suhita Lebah Indonesia juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan bantuan strategis dari Rumah BUMN BRI Bakauheni, Suhita Lebah Indonesia dapat meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Suhita Lebah Indonesia juga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan QRIS BRI untuk mendukung operasional sekaligus mempermudah transaksi dengan pelanggan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. BRI akan terus mendukung pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi contoh usaha madu yang berkelanjutan di Indonesia. Dalam pengelolaannya, Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal. Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar hutan primer Sumatera untuk ikut serta menjadi beekeeper Suhita melalui pelatihan budidaya lebah madu, konservasi tanaman hutan, serta mempertahankan ekosistem alami lebah,” cerita Isnina, dikutip Senin (13/7/2026). Suhita Lebah Indonesia juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan QRIS BRI untuk mendukung operasional sekaligus mempermudah transaksi dengan pelanggan. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi contoh usaha madu yang berkelanjutan di Indonesia. Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. BRI akan terus mendukung pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi contoh usaha madu yang berkelanjutan di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

Kapolri Hoegeng Dicopot Presiden, Penyebabnya Terungkap dalam Kasus Besar

Kapolri Hoegeng Dicopot Presiden, Penyebabnya Terungkap dalam Kasus Besar **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 2 Oktober 1971, Presiden Soeharto mencopot Hoegeng Imam Santoso dari jabatannya sebagai Kapolri. Alasannya, Hoegeng dianggap sudah tua dan diminta menempati posisi baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belgia. Padahal, saat itu usianya baru menginjak 50 tahun. “Tugas apa pun saya akan terima, asal jangan jadi dubes, Pak,” kata Hoegeng kepada Soeharto, dikutip dalam Hoegeng: Polisi Idaman dan Kenyataan (1993). Alasan tersebut memunculkan tanda tanya. Sebab, saat itu Hoegeng sedang membongkar salah satu kasus penyelundupan terbesar pada awal Orde Baru, yakni penyelundupan mobil mewah yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ribuan mobil mewah berhasil masuk ke Indonesia tanpa membayar bea masuk. Menurut Hoegeng, praktik itu tidak mungkin berlangsung tanpa bantuan orang-orang di dalam birokrasi. Salah satu tokoh yang menjadi target penyelidikannya adalah Robby Tjahjadi. Robby merupakan lulusan SMA Xaverius Surakarta yang merantau ke Jakarta pada 1964. Lima tahun kemudian, dia telah menjadi penyalur mobil-mobil mewah hasil penyelundupan. Berbagai merek, mulai dari Alfa Romeo, Fiat, BMW, Mercedes-Benz, Ford, Continental hingga Rolls-Royce, berhasil masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Di tengah penyelidikan itu, Hoegeng mendapat panggilan untuk menghadap Presiden Soeharto di kediamannya di Jalan Cendana Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat. Dia berniat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melaporkan perkembangan kasus penyelundupan mobil mewah yang sedang ditanganinya. Namun, rencana itu buyar sesaat setelah tiba di Cendana. “Orang yang akan saya laporkan itu ternyata sudah lebih dulu berada di Jalan Cendana untuk menghadap Presiden Soeharto,” tulis Hoegeng dalam Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan (2016). Orang yang dimaksud adalah Robby Tjahjadi. Hoegeng bahkan berpapasan dengan penyelundup mobil mewah tersebut yang baru keluar dari kediaman presiden. Momen itu membuat Hoegeng sadar bahwa orang yang sedang diusutnya memiliki hubungan dengan kalangan elite kekuasaan. Dia pun mengurungkan niat melaporkan kasus tersebut dan kembali ke Markas Besar Polri. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sementara itu, penyelidikan terhadap Robby terus berlanjut. Tepat pada 21 Oktober 1972, atau sekitar setahun setelah Hoegeng tak lagi menjabat Kapolri, Robby akhirnya ditangkap. Dia didakwa melakukan penyelundupan yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp700 juta. Namun, dia hanya divonis ringan, yakni 7,5 tahun, kurang dari tuntutan 10 tahun. Pencopotan Hoegeng sebagai Kapolri dapat dipandang sebagai upaya untuk menghentikan penyelidikan terhadap kasus penyelundupan mobil mewah. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto tidak memiliki keberanian untuk menghadapi kasus korupsi yang melibatkan kalangan elite kekuasaan. Hoegeng sendiri tidak pernah secara terbuka menyatakan hubungannya dengan pencopotannya. Namun, dia meninggalkan jejak yang masih relevan hingga hari ini. Setelah pensiun, Hoegeng memilih menjalani kehidupan yang sederhana dan lebih banyak berkecimpung di dunia seni hingga wafat pada 14 Juli 2004, tepat hari ini 22 tahun lalu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714091414-25-750598/kapolri-hoegeng-tiba-tiba-dicopot-presiden-saat-bongkar-kasus-besar, without altering the facts of the original article.

Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar, Kasusnya Dipertimbangkan

PT Pos Indonesia (Persero) mengungkapkan belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 10 Juli 2026, perseroan menyebut keterbatasan kondisi kas menjadi penyebab tertundanya pembayaran tersebut.

Pembayaran imbal jasa sukuk periode ke-6 dijadwalkan pada 7 Juli 2026, namun perseroan belum dapat melaksanakan kewajiban pembayaran tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Jumlah kewajiban yang harus dibayarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) adalah sebesar Rp24.118.750.000.

Dana pembayaran seharusnya telah efektif masuk ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB.

Pos Indonesia secara terbuka menyatakan kondisi kas perusahaan saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi kas perusahaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran akan menjadi penyebab utama penundaan pembayaran imbal jasa sukuk.

Penundaan pembayaran ini akan berdampak pada reputasi dan kepercayaan investor terhadap Pos Indonesia.

Penundaan pembayaran ini juga dapat mempengaruhi kemampuan Pos Indonesia untuk memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pos Indonesia telah mengirimkan surat kepada KSEI untuk mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk periode ke-6.

KSEI telah menyampaikan surat penundaan pembayaran kepada Pos Indonesia.

Pembayaran bagi hasil ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C yang semula dijadwalkan dilaksanakan pada 8 Juli 2026 resmi ditunda.

Pos Indonesia harus memastikan bahwa kondisi kas perusahaan dapat memungkinkan untuk dilakukan pembayaran imbal jasa sukuk pada periode ke-7.

Pos Indonesia harus juga memastikan bahwa keterbatasan kondisi kas perusahaan tidak akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

Pos Indonesia harus bekerja sama dengan OJK untuk menemukan solusi yang dapat memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714114604-25-750660/kas-tak-cukup-pos-indonesia-tunda-bayar-imbal-sukuk-rp2412-miliar, without altering the facts of the original article.

Dukun Jakarta yang Ngaku Kenal Orang Istana Tergolong Misterius

**Dukun Jakarta yang Ngaku Kenal Orang Istana Tergolong Misterius** **Pembuka** Dalam sejarah Jakarta, ada banyak cerita tentang penipuan yang terjadi, namun ada satu cerita yang cukup menarik dan misterius. Cerita tentang Raden Ajoe, seorang wanita yang mengaku sebagai seorang dukun dan peramal, dan berhasil menipu banyak orang dengan mengaku mengenal orang kaya raya yang bolak-balik di Istana Negara. **Mengapa & Dampak** Raden Ajoe memulai modus penipuan pada tahun 1949, dengan mengaku memiliki kemampuan melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. Ia meminta uang dari para korban sebagai modal pelaksanaan ritual, namun sebenarnya itu hanya kebohongan. Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, dan mengumpulkan uang yang sangat fantastis. Nilai uang yang berhasil dikumpulkannya sebesar 175.570 gulden, yang setara dengan sekitar Rp4 miliar pada tahun 2024. Dengan demikian, total kerugian para korban diperkirakan setara sekitar Rp19 miliar dalam nilai sekarang. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Oktober 1949, seorang pengusaha China mulai curiga ketika melihat Raden Ajoe berpura-pura menelepon orang kaya di Istana Negara. Pengusaha itu sadar bahwa sang dukun tidak benar-benar melakukan panggilan telepon. Dari situlah dia melaporkan Raden Ajoe kepada polisi. Penyelidikan kemudian dilakukan dan hasilnya, seluruh tipu muslihat Raden Ajoe terbongkar. Polisi menemukan bahwa wanita tersebut bukanlah seorang dukun, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda dari penipuan lainnya: * Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang di berbagai kota, termasuk Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. * Ia mengumpulkan uang yang sangat fantastis, sebesar 175.570 gulden, yang setara dengan sekitar Rp4 miliar pada tahun 2024. * Raden Ajoe menggunakan modus penipuan yang cukup kompleks, dengan mengaku memiliki kemampuan melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan bahwa penipuan masih menjadi masalah serius di masyarakat kita. Dengan menggunakan modus yang cukup kompleks, Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang dan mengumpulkan uang yang sangat fantastis. Ini menunjukkan bahwa kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama jika mereka mengaku memiliki kemampuan atau pengetahuan yang tidak biasa. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, kejadian ini menunjukkan bahwa penipuan masih menjadi masalah serius di masyarakat kita. Kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama jika mereka mengaku memiliki kemampuan atau pengetahuan yang tidak biasa. Dengan demikian, kita dapat menghindari penipuan dan menjaga keamanan kita sendiri.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260715160936-25-751065/heboh-dukun-di-jakarta-ngaku-kenal-orang-istana-sukses-raup-miliaran, without altering the facts of the original article.

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

**DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor** **Pembuka** Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai membidik wajib pajak baru atau para wajib pajak yang belum terdaftar di sistem perpajakan. Langkah ini bertujuan meningkatkan pengawasan kepatuhan. DJP telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam Surat Edaran tersebut, pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar ini akan digolongkan ke dalam Daftar Prioritas Ekstensifikasi (DPE). DPE adalah daftar sasaran ekstensifikasi yang diusulkan oleh komite kepatuhan tingkat KPP dan Kantor Wilayah DJP serta ditetapkan oleh komite kepatuhan tingkat Kantor Pusat DJP. DJP akan meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak yang belum terdaftar untuk meningkatkan pengawasan kepatuhan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda: 1. Pengawasan Wajib Pajak belum terdaftar didahului dengan perencanaan Pengawasan melalui penyusunan strategi Pengawasan dan penyusunan DPE sesuai dengan ketentuan yang mengatur mengenai Komite Kepatuhan. 2. Tim Pengawasan Perpajakan akan melakukan persiapan dalam rangka pemahaman atas Data dan/atau Keterangan atas profil, posisi risiko, dan data mengenai income, cost, asset, liability, dan/atau equity Wajib Pajak pada Sistem Administrasi Pengawasan DJP. 3. Saat proses pengumpulan data, petugas bahkan diharuskan untuk mengumpulkan informasi data objek pajak, yang termasuk di dalamnya nomor identitas data seperti nomor plat kendaraan, nomor sertifikat tanah, nomor rekening, nomor akta jual beli dalam hal tersedia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar oleh DJP akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, DJP dapat meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar juga dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak akan kewajiban perpajakannya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** DJP akan terus meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dalam jangka panjang, DJP akan terus meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, DJP dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717173459-17-751745/djp-mulai-bidik-wajib-pajak-baru-sisir-data-rekening-plat-nomor, without altering the facts of the original article.

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

**Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026** Nasabah Bank Mandiri, BRI, dan BNI perlu memperhatikan batas saldo minimum yang berlaku pada rekening mereka. Setiap produk tabungan memiliki aturan berbeda terkait jumlah dana yang wajib tersisa di rekening. Ketentuan ini penting diketahui karena saldo yang berada di bawah batas minimum dapat memengaruhi status rekening maupun aktivitas transaksi nasabah. **Mengapa & Dampak** Mengapa nasabah perlu memperhatikan batas saldo minimum? Karena jika saldo rekening turun di bawah batas minimum, nasabah dapat mengalami kendala dalam melakukan transaksi atau bahkan dapat menimbulkan biaya tambahan. Dampaknya, nasabah dapat mengalami kesulitan dalam mengakses rekening mereka atau bahkan kehilangan hak untuk menggunakan rekening tersebut. **Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI** Berikut ini ketentuan saldo minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026: * BRI SimPel: Rp5 ribu * BRI TabunganKu: Rp20 ribu * BNI Taplus Anak: Sesuaikan perjanjian yang berlaku * BNI Taplus Bisnis: Mulai dari Rp0 untuk perorangan, dan Rp1 juta untuk non perorangan **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Setiap produk tabungan memiliki aturan berbeda terkait jumlah dana yang wajib tersisa di rekening. 2. Nasabah perlu memperhatikan batas saldo minimum untuk menghindari kendala dalam melakukan transaksi. 3. Ketentuan saldo minimum dapat memengaruhi status rekening maupun aktivitas transaksi nasabah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Nasabah perlu memperhatikan batas saldo minimum untuk menghindari kendala dalam melakukan transaksi dan memastikan rekening tetap dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan memperhatikan batas saldo minimum, nasabah dapat menghindari biaya tambahan dan memastikan rekening tetap dapat digunakan dengan lancar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Nasabah perlu memperhatikan batas saldo minimum dan memastikan rekening tetap dapat digunakan dengan lancar. Dengan demikian, nasabah dapat menghindari kendala dalam melakukan transaksi dan memastikan rekening tetap dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260718090353-17-751814/terbaru-ketentuan-saldo-minimum-bank-mandiri-bri-bni-18-juli-2026, without altering the facts of the original article.

3 Pulau Kecil yang Membayangi Perang AS-Iran: Faktor Strategis yang Membuat Dunia Tidak Tenang

**3 Pulau Kecil yang Membayangi Perang AS-Iran: Faktor Strategis yang Membuat Dunia Tidak Tenang** **Momen Penentu di Menit Akhir** Tiga pulau kecil milik Iran di mulut Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian setelah militer Amerika Serikat (AS) menggempur dua di antaranya dalam eskalasi terbaru perang dengan Teheran. Abu Musa, Tunb Besar, dan Tunb Kecil memiliki posisi yang sangat strategis, berada tepat di jalur pelayaran utama salah satu chokepoint energi terpenting dunia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Iran merebut tiga pulau tersebut pada 30 November 1971 dari wilayah yang kemudian menjadi Uni Emirat Arab (UEA). Total luas ketiga pulau itu hanya sekitar 10 mil persegi atau sekitar 25 kilometer persegi. Namun, letaknya berada tepat di jalur laut dalam yang digunakan kapal-kapal untuk keluar masuk Selat Hormuz menuju Teluk Persia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ketiga pulau tersebut telah lama menjadi pangkalan militer Iran yang memungkinkan Teheran mengawasi sekaligus mengendalikan pergerakan kapal di Selat Hormuz. Dari pulau-pulau tersebut, Iran memantau aktivitas di Selat Hormuz sekaligus meluncurkan kapal untuk memasang ranjau maupun menyerang kapal secara langsung. Data pemerintah AS memperkirakan Iran menyerang lebih dari 160 kapal selama konflik tersebut. **Mengapa & Dampak** Konteks dan latar belakang kejadian ini penting karena tiga pulau tersebut telah lama menjadi sumber konflik antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Setelah Revolusi Islam 1979, Iran menjadikan ketiga pulau itu sebagai basis operasi dalam “Perang Tanker” pada dekade 1980-an ketika Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker minyak melewati kawasan yang berada di bawah ancaman serangan Iran. Dampaknya bagi pihak terkait ke depan adalah eskalasi konflik antara AS dan Iran, yang dapat berdampak pada harga minyak dan stabilitas ekonomi global. Selain itu, perang di Selat Hormuz dapat membahayakan keamanan kapal-kapal yang melalui kawasan tersebut, termasuk kapal-kapal tanker minyak yang membawa minyak mentah dari negara-negara di Timur Tengah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Ketiga pulau tersebut masih menjadi area sengketa antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Dalam beberapa hari terakhir, militer AS melancarkan serangan terhadap Abu Musa dan Tunb Besar sebagai bagian dari eskalasi konflik dengan Iran. Spekulasi bahwa Washington mungkin mempertimbangkan operasi militer untuk merebut pulau-pulau tersebut telah membuat dunia tidak tenang. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh sebelum konflik ini dapat diselesaikan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260717152805-4-751672/3-pulau-kecil-ini-bisa-jadi-penentu-nasib-perang-as-iran, without altering the facts of the original article.

Indonesia Membangun Masa Depan dengan AI: Airlangga Ungkap Manfaat dan Tujuan Organisasi Baru

**Indonesia Membangun Masa Depan dengan AI: Airlangga Ungkap Manfaat dan Tujuan Organisasi Baru** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan manfaat penting Indonesia tergabung sekaligus menjadi pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Sebagai pendiri, Indonesia disebut Airlangga memiliki kesempatan emas untuk berkontribusi nyata dalam kebijakan, dalam pengembangan tata kelola global, serta ikut aktif dalam kelembagaan WICO sendiri. **Momen Penentu di Menit Akhir** Airlangga mengatakan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan turut mendorong potensi ekonomi digital Indonesia. Adapun potensi ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai pada 2030 sebesar US$366 miliar dan bisa didorong hingga US$600 melalui peran aktif kerja sama regional maupun global. “Bagi Indonesia, ekonomi digital ini potensinya sampai dengan tahun ini US$ 130 billion, dan tahun 2030 akan menjadi US$ 366 billion,” ujar Airlangga. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada konferensi pers, Jumat (17/7/2026) malam, Airlangga juga menjelaskan bahwa Indonesia akan menggaunakan agar apa yang di-sharing bisa terus didorong secara bersama, dan ini menjadi bagian daripada SDGs target daripada PBB. “Nah ini tentunya memastikan bahwa pengembangan AI terjalan dengan pengembangan global, dan ini Indonesia akan menggaunakan agar apa yang di-sharing bisa terus didorong secara bersama, dan ini menjadi bagian daripada SDGs target daripada PBB,” ungkap Airlangga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Penandatanganan dilaksanakan oleh Menko Airlangga, bersama para perwakilan sekitar 30 negara lainnya. Ketiga puluh negara yang telah menandatangani dokumen perjanjian pendirian WAICO tersebut yaitu Aljazair, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, Etiopia, Indonesia, Kazakstan, Kenya, Kirgistan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, dan RRT (China). **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo mengatakan bahwa dalam perkembangan AI, Indonesia tidak hanya menjadi pasar namun sebagai penyusun tata kelola AI global. “Yang jelas kita ambil manfaatnya bahwa Indonesia bukan hanya sebagai penonton, kita berperan aktif di sini, kita ambil sisi positifnya, bagaimana kita bisa berperan di dalam tata kelola penyusunan AI secara global,” imbuhnya. Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi organisasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan arah pengembangan tata kelola AI global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach) dan menghadirkan manfaat yang setara bagi seluruh negara, khususnya bagi negara berkembang dalam memajukan perekonomiannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260717222604-4-751788/ri-jadi-pendiri-organisasi-ai-dunia-airlangga-beberkan-manfaatnya, without altering the facts of the original article.