Pemerintah Indonesia masih belum menetapkan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa jumlah cabang olahraga masih bisa berubah tergantung pada proses verifikasi venue pertandingan.
PON 2028 akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dengan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga. Erick mengatakan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan akan diprioritaskan dari cabang yang berpotensi meraih prestasi di SEA Games dan Asian Games. Namun, pemerintah belum menentukan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Apa yang Terjadi?
Sebelumnya, beredar surat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang memuat rencana 67 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028. Namun, Erick menegaskan bahwa daftar tersebut belum menjadi keputusan akhir. “Tergantung kesediaan venue. Kita tidak mau judgemental atau bilang, ‘Oh ini pasti enggak boleh.’ Kita lihat, persiapannya masih dua tahun lima bulan,” ujarnya.
Erick mengatakan bahwa penetapan jumlah cabang olahraga maupun anggaran baru dilakukan setelah proses verifikasi venue pertandingan selesai. “Percuma kita bicara cabor tetapi venue-nya belum tersedia. Itu nanti sebagai bagian verifikasi,” kata Erick di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2026.
Mengapa dan Dampak
Menurut Erick, penyelenggaraan PON 2028 harus mengacu pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang mengusulkan penyelenggaraan 21 cabang olahraga. “Nah, itu yang nanti kami petakan seperti apa,” ujar Erick. Pemerintah juga mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar PON mengacu pada DBON.
Dampak dari belum ditentukan jumlah cabang olahraga PON 2028 adalah ketidakpastian dalam perencanaan dan pelaksanaan acara. Namun, Erick mengatakan bahwa tantangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga merupakan hal yang lumrah, termasuk terkait anggaran dan fasilitas. Ia mencontohkan penyelenggaraan ASEAN Para Games di Thailand, ketika kontingen Indonesia harus menyiapkan dapur tambahan untuk memenuhi kebutuhan atlet.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemenpora masih harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyelenggara untuk menentukan anggaran dan kebutuhan lainnya. Erick mengatakan bahwa jangan sampai pemerintah kontraproduktif dan tidak siap dengan anggaran yang tersedia. “Jangan sampai kami kontraproduktif. Ternyata dananya tidak tersedia, akhirnya PON-nya tidak maksimal,” katanya.
Dengan demikian, pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk menentukan jumlah cabang olahraga dan kebutuhan lainnya untuk PON 2028. Namun, Erick optimis bahwa penyelenggaraan PON 2028 dapat berjalan sukses dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2111367/kemenpora-belum-tetapkan-jumlah-cabang-olahraga-pon-2028, without altering the facts of the original article.