Terungkap! Barang Murah yang Dipakai Warga RI Ini Ternyata Kunci Kemajuan Singapura

Terungkap bahwa barang murah yang dipakai warga Indonesia, yaitu pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC), ternyata menjadi salah satu kunci keberhasilan Singapura berubah dari negara miskin menjadi negara maju. Penggunaan AC secara luas di Singapura di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Lee Kuan Yew (1965-1990) membuat ekonomi negara tumbuh rata-rata 8% per tahun selama tiga dekade.

Kebijakan untuk Meningkatkan Produktivitas

Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura pada saat itu, sangat khawatir dengan kondisi negaranya yang tidak memiliki sumber daya alam. Oleh karena itu, ia berupaya keras menciptakan generasi unggul yang mampu menggantikan kekurangan sumber daya alam. Salah satu caranya adalah berinvestasi besar di sektor pendidikan dengan mengirim pelajar terbaik ke luar negeri dan mewajibkan mereka kembali untuk membangun Singapura.

Selain itu, Lee juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para pegawai negeri sebagai pemberi layanan publik. Dalam wawancara dengan jurnalis senior Nathan Gardels pada 2009, Lee mengungkap bahwa salah satu kebijakan pertama yang dia lakukan setelah menjadi Perdana Menteri adalah memasang AC di gedung-gedung pemerintahan.

Momen Penentu di Menit Akhir

“Hal pertama yang saya lakukan setelah jadi Perdana Menteri adalah memasang pendingin udara di gedung-gedung tempat pegawai negeri kerja. Ini adalah kunci efisiensi publik,” kata Lee dalam wawancara berjudul The East Asian Way–With Air Conditioning (2009). Menurut Lee, kehadiran AC memungkinkan masyarakat di wilayah tropis bekerja lebih produktif tanpa terganggu cuaca panas.

“AC sukses mengubah sifat peradaban dengan memungkinkan pembangunan di daerah tropis,” ujarnya. Dia menilai, tanpa pendingin udara, produktivitas pekerja akan menurun karena kondisi panas membuat orang sulit berkonsentrasi dan hanya nyaman bekerja pada pagi atau malam hari.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penelitian modern juga mendukung pandangan Lee tersebut. Salah satunya penelitian berjudul The Impact of Temperature on Manufacturing Worker Productivity (2018). Tim peneliti dari China menemukan bahwa bekerja dalam cuaca panas dapat menurunkan kemampuan kognitif, memori, penyerapan informasi, hingga kinerja pekerjaan secara umum. Sebaliknya, suhu yang lebih rendah terbukti membantu meningkatkan produktivitas pekerja.

Dengan kata lain, di negara tropis, AC menjadi salah satu intervensi paling efektif untuk menjaga produktivitas. Dalam buku From Third World to First: The Singapore Story 1965-2000 (2000), Lee juga menyebut pemerintah Singapura memberikan perlindungan dan dukungan terhadap industri AC. Bersama berbagai kebijakan lainnya, strategi tersebut ikut menopang pertumbuhan ekonomi Singapura.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Data World Economic Forum menunjukkan GDP per kapita Singapura melonjak dari sekitar US$500 pada 1965 menjadi US$14.500 pada 1991. Selama periode tersebut, ekonomi Singapura tumbuh rata-rata 8% per tahun. Kini, Singapura telah menjadi salah satu negara maju di Asia, dan penggunaan AC menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada kesuksesan tersebut.

Kesuksesan Singapura dapat menjadi contoh bagi negara lain, terutama negara-negara di wilayah tropis, untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, penggunaan AC tidak hanya sebagai barang murah yang dipakai warga, tetapi juga sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260625130412-25-745658/singapura-bisa-maju-berkat-barang-yang-kini-banyak-dipakai-warga-ri, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *