**Pertamina Pimpin Pengembangan SAF Untuk Masa Depan Penerbangan ASEAN** **Pembuka** Pertamina menegaskan kepemimpinannya dalam pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia melalui partisipasi pada ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi negara-negara ASEAN untuk mempercepat implementasi SAF sebagai solusi dekarbonisasi sektor penerbangan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 13-15 Juli 2026, Pertamina turut hadir pada ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026 di Sheraton Bali Kuta Resort, Denpasar, Bali. Forum ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama European Union Aviation Safety Agency (EASA). Pertamina memperkenalkan ekosistem SAF terintegrasi (end-to-end ecosystem) sebagai bagian dari strategi mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertamina telah membangun ekosistem SAF terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor. SAF tersertifikasi CORSIA yang diproduksi di Green Refinery RU IV Cilacap kini telah disalurkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pertamina telah mengoperasikan 47 titik UCOllect, mengumpulkan lebih dari 116 ribu liter minyak jelantah, menjangkau lebih dari 5.200 rumah tangga, serta menghasilkan SAF yang mampu menurunkan emisi hingga 84 persen dibandingkan bahan bakar aviasi konvensional. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kehadiran Pertamina pada ASEAN SAF Workshop menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan, memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak SAF di kawasan ASEAN, serta menghadirkan inovasi energi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pengembangan ekosistem SAF juga menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pertamina terus mendorong pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Perhubungan juga terus mendorong pengembangan dan implementasi SAF melalui penguatan regulasi serta kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu motor pengembangan SAF di kawasan ASEAN dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724084108-4-753457/pertamina-pimpin-pengembangan-saf-untuk-masa-depan-penerbangan-asean, without altering the facts of the original article.