5 Museum ASEAN yang Bikin Tercengang, Ada yang Masuk Guinness World Records

Museum ASEAN yang Bikin Tercengang, Ada yang Masuk Guinness World Records. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali museum yang tersebar di tiap kabupaten/kotanya, sementara di kawasan Asia Tenggara, setiap negara juga memiliki museum kebanggaan yang menjadi saksi bisu perjalanan peradaban mereka. Museum menjadi jejak nyata dari kehidupan masa lalu dengan kehidupan modern di masa kini. Salah satu museum terbesar di Asia Tenggara adalah Museum Nasional Indonesia atau lebih sering dikenal dengan Museum Gajah.

5 Museum Terbesar di Asia Tenggara

Berikut adalah daftar museum terbesar di 10 negara ASEAN. Pertama, Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah di Jakarta Pusat, yang merupakan museum pertama dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Berdiri sejak 1778, museum ini merupakan salah satu yang tertua dan terlengkap di Asia Tenggara. Museum ini disebut dengan Museum Gajah karena patung gajah perunggu hadiah dari Raja Thailand. Museum ini menyimpan lebih dari 141.000 objek.

Kedua, Museum Sarawak di Kuching, Malaysia, yang diresmikan pada tahun 2022. Museum ini adalah yang terbesar di Malaysia dengan arsitektur ikonik dan fasad emas yang terinspirasi dari motif tenunan Songket dan anyaman tikar tradisional. Di dalamnya, pengunjung bisa melihat Kelirieng (tiang pemakaman) raksasa setinggi 15 meter serta peninggalan manusia prasejarah dari Gua Niah.

Ketiga, Museum Nasional Singapura, yang merupakan mahakarya adaptasi bangunan bersejarah yang menyatukan bekas Mahkamah Agung dan Balai Kota. Struktur klasiknya dipercantik dengan atap kaca modern yang terinspired dari dedaunan tropis. Koleksinya mencakup 9.000 lebih karya seni modern Asia Tenggara, termasuk lukisan monumental “Boschbrand” karya maestro Indonesia, Raden Saleh.

Keempat, Museum Nasional Kamboja di Phnom Penh, yang berdiri megah dengan arsitektur terracotta merah yang terinspirasi dari kuil Khmer kuno. Museum ini konon dibangun pada 1920 dan menyimpan koleksi seni Khmer terbesar di dunia, mencakup lebih dari 14.000 item. Koleksi paling terkenalnya adalah Patung Kepala Raja Jayavarman VII yang menampilkan “Senyum Angkor” yang sangat damai.

Kelima, Museum Siam di Bangkok, Thailand, yang menempati lahan bekas istana Wang Na yang dibangun pada 1782. Sebagai salah satu museum terbesar di Asia Tenggara, ia menyimpan sejarah Thailand sejak zaman prasejarah hingga era kerajaan. Salah satu harta karun terpentingnya adalah Prasasti Ram Khamhaeng yang menjadi bukti tertua aksara Thai.

Mengapa Museum-Museum Ini Penting?

Museum-museum di Asia Tenggara ini penting karena menjadi saksi bisu perjalanan peradaban bangsa-bangsa di kawasan ini. Museum-museum ini menyimpan koleksi-koleksi berharga yang menunjukkan kemajuan dan kekayaan budaya bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Dengan demikian, museum-museum ini menjadi penting bagi pendidikan dan penelitian sejarah, budaya, dan seni.

Dampak bagi Masyarakat

Museum-museum ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Museum-museum ini menjadi sarana edukasi dan penelitian yang efektif, membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan seni. Selain itu, museum-museum ini juga menjadi destinasi wisata yang populer, membantu meningkatkan pendapatan lokal dan mempromosikan kebudayaan bangsa-bangsa di Asia Tenggara.

Apa yang Dapat Dilakukan?

Kita dapat mengunjungi museum-museum ini untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap sejarah, budaya, dan seni bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Kita juga dapat mendukung upaya pelestarian dan pengembangan museum-museum ini, sehingga dapat terus menjadi sarana edukasi dan penelitian yang efektif bagi masyarakat.

Museum-museum ASEAN ini memang sangat luar biasa dan patut untuk dikunjungi. Dengan koleksi-koleksi berharga dan arsitektur yang ikonik, museum-museum ini menjadi destinasi wisata yang populer dan sarana edukasi yang efektif. Mari kita lestarikan dan kembangkan museum-museum ini untuk generasi masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/06/29/10-museum-terbesar-di-setiap-negara-asean-ikonik-dan-megah, without altering the facts of the original article.

WNI Kini Bisa Liburan ke UEA dengan Mudah, Berikut Syarat Terbaru

Warga negara Indonesia (WNI) kini dapat berlibur ke Uni Emirat Arab (UEA) dengan lebih mudah. Otoritas imigrasi UEA resmi memperluas program izin masuk kunjungan berdurasi 14 hari dengan persetujuan awal (pre-approved) bagi penumpang maskapai Emirates, termasuk bagi pemegang paspor Indonesia.

Kebijakan Terbaru untuk WNI

Kebijakan yang diumumkan pada Rabu (1/7/2026) ini memungkinkan wisatawan yang memenuhi syarat memperoleh izin masuk lebih mudah sebelum keberangkatan. Program hanya berlaku bagi penumpang yang terbang ke Dubai menggunakan maskapai Emirates serta memiliki tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan Emirates yang telah dikonfirmasi.

Syarat dan Proses Pengajuan

Untuk memanfaatkan fasilitas ini, WNI wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Proses pengajuan izin masuk akan difasilitasi oleh VFS Global melalui platform Dubai Visa Processing Centre (DVPC). Sistem daring tersebut dirancang untuk mempercepat dan mempermudah proses permohonan visa bagi wisatawan yang memenuhi syarat.

MENGAPA & DAMPAK

Mengapa Kebijakan Ini Penting?

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya UEA menyederhanakan prosedur masuk bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata dan bisnis global. Dengan demikian, UEA berharap dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke negara tersebut.

Dampak ke Depan

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan menuju UEA. Melalui kemitraan jangka panjang dengan Emirates dan kapabilitas digital VFS Global, proses pengajuan visa yang lebih cepat dan lancar dapat meningkatkan kepuasan wisatawan. Dampaknya, UEA dapat meningkatkan pendapatannya dari sektor pariwisata.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski kebijakan ini dapat memudahkan WNI untuk berlibur ke UEA, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. WNI harus memastikan bahwa mereka memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan melakukan pengajuan izin masuk dengan benar. Dengan demikian, mereka dapat menikmati liburan yang lancar dan menyenangkan di UEA.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260701135740-33-747150/liburan-ke-uea-kini-makin-mudah-cek-syaratnya-untuk-wni, without altering the facts of the original article.

Jembatan Kaca Bromo Seruni Point Resmi Dibuka, Berapa Harga Tiket Masuknya?

Jembatan Kaca Bromo Seruni Point resmi dibuka untuk umum pada Sabtu, 27 Juni 2026, setelah melalui tahap pre-launching di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Kabupaten Probolinggo membuka akses wisata baru ini untuk masyarakat umum sebelum pelaksanaan grand launching pada akhir Juli 2026. Jembatan kaca pertama di Indonesia yang dibangun di kawasan pegunungan ini memiliki panjang sekitar 130 meter dan membentang di atas jurang dengan kedalaman mencapai 83 meter.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pengelola menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp 55 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 110 ribu bagi wisatawan mancanegara. Wisatawan yang ingin menikmati wahana tersebut saat ini sudah dapat berkunjung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi destinasi wisata baru yang menawarkan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dalam satu kawasan.

Apa yang Terjadi Sebelumnya

Sebelum dibuka untuk umum, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimka Sukapura melakukan pemeriksaan kelayakan fasilitas. Pemeriksaan mencakup aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesiapan operasional. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi mengatakan, konstruksi jembatan tersebut dirancang bisa beroperasi hingga 50 tahun.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pemerintah berharap keberadaan wahana tersebut mampu menambah daya tarik wisata, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kabupaten Probolinggo. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menyambut pembukaan tahap awal operasional tersebut. Ia berharap, kehadiran jembatan kaca mampu meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pintu masuk Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo. Peningkatan kunjungan wisatawan dapat berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

General Manager The Lawu Group Achmad Ridho memastikan pengelola akan menjalankan operasional Jembatan Kaca Bromo Seruni Point dengan mengutamakan keselamatan pengunjung. Pihaknya bersama tenaga ahli akan melakukan inspeksi dan pemeliharaan rutin untuk memastikan fasilitas tetap sesuai standar. Dengan demikian, destinasi wisata ini diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar Bromo.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8090041/jembatan-kaca-bromo-seruni-point-resmi-dibuka-catat-harga-tiket-masuknya, without altering the facts of the original article.

5 Fakta Unik Zamzam Tower Makkah, Lebih dari Sekedar Jam Raksasa

Makkah Royal Clock Tower, atau yang lebih dikenal sebagai Zamzam Tower, merupakan salah satu bangunan yang paling mudah dikenali di sekitar Masjidil Haram, Makkah. Menara yang menjulang di belakang Ka’bah ini hampir selalu terlihat dari berbagai sudut Kota Makkah, baik pada siang maupun malam hari. Zamzam Tower menyimpan banyak fakta menarik dari sisi sains, arsitektur, hingga astronomi. Makkah Royal Clock Tower merupakan bagian dari kompleks Abraj Al Bait yang berdiri tepat di samping Masjidil Haram.

Desain dan Fungsi

Menara ini memiliki empat muka jam berukuran raksasa yang dapat dilihat dari berbagai penjuru Kota Makkah. Namun, ruang di balik empat muka jam tersebut ternyata bukan ruang kosong. Di dalamnya terdapat museum yang mengulas sejarah pembangunan menara, perkembangan ilmu penentuan waktu dalam peradaban Islam, hingga perjalanan ilmu falak. Museum ini tersebar di beberapa lantai yang dapat dikunjungi pengunjung.

Di bagian atasnya terdapat balkon observasi yang menawarkan panorama Kota Makkah dari ketinggian. Tak hanya museum, Zamzam Tower juga memiliki Makkah Time Institute dan Lunar Center, pusat kajian yang berkaitan dengan astronomi dan penentuan waktu. Di fasilitas ini terdapat observatorium yang dilengkapi teleskop untuk melakukan pengamatan hilal, yaitu bulan sabit muda yang menjadi penanda awal bulan dalam kalender Hijriah.

Momen Penentu di Menit Akhir

Keberadaan observatorium tersebut menunjukkan bahwa fungsi Zamzam Tower tidak hanya sebagai landmark, tetapi juga mendukung kajian ilmiah mengenai astronomi Islam. Dari sisi teknik sipil, pembangunan menara ini juga memiliki cerita tersendiri. Menurut informasi, struktur bangunan awalnya tidak dirancang sebagai menara jam raksasa. Ide memasang mahkota jam muncul ketika proses pembangunan sudah berjalan.

Kondisi ini membuat para insinyur harus mendesain ulang bagian atas bangunan tanpa mengubah struktur utama yang sudah berdiri. Solusinya adalah menggunakan konstruksi yang lebih ringan sehingga tambahan beban tetap dapat ditopang dengan aman. Hasilnya adalah bangunan setinggi lebih dari 600 meter yang kini menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia sekaligus ikon Kota Makkah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Fakta menarik lainnya terdapat pada bagian muka jam. Permukaan jam dihiasi jutaan keping mosaik kaca berwarna emas. Material ini bukan sekadar ornamen. Lapisan mosaik dirancang untuk membantu melindungi struktur di bawahnya dari paparan sinar matahari dan suhu ekstrem yang menjadi karakter iklim Makkah. Pemilihan material tersebut menjadi bagian dari rekayasa bangunan agar mampu bertahan dalam kondisi cuaca panas sepanjang tahun.

Setelah menelusuri lebih jauh, terlihat bahwa bangunan yang setiap hari menjadi latar pemandangan Masjidil Haram itu menyimpan fungsi yang jauh lebih kompleks. Di balik fasadnya terdapat perpaduan arsitektur modern, teknik struktur, ilmu material, astronomi, hingga teknologi pengukuran waktu. Dengan demikian, Zamzam Tower tidak hanya menjadi ikon Kota Makkah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kini, Zamzam Tower terus menjadi daya tarik bagi wisatawan dan jemaah yang berkunjung ke Makkah. Dengan keberadaannya, Zamzam Tower diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam bidang astronomi dan pengukuran waktu. Selain itu, Zamzam Tower juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/science/d-8551332/fakta-menarik-zamzam-tower-di-makkah-bukan-cuma-jam-raksasa, without altering the facts of the original article.

Olea Ubud by Swiss-Belhotel Resmi Dibuka, Perpaduan Budaya Bali dan Kemewahan

Olea Ubud by Swiss-Belhotel resmi dibuka sebagai sebuah retreat mewah ramah lingkungan yang terinspirasi oleh keindahan alam dan kekayaan warisan budaya Ubud. Berlokasi di salah satu destinasi wisata paling diminati di Bali, hotel ini menawarkan konsep hospitality modern yang mengedepankan privasi, kenyamanan, wellness, serta koneksi yang bermakna dengan alam dan budaya. Olea Ubud by Swiss-Belhotel merupakan properti kedua yang beroperasi di bawah brand MĀUA di Bali, memperkuat komitmen Swiss-Belhotel International dalam mengembangkan portofolio premium di destinasi-destinasi unggulan.

Momen Penentu di Dunia Perhotelan Bali

Swiss-Belhotel International memperkuat kehadirannya di segmen perhotelan premium di Bali dengan pengembangan portofolio brand MĀUA by Swiss-Belhotel. Soft opening MĀUA Olea Ubud by Swiss-Belhotel menjadi pencapaian penting bagi brand MĀUA by Swiss-Belhotel di Bali, sekaligus mencerminkan komitmen Swiss-Belhotel International dalam menghadirkan destinasi perhotelan yang memadukan standar operasional internasional dengan pengalaman lokal yang autentik.

Apa yang Membuat Olea Ubud Istimewa?

Olea Ubud by Swiss-Belhotel memadukan semangat Māori dengan filosofi hidup masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Properti ini hadir sebagai sebuah santuari yang dibentuk oleh kekayaan budaya serta didukung oleh hubungan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antara pemilik properti dan Swiss-Belhotel International. Chairman dan President Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull, mengungkapkan visinya mengenai filosofi yang mendasari brand MĀUA by Swiss-Belhotel, yang merayakan semangat Māori yang menjunjung koneksi, rasa hormat, dan kebersamaan.

Mengapa Olea Ubud Penting?

Kehadiran Olea Ubud by Swiss-Belhotel menjawab tingginya minat terhadap pengalaman hospitality premium di Bali, khususnya di destinasi yang berfokus pada wellness, budaya, dan wisata alam. Properti ini menawarkan pilihan suite dan vila pribadi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk Kōwhai Restaurant dan Pounamu Spa. Para tamu juga dapat menikmati berbagai pengalaman yang dipersonalisasi, program wellness, serta aktivitas berbasis destinasi yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan sekaligus mendukung perjalanan yang lebih mindful dan bermakna.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Olea Ubud by Swiss-Belhotel diharapkan dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang unik dan bermakna. Dengan komitmen Swiss-Belhotel International dalam menghadirkan destinasi perhotelan yang memadukan standar operasional internasional dengan pengalaman lokal yang autentik, Olea Ubud by Swiss-Belhotel siap menjadi salah satu pemain utama di industri perhotelan Bali. Ke depan, Olea Ubud by Swiss-Belhotel diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitasnya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260626163016-33-746045/padukan-budaya-bali-mua-olea-ubud-by-swiss-belhotel-resmi-dibuka, without altering the facts of the original article.

Yogyakarta: Surga Penginapan untuk Bisnis dan Liburan

Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan untuk bisnis dan liburan. Salah satu bukti nyata adalah hadirnya Swiss-Belboutique Yogyakarta, sebuah hotel yang menawarkan perpaduan sempurna antara kenyamanan modern dan keindahan budaya tradisional Jawa. Terletak di tengah kota Yogyakarta, hotel ini menjadi pilihan ideal bagi para wisatawan yang mencari akomodasi yang nyaman dan strategis. Dengan berbagai tipe kamar yang dapat dipilih, mulai dari Deluxe Room hingga Executive Suite, Swiss-Belboutique Yogyakarta menawarkan pengalaman menginap yang tak terlupakan.

Desain dan Fasilitas Unggul

Swiss-Belboutique Yogyakarta menawarkan 5 tipe kamar yang dapat dipilih berdasarkan preferensi para tamu. Dimulai dari tipe Deluxe Room dengan ukuran 26 meter persegi, tamu dapat memilih untuk queen size ataupun twin bed. Selanjutnya adalah Grand Deluxe, kamar dengan ukuran 32 meter persegi ini menawarkan pilihan city view atau mountain Merapi view. Untuk kamar dengan living room yang tergabung serta kamar mandi dengan bathtub, Business Suite hadir dengan ukuran 65 meter persegi. Sedangkan untuk keluarga yang membutuhkan 2 kamar dalam 1 area, Family Suite dengan ukuran 78 meter persegi memiliki living room, mini pantry, 1 kamar dengan queen size bed, 1 kamar dengan twin bed, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi tersendiri. Tipe paling atas dari hotel ini adalah Executive Suite dengan ukuran 100 meter persegi yang dilengkapi dengan separated living room, dining room, 1 queen size bed room, toilet, dan kamar mandi dengan bathub.

Fasilitas Eksklusif untuk Kenyamanan Tamu

Selain menawarkan berbagai tipe kamar, Swiss-Belboutique Yogyakarta juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas eksklusif yang meningkatkan kenyamanan tamu. Salah satunya adalah Segaran, sebuah area yang menampilkan 2 patung merak megah dikelilingi dengan dekorasi yang elegan. Area ini juga dilengkapi dengan beberapa sofa yang bisa digunakan bagi tamu untuk bersantai. Fasilitas umum lainnya adalah B&B Kids Club yang dilengkapi dengan permainan edukatif, infinity pool, Kahyangan Lounge yang terletak di lantai 6 untuk para tamu yang menginap di tipe kamar Grand Deluxe sampai Executive Suite, Chadis Rooftop Bar yang menawarkan pemandangan kota Yogyakarta dari lantai 10, Gendhis Lounge yang menghadirkan berbagai pilihan pastry dan kopi premium, Swiss-Cafe TM Restaurant sebagai all day dining restaurant, serta gym yang bersebelahan dengan Tamansari Puspa.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran Swiss-Belboutique Yogyakarta di Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan kualitas pariwisata di kota tersebut. Dengan menawarkan perpaduan antara kenyamanan modern dan keindahan budaya tradisional Jawa, hotel ini menjadi pilihan ideal bagi para wisatawan yang mencari pengalaman menginap yang tak terlupakan. Selain itu, fasilitas eksklusif yang ditawarkan juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan tamu dan membuat mereka ingin kembali mengunjungi Yogyakarta.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah hadir dengan berbagai fasilitas unggul, Swiss-Belboutique Yogyakarta masih harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan. Dengan terus meningkatkan kualitas dan memperbarui fasilitas, diharapkan hotel ini dapat terus menjadi pilihan ideal bagi para wisatawan yang mencari pengalaman menginap yang tak terlupakan di Yogyakarta.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260626190019-33-746111/ini-tempat-ideal-penginapan-untuk-bisnis-liburan-di-yogyakarta, without altering the facts of the original article.

Istano Basa Pagaruyuang ‘Menghidupkan’ Festival Minangkabau, Ini Yang Ditawarkan

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada hari pertama festival, peserta dari berbagai nagari (desa) di Sumatera Barat berkumpul di Istano Basa Pagaruyuang untuk menampilkan berbagai atraksi budaya. Mereka berbaris menyambut tamu dengan memakai pakaian adat Minangkabau yang indah. Selain itu, pemain gandang tambua juga menampilkan aksinya dengan memainkan musik tradisional Minangkabau. Pawai budaya menjadi salah satu acara utama festival ini. Ratusan peserta dari berbagai nagari ikut serta dalam ajang ini. Mereka berjalan kaki sambil memainkan musik tradisional dan menampilkan tarian kolosal.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Festival Minangkabau ini menjadi ajang yang penting bagi masyarakat Minangkabau untuk melestarikan budaya mereka. Dengan adanya festival ini, diharapkan budaya Minangkabau dapat terus hidup dan berkembang. Istano Basa Pagaruyuang dipilih sebagai lokasi festival karena merupakan salah satu situs budaya yang paling penting di Sumatera Barat. Istano Basa Pagaruyuang merupakan istana adat yang dibangun pada abad ke-19 dan menjadi simbol kejayaan Kerajaan Pagaruyuang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan adanya Festival Minangkabau, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata di Sumatera Barat dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Festival Minangkabau juga menjadi ajang yang tepat bagi masyarakat Minangkabau untuk memperkenalkan budaya mereka kepada masyarakat luas. Dengan adanya festival ini, diharapkan budaya Minangkabau dapat terus hidup dan berkembang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam melestarikan budaya Minangkabau. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya. Dengan adanya Festival Minangkabau, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam melestarikan budaya Minangkabau. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/foto/5622637/festival-minangkabau-di-istano-basa-pagaruyuang, without altering the facts of the original article.

Melihat Sisi Lain Glodok, Chinatown Terbesar di Indonesia yang Berakar dari Sejarah Kolonial Belanda

Kawasan pecinan Glodok di Tamansari, Jakarta Barat, merupakan salah satu destinasi yang paling ikonik di Indonesia. Sebagai Chinatown terbesar di negara ini, Glodok menyimpan narasi sejarah yang panjang dan berakar dari kebijakan tata kota era kolonial Belanda. Kawasan ini tidak hanya terkenal dengan aroma dupa, arsitektur kelenteng tua, dan hiruk-pikuk perdagangan yang khas, tetapi juga sebagai ruang sejarah yang memperlihatkan bagaimana masyarakat Tionghoa beradaptasi dan membangun kehidupan di Jakarta.

Sejarah Panjang Glodok

Co-Founder SANA Kenal Kota Abimantra Pradhana menceritakan bahwa sejarah Glodok tidak dapat dilepaskan dari perkembangan Batavia pada masa pemerintahan VOC. Menurutnya, kawasan ini menjadi titik penting dalam perjalanan komunitas Tionghoa di Jakarta dan menjadi ruang pertemuan berbagai budaya yang kemudian melahirkan identitas khas kota. “Glodok bukan hanya kawasan perdagangan, ia adalah ruang sejarah yang memperlihatkan bagaimana masyarakat Tionghoa beradaptasi, membangun kehidupan, dan berinteraksi dengan masyarakat lokal selama ratusan tahun,” ujar Abimantra.

Abimantra menambahkan bahwa Glodok mulai dikenal sebagai pecinan setelah pemerintah kolonial Belanda menetapkan wilayah tersebut sebagai area permukiman bagi etnis Tionghoa pada abad ke-18. Kebijakan itu muncul setelah peristiwa besar yang melibatkan komunitas tersebut di Batavia pada tahun 1740. Sejak saat itu, Glodok berkembang menjadi pusat perdagangan, permukiman, serta aktivitas sosial dan budaya masyarakat Tionghoa.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pemilihan Glodok sebagai pemukiman baru bukan tanpa alasan. Kawasan ini ternyata dilewati oleh aliran sungai dan kanal yang menjadi urat nadi transportasi logistik. “Saat itu Glodok dekat dengan jalur air yang memudahkan masyarakat Tionghoa untuk melakukan aktivitas bongkar muat barang. Saat terjadi isolasi komunitas tersebut membangun ekosistem perdagangan mandiri yang kuat, mulai dari pasar tradisional, toko obat herbal, hingga kuliner,” paparnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Abimantra menyebut kawasan Glodok adalah laboratorium visual yang hidup. Di sini, arsitektur hibrida yang memadukan gaya Tionghoa Selatan dan kolonial masih bisa dijumpai di gang-gang sempitnya, seperti di kawasan Petak Sembilan dan Gang Gloria. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya melihat Glodok sebagai pusat belanja elektronik atau destinasi kuliner semata, melainkan sebagai bagian penting dari mosaik identitas Jakarta.

Ia menilai bahwa kawasan ini merupakan warisan hidup yang masih menjalankan fungsi sosial, budaya, dan ekonomi hingga sekarang. “Glodok mengajarkan bahwa Jakarta dibangun oleh banyak kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda. Sejarah kawasan ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah bagian penting dari identitas kota,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam kesempatan yang sama, Head of Marketing Gojek Marsela Renata mengungkapkan bahwa tren terkini wisatawan nusantara yang semakin banyak memilih perjalanan jarak dekat dengan durasi singkat, rata-rata selama tiga malam. Didukung infrastruktur transportasi yang semakin terhubung, masyarakat semakin mudah mengeksplorasi destinasi yang berada di dalam maupun sekitar kota tempat mereka tinggal.

Terbaru di Gojek, mereka menghadirkan “Jalan Jajan”, yaitu merupakan kumpulan rekomendasi destinasi wisata dan kuliner yang telah dikurasi di aplikasi Gojek. Pelanggan dapat langsung terhubung ke layanan GoRide dan GoCar untuk mengunjungi destinasi pilihan maupun memesan rekomendasi kuliner melalui GoFood, sehingga pengalaman berlibur menjadi lebih praktis dan nyaman.

Melalui program tersebut, Gojek ingin membantu masyarakat menikmati liburan dengan lebih praktis, berkesan, dan relevan dengan tren perjalanan saat ini. Dengan demikian, Glodok sebagai salah satu destinasi wisata ikonik di Jakarta dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas kota.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260625221014-33-745824/kisah-glodok-chinatown-terbesar-ri-yang-berakar-dari-kolonial-belanda, without altering the facts of the original article.