Serikat Buruh Geruduk Ojol, Tolak Keras Penetapan sebagai UMKM

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menolak rencana pengemudi ojek online (ojol), taksi online (taksol), dan kurir kargo dikategorikan sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketua SPAI Lily Pujiati menegaskan hubungan antara pengemudi dan perusahaan platform merupakan hubungan kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Penolakan ini didasarkan karena hubungan pengemudi ojol dengan perusahaan aplikasi atau platform adalah hubungan kerja.

Apa yang Terjadi?

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan pemerintah akan mengategorikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro transportasi online. Dengan status tersebut, para driver berhak memperoleh berbagai insentif dan fasilitas yang selama ini diberikan kepada pelaku UMKM, termasuk akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lily Pujiati menyatakan bahwa unsur pekerjaan, upah, dan perintah telah ada dalam aplikasi pengemudi ojol. “Unsur pekerjaan berupa pengantaran penumpang, barang dan makanan. Unsur upah adalah dalam bentuk pendapatan yang diperoleh dari setiap order yang diselesaikan. Unsur perintah dalam bentuk suspend dan putus mitra bila order tidak dijalankan pengemudi ojol,” ujar Lily.

Mengapa dan Dampak

Menurut Lily, pengemudi ojol, taksol, dan kurir kargo bukanlah UMKM karena mereka memiliki hubungan kerja dengan perusahaan platform. MENGAPA hal ini penting? Karena jika dikategorikan sebagai UMKM, maka hak-hak pekerja yang seharusnya diterima oleh pengemudi ojol tidak akan terpenuhi. DAMPAK dari pengakuan sebagai pekerja adalah pengemudi ojol dapat memperoleh upah minimum yang layak, jaminan sosial, dan hak-hak lainnya sebagai pekerja. “Hak pekerja yang diabaikan platform selama ini adalah upah minimum (UMP), jam kerja 8 jam, THR, upah lembur, cuti haid dan melahirkan, dukungan pekerja disabilitas, jaminan sosial, membentuk serikat pekerja, perundingan dan perjanjian kerja bersama,” tegasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk itu, SPAI mendorong pemerintah untuk segera ratifikasi Konvensi ILO 193 Pekerja Platform dan Kementerian Ketenagakerjaan serta Komisi IX DPR untuk memasukkan pengemudi ojol sebagai pekerja dalam revisi UU Ketenagakerjaan yang baru. Dengan demikian, pengemudi ojol, taksol, dan kurir kargo dapat memperoleh hak-hak mereka sebagai pekerja. Pemerintah harus memastikan pelindungan hukum dan terpenuhinya hak pekerja bagi pengemudi ojol, taksol, dan kurir kargo.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260707163440-37-748869/serikat-buruh-tolak-ojol-jadi-umkm-mengaku-tidak-butuh-kur, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Geram, Anggaran Proyek Rp1,7 T Tak Cair, Menteri Ekonomi Diminta Bertanggung Jawab

Presiden RI, Soeharto, geram dengan anggaran proyek Rp1,7 triliun yang tak kunjung dicairkan. Proyek Asahan, hasil kerja sama Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang, menjadi salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya. Soeharto meminta Menteri Ekonomi bertanggung jawab atas keterlambatan pencairan anggaran tersebut.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada 6 Juli 1975, pemerintah Indonesia dan sejumlah perusahaan Jepang menandatangani kesepakatan untuk melaksanakan Proyek Asahan. Proyek ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Jepang untuk membangun industri dan kelistrikan yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan di Sumatera Utara sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memasok kebutuhan pabrik peleburan aluminium.

Soeharto menunjuk orang kepercayaannya, A.R. Soehoed, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan untuk mengawal pelaksanaan proyek tersebut. Namun, setahun setelah kerja sama diteken, proyek justru menghadapi kendala. Anggaran yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah.

Kronologi Keterlambatan

Soehoed berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait, tetapi tak kunjung memperoleh kepastian. Akibat tak menemukan jalan keluar, Soehoed kemudian melaporkan persoalan itu kepada Presiden Soeharto. Sang presiden awalnya meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan para menteri ekonomi. Namun hasilnya tetap nihil.

“Tapi, saya minta sama Menko Ekuin, tidak ditanggap juga. Jadi, akhirnya saya datang lagi pada Pak Harto,” ujar Soehoed seperti dituturkan ulang kepada Tjipta Lesmana dalam buku Dari Soekarno sampai SBY: Intrik & Lobi Politik Para Penguasa (2008).

Reaksi Presiden Soeharto

Mendengar laporan tersebut, Soeharto kembali memastikan apakah berbagai upaya benar-benar sudah dilakukan. “Kita berusaha saja enggak berhasil,” jawab Soehoed. Menurut penuturannya, wajah Soeharto seketika berubah merah. Presiden hanya memberi jawaban singkat dan meminta Soehoed datang kembali ke kediamannya di Jalan Cendana pada sore hari.

Saat tiba di Cendana, Soehoed mendapati dirinya tidak sendirian. Di ruangan itu telah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena menganggap mereka tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Proyek Asahan merupakan salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya, dengan nilai mencapai 411 miliar yen atau sekitar Rp1,7 triliun. Keterlambatan pencairan anggaran proyek tersebut dapat berdampak pada kemajuan industri nasional. Oleh karena itu, Menteri Ekonomi diminta bertanggung jawab atas keterlambatan tersebut.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dan pihak terkait dalam melaksanakan proyek besar. Dengan demikian, proyek-proyek besar di masa depan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Setelah hampir satu dekade dikerjakan, Soeharto meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984. Kerja sama Indonesia dengan konsorsium perusahaan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013. Sejak saat itu, kepemilikan Proyek Asahan sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).

Kini, pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman dari Proyek Asahan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek-proyek besar di masa depan. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju dan berkembang menjadi negara yang lebih kuat dan sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706100817-25-748288/anggaran-proyek-rp17-t-tak-cair-presiden-ri-marahi-menteri-ekonomi, without altering the facts of the original article.

RS Daerah Teriak Belum Dibayar, Banggar Usul Skema Anggaran BPJS Direvisi

RS daerah di Indonesia masih menghadapi masalah keterlambatan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan. Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa rumah sakit di daerah-daerah mulai mengeluh karena belum dibayar oleh BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, Banggar DPR RI mengusulkan skema pergeseran anggaran di sisi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga (BA K/L) untuk mengatasi keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan kepada rumah sakit di daerah.

Masalah Keterlambatan Pembayaran Klaim

Keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan sudah menjadi keluhan berulang dari fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah. Said Abdullah mengatakan bahwa kondisi saat ini diakui oleh rumah sakit di daerah-daerah yang mulai teriak-teriak karena belum dibayar oleh BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, Banggar DPR RI mengusulkan opsi realokasi anggaran untuk membantu BPJS Kesehatan membayar klaim rumah sakit tepat waktu.

Said Abdullah memberikan contoh realokasi anggaran kepada pemerintah. “Kalau memang di program, di anggaran ada katakanlah Rp10 triliun di Kementerian Kesehatan, itu bisa ditarik ke BA, nantinya disalurkan pemerintah kepada BPJS sebesar Rp10 triliun. Setidaknya BPJS kita bisa leluasa untuk membayar telat bayar kepada rumah sakit-rumah sakit di daerah,” kata Said.

Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Masalah

Pemerintah telah mengusulkan pergeseran anggaran dari BA BUN ke BA K/L dan/atau sebaliknya dalam rangka memperkuat jaminan sosial di bidang kesehatan serta kapasitas K/L untuk melaksanakan tugas pokok dan layanan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui bahwa pemerintah telah mengajukan usulan kepada Banggar DPR untuk melakukan penyesuaian anggaran tahun ini.

Purbaya mengatakan bahwa usulan ini sudah disampaikan dalam surat khusus yang ditujukan kepada pimpinan Banggar. “Pemerintah memang telah mengusulkan pergeseran anggaran dari BA BUN ke BA K/L dan/atau sebaliknya dalam rangka memperkuat jaminan sosial di bidang kesehatan serta kapasitas K/L untuk melaksanakan tugas pokok dan layanan,” kata Purbaya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Masalah keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan memiliki dampak yang signifikan bagi rumah sakit di daerah-daerah. Jika tidak segera diatasi, maka akan berpotensi memicu risiko gagal bayar klaim pada Juli 2027. Oleh karena itu, upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini sangat penting.

Ketersediaan anggaran yang cukup untuk membayar klaim rumah sakit tepat waktu sangat penting untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di daerah-daerah. Dengan demikian, pemerintah harus dapat memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk BPJS Kesehatan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masalah keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan masih harus diatasi dengan serius. Pemerintah dan DPR harus bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif dan efisien. Dengan demikian, rumah sakit di daerah-daerah dapat menjalankan layanan kesehatan dengan baik dan masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas.

Dalam jangka panjang, pemerintah harus dapat memastikan bahwa sistem jaminan kesehatan nasional dapat berjalan dengan baik dan efektif. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260708053351-4-748970/rs-daerah-teriak-belum-dibayar-bpjs-banggar-usul-ubah-skema-anggaran, without altering the facts of the original article.

Purbaya dan Said Iqbal Bertemu, Nasib Pajak JHT Bakal Ditetapkan Hari Ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal pada hari ini, Rabu (8/7/2026). Pertemuan yang akan diadakan pada pukul 11.45 WIB di Gedung Juanda I, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, diharapkan dapat membahas usulan buruh dan masyarakat terkait pembangunan pajak JHT menjadi 0%. Pajak JHT menjadi topik yang sangat penting dalam pertemuan ini.

Fokus pada Pajak JHT

Pertemuan antara Purbaya dan Said Iqbal ini merupakan langkah penting dalam menentukan nasib pajak JHT. Said Iqbal sebelumnya mengaku sulit bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya untuk membicarakan pajak JHT. Dia mengaku sudah dua atau tiga kali meminta bertemu, tetapi tidak mendapatkan respons. Kali ini, Purbaya menjawab permintaan tersebut dan akan membahas pajak JHT secara langsung.

Apa yang Terjadi?

Kahar S Cahyono, Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, mengungkapkan bahwa pertemuan akan diadakan pada pukul 11.45 WIB di Gedung Juanda I, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Agenda pertemuan diskusi tentang usulan buruh dan masyarakat terkait pembangunan pajak JHT menjadi 0%. Said sebelumnya meminta pemerintah menghapus pajak atas pencairan JHT dan pesangon, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

Mengapa dan Dampak

JHT merupakan tabungan pekerja yang bersumber dari penghasilan yang sebelumnya sudah dikenai pajak sehingga tidak seharusnya kena pajak lagi saat pencairan. Pajak berlapis dinilai memberatkan. Said Iqbal menegaskan bahwa pesangon pendapatan terakhir buruh dan pekerja. Ketika mereka kehilangan pendapatan, masa masih dipajakin lagi. Termasuk JHT, JHT itu ketika kita menerima upah, kan sudah dipotong pajak PPH 21. Setelah itu kita bayar iuran, masa iuran kita yang sudah dipajakin kena pajak lagi. Ini kan berarti double pajak. Dampaknya, penghapusan pajak JHT dapat meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertemuan antara Purbaya dan Said Iqbal hari ini diharapkan dapat menjadi titik awal dalam menyelesaikan permasalahan pajak JHT. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah dan buruh harus bekerja sama untuk mencari solusi yang adil dan bermanfaat bagi semua pihak. Keputusan yang diambil hari ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan buruh dan pekerja di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260708075443-4-748979/purbaya-bakal-ketemu-said-iqbal-siang-ini-bahas-nasib-pajak-jht, without altering the facts of the original article.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Kini Punya Studio Lukis Pesawat Terbaru

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, kini memiliki studio lukis pesawat terbaru yang dioperasikan oleh FL Technics Indonesia. Fasilitas ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kapabilitas layanan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) terintegrasi FL Technics Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Studio lukis pesawat ini dapat menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi penerbangan.

Fasilitas Pengecatan Pesawat yang Strategis

FL Technics Indonesia baru saja membuka aircraft painting booth terbaru di fasilitasnya yang berlokasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada akhir Juni 2026. Layanan tersebut dinyatakan sebagai tonggak penting dalam memperkuat kapabilitas layanan MRO terintegrasi FL Technics Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pada 30 Juni 2026, hanya beberapa hari setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi, FL Technics Indonesia menyambut pelanggan pertamanya, Skyway Airlines, maskapai kargo asal Filipina yang mengoperasikan armada Boeing 737-400F.

Proyek perdana ini mencakup pengecatan livery untuk pesawat ketiga Skyway Airlines, yang selanjutnya diterbangkan menuju Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli 2026. “Kehadiran aircraft painting booth khusus di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan MRO yang semakin komprehensif di kawasan ini,” ujar Martynas Grigas, Chairman FL Technics Indonesia.

Meningkatkan Kapabilitas MRO di Asia Tenggara

Studio lukis pesawat terbaru itu melengkapi kapabilitas MRO FL Technics Indonesia yang saat ini beroperasi melalui dua fasilitas utama, yakni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kedua fasilitas tersebut telah mengantongi lebih dari 20 sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil dan didukung lebih dari 700 tenaga ahli aviasi.

Dibangun sesuai standar industri internasional, fasilitas pengecatan di Bali dirancang untuk menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi penerbangan. Lokasinya yang strategis juga memungkinkan maskapai di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara memperoleh layanan pengecatan tanpa perlu melakukan ferry flight jarak jauh atau mengirim pesawat ke fasilitas MRO di luar negeri.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Peresmian fasilitas ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan MRO di Asia Tenggara. Lamanya waktu pengiriman pesawat baru mendorong operator untuk memperpanjang masa operasional armada yang ada melalui layanan pemeliharaan dan perawatan, termasuk pengecatan ulang livery untuk mendukung proses rebranding, transisi wet lease, maupun program return-to-service.

Bagi operator kargo, keberadaan fasilitas pengecatan yang lebih dekat dengan basis operasional juga membantu mengurangi waktu henti pesawat sekaligus menekan biaya ferry flight. Dengan demikian, FL Technics Indonesia dapat meningkatkan efesiensi dan produktivitas layanan MRO di kawasan Asia Tenggara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa bulan ke depan, FL Technics Indonesia telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya, sekaligus menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara yang membutuhkan layanan ini. Dengan studio lukis pesawat terbaru ini, FL Technics Indonesia dapat meningkatkan kapabilitas layanan MRO dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan MRO terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia juga memperkenalkan livery khusus menyambut HUT ke-80 RI untuk pesawat Beoing 737-800 NG. Badan pesawat tersebut dilukis manual oleh pelukis muda berbakat dan juga selebgram, Erika Richardo, dibantu timnya di Hanggar 2, GMF, Bandara Soekarno Hatta, Jumat, 15 Agustus 2025.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8241378/ada-studio-lukis-pesawat-baru-di-bandara-internasional-i-gusti-ngurah-rai-bali, without altering the facts of the original article.

Proyek Rp1,7 T Mandek, Presiden RI Geram dan Marahi Menteri Ekonomi

Proyek Asahan, salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya, sempat mangkrak akibat anggaran yang tak kunjung dicairkan. Presiden ke-2 RI, Soeharto, geram dan memarahi seluruh jajaran menteri ekonomi karena proyek ini yang memiliki nilai mencapai Rp1,7 triliun atau 411 miliar yen. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang yang ditandatangani pada 6 Juli 1975.

Momen Penentu di Menit Akhir

Soeharto menunjuk orang kepercayaannya, A.R. Soehoed, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan untuk mengawal pelaksanaannya. Namun, setahun setelah kerja sama diteken, proyek justru menghadapi kendala. Anggaran yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah. Soehoed berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait, tetapi tak kunjung memperoleh kepastian.

Akibat tak menemukan jalan keluar, Soehoed kemudian melaporkan persoalan itu kepada Presiden Soeharto. Sang presiden awalnya meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan para menteri ekonomi. Namun hasilnya tetap nihil. Soehoed kembali melaporkan persoalan tersebut kepada Soeharto, yang kemudian meminta Soehoed datang kembali ke kediamannya di Jalan Cendana pada sore hari.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Saat tiba di Cendana, Soehoed mendapati dirinya tidak sendirian. Di ruangan itu telah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena menganggap mereka tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional.

Menurut Soehoed, suasana ruangan langsung berubah tegang. Tak seorang pun berani menatap wajah presiden. Soeharto menegaskan bahwa Proyek Asahan ini penting sekali dan perlu ditunjang dengan anggaran yang cukup. Setelah pertemuan itu, anggaran untuk Proyek Asahan akhirnya mulai mengalir sehingga pembangunan dapat kembali dilanjutkan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Proyek Asahan merupakan salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya, dengan nilai mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini memiliki dampak besar bagi masa depan industri nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan energi dan pengembangan industri aluminium. Dengan peresmian Proyek Asahan pada 6 November 1984, Soeharto menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan industri nasional.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan para menteri terkait dalam pelaksanaan proyek-proyek besar. Kegagalan dalam koordinasi dapat menyebabkan keterlambatan dan pemborosan anggaran, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada perekonomian negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Setelah hampir satu dekade dikerjakan, Proyek Asahan akhirnya dapat diselesaikan dan diresmikan oleh Soeharto. Kerja sama Indonesia dengan konsorsium perusahaan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013, dan sejak saat itu, kepemilikan Proyek Asahan sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Kedepan, pemerintah diharapkan dapat terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan proyek-proyek besar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan anggaran negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706100817-25-748288/anggaran-proyek-rp17-t-tak-cair-presiden-ri-marahi-menteri-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Dari Pengusaha Kecil Hingga Miliarder, Ini Rahasia Sukses di Gunung Kawi

Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan ziarah yang dipercaya sebagian masyarakat dapat membawa keberuntungan, termasuk dalam urusan usaha. Salah satu pengusaha yang tercatat rutin berkunjung ke tempat tersebut adalah pendiri perusahaan rokok Bentoel, Ong Hok Liong, yang kemudian tumbuh menjadi miliarder. Gunung Kawi dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang dapat membantu meningkatkan kesuksesan usaha. Kisah Ong Hok Liong dan Gunung Kawi menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Momen Penentu di Gunung Kawi

Ong Hok Liong rajin berkunjung ke Gunung Kawi untuk memohon kepada Eyang Jugo dan Iman Soedjono agar bisnisnya sukses. Salah satu kunjungan Ong ke Gunung Kawi pada sekitar 1954 kemudian menjadi kisah yang paling dikenal. Saat berziarah, Ong tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Tanpa ada cerita apapun di mimpinya. Namun, setelah terbangun, dia menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam.

Menurut penuturan sang juru kunci, mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokok yang saat itu belum berkembang. Atas tafsir mimpi tersebut, dia kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dia lihat dalam mimpi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan Ong untuk mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel ternyata membawa dampak besar pada kesuksesan usahanya. Penjualan rokoknya terus meningkat, dan perusahaan juga berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Kisah sukses Ong Hok Liong dan Gunung Kawi menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keberuntungan dan kesuksesan dapat diperoleh melalui keyakinan dan spiritualitas.

Kini, Gunung Kawi masih didatangi banyak peziarah yang berharap memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki. Mereka percaya bahwa kekuatan spiritual yang ada di Gunung Kawi dapat membantu meningkatkan kesuksesan usaha mereka. Oleh karena itu, Gunung Kawi tetap menjadi salah satu tujuan ziarah yang populer di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipu telah menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, namun perjalanan bisnis Ong Hok Liong tidak berhenti di situ. Perusahaan rokok Bentoel kemudian diakuisisi oleh British American Tobacco pada 2009. Namun, kisah sukses Ong Hok Liong dan Gunung Kawi tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keberuntungan dan kesuksesan dapat diperoleh melalui keyakinan dan spiritualitas.

Kini, kita dapat belajar dari kisah Ong Hok Liong bahwa kesuksesan tidak hanya diperoleh melalui kerja keras, namun juga melalui keyakinan dan spiritualitas. Gunung Kawi tetap menjadi salah satu tujuan ziarah yang populer di Indonesia, dan kisah sukses Ong Hok Liong akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.

Misteri Fenomena Aneh di Gunung Kawi Terungkap, Orang Belanda Kaget

Gunung Kawi, sebuah destinasi wisata spiritual yang terkenal di Indonesia, ternyata telah menjadi perhatian masyarakat internasional sejak abad ke-19. Misteri fenomena aneh yang terjadi di gunung ini pada tahun 1884 akhirnya terungkap, memberikan gambaran tentang bagaimana kejadian tersebut dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang berharga. Orang Belanda yang menyaksikan langsung kejadian tersebut pada tengah malam 3-4 Januari 1884, mengaku melihat fenomena tak masuk akal yang belum pernah dilihatnya sepanjang hidup.

Momen Penentu di Malam Itu

Pada malam itu, warga Belanda yang melakukan pengamatan dari jauh terhadap Gunung Kawi, tiba-tiba mendengar suara gemuruh samar dari arah gunung. Suaranya seperti aliran air sungai, tetapi perlahan terasa berbeda. Merasa penasaran, dia terus mengamati Gunung Kawi dan melihat lapisan kabut keabu-abuan membentang di atas gunung. Awalnya dia mengira yang terlihat hanyalah kilatan petir. Namun, beberapa saat kemudian muncul pemandangan yang menurutnya jauh lebih mengagetkan.

Gunung di hadapannya tampak seolah berdiri dalam “kolom api” dengan puluhan berkas cahaya yang memancar ke langit. Dia mengaku melihat sekitar 50 berkas cahaya menyebar dari satu titik ke berbagai arah. Menurutnya, fenomena itu berbeda dengan sambaran petir. Cahaya tersebut bertahan lebih dari 30 detik tanpa memudar, membuatnya yakin bahwa cahaya itu bukan petir.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kejadian tersebut memiliki beberapa fakta yang membuatnya berbeda dari fenomena alam lainnya. Pertama, keberadaan “kolom api” yang mengelilingi gunung, membuat warga Belanda tersebut takjub. Kedua, munculnya sekitar 50 berkas cahaya yang menyebar secara bersamaan dari titik pusat ke puncak gunung. Ketiga, percikan-percikan api besar yang berkedip di langit sekitar Gunung Kawi, membuatnya mirip dengan pertunjukan kembang api raksasa.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kesaksian warga Belanda tersebut menjadi salah satu dokumentasi langka mengenai fenomena alam yang pernah diamati di Gunung Kawi. Meskipun penyebab pasti dari kejadian tersebut masih belum diketahui, catatan itu menunjukkan bagaimana gunung yang kini identik dengan wisata spiritual dan kisah-kisah mistis pernah menghadirkan pemandangan yang membuat seorang pengamat Belanda tak mampu menemukan penjelasan. Kejadian tersebut juga memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat internasional telah memperhatikan Gunung Kawi sejak abad ke-19.

Dengan demikian, misteri fenomena aneh di Gunung Kawi yang terjadi pada tahun 1884, dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang berharga. Kejadian tersebut juga dapat menjadi pengingat tentang bagaimana masyarakat harus terus memperhatikan dan mempelajari fenomena alam yang terjadi di sekitar kita.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah terjadi lebih dari seabad yang lalu, kejadian tersebut masih dapat memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat harus terus memperhatikan dan mempelajari fenomena alam. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih akurat tentang kejadian tersebut. Namun, kejadian tersebut juga dapat menjadi pengingat tentang bagaimana masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang alam dan fenomena yang terjadi di dalamnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706140809-25-748396/orang-belanda-lihat-fenomena-tak-masuk-akal-di-gunung-kawi, without altering the facts of the original article.

Fadli Zon Ungkap Makna Ziarah ke Gunung Kawi sebagai Bagian dari Tradisi Budaya

Fadli Zon, seorang tokoh nasional, mengungkapkan makna di balik ziarah ke Gunung Kawi sebagai bagian dari tradisi budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ziarah seperti ini merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama yang masih relevan hingga saat ini. “Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,” kata Fadli. Ia juga menambahkan bahwa selama kegiatan ziarah ini bisa memberikan kebaikan dan mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, maka itu dianggap sebagai realitas kehidupan yang patut dihargai.

Apa yang Terjadi di Gunung Kawi?

Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang merupakan makam Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II, yang disebut Eyang Djoego, dan Raden Mas Iman Soedjono. Kompleks makam tersebut sering dikunjungi oleh warga, terutama pada perayaan Tahun Baru Hijriah. Setiap tanggal 1 Muharam, yang juga disebut 1 Syuro, prosesi yang mencakup kirab warga dan tabur bunga dilaksanakan di lingkungan Pesarean Gunung Kawi. Kegiatan ziarah di Gunung Kawi belakangan ramai diperbincangkan di platform media sosial menyusul konten yang mengaitkan praktik tersebut dengan upaya pesugihan.

Mengapa Ziarah ke Gunung Kawi Penting?

Kegiatan ziarah ke Gunung Kawi tidak hanya sekedar ritual keagamaan atau tradisi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat. Menurut Fadli Zon, kegiatan seperti ini dapat mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, yang tentunya sangat bermanfaat bagi perkembangan lokal. Selain itu, kegiatan ziarah ini juga merupakan wujud dari keberagaman budaya di Indonesia, yang patut dihargai dan dilestarikan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kegiatan ziarah ke Gunung Kawi ke depannya diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Selain itu, kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan budaya lainnya, yang dapat melestarikan tradisi dan budaya Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ziarah ke Gunung Kawi dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan keberagaman budaya di Indonesia.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh dalam melestarikan tradisi dan budaya Indonesia tentunya masih banyak, namun kegiatan ziarah ke Gunung Kawi merupakan salah satu langkah kecil yang patut dihargai. Dengan terus melestarikan tradisi dan budaya, Indonesia dapat terus menjadi negara yang kaya akan keberagaman budaya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8563834/fadli-zon-soal-ziarah-ke-gunung-kawi-tradisi-dan-budaya-lama, without altering the facts of the original article.

BMKG Deteksi Aktivitas Lempeng Laut Maluku, Gempa Dangkal Guncang Talaud

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku yang memicu terjadinya gempa bumi tektonik dangkal di wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara-Maluku Utara. Gempa bumi dengan magnitudo M5,5 ini terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 14.30 WIB. Episenter gempa bumi terletak di laut pada jarak 107 kilometer arah Barat Laut Pulau Doi, Halmahera Utara. BMKG memastikan bahwa guncangan gempa bumi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Momen Penentu di Menit Akhir

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku dengan kedalaman mencapai 40 kilometer. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis parameter pembaruan, gempa bumi tersebut memiliki kekuatan magnitudo M5,5. Episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 3,21° LU serta 127,47° BT.

Guncangan gempa tektonik ini dirasakan di wilayah Naha dengan skala intensitas II-III MMI, di mana getaran nyata dirasakan di dalam rumah seakan ada truk berlalu. Sementara itu, guncangan dengan skala intensitas II MMI juga dilaporkan dirasakan oleh beberapa orang di kawasan Tobelo, yang ditandai dengan adanya benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

BMKG mengonfirmasi bahwa setidaknya hingga pukul 14.30 WIB atau 16.30 WIT hasil monitoring yang dilakukan oleh sistem seismik belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh dampak guncangan gempa.

Menurut BMKG, gempa bumi tektonik di Laut Maluku ini memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau oblique thrust fault. Hasil analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Wijayanto menambahkan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan siap menghadapi potensi gempa bumi susulan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang gempa bumi dan tsunami, serta melakukan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.

Kejadian gempa bumi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi risiko dan dampak bencana, serta meningkatkan keselamatan dan keamanan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5639124/bmkg-aktivitas-lempeng-laut-maluku-picu-gempa-dangkal-di-talaud, without altering the facts of the original article.