Jepang, negara yang pernah menjadi kibon teknologi dunia, kini mulai bangun dari tidur panjangnya. Setelah mengalami kemunduran sejak tahun 1991, Jepang kembali bersemangat dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan potensi perubahan teknologi global. Investasi di Jepang menjulang tinggi, dengan Indeks Nikkei Jepang yang sudah mencapai 69 ribu, melampaui masa-masa puncak Bubble Economic Jepang.
Apa yang Terjadi?
Kemunduran elektronik Jepang mulai terjadi semenjak tahun 1991, saat pertumbuhan GDP Jepang mengalami perlambatan cuma tumbuh 1-2 persen, bahkan sempat minus. Hegemoni beragam produk para raksasa elektronik Jepang, seperti Sony, Panasonic, Toshiba, Sharp, dan Hitachi, yang sebelumnya mayoritas merajai dunia, dominasinya mulai terbagi dengan kekuatan merek China, Amerika, Korea, dan Taiwan. Industri manufaktur Jepang terus menghadapi berbagai situasi sulit, termasuk krisis mata uang Asia era 1990-an, kebangkrutan perusahaan sekuritas besar Amerika Lehman Brothers, krisis utang Eropa, dan bencana gempa.
Namun, beberapa tahun belakangan, situasi mulai berubah. Telah terbentuk kementerian khusus Digitalisasi. Sektor ini terasa makin dipacu, sedikit berbeda dengan situasi sebelumnya. CEO perusahaan fintech AND Global, Khos-Erdene Baatarkhuu, mengatakan bahwa sektor teknologi Jepang pernah memimpin kuat di dunia, lalu kehilangan kekuatan. Sekarang, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, start-up tangguh, dan potensi perubahan teknologi global, Jepang memiliki peluang mendapatkan kembali keunggulan teknologinya.
Mengapa dan Dampak
Kemunduran Jepang terjadi karena beberapa faktor, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi, krisis keuangan global, dan perubahan teknologi yang cepat. Namun, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, Jepang kini mulai bangun dari tidur panjangnya. Investasi di Jepang menjulang tinggi, dengan Microsoft yang mempunyai start-up Artificial Intelligence OpenAI resmi membuka kantor pertama Asia di kota Tokyo. Google juga sudah meluncurkan pusat pertahanan siber regional di negara ini.
Dampak dari kebijakan pemerintah Jepang yang mendukung sektor teknologi ini sangat besar. Jepang memiliki peluang mendapatkan kembali keunggulan teknologinya dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Selain itu, dengan hadirnya start-up tangguh dan potensi perubahan teknologi global, Jepang dapat meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski Jepang telah mulai bangun dari tidur panjangnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Jepang harus terus meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan potensi perubahan teknologi global, Jepang memiliki peluang besar untuk mendapatkan kembali keunggulan teknologinya dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Kini, Jepang telah siap untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan investasi yang menjulang tinggi dan kebijakan pemerintah yang mendukung, Jepang dapat meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Jepang telah bangun dari tidur panjangnya dan siap untuk menjadi pemain utama di dunia teknologi kembali.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1843156/bangun-dari-tidur-panjang, without altering the facts of the original article.