Kenyamanan Bergerak Seharian Ternyata Dimulai dari Kaki, Benarkah?

Kenyamanan bergerak seharian ternyata dimulai dari kaki, sebuah aspek yang sering terlupakan. Melihat peran dasar bagian tubuh ini, sebuah brand alas kaki menghadirkan kampanye global “Walk Naturally” dan membawa pop-up pengalaman The Urban Sole ke Jakarta. Kenyamanan bergerak kerap dimulai dari area yang paling sering terlupakan, yaitu kaki. Pilihan alas kaki yang tidak mendukung dapat menambah beban pada telapak, lalu berimbas ke pergelangan, lutut, pinggul, hingga tulang belakang.

Kampanye Global untuk Kenyamanan Bergerak

Kampanye “Walk Naturally” bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya pijakan yang sehat agar aktivitas harian terasa ringan dan stabil. Kaki yang bekerja tanpa henti butuh dukungan yang tepat. Alas kaki ideal dirancang selaras dengan anatomi: memberi ruang bagi jari-jari untuk bergerak, menopang lengkungan kaki, serta membantu mendistribusikan tekanan secara merata saat melangkah.

Desain Alas Kaki yang Mendukung Kenyamanan

Sebuah brand alas kaki asal Jerman ini menegaskan bahwa alas kaki seharusnya mengikuti bentuk alami kaki, bukan sebaliknya. Melalui desain footbed yang anatomis, brand ini membantu menjaga postur, meningkatkan keseimbangan, dan mengurangi tekanan pada persendian. Material yang digunakan pun berasal dari bahan alami: gabus (cork), serat goni (jute), dan lateks.

Mengapa Kenyamanan Bergerak Penting?

Kenyamanan bergerak penting karena dapat meminimalkan risiko ketidaknyamanan yang mengganggu rutinitas. Ketika pijakan stabil, gerak menjadi lebih mantap dan postur lebih terjaga. Bagi banyak orang, efek berantai ini terasa pada area sendi, yang tidak lagi menanggung tekanan berlebih dari telapak yang kurang ditopang.

Penerapan Kampanye di Jakarta

Sebagai bagian dari kampanye “Walk Naturally”, sebuah pop-up pengalaman bernama The Urban Sole hadir di Jakarta. Pop-up ini dirancang sebagai ruang interaktif untuk memahami filosofi footbed anatomis secara langsung. Pengunjung diajak mengeksplorasi beragam instalasi yang menyoroti bagaimana pijakan dirancang mengikuti anatomi kaki, sekaligus menjajal lini produk untuk merasakan perbedaan dukungan pada telapak.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kenyamanan bergerak seharian memang dimulai dari kaki, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kenyamanan bergerak. Dengan kampanye “Walk Naturally” dan pop-up The Urban Sole, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya memilih alas kaki yang tepat untuk kenyamanan bergerak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8247998/sering-diabaikan-kenyamanan-bergerak-seharian-justru-dimulai-dari-kaki, without altering the facts of the original article.

Ekspatriat Kini Mudah Berobat di Indonesia, Mayapada Hospital Kuningan Buka Layanan

Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) meluncurkan International Care Concierge, layanan pendampingan khusus yang memudahkan ekspatriat, diplomat, wisatawan, hingga komunitas internasional memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah. Layanan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 Mayapada Hospital Kuningan yang mengusung tema “Synergy, Innovation, Accelerating Excellence”.

Layanan Terintegrasi untuk Komunitas Internasional

International Care Concierge di Mayapada Hospital Kuningan menjawab kebutuhan layanan kesehatan bagi komunitas internasional yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan Kuningan, pusat diplomatik dan bisnis internasional di Jakarta. Layanan pendampingan terintegrasi ini didukung tenaga medis dan staf profesional dengan kemampuan komunikasi multibahasa, termasuk Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, dan bahasa internasional lainnya.

Layanan ini membantu pasien sejak sebelum kedatangan hingga selesai menjalani perawatan, mulai dari pengaturan jadwal konsultasi dokter, koordinasi antarunit pelayanan, hingga kebutuhan administrasi. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh pengalaman berobat yang lebih nyaman, personal, dan seamless.

Momen Penentu di Dunia Kesehatan Ekspatriat

Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan, dr. Deasy Sugesty menjelaskan bahwa peluncuran International Care Concierge merupakan bagian dari visi Mayapada Hospital Kuningan untuk menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi komunitas internasional di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan akan layanan kesehatan berstandar internasional yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya sangat penting.

“Berlokasi di kawasan strategis Kuningan yang dikelilingi berbagai kedutaan besar, organisasi internasional, perusahaan multinasional, dan komunitas global, kami melihat kebutuhan akan layanan kesehatan berstandar internasional yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya,” jelasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan hadirnya International Care Concierge, Mayapada Hospital Kuningan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan komunitas global yang tinggal dan berkarya di Indonesia. Layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan pelayanan kesehatan bagi pasien internasional.

Selain itu, dr. Deasy menambahkan bahwa Mayapada yakin inisiatif ini dapat semakin mempererat hubungan dan kolaborasi antara Mayapada Hospital Kuningan dengan berbagai kedutaan besar, komunitas diplomatik, perusahaan multinasional, organisasi internasional, serta seluruh mitra strategis.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

International Care Concierge berlokasi di Lobby Lantai 1 Mayapada Hospital Kuningan, sehingga mudah diakses sejak pasien memasuki area rumah sakit. Komunitas ekspatriat dapat memperoleh informasi dan pendampingan layanan secara langsung di area tersebut maupun menghubungi nomor 0811-1068-2900 atau 0813-1471-7075 untuk informasi layanan, pengaturan jadwal dokter, dan koordinasi pelayanan sebelum maupun selama menjalani perawatan.

Dengan demikian, Mayapada Hospital Kuningan diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi komunitas internasional yang membutuhkan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716141320-33-751333/mayapada-hospital-kuningan-permudah-ekspatriat-berobat-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Nyeri Dada hingga Punggung Bisa Jadi Gejala Aorta Jantung Robek, Waspada!

Gejala dan Bahaya Diseksi Aorta

Diseksi aorta dapat menimbulkan nyeri tajam seperti robekan atau terbelah pada dada yang dapat menjalar ke punggung, perut, atau pinggang. Keluhan ini dapat disertai keringat dingin, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, hingga perbedaan denyut dan tekanan darah antara kedua lengan. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, diseksi aorta dapat berisiko fatal.

Faktor Risiko dan Pencegahan

Diseksi aorta lebih berisiko terjadi pada orang dengan hipertensi, pembesaran aorta, kelainan jantung bawaan, penyakit jaringan tubuh, riwayat keluarga, cedera, atau usia lanjut. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Karena itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta.

Penanganan dan Pelayanan Jantung

Penanganan diseksi aorta membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta dukungan fasilitas dan tim medis yang siap menangani kondisi kegawatdaruratan jantung. Mayapada Hospital memiliki layanan Cardiac Emergency 24/7, bersama tim dokter dan perawat berpengalaman, termasuk Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam, untuk kasus yang membutuhkan tindakan bedah maupun perawatan intensif lanjutan. Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk membantu memastikan proses diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi diseksi aorta sangat berbahaya dan memerlukan penanganan cepat dan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala yang terkait dengan kondisi ini, seperti nyeri dada hingga punggung. Dengan demikian, kita dapat mencegah kondisi pasien memburuk dalam waktu singkat dan mengurangi risiko fatal. Selain itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala dan bahaya diseksi aorta, serta pentingnya penanganan cepat dan tepat. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko fatal dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang terkena kondisi ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716142847-33-751342/awas-nyeri-dada-sampai-punggung-bisa-jadi-tanda-aorta-jantung-robek, without altering the facts of the original article.

Gangguan Otot Menghantui Karyawan RI di Usia 30-an, ISPA Makin Rentan

Gangguan otot menghantui karyawan Indonesia di usia 30-an, sementara infeksi saluran pernapasan (ISPA) makin rentan menyerang pekerja muda. Temuan ini berdasarkan laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insight 2026 oleh Halodoc, yang menganalisis lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan selama kuartal I-2026. Laporan tersebut mencakup lebih dari 3.000 diagnosis ICD-10 dan lebih dari 30 sektor industri di Indonesia. Pola penyakit karyawan sangat dipengaruhi oleh kelompok usia, dengan tiga batasan usia untuk melihat pola penyakit pada pekerja, yaitu di bawah 30 tahun, 30-49 tahun, dan 50 tahun ke atas.

Pola Penyakit Berdasarkan Usia

Menurut Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, karyawan muda di bawah 30 tahun lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sementara itu, pekerja berusia 30-49 tahun didominasi gangguan muskuloskeletal, seperti penyakit otot dan sendi. “Tingginya kasus ISPA pada pekerja muda tidak lepas dari tingginya mobilitas serta aktivitas di ruang publik dan transportasi umum yang meningkatkan risiko penularan virus,” ujar Irwan. Adapun pekerja berusia di atas 50 tahun mulai didominasi penyakit kardiovaskular dan penyakit kronis lainnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pola Penyakit

Irwan menjelaskan bahwa keluhan otot dan sendi pada kelompok usia produktif 30-49 tahun banyak berkaitan dengan aktivitas kerja, mulai dari pekerjaan fisik hingga duduk terlalu lama di depan komputer. Sementara itu, risiko penyakit kronis meningkat pada pekerja berusia di atas 50 tahun karena mulai muncul berbagai penyakit penyerta seperti hipertensi maupun diabetes yang berujung pada penyakit kardiovaskular. Laporan tersebut juga menemukan perbedaan profil penyakit berdasarkan gender, dengan 81% pasien dengan penyakit kardiovaskular merupakan laki-laki, sementara 72% pasien kanker atau neoplasma merupakan perempuan.

Dampak dan Solusi

Laporan tersebut juga mengungkap besarnya pemanfaatan manfaat kesehatan di berbagai sektor industri. Industri energi dan pertambangan menjadi sektor dengan pemanfaatan layanan kesehatan sekaligus biaya kesehatan tertinggi. “Tingginya biaya di sektor energi dan pertambangan dipengaruhi karakter pekerjaan yang lebih kompleks, memiliki risiko lebih tinggi, serta umumnya didukung manfaat kesehatan yang lebih lengkap,” kata Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan kesehatan karyawan dan menyediakan manfaat kesehatan yang memadai untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesehatan karyawan menjadi isu yang semakin penting di Indonesia. Dengan memahami pola penyakit dan faktor yang mempengaruhinya, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pekerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang kesehatan di tempat kerja, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan competitiveness di tengah persaingan global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260716140021-33-751319/karyawan-ri-rentan-ispa-usia-30-an-banyak-alami-gangguan-otot, without altering the facts of the original article.

Turis China Digigit Anjing Diduga Kena Rabies saat Liburan di Bali

Turis China Digigit Anjing Diduga Kena Rabies di Bali

Turis China, Li Qiujun, menjadi korban gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies saat liburan di Bali. Perempuan 30 tahun itu digigit seekor anjing putih di Jalan Brigjen Ngurah Rai Nomor 10, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Bangli. Kejadian ini terjadi pada Senin (13/7) pukul 16.00 Wita.

Apa yang Terjadi

Li Qiujun sedang berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli sebelum kejadian. Setelah berbelanja, ia hendak pulang ke Ubud, Gianyar, bersama pemandu wisatanya. Saat keluar dari swalayan, Li Qiujun digigit anjing putih tersebut. Akibatnya, ia menderita luka gigitan di paha kanan. Anjing yang sama juga sempat menyerang seorang warga di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, bernama Ni Ketut Suciasih, sebelum menyerang Li Qiujun.

Mengapa dan Dampak

Mengapa Kejadian Ini Bisa Terjadi?

Kejadian ini diduga terkait dengan kurangnya pengawasan terhadap hewan peliharaan di daerah tersebut. Anjing yang diduga rabies itu sudah dieliminasi warga, dan pengambilan sampel otak sudah dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut petugas, anjing tersebut tidak menunjukkan gejala rabies sehari sebelum kejadian, namun menunjukkan tingkah laku agresif dan menggigit dua orang pada hari kejadian.

Dampak ke Depan

Dua korban gigitan anjing, Li Qiujun dan Ni Ketut Suciasih, telah disuntik vaksin antirabies (VAR) sebagai tindakan pencegahan. Li Qiujun disuntik di sebuah klinik di Ubud, sedangkan Suciasih disuntik di Puskesmas Susut 1. Butuh waktu dua pekan untuk menentukan apakah keduanya positif terinfeksi rabies atau tidak. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaan dan mencegah penyebaran penyakit rabies.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit rabies dan perlunya tindakan pencegahan yang efektif. Pihak berwenang dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan peliharaan dan mencegah penyebaran penyakit rabies. Selain itu, korban gigitan anjing harus mendapatkan penanganan medis yang tepat dan cepat untuk mencegah penyebaran penyakit. Dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi, kita dapat mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8575428/duh-lagi-liburan-di-bali-turis-china-malah-digigit-anjing-diduga-kena-rabies, without altering the facts of the original article.

Gatal-Gatal di Kulit Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Simak Penjelasan Ahli

Gatal-gatal di kulit bisa menjadi tanda adanya penyakit ginjal yang tidak terdeteksi. Gejala kulit seperti gatal parah dan kering dapat menjadi indikator kerusakan ginjal stadium lanjut. Penyakit ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga penderita mungkin tidak menyadari kondisinya hingga kerusakan yang signifikan terjadi. Oleh karena itu, mengenali gejala-gejala yang tidak biasa seperti gatal-gatal di kulit sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Gatal-Gatal sebagai Gejala Penyakit Ginjal

Gatal-gatal di kulit, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai pruritus, dapat menjadi gejala yang tidak terduga dari penyakit ginjal. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, mereka gagal menghilangkan limbah dan racun dari darah. Akibatnya, racun-racun ini menumpuk dalam darah dan dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk gatal-gatal di kulit. Gatal-gatal ini biasanya parah dan dapat muncul di seluruh tubuh, sering kali disertai dengan kulit kering dan bersisik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gejala Kulit pada Penyakit Ginjal

Beberapa faktor dapat mempengaruhi munculnya gejala kulit pada penderita penyakit ginjal. Kerusakan ginjal yang parah dapat menyebabkan penumpukan racun-racun dalam darah, yang kemudian dapat memicu reaksi pada kulit. Selain itu, perubahan pada kadar kalsium dan fosfor dalam darah juga dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Kadar kalsium yang rendah dan kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan gatal-gatal dan perubahan lainnya pada kulit.

Mengapa Penyakit Ginjal Sering Tidak Terdeteksi?

Penyakit ginjal sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya yang tidak spesifik dan sering kali tidak terlihat. Banyak penderita penyakit ginjal yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini hingga kerusakan ginjal yang signifikan terjadi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau faktor risiko lainnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mengetahui bahwa gatal-gatal di kulit bisa menjadi tanda penyakit ginjal memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat. Kesadaran akan gejala-gejala yang tidak biasa ini dapat mendorong individu untuk mencari pemeriksaan medis lebih awal. Deteksi dini penyakit ginjal dapat membantu mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dan meningkatkan kemungkinan penanganan yang efektif. Oleh karena itu, edukasi kesehatan tentang gejala-gejala penyakit ginjal dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sangatlah penting.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh dalam meningkatkan kesadaran dan penanganan penyakit ginjal masih terbuka lebar. Dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala-gejala yang tidak biasa seperti gatal-gatal di kulit, diharapkan dapat meningkatkan angka deteksi dini dan penanganan yang efektif terhadap penyakit ginjal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260715113242-33-750960/tanda-penyakit-ginjal-dari-gatal-gatal-di-kulit-ini-penjelasannya, without altering the facts of the original article.

Orang Tua Wajib Tahu: Kesalahan yang Bikin Anak Lemah Mental Menurut Psikolog

Psikolog dan psikiater Daniel Amen mengingatkan bahwa salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan orang tua adalah melakukan terlalu banyak hal untuk anak, sehingga menghasilkan anak yang lemah secara mental. Kebiasaan ini dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Orang tua sering kali melakukan terlalu banyak hal untuk anak-anak mereka, sehingga mengurangi kesempatan anak belajar bertanggung jawab, menyelesaikan masalah, dan membangun kemandirian.

Apa yang Terjadi Ketika Orang Tua Terlalu Banyak Melakukan Hal untuk Anak?

Psikiater sekaligus penulis Daniel Amen mencontohkan beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, seperti mengerjakan tugas sekolah anak agar nilainya bagus atau selalu memenuhi keinginannya hanya untuk menghentikan tantrum. Ia bilang, tindakan tersebut justru mengurangi kesempatan anak belajar bertanggung jawab, menyelesaikan masalah, dan membangun kemandirian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki ketahanan (resilience) atau ketangguhan mental yang baik cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih bahagia dan sukses.

Mengapa Orang Tua Harus Membiarkan Anak Membuat Kesalahan?

Menurut Amen, membangun ketangguhan mental bukan berarti orang tua harus menerapkan pola asuh yang keras atau penuh hukuman. Psikolog anak dari Barnard College, Tovah Klein, mengatakan, orang tua tetap perlu menunjukkan empati dan memberikan dukungan ketika anak menghadapi kegagalan atau kesulitan. Ia menekankan, melindungi anak dari setiap rasa kecewa justru tidak membantu mereka menjadi pribadi yang tangguh.

Klein menambahkan bahwa orang tua harus menunjukkan empati dan dukungan kepada anak, namun tidak harus menyelesaikan masalahnya. “Saya melihatnya sebagai pendekatan yang lebih penuh empati dan tetap terhubung. Katakan, ‘Ini mungkin sulit, tapi aku akan ada di sini setelah kamu selesai melaluinya’,” ujar Klein.

Dampak dari Pola Asuh yang Terlalu Protektif

Jika orang tua terlalu banyak melakukan hal untuk anak, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Anak yang terbiasa dibantu oleh orang tuanya dalam setiap masalahnya akan kesulitan menghadapi tantangan hidup ketika dewasa. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan ruang bagi anak untuk memecahkan masalahnya sendiri dan belajar dari kesalahan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam membangun ketangguhan mental anak, orang tua harus memiliki pendekatan yang tepat. Orang tua harus menunjukkan empati dan dukungan kepada anak, namun tidak harus menyelesaikan masalahnya. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk memecahkan masalahnya sendiri, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan mandiri. Oleh karena itu, orang tua harus memahami bahwa membangun ketangguhan mental anak memerlukan waktu dan pendekatan yang tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260714160414-33-750758/psikolog-ungkap-kesalahan-orang-tua-yang-bikin-anak-lemah-mental, without altering the facts of the original article.

8 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Ahli Gizi Beri Penjelasan

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi sebagai penyaring racun tubuh, namun seringkali terlupakan dalam diskusi mengenai pola makan. Padahal, ginjal bekerja tanpa henti untuk menyaring limbah dari darah, mengatur tekanan darah, hingga menyeimbangkan cairan tubuh. Jika salah memilih makanan, ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang sisa metabolisme yang menumpuk. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang ramah dan protektif terhadap ginjal.

Melanie Betz, pakar diet ginjal dan pendiri The Kidney Dietitian, menjelaskan bahwa salah satu fungsi utama ginjal adalah membuang limbah metabolisme. Limbah dari beberapa makanan tertentu jauh lebih mudah dicerna oleh ginjal dibandingkan yang lain. Bagi orang yang ingin menjaga fungsi ginjal, atau mereka yang memiliki risiko tinggi seperti penderita diabetes dan hipertensi, kuncinya adalah memilih makanan yang rendah sodium (garam), kalium, dan fosfor, namun tetap kaya antioksidan.

Makanan yang Ramah terhadap Ginjal

Berikut adalah beberapa makanan terbaik yang ramah dan protektif terhadap ginjal. Pertama, blueberry, yang merupakan camilan super yang aman untuk semua tahapan penyakit ginjal. Blueberry kaya akan antosianin-antioksidan kuat yang melindungi sel ginjal dari stres oksidatif dan peradangan. Selain rendah kalium, fosfor, dan natrium, serat dalam blueberry juga terbukti membantu menjaga keseimbangan bakteri usus, yang krusial bagi penderita penyakit ginjal kronis (CKD).

Kembang kol adalah alternatif sempurna pengganti kentang. Sayuran serbaguna ini kaya akan vitamin C dan serat, namun rendah kalium-mineral yang bisa berbahaya jika menumpuk dalam darah akibat penurunan fungsi ginjal. Kembang kol juga mengandung senyawa sulforafan yang membantu mengaktifkan protein pelindung sel dari kerusakan.

Penggunaan Bawang Putih dan Rempah-rempah

Memotong asupan garam adalah hukum wajib demi menjaga tekanan darah agar ginjal tidak rusak. Sebagai gantinya, penggunaan bawang putih dan rempah segar dapat membantu. Bawang putih mengandung allicin yang bersifat anti-inflamasi, sementara rempah seperti rosemary, thyme, oregano, dan peterseli mampu melezatkan makanan tanpa perlu tambahan natrium.

Makanan Lain yang Ramah terhadap Ginjal

Paprika merah sangat rendah kalium tetapi kaya akan vitamin A, C, B6, dan asam folat. Warna merahnya berasal dari likopen, antioksidan yang terbukti dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis, melindungi ginjal dari efek samping obat-obatan tertentu (seperti obat kanker cisplatin), bahkan menurunkan risiko kanker ginjal.

Minyak zaitun adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung dan ginjal. Apel dan anggur juga merupakan makanan yang ramah terhadap ginjal, karena kaya akan antioksidan dan serat. Salmon, yang kaya akan omega-3, juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan memilih makanan yang ramah dan protektif terhadap ginjal, kita dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dan mencegah penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan dan memilih makanan yang seimbang dan sehat.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan memilih makanan yang ramah terhadap ginjal. Dengan demikian, kita dapat membantu mencegah penyakit ginjal kronis dan menjaga kesehatan ginjal untuk jangka panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260715111021-33-750950/ahli-ungkap-8-makanan-terbaik-untuk-jaga-kesehatan-ginjal, without altering the facts of the original article.

5 Minuman Selain Air Putih yang Dikaitkan dengan Umur Panjang, Apa Saja?

Minuman yang dikaitkan dengan umur panjang menjadi perhatian banyak orang, terutama ketika peneliti Dan Buettner menemukan beberapa jenis minuman yang rutin dikonsumsi oleh penduduk di wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi. Berdasarkan penelitiannya, terdapat beberapa minuman yang dikaitkan dengan umur panjang, seperti teh hijau, teh hitam, kopi hitam, air putih, dan wine atau anggur merah. Minuman-minuman ini memiliki kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang minuman-minuman tersebut dan bagaimana mereka dapat berdampak pada kesehatan.

Apa yang Terjadi di Wilayah dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi?

Peneliti Dan Buettner mengamati kebiasaan makan orang-orang di wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi, seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, hingga Nicoya di Kosta Rika. Ia menemukan bahwa penduduk setempat memiliki kebiasaan mengonsumsi beberapa jenis minuman yang dapat berdampak pada kesehatan. Teh hijau menjadi minuman yang paling sering dikonsumsi masyarakat Okinawa, Jepang. Banyak penduduk setempat menikmati teh hijau sedikit demi sedikit sepanjang hari. Minuman ini mengandung antioksidan tinggi, terutama katekin dan flavanol, yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan kafein serta asam amino L-theanine juga dikaitkan dengan fungsi otak yang lebih baik, termasuk meningkatkan fokus dan daya ingat. Sejumlah penelitian turut menunjukkan konsumsi teh hijau berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, kadar gula darah lebih stabil, hingga membantu menjaga kekuatan tulang dan kesehatan saluran pencernaan. Selain teh hijau, teh hitam juga menjadi minuman yang rutin dikonsumsi di beberapa wilayah Blue Zones. Meski melalui proses oksidasi yang berbeda, teh hitam tetap mengandung flavanol, polifenol, L-theanine, dan kafein yang bermanfaat bagi tubuh.

Minuman-Minuman yang Dikaitkan dengan Umur Panjang

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hitam berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, hingga beberapa jenis kanker. Bahkan, manfaatnya terhadap kesehatan usus dinilai lebih baik dibandingkan teh hijau karena membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di saluran cerna. Rasanya yang lebih kuat juga membuat teh hitam mudah dinikmati tanpa tambahan gula.

Kopi hitam juga menjadi bagian dari kebiasaan minum masyarakat berumur panjang di Sardinia, Italia, maupun Ikaria, Yunani. Dan Buettner menjelaskan bahwa masyarakat Ikaria mengolah kopi dengan cara digiling sangat halus lalu direbus seperti kopi Turki. “Proses ini kemungkinan melepaskan antioksidan tambahan yang memberi manfaat lebih,” ujarnya. Selain kaya antioksidan, kopi mengandung vitamin B5, magnesium, kalium, mangan, dan niasin. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, depresi, penyakit hati, beberapa penyakit saraf, hingga jenis kanker tertentu.

Mengapa Minuman-Minuman Ini Penting?

Minuman-minuman yang dikaitkan dengan umur panjang memiliki kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Antioksidan dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara vitamin dan mineral dapat membantu menjaga fungsi tubuh yang optimal. Dengan mengonsumsi minuman-minuman ini, kita dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Air putih menjadi minuman paling sederhana, tetapi selalu hadir dalam kehidupan orang-orang di Blue Zones. Dan Buettner mengatakan penduduk di wilayah tersebut terbiasa minum air saat makan, bukan minuman manis atau minuman berperisa. “Jika bertanya kepada para centenarian tentang rahasia umur panjang, mereka biasanya menjawab makanan yang baik, udara bersih, dan air yang segar,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan mengetahui minuman-minuman yang dikaitkan dengan umur panjang, kita dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi minuman-minuman ini harus dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang seimbang untuk mencapai umur panjang dan sehat.

Dalam beberapa tahun ke depan, penelitian tentang minuman-minuman yang dikaitkan dengan umur panjang diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memahami lebih lanjut tentang bagaimana minuman-minuman ini dapat berdampak pada kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-sehat/d-8573744/tak-cuma-air-putih-ini-5-minuman-yang-dikaitkan-dengan-umur-panjang, without altering the facts of the original article.

Kondisi Terkini Richard Lee: Pingsan di Sel, Apa yang Terjadi?

Kondisi Terkini Richard Lee: Pingsan di Sel, Apa yang Terjadi?

Richard Lee, seorang dokter dan terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan, mengalami kondisi darurat medis di dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Tangerang. Kuasa hukumnya, Faizal Hafied, mengungkapkan bahwa Richard Lee pingsan di sel pada tanggal 10 Juli 2024 karena melakukan tapering-off obat sendiri. Richard Lee telah mengonsumsi obat keras bernama Amitriptyline selama empat bulan terakhir. Sebagai seorang dokter, ia memahami risiko fatal jika penggunaan obat tersebut dihentikan secara tiba-tiba tanpa prosedur medis yang benar. “Saya sudah sejak empat bulan yang lalu menggunakan Amitriptyline. Itu salah satu obat keras. Yang saya tahu sebagai seorang dokter, kalau misalnya itu dilepaskan secara langsung, dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan,” ujar Richard Lee.

Fakta dan Kronologi Kejadian

Faizal Hafied menyampaikan permohonan pengalihan penahanan kepada Majelis Hakim, dengan alasan kliennya berada dalam situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan spesialis segera yang tidak tersedia di fasilitas kesehatan Lapas. “Kondisi terdakwa ini dari informasi dari terdakwa kepada kami, beliau dalam keadaan darurat medis yang nyata. Jadi tanggal 10 kemarin terdakwa pingsan di sel atas informasi beliau kepada kami karena melakukan tapering-off obat sendiri,” kata Faizal Hafied di ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang. Richard Lee juga menegaskan tidak memiliki niat untuk menghalangi jalannya persidangan. Ia menyatakan kesiapannya untuk hadir di persidangan setiap hari asalkan mendapatkan perawatan medis yang layak di luar rutan. “Saya tidak ada sedikitpun niat untuk menghalangi sidang ini. Saya ikut dan siap menjelaskan dan membuktikan apa adanya semuanya terang benderang. Yang Mulia mau sidang setiap hari saya siap datang setiap hari, tapi mohon kalau Yang Mulia berkenan mengabulkan pengalihan penahanan saya,” ucap Richard Lee.

Mengapa dan Dampak

Mengenai permohonan pengalihan penahanan, Majelis Hakim memberikan respons tegas. Hakim menjelaskan bahwa surat keterangan yang dilampirkan sebelumnya hanya berupa izin berobat sementara, bukan rujukan resmi untuk rawat inap yang menjadi syarat utama pertimbangan pengalihan penahanan. “SOP dari kami harus ada rujukan dari dokter Lapas. Rujukan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu perlu membutuhkan perawatan di rumah sakit, entah berapa harilah gitu. Kan bisa dirawat di situ. Jadi kalau bisa di-update surat keterangan dokternya itu ya, yang terbaru,” jelas Hakim Ketua. Kondisi Richard Lee yang semakin memburuk menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan proses persidangan dan kesehatannya. Kasus ini bermula dari temuan produk skincare White Tomato dan DNA Salmon miliknya yang dilaporkan oleh Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif). Richard Lee diduga mengedarkan produk yang tidak memenuhi standar keamanan serta memberikan label informasi yang tidak sesuai dengan isi kandungan produk.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Proses persidangan Richard Lee masih panjang dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak terkait. Dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk, Richard Lee berharap dapat memperoleh perawatan medis yang layak di luar rutan. Apakah permohonan pengalihan penahanannya akan dikabulkan? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, Richard Lee harus menjalani proses hukumnya dengan tetap menjaga kesehatannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8574187/richard-lee-pingsan-di-sel, without altering the facts of the original article.