Warga Tolak Proyek Data Center, Tapi Perusahaan Terus Mengembangkan Proyek Ini

**Warga Tolak Proyek Data Center, Tapi Perusahaan Terus Mengembangkan Proyek Ini** **Momen Penentu di Menit Akhir: Warga Tolak Proyek Data Center di Amerika Serikat** Gelombang penolakan terhadap pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) kian meluas di Amerika Serikat (AS). Masyarakat hingga pemerintah negara bagian makin geram akibat lonjakan konsumsi listrik, penyedotan air bersih, serta penguasaan lahan yang sangat masif oleh para raksasa teknologi (Big Tech). Laporan The Information mencatat lebih dari 500 yurisdiksi di AS kini resmi memblokir atau membatasi pembangunan data center baru, menurut laporan The Information. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada bulan Juli 2026, lebih dari 150 kota dan kabupaten memberlakukan larangan sementara (moratorium) hingga permanen. Data dari Heatmap menunjukkan terdapat lebih dari 530 aturan lokal yang restriktif di 42 negara bagian, di mana hampir 190 aturan di antaranya diadopsi sejak 1 Juni 2026. Dampaknya, lebih dari 50 proyek data center dibatalkan sepanjang tahun ini, dua kali lipat dibanding angka pembatalan tahun lalu. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Aksi penolakan tak lagi sekadar isu zonasi tingkat lokal, melainkan sudah memicu intervensi gubernur. Gubernur New York, Kathy Hochul, menerbitkan Peraturan Eksekutif 62 yang memberlakukan moratorium satu tahun untuk izin lingkungan diskresioner bagi data center berkapasitas 50 megawatt (MW) atau lebih. Di saat bersamaan, Gubernur Texas Greg Abbott mengerahkan lembaga setempat untuk menyetop persetujuan proyek data center hingga proses audit selesai. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penolakan di tingkat tapak kerap berujung bentrokan dengan aparat. Sepanjang tahun 2026, sedikitnya terjadi 37 penangkapan warga yang memprotes proyek data center. Sebanyak 12 insiden juga melibatkan polisi yang menghadang massa saat hendak menemui pejabat setempat. Di Indiana, seorang manajer pemeliharaan bernama Pablo Payan (42) ditangkap saat menghadiri forum penolakan proyek data center milik Amazon di kota Hobart, hanya karena menolak menyebutkan nama lengkap sebelum berbicara. **Mengapa & Dampak: Konteks dan Latar Belakang** Krisis pasokan listrik jaringan (grid) di AS makin parah, dan penolakan warga terhadap pembangunan data center menjadi bagian dari isu yang lebih besar. Para pengembang data center mulai memutar otak untuk mengamankan sumber energi mandiri. Salah satu pemain infrastruktur AI, Alpha Compute, mengambil langkah radikal dengan menandatangani kesepakatan bernilai US$55 juta (sekitar Rp983 miliar) untuk menguasai lahan dan hak penambangan gas alam di Pennsylvania. Fasilitas di Pennsylvania utara ini akan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga gas sendiri dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2027. **Penutup** Kejadian ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap pembangunan data center bukanlah suatu isu lokal, melainkan suatu perubahan paradigma yang lebih besar. Warga di AS semakin sadar akan dampak pembangunan data center terhadap lingkungan dan kesejahteraan mereka. Sementara itu, para pengembang data center harus memutar otak untuk mengamankan sumber energi mandiri dan menghadapi penolakan warga. Jalan panjang yang masih harus ditempuh, tetapi satu hal yang jelas: kejadian ini akan terus menjadi bagian dari debat tentang masa depan teknologi dan lingkungan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260812131053-37-758571/proyek-data-center-makin-menjamur-tak-peduli-ditolak-warga, without altering the facts of the original article.

Warga Flores Timur Terpaksa Menaruh HP di Jendela, Mengapa Sinyal Seluler Memburuk?

**Warga Flores Timur Terpaksa Menaruh HP di Jendela, Mengapa Sinyal Seluler Memburuk?** **Pembuka** Pernahkah Anda mengalami kesulitan mendapatkan sinyal seluler di daerah pedalaman? Mungkin Anda pernah harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan akses internet. Begitu pula dengan warga Flores Timur, yang sempat harus meletakkan ponsel di jendela hanya untuk menangkap sinyal. Namun, apa yang menyebabkan sinyal seluler di daerah ini menjadi buruk? **Mengapa & Dampak** Pada tahun-tahun lalu, warga Flores Timur harus menghadapi kesulitan mendapatkan akses internet. Mereka harus meletakkan ponsel di jendela atau di atas pintu untuk menangkap sinyal. Bahkan, mereka harus menempuh perjalanan hingga berkilo-kilometer untuk mendapatkan akses internet. Hal ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka karena mereka harus mengakses informasi, mengirimkan laporan, dan menyampaikan data untuk keperluan pemerintahan. Namun, kini Flores Timur telah mengalami perubahan signifikan dalam hal akses internet. Pemerintah daerah telah mengembangkan infrastruktur jaringan yang lebih baik, sehingga sinyal seluler di daerah ini menjadi lebih stabil dan kuat. Dengan demikian, warga Flores Timur sekarang dapat menikmati akses internet yang lebih mudah dan cepat. **Penutup** Dengan perkembangan infrastruktur jaringan yang lebih baik, Flores Timur sekarang dapat menikmati akses internet yang lebih mudah dan cepat. Hal ini sangat membantu kehidupan sehari-hari warga daerah karena mereka dapat mengakses informasi, mengirimkan laporan, dan menyampaikan data dengan lebih mudah. Namun, perlu diingat bahwa masih banyak daerah lain di Indonesia yang belum memiliki akses internet yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan infrastruktur jaringan di daerah-daerah tersebut agar warga dapat menikmati akses internet yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260812152927-37-758622/saat-warga-flores-timur-harus-taruh-hp-di-jendela-biar-dapat-sinyal, without altering the facts of the original article.

5 Langkah Mudah Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign di 2026

**5 Langkah Mudah Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign di 2026** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kementerian Ketenagakerjaan menawarkan opsi pencairan Dana Jaminan Hari Tua (JHT) tanpa harus berhenti bekerja atau menunggu usia pensiun. Keputusan ini diatur dalam Pasal 22 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2015 yang telah diperbarui melalui PP Nomor 60 Tahun 2015. Berikut 5 langkah mudah untuk mengajukan pencairan saldo JHT secara parsial. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dengan syarat memiliki masa kepesertaan minimal 10 tahun, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat mencairkan saldo JHT sebanyak 10% atau 30%. Pencairan maksimal 30% dikhususkan untuk pembelian rumah, baik secara tunai maupun kredit. Sementara itu, alokasi 10% ditujukan untuk keperluan lain sebagai persiapan menghadapi masa pensiun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Namun, perlu diingat bahwa pencairan sebagian dapat memicu pengenaan pajak progresif pada pengambilan JHT berikutnya jika jeda pengambilan melebihi 2 tahun. Oleh karena itu, peserta harus mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan pencairan saldo JHT. **Syarat Dokumen Klaim Parsial (10% & 30%)** Untuk mengajukan pencairan saldo JHT secara parsial, peserta harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: – Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan – E-KTP atau bukti identitas resmi lainnya – NPWP (wajib bagi saldo di atas Rp 50 juta atau yang pernah mengajukan klaim sebagian) **Kriteria Pencairan JHT Secara Umum** Selain klaim parsial, saldo JHT dapat dicairkan secara penuh apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: – Mencapai Usia Pensiun (56 tahun atau sesuai PKB Perusahaan) – Berakhirnya masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) – Berhenti usaha bagi Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) – Mengundurkan diri (resign) atau terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) – Meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk mengajukan pencairan saldo JHT, peserta dapat mengikuti dua kanal digital, yaitu: 1. Melalui Portal Lapak Asik (Dikhususkan bagi peserta yang pensiun, resign, atau terdampak PHK) – Akses portal lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id – Isi data diri (NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan) – Unggah dokumen persyaratan dan foto diri terbaru (format JPG/JPEG/PNG/PDF, maksimal 6 MB) – Simpan data pengajuan dan tunggu konfirmasi jadwal wawancara online via email – Petugas akan melakukan verifikasi data melalui video call – Saldo akan ditransfer ke rekening peserta setelah verifikasi selesai 2. Melalui Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) – Buka aplikasi JMO dan login menggunakan akun terdaftar – Pilih menu Jaminan Hari Tua, lalu klik Klaim JHT – Pastikan kriteria klaim memenuhi syarat (terindikasi tanda centang hijau) – Pilih alasan pencairan, konfirmasi data diri, dan lakukan verifikasi foto selfie – Masukkan data NPWP serta nomor rekening aktif, lalu klik Konfirmasi – Pantau status pencairan secara real-time melalui fitur Tracking Klaim Proses pencairan umumnya memakan waktu 1 hingga 3 hari kerja.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260812140621-37-758591/cara-cairkan-saldo-jht-bpjs-ketenagakerjaan-tanpa-resign-di-2026, without altering the facts of the original article.

Raksasa Teknologi Dibongkar: Kondisi Kerja yang Mengerikan di Balik Kejayaan

**Raksasa Teknologi Dibongkar: Kondisi Kerja yang Mengerikan di Balik Kejayaan** Pada 2018, sekitar 20.000 karyawan Google di seluruh dunia menggelar aksi walkout massal untuk memprotes penanganan kasus pelecehan seksual oleh eksekutif perusahaan dan serangkaian kebijakan internal yang dinilai tidak adil. Aksi mogok massal ini dipimpin oleh Claire Stapleton, mantan spesialis komunikasi yang pernah dijuluki “Bard of Google” karena kepiawaiannya menyampaikan nilai-nilai perusahaan. Namun, hanya enam bulan pasca-aksi tersebut, Stapleton memilih hengkang, mengklaim mendapat tindakan balasan (retaliation) berupa demosi jabatan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 2011, Larry Page mengambil alih posisi CEO dari Eric Schmidt. Meskipun Page mengusung narasi besar bahwa Google akan menyelesaikan masalah dunia, struktur organisasi justru membengkak secara birokratis. Setiap eksekutif diberi tim komunikasi sendiri-sendiri, dan departemen pemasaran membesar secara drastis. Perusahaan dinilai kehilangan fokus inovasi dan hanya sibuk mengejar kompetitor. “Google berubah menjadi ‘Borg’ yang tambun dan birokratis. Tiba-tiba saja Google hanya ingin terlihat keren seperti Apple,” tegasnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Claire Stapleton bergabung dengan Google pada 2007 setelah lulus kuliah. Awalnya, ia merasa seperti mendapat “tiket emas” di pabrik cokelat Willy Wonka. Kariernya melesat cepat hingga ia memegang peran penting dalam merancang citra publik Google. Namun, pandangannya mulai goyah ketika dipindahkan ke Google Creative Lab di New York. Lingkungan tersebut ia gambarkan sebagai gabungan antara utopia dan distopia yang memaksakan paham “tekno-optimisme”. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Stapleton mengidentifikasi perubahan besar Google terjadi pada 2011, saat Larry Page mengambil alih posisi CEO dari Eric Schmidt. Perusahaan yang dulunya ramah karyawan berubah menjadi beracun. Tolok ukur empati yang semula diagungkan justru dianggap sebagai kelemahan, sementara divisi Human Resources (HR) gagal melindungi pekerja dari kesewenang-wenangan manajemen. Stapleton berharap dapat membongkar ilusi industri Big Tech yang selama ini dicitrakan sebagai “pahlawan” perubahan sosial, sekaligus mendorong para pekerja teknologi untuk lebih kritis terhadap kekuatan korporasi besar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Stapleton melalui penelusuran rekam jejak pesan lama sang kakak, Scott, yang meninggal mendadak pada 2008 akibat kecelakaan sepeda motor. Saat itu, budaya kerja Google yang menuntut performa tinggi justru membuatnya melarikan diri ke dalam pekerjaan untuk menutupi rasa duka. Proses penulisan buku ini memaksa Stapleton untuk kembali menghadapi masa-masa kelam tersebut. Melalui buku ini, Stapleton berharap dapat membantu para pekerja teknologi untuk lebih sadar akan kondisi kerja yang mengerikan di balik kejayaan perusahaan besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260812162916-37-758653/bocoran-ordal-ungkap-kondisi-kerja-bak-neraka-di-raksasa-teknologi, without altering the facts of the original article.

Fokus BAKTI di Tahun 2026: Mengapa Pelosok RI Jadi Prioritas Utama

Fokus BAKTI di Tahun 2026: Mengapa Pelosok RI Jadi Prioritas Utama Mengapa pelosok RI menjadi prioritas utama BAKTI di tahun 2026? Jawabannya terletak pada fokus BAKTI untuk meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di daerah pelosok RI. BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan berfokus pada operasional site yang telah tersedia, sementara pembangunan BTS baru tidak akan terjadi dalam waktu dekat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Di acara Bakti Media Connect 2026, Direktur Utama Bakti Kementerian Komdigi, Fadhilah Mathar, menyatakan bahwa BAKTI hanya akan berfokus pada operasional site yang telah tersedia. Pembangunan BTS baru tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena pembangunan BTS telah selesai pada tahun 2025, dan tahun 2026 juga sudah akan selesai. Fadhilah juga menambahkan bahwa membangun BTS tidak terlalu mudah dan membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk keuangan negara dan waktu. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * BAKTI hanya akan berfokus pada operasional site yang telah tersedia. * Pembangunan BTS baru tidak akan terjadi dalam waktu dekat. * Sumber daya yang dibutuhkan untuk membangun BTS tidak terlalu mudah diperoleh. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Fokus BAKTI pada operasional site yang telah tersedia berarti bahwa BAKTI akan lebih fokus pada meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada daripada membangun BTS baru. Ini berarti bahwa masyarakat di daerah pelosok RI akan tetap memiliki aksesibilitas telekomunikasi dan informasi yang memadai, meskipun tidak akan ada peningkatan signifikan dalam tahun 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun fokus BAKTI pada operasional site yang telah tersedia, BAKTI masih memiliki jalan panjang untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di daerah pelosok RI. BAKTI harus terus meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada dan memastikan bahwa masyarakat di daerah pelosok RI memiliki aksesibilitas telekomunikasi dan informasi yang memadai. Dengan demikian, BAKTI dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan fokus pada operasional site yang telah tersedia, sementara pembangunan BTS baru tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Fokus BAKTI ini berarti bahwa BAKTI akan lebih fokus pada meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada daripada membangun BTS baru. Meskipun demikian, BAKTI masih memiliki jalan panjang untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di daerah pelosok RI. Dengan demikian, BAKTI dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia. Sekitar 2.000 desa atau wilayah permukiman belum tercover jaringan, menurut Fadhilah. Sementara itu, BAKTI telah hampir membangun 100-an site, tetapi kendala keamanan membuat proses pembangunan sulit dilakukan. Fadhilah juga menambahkan bahwa pembangunan BTS tidak terlalu mudah dan membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk keuangan negara dan waktu. BAKTI telah mencapai beberapa kemajuan dalam meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di daerah pelosok RI. Sementara itu, masih ada beberapa desa yang belum tercover jaringan. BAKTI harus terus meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada dan memastikan bahwa masyarakat di daerah pelosok RI memiliki aksesibilitas telekomunikasi dan informasi yang memadai. Dengan demikian, BAKTI dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi dan informasi di seluruh Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260812154638-37-758631/bukan-bts-ini-fokus-bakti-selama-tahun-2026-di-pelosok-ri, without altering the facts of the original article.

Startup China yang Jadi Milik AS: Nasibnya Sekarang dalam Kondisi yang Menyedihkan

**Startup China yang Jadi Milik AS: Nasibnya Sekarang dalam Kondisi yang Menyedihkan** **Momen Penentu di Menit Akhir: Akuisisi Meta dan Nasib Manus** Manus, startup China yang diperebutkan oleh Meta, kini akan menjadi perusahaan independen setelah diakuisisi Meta pada Desember lalu. Pemerintah China menggugat induk usaha Instagram untuk membatalkan pembelian Manus, yang akhirnya diputuskan untuk memisahkan diri dari Meta. Status baru ini diputuskan setelah pemerintah China mengeluarkan instruksi pembatalan transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pembelian Manus oleh Meta bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Manus pada produk konsumen dan perusahaan. Namun, akuisisi ini langsung menimbulkan kontroversi dari Amerika Serikat maupun China. Pemerintah China melakukan penyelidikan apakah akuisisi melanggar aturan negara soal investasi asing. Kemudian, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengeluarkan instruksi pembatalan transaksi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kondisi ini memperlihatkan bahwa perusahaan teknologi harus bijak dalam melakukan akuisisi di luar negeri. Mereka harus memahami aturan dan regulasi yang berlaku di negara tujuan. Selain itu, perusahaan harus siap menghadapi kontroversi dan tekanan dari pemerintah negara tujuan. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa perangkap “perusahaan AI” yang bergerak cepat dan berani melakukan akuisisi tidaklah mudah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Manus, startup China yang kini menjadi perusahaan independen, masih harus menghadapi tantangan besar di depan. Mereka harus membangun kembali reputasinya dan memenangkan kepercayaan kembali dari para investor dan masyarakat. Selain itu, perusahaan ini juga harus siap menghadapi persaingan yang semakin ketat di bidang teknologi AI. Dengan demikian, Manus harus berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China telah meningkatkan kontrol ekspor teknologi, termasuk perangkat keras dan data, untuk menghadirkan kompetisi yang lebih seimbang dengan Amerika Serikat di bidang AI. Persaingan ini memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar akan kehilangan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi AI. Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, telah mengumumkan rencananya untuk membangun bisnis berlangganan di sekitar AI. Namun, perusahaan ini harus menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perusahaan-perusahaan lain yang juga berambisi pada AI, seperti Google, Anthropic, dan OpenAI. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China telah meningkatkan kontrol ekspor teknologi, termasuk perangkat keras dan data, untuk menghadirkan kompetisi yang lebih seimbang dengan Amerika Serikat di bidang AI. Persaingan ini memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar akan kehilangan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi AI. Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, telah mengumumkan rencananya untuk membangun bisnis berlangganan di sekitar AI. Namun, perusahaan ini harus menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perusahaan-perusahaan lain yang juga berambisi pada AI, seperti Google, Anthropic, dan OpenAI. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China telah meningkatkan kontrol ekspor teknologi, termasuk perangkat keras dan data, untuk menghadirkan kompetisi yang lebih seimbang dengan Amerika Serikat di bidang AI. Persaingan ini memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar akan kehilangan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi AI. Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, telah mengumumkan rencananya untuk membangun bisnis berlangganan di sekitar AI. Namun, perusahaan ini harus menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perusahaan-perusahaan lain yang juga berambisi pada AI, seperti Google, Anthropic, dan OpenAI. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China telah meningkatkan kontrol ekspor teknologi, termasuk perangkat keras dan data, untuk menghadirkan kompetisi yang lebih seimbang dengan Amerika Serikat di bidang AI. Persaingan ini memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar akan kehilangan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan teknologi AI. Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, telah mengumumkan rencananya untuk membangun bisnis berlangganan di sekitar AI. Namun, perusahaan ini harus menghadapi tantangan besar dalam menghadapi perusahaan-perusahaan lain yang juga berambisi pada AI, seperti Google, Anthropic, dan OpenAI.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260813055305-37-758748/heboh-startup-china-jadi-milik-as-begini-nasibnya-sekarang, without altering the facts of the original article.

XLSmart Menggebrak: Pengguna Makin Royal dengan Bangunan BTS 5G yang Mewah

**XLSmart Menggebrak: Pengguna Makin Royal dengan Bangunan BTS 5G yang Mewah** **Momen Penentu di Menit Akhir** XLSmart mencatatkan laba bersih yang dinormalisasi melonjak 294% year-on-year menjadi Rp 2,73 triliun pada tengah tahun pertama 2026. Capaian ini terjadi setelah merger XL Axiata dan Smartfren mulai beroperasi pada April 2025 lalu. Dalam periode yang sama, total pendapatan XLSmart mencapai Rp 24,03 triliun atau bertumbuh 26% dari tahun sebelumnya. Sementara Ebitda yang dinormalisasi berjumlah Rp 11,05 triliun bertambah 19% YoY dengan normalized Ebitda margin 46%. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi adalah sebagai berikut: Laba bersih XLSmart yang dinormalisasi melonjak 294% year-on-year menjadi Rp 2,73 triliun pada tengah tahun pertama 2026. Capaian ini terjadi setelah merger XL Axiata dan Smartfren mulai beroperasi pada April 2025 lalu. Dalam periode yang sama, total pendapatan XLSmart mencapai Rp 24,03 triliun atau bertumbuh 26% dari tahun sebelumnya. Sementara Ebitda yang dinormalisasi berjumlah Rp 11,05 triliun bertambah 19% YoY dengan normalized Ebitda margin 46%. Blended ARPU XLSmart yang naik menjadi Rp 47,1 ribu dari sebelumnya Rp 38,2 ribu dari pertengahan pertama tahun 2025. Untuk trafik data juga mengalami pertumbuhan 19% menjadi 7,934 petabytes. Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi mengatakan semester pertama menjadi fase penting perusahaan setelah proses integrasi. Kini perusahaan masuk ke fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang kuat, skala jaringan lebih besar, portofolio spektrum makin luas dan kekuatan multi-brand yang terealisasi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa XLSmart melihat masa depan yang cerah? Konteks dan latar belakang kejadian ini penting karena perusahaan telah mencapai tahap optimalisasi setelah proses integrasi. Dengan fondasi perusahaan yang kuat, skala jaringan lebih besar, portofolio spektrum makin luas dan kekuatan multi-brand yang terealisasi, XLSmart siap untuk memulai fase baru. Dampak dari kejadian ini adalah pengguna makin “royal” karena blended ARPU yang naik menjadi Rp 47,1 ribu. Selain itu, trafik data juga mengalami pertumbuhan 19% menjadi 7,934 petabytes. Hal ini berarti XLSmart siap untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kesimpulan yang dapat digambarkan adalah XLSmart telah mencapai tahap optimalisasi setelah proses integrasi. Dengan fondasi perusahaan yang kuat, skala jaringan lebih besar, portofolio spektrum makin luas dan kekuatan multi-brand yang terealisasi, XLSmart siap untuk memulai fase baru. Namun, perusahaan masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260813082350-37-758781/genjot-bangun-bts-5g-pengguna-xlsmart-makin-royal, without altering the facts of the original article.

Warga Israel Masuk RI Tanpa Izin, Nyaris Bertemu Presiden Jokowi

**Warga Israel Masuk RI Tanpa Izin, Nyaris Bertemu Presiden Jokowi** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1971, seorang wartawan asal Israel bernama Ted Lurie tiba di Indonesia untuk menghadiri Kongres Press Foundation of Asia di Bali. Lurie, yang bekerja sebagai wartawan Jerusalem Post, berhasil memasuki lingkungan Istana Merdeka dan bahkan sempat mengisi buku tamu. Namun, kehadirannya kemudian menjadi sorotan karena terjadi saat Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berdasarkan pemberitaan Merdeka pada tanggal 1 September 1971, Lurie datang ke Indonesia pada Agustus 1971 sebagai perwakilan media tempatnya bekerja. Awalnya, keberadaan Lurie di Indonesia tidak menimbulkan masalah. Dia mengikuti kegiatan kongres pers bersama wartawan lain dari berbagai negara di Bali. Persoalan baru muncul ketika Lurie bersama sekitar 15 wartawan peserta kongres melakukan kunjungan ke Jakarta. Salah satu agenda rombongan adalah mendatangi Istana Merdeka. Saat berada di Istana, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pemerintah Indonesia saat itu tidak mengizinkan warga negara Israel masuk ke Indonesia secara bebas. Lurie sendiri mengakui bahwa dirinya sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. Namun, sebelum kesempatan bertemu Presiden Soeharto terjadi, dia memilih mundur karena menyadari kehadiran Lurie dapat menimbulkan persoalan bagi pihak lain. “Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu,” kata Lurie. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tahu bagaimana Lurie bisa masuk ke Indonesia. Kepada Harian Merdeka (4 September 1971), Direktorat Jenderal Imigrasi mengaku tidak mengetahui bagaimana wartawan Israel tersebut memperoleh izin masuk. Hasil pengusutan kemudian mengungkap bahwa Lurie ternyata memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. Dengan adanya izin khusus tersebut, polemik mengenai masuknya Lurie ke Indonesia perlahan mereda. **Pembukaan yang Lebih Luas** Kejadian ini menunjukkan bahwa pada era Presiden Soeharto, pemerintah Indonesia tidak sepenuhnya melarang warga negara Israel masuk ke Indonesia. Namun, kehadiran Lurie juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia saat itu masih sangat sensitif terhadap hubungan diplomatik dengan Israel. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih hati-hati dalam memberikan izin bagi warga negara asing yang ingin masuk ke Indonesia. **Dampak yang Lebih Luas** Kejadian ini juga menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel masih sangat kompleks. Pada saat kejadian ini terjadi, Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, kehadiran Lurie juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih siap dalam menghadapi situasi yang kompleks seperti ini. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang kehadiran warga negara asing di Indonesia. **Penutup yang Lebih Luas** Kejadian ini menunjukkan bahwa pada era Presiden Soeharto, pemerintah Indonesia masih sangat sensitif terhadap hubungan diplomatik dengan Israel. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih hati-hati dalam memberikan izin bagi warga negara asing yang ingin masuk ke Indonesia. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih siap dalam menghadapi situasi yang kompleks seperti ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729201137-25-754903/warga-israel-terang-terangan-masuk-ri-nyaris-bertemu-presiden, without altering the facts of the original article.

Korban Bom Atom di Jepang: 3 WNI Terluka, Kulit Terbakar-Nyaris Tewas

Ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 6 Agustus 1945 atau tepat hari ini 81 tahun lalu membuat 120 ribu orang tewas dan jutaan lainnya sakit parah. Di antara para korban, tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya, yang kemudian sempat kritis akibat paparan radiasi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mereka merupakan mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Jepang, Nanpo Tokubetsu Ryogakusei (Nantoku), yang dibuat untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar menimba ilmu dan kelak membangun Tanah Air. Namun, pada 6 Agustus 1945, semuanya berubah. Pagi itu, ketiganya menjalani aktivitas seperti biasa. Arifin Bey yang sedang mengikuti kuliah fisika ketika tiba-tiba melihat cahaya menyambar dari arah jendela. “Tiba-tiba dari arah jendela kelas kelihatan cahaya menyambar ibarat kilat. Tapi, tak membawa bunyi apa pun,” kenang Arifin Bey dalam memoar Bom Atom di Atas Hiroshima: Suatu Pengalaman Nyata (1986).

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Beberapa detik kemudian, gelombang panas menghantam ruang kelas. Dinding runtuh dan Arifin kehilangan kesadaran. Di lokasi lain, Sagala juga mendengar suara pesawat yang diikuti cahaya menyilaukan. Belakangan diketahui pesawat tersebut adalah Enola Gay B-29 yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima. “Tiba-tiba terdengar suara aneh dan…. sraatt, sinar berkilau, dengan dahsyat dan mengejutkan!” tutur Sagala dalam memoar Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang, Sekitar Perang Pasifik 1942-1945 (1990). Saat sadar, Sagala mendapati tubuhnya hangus akibat panas ledakan, sementara tubuhnya masih terjepit reruntuhan bangunan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Para penyintas diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut dokter apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Pernyataan itu ditandatangani dan pasrah,” kenang Arifin Bey dalam Bom Atom di Atas Hiroshima (1989). Beruntung, mereka berhasil melewati masa kritis setelah sekitar satu pekan. Selama lima tahun berikutnya, kondisi kesehatan mereka terus dipantau sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan.

Mengapa & Dampak

Sejarawan Aiko Kurasawa dalam Sisi Gelap Perang Asia (2023) mengungkap, beasiswa Nantoku dibuat pemerintah Jepang untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar menimba ilmu dan kelak membangun Tanah Air. Namun, pada 6 Agustus 1945, semuanya berubah. Ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima membuat 120 ribu orang tewas dan jutaan lainnya sakit parah. Tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya, yang kemudian sempat kritis akibat paparan radiasi.

Peristiwa tersebut telah meninggalkan dampak yang sangat besar bagi mereka dan bagi keluarga mereka. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan. Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi.

Kesimpulan

Peristiwa 6 Agustus 1945 telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan bagi tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan dampak yang sangat besar bagi mereka dan bagi keluarga mereka. Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260806090819-25-756991/saat-3-wni-jadi-korban-bom-atom-di-jepang-kulit-terbakar-nyaris-tewas, without altering the facts of the original article.

Dukungan Masyarakat untuk Pengurangan Limbah: Sampah Plastik Jadi Paving

**Dukungan Masyarakat untuk Pengurangan Limbah: Sampah Plastik Jadi Paving** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam beberapa tahun terakhir, masalah limbah plastik telah menjadi salah satu isu lingkungan yang paling signifikan di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai atau dikenal sebagai sampah plastik tertolak telah menjadi bencana bagi lingkungan dan manusia. Namun, kini ada harapan besar bahwa sampah plastik ini dapat diubah menjadi sesuatu yang berharga. Melalui inovasi daur ulang, limbah plastik dapat diolah menjadi paving block ramah lingkungan. **APA YANG TERJADI** Sampah plastik yang digunakan berasal dari hasil kerja sama dengan berbagai mitra pengelola sampah serta kiriman masyarakat. Limbah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) kini dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi yang memiliki nilai jual. Project Assistant Rebrick mengatakan pemanfaatan sampah plastik tertolak menjadi paving block merupakan salah satu solusi untuk membantu mengurangi timbunan limbah plastik yang sulit didaur ulang menggunakan metode konvensional. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam proses produksinya, setiap satu meter persegi paving block mampu menyerap sekitar 2,5 kilogram sampah plastik tertolak. Untuk menghasilkan luasan tersebut dibutuhkan sekitar 44 buah paving block. Menurutnya, semakin banyak paving block yang diproduksi, semakin besar pula volume sampah plastik yang dapat dialihkan dari TPA. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, produk paving block hasil daur ulang ini juga memiliki nilai komersial. Rebrick memasarkan produk tersebut dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp200.000 per meter persegi. Inovasi ini dapat menjadi contoh bagi industri lain untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan demikian, akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun inovasi ini telah menawarkan solusi yang menjanjikan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengurangan limbah plastik. Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan infrastruktur untuk mendukung pengembangan industri daur ulang. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, industri, dan masyarakat, kita dapat mencapai tujuan untuk mengurangi limbah plastik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260807213136-26-757557/sampah-plastik-jadi-paving-dukung-target-pengurangan-limbah, without altering the facts of the original article.