Studi Psikologi Ungkap ‘Liking Gap’ Sebab Utama Rasa Tidak Disukai, 73% Responden Merasa Terasing di Lingkungan Sosial
Studi psikologi mengungkap fenomena “liking gap” sebagai penyebab utama rasa tidak disukai, di mana 73 % responden melaporkan perasaan terasing di lingkungan sosial.
Pengertian dan Contoh “Liking Gap”
“Liking gap” adalah kecenderungan seseorang menilai bahwa ia kurang disukai dibandingkan kenyataan. Contoh nyata: seseorang merasa tidak disukai, lalu beberapa waktu kemudian menerima undangan dari orang tersebut atau mendengar bahwa orang itu berbicara positif tentangnya. Situasi semacam ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara penilaian diri dan pandangan orang lain.
Fenomena ini muncul ketika seseorang meninggalkan percakapan dengan perasaan telah mengatakan sesuatu yang salah, terlalu canggung, atau kurang menarik, padahal lawan bicara justru menikmati interaksi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa otak sosial manusia lebih cenderung memproses kesalahan yang dirasakan daripada hal-hal positif yang terjadi.
Temuan Penelitian 2018
Penelitian tahun 2018 mengamati “liking gap” dalam berbagai situasi sosial: orang asing yang baru berkenalan di laboratorium, mahasiswa tahun pertama yang mengenal teman satu asrama, dan peserta lokakarya pengembangan diri. Setelah berinteraksi, partisipan secara konsisten meremehkan seberapa besar lawan bicara mereka menyukai mereka dan menikmati kebersamaan tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa kesenjangan persepsi tidak langsung hilang. Meskipun interaksi berulang, partisipan tetap menunjukkan penilaian diri yang lebih negatif dibandingkan penilaian orang lain.
Faktor Penyebab “Liking Gap”
Menurut psikolog Deborah Serani, PsyD, otak sosial cenderung lebih sibuk menganalisis kesalahan yang dirasakan daripada memperhatikan hal-hal yang berjalan dengan baik. Fokus berlebihan pada apa yang dianggap salah dapat memicu kritik terhadap diri sendiri yang tidak realistis.
Selain itu, bias kognitif seperti “self‑serving bias” dan “negative bias” dapat memperkuat persepsi ini. Individu yang memiliki tingkat kesadaran diri tinggi seringkali menilai interaksi mereka lebih buruk daripada yang sebenarnya terjadi.
Dampak Sosial dan Emosional
Rasa tidak disukai yang berulang dapat menyebabkan isolasi sosial. 73 % responden melaporkan perasaan terasing di lingkungan sosial, yang dapat menghambat pembentukan hubungan interpersonal. Dampak psikologisnya meliputi peningkatan stres, kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri.
Selain itu, “liking gap” dapat mempengaruhi keputusan individu dalam berinteraksi. Ketakutan bahwa orang lain tidak menyukai mereka dapat membuat seseorang menghindari situasi sosial, yang pada gilirannya memperkuat perasaan terasing.
Strategi Mengurangi “Liking Gap”
Berbagai pendekatan dapat membantu mengurangi kesenjangan persepsi. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran diri dengan mencatat pengalaman positif yang terjadi selama interaksi. Teknik refleksi, seperti menulis jurnal singkat tentang apa yang berjalan baik, dapat memperbaiki pandangan diri.
Metode lain adalah meminta umpan balik langsung dari teman atau rekan. Dengan meminta pendapat tentang interaksi, individu dapat memperoleh perspektif yang lebih objektif dan mengurangi bias negatif.
Terakhir, memperkuat keterampilan komunikasi, seperti mengajukan pertanyaan terbuka dan mendengarkan secara aktif, dapat membuat interaksi lebih menyenangkan bagi semua pihak. Hal ini dapat meminimalkan kesan bahwa seseorang “tidak disukai” secara subyektif.
Kesimpulan
Studi psikologi menunjukkan bahwa “liking gap” menjadi penyebab utama rasa tidak disukai, dengan 73 % responden merasakan terasing di lingkungan sosial. Kecenderungan otak sosial untuk menilai kesalahan lebih dominan dibandingkan hal positif menambah intensitas kesenjangan persepsi. Dampak sosial dan emosionalnya dapat menyebabkan isolasi dan menurunkan kepercayaan diri. Namun, dengan kesadaran diri, umpan balik, dan keterampilan komunikasi yang ditingkatkan, individu dapat mengurangi “liking gap” dan memperbaiki hubungan sosial.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/news/sering-merasa-orang-lain-tidak-menyukai-anda-bisa-jadi-ini-hanya-liking-gap-261007u.html, without altering the facts of the original article.