Telkom Rilis Road to DTIIF 2026, Menguraikan Strategi Nasional Mempercepat Adopsi AI dengan Target 50% Industri Terkoneksi 2028

Telkom Rilis Road to DTIIF 2026, Menguraikan Strategi Nasional Mempercepat Adopsi AI dengan Target 50% Industri Terkoneksi 2028 menandai langkah signifikan dalam upaya transformasi digital di Indonesia.

Acara Road to DTIIF 2026 dan Presentasi Veranita Yosephine

Acara Road to Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 dilangsungkan di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Kamis (8/10). Di dalam rangkaian tersebut, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, memimpin sesi panel berjudul “The Future of AI in Indonesia.” Dalam sesi tersebut, Veranita memaparkan perkembangan pemanfaatan AI serta peluang penerapannya untuk mendorong transformasi berbagai sektor industri. Ia menegaskan bahwa AI kini sudah memasuki fase implementasi nyata, bukan sekadar teknologi masa depan.

Menurut Veranita, banyak perusahaan teknologi dan startup global telah menerapkan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta meredefinisi alur kerja dan proses bisnis. Ia menyoroti bahwa perkembangan AI membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Komponen Utama Strategi Nasional AI Telkom

Strategi nasional AI yang dirilis oleh Telkom menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh sebelum memanfaatkan teknologi. Selain pengembangan teknologi, ketersediaan infrastruktur digital, kualitas data, talenta yang kompeten, serta sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan.

Telkom memandang pengembangan AI perlu dilakukan melalui pendekatan AI stack yang terintegrasi. Model ini mencakup konektivitas dan infrastruktur digital sebagai fondasi, dilanjutkan dengan lapisan data, platform, dan aplikasi. Dengan pendekatan ini, setiap elemen saling mendukung sehingga proses adopsi AI dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Target 50% Industri Terkoneksi 2028

Salah satu tonggak penting dalam strategi ini adalah target 50% industri terhubung pada tahun 2028. Target ini menandakan komitmen nasional untuk mempercepat adopsi AI di sektor industri. Dengan setengah industri terhubung, diharapkan tercipta sinergi antara teknologi dan proses bisnis yang dapat menghasilkan nilai tambah signifikan.

Untuk mencapai target tersebut, Telkom berencana meningkatkan investasi pada jaringan digital, memperkuat ekosistem data, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi talenta AI. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi kunci untuk memperluas cakupan adopsi AI di seluruh negeri.

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Adopsi AI

Adopsi AI secara luas di industri dapat membawa dampak ekonomi positif. Peningkatan produktivitas dan efisiensi proses bisnis dapat menurunkan biaya operasional, meningkatkan margin keuntungan, serta mempercepat waktu ke pasar. Selain itu, keputusan berbasis data yang lebih akurat dapat meminimalkan risiko, memperkuat strategi bisnis, dan membuka peluang baru.

Dari sisi sosial, penerapan AI dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan sektor swasta. Misalnya, AI dapat membantu dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi, sehingga meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi masyarakat. Peningkatan pengalaman pelanggan juga dapat memperkuat loyalitas dan memperluas pangsa pasar bagi perusahaan.

Peran Talenta dan Kualitas Data

Perlu dicatat bahwa keberhasilan strategi AI tidak hanya bergantung pada infrastruktur teknologi, melainkan juga pada kualitas data dan talenta. Tanpa data yang akurat, bersih, dan relevan, algoritma AI tidak akan dapat memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, Telkom menekankan pentingnya kebijakan pengelolaan data yang ketat, serta program pelatihan bagi tenaga kerja untuk mengembangkan kompetensi AI.

Program pelatihan ini meliputi workshop, sertifikasi, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta tenaga kerja yang mampu memanfaatkan AI secara efektif, serta dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi.

Sinergi Antarpemangku Kepentingan

Strategi nasional AI Telkom juga menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan. Kolaborasi ini dapat mempercepat proses adopsi, memperluas cakupan aplikasi AI, serta meminimalkan hambatan regulasi dan kebijakan.

Dengan adanya kerjasama lintas sektor, diharapkan dapat tercipta standar industri, kebijakan yang mendukung, serta platform yang memungkinkan pertukaran data dan pengetahuan secara terbuka. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Kesimpulan dan Harapan

Telkom Rilis Road to DTIIF 2026, Menguraikan Strategi Nasional Mempercepat Adopsi AI dengan Target 50% Industri Terkoneksi 2028 menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam inovasi AI. Dengan pendekatan AI stack terintegrasi, peningkatan infrastruktur digital, pelatihan talenta, dan kolaborasi lintas sektor, strategi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di seluruh industri.

Target 50% industri terhubung pada tahun 2028 menjadi tolok ukur keberhasilan upaya ini. Jika tercapai, Indonesia akan memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan teknologi yang signifikan, sekaligus memperkuat posisi negara dalam era digital global.

Semoga informasi ini dapat menjadi referensi bagi para pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya dalam memanfaatkan potensi AI secara maksimal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261009173323-625-1413648/road-to-dtiif-2026-telkom-ungkap-strategi-percepat-adopsi-ai-nasional, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *