KB Bank Gelar PHK Massal, Ratusan Karyawan Terdampak
KB Bank melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada ratusan karyawannya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 31 Maret 2026, jumlah karyawan KB Bank baik tetap dan tidak tetap sebanyak 2.265 orang. Jumlah itu telah berkurang drastis, yakni turun 662 orang dari 2.927 orang pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Faktor Penyebab PHK Massal
KB Bank melakukan penyesuaian jaringan kantor cabang dan optimalisasi tenaga kerja sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk membangun organisasi yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyebut bahwa perubahan kebutuhan nasabah, dinamika industri perbankan, serta meningkatnya adopsi layanan digital menjadi pertimbangan utama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi kabar mengenai PHK massal di KB Bank. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Ra mengatakan bahwa pihak bank wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan OJK sebelum melaksanakan kebijakan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Langkah ini merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh manajemen bank asal Korea Selatan tersebut.
Program Rasionalisasi dan Dampaknya
Menurut Dian Ediana Ra, dalam program rasionalisasi, bank sudah harus mengalokasikan sejumlah dana untuk kompensasi dan biaya terkait lainnya. Dian mencontohkan, penggunaan IT yang baru guna menjadi lebih responsif terhadap permintaan kredit, terutama segmen UMKM. “Terus penanganan-penanganan masalah-masalah isu-isu lain juga, saya kira sudah on the track gitu,” ucapnya.
Dengan adanya PHK massal ini, karyawan KB Bank berkurang lebih dari 600 orang sepanjang Maret 2025-Maret 2026. Jumlah kantor cabang pembantu (KCP) KB Bank berjumlah 120 unit per kuartal I-2026, berkurang 21 unit dari sebanyak 141 unit pada periode yang sama setahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah kantor cabang bertambah 1 unit dari Maret 2025 menjadi 29 unit pada Maret 2026.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kantor cabang KB Bank berkurang, sementara jumlah ATM-nya bertumbuh pesat menjadi 154 unit sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, dari hanya 31 unit pada periode yang sama setahun sebelumnya. Menurut Kunardy Darma Lie, langkah-langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan yang dijalankan pihaknya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada nasabah.
OJK juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara perusahaan dan pekerja. Dian Ediana Ra menegaskan bahwa proses ini tidak boleh menimbulkan perselisihan atau konflik antara pihak KB Bank dengan para karyawannya. “Biasanya kalau di swasta mostly, saya kira juga bank BUMN sama aja. Itu akan ada win-win solution antara pegawai dan bank. Sejauh ini jarang ada dispute ya, apalagi dalam kondisi rasionalisasi,” ungkap Dian.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
KB Bank masih memiliki jalan panjang dalam melakukan transformasi dan penyesuaian diri dengan perubahan industri perbankan. Dengan terus meningkatkan adopsi layanan digital dan penyesuaian jaringan kantor cabang, KB Bank berharap dapat meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Nasib karyawan yang terkena PHK juga menjadi perhatian, dengan harapan mereka dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan memperoleh peluang baru.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260705155139-17-748160/kb-bank-phk-ratusan-karyawan-ojk-buka-suara, without altering the facts of the original article.