Karhutla di Way Kambas Terancam Merambat ke Sisi Timur, Petugas Fokus Benteng Api untuk Cegah Kebakaran Lebih Luas dan Dampak Lingkungan
Karhutla di Way Kambas Terancam Merambat ke Sisi Timur, Petugas Fokus Benteng Api untuk Cegah Kebakaran Lebih Luas dan Dampak Lingkungan
Situasi Awal dan Tanda-Tanda Api di Sisi Timur
Humas Balai TNWK Riri Fitriandi mengungkapkan bahwa indikasi api masih ditemukan di bagian timur kawasan Way Kambas. Meskipun demikian, petugas belum dapat memastikan luasan area yang terdampak karena pandangan terhalang kabut asap tebal. “Indikasi api juga masih ditemukan di sisi timur kawasan. Akan tetapi, petugas belum dapat memastikan luas area yang terbakar karena pandangan tertutup kabut asap tebal,” ujar Riri pada Jumat (2/10/2026).
Strategi Operasi Udara untuk Menahan Pergerakan Api
Untuk menahan pergerakan api, operasi udara akan kembali diarahkan ke jalur rambatan, terutama menuju timur. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya tim gabungan agar api tidak menyebar lebih jauh di dalam kawasan TNWK. Selain operasi udara, pemadaman dilakukan dari darat dengan menyusuri jalur api sepanjang sekitar 800 meter. Petugas menggunakan jet shooter untuk menyemprotkan air hingga ke sisi-sisi area yang terbakar.
Helikopter dan Water Bombing: Langkah Konkret di Lapangan
Pada Kamis (1/10/2026), helikopter juga telah melakukan 54 kali water bombing. Penyiraman dari udara difokuskan di Grid 33 U serta jalur rambatan api menuju timur. Tim udara memperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 14 hektare, sementara area yang mendapat water bombing mencapai sekitar 3 hektare.
Karakteristik Tanah Gambut dan Tantangan Pemadaman
Menurut Riri, kondisi lahan menjadi salah satu faktor yang membuat api sulit dikendalikan. Material yang terbakar didominasi semak belukar di atas tanah gambut sehingga api dapat bertahan di bawah permukaan. “Material terbakar didominasi semak belukar dengan karakteristik tanah gambut, sehingga api berpotensi bertahan di bawah permukaan. Ini membuat proses pemadaman menjadi lebih kompleks,” tambah Riri.
Implikasi Lingkungan dan Risiko Penyebaran Lebih Besar
Karhutla di Way Kambas Terancam Merambat ke Sisi Timur, Petugas Fokus Benteng Api untuk Cegah Kebakaran Lebih Luas dan Dampak Lingkungan menandakan potensi risiko bagi ekosistem hutan gambut. Tanah gambut yang subur namun rentan menjadi ladang api yang dapat menyebar lebih cepat bila tidak dikendalikan. Dampak lingkungan, termasuk emisi gas rumah kaca dan kerusakan habitat, menjadi perhatian utama dalam setiap keputusan tindakan pemadaman.
Peran Tim Gabungan dan Koordinasi Multisektor
Operasi ini melibatkan koordinasi antara petugas darat, udara, dan unit teknis. Penggunaan jet shooter di darat dan water bombing oleh helikopter menunjukkan sinergi yang kuat antar lembaga. Fokus pada jalur rambatan dan penyiraman di Grid 33 U menunjukkan pendekatan terarah dalam mengekang laju kebakaran.
Perkiraan Luas Terbakar dan Efektivitas Water Bombing
Tim udara memperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 14 hektare, sementara area yang mendapat water bombing mencapai sekitar 3 hektare. Meskipun jumlah area yang disiram tidak mencakup seluruh lahan terbakar, strategi ini bertujuan menurunkan suhu dan meminimalisir penyebaran api lebih lanjut.
Kesimpulan dan Harapan untuk Stabilitas Lingkungan
Karhutla di Way Kambas Terancam Merambat ke Sisi Timur, Petugas Fokus Benteng Api untuk Cegah Kebakaran Lebih Luas dan Dampak Lingkungan menegaskan pentingnya tindakan cepat dan koordinasi lintas lembaga. Dengan kombinasi pemadaman darat dan udara serta pemantauan intensif, diharapkan kebakaran dapat dikendalikan sebelum mencapai skala yang lebih luas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1219620/karhutla-way-kambas-terancam-merambat-ke-sisi-timur-petugas-fokus-bendung-api, without altering the facts of the original article.