UMKM Sumenep Sukses Membesarkan Usaha Gula Merah selama 20 Tahun
**UMKM Sumenep Sukses Membesarkan Usaha Gula Merah selama 20 Tahun** **Pembuka** Rosidah (50), warga Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melestarikan kuliner tradisional gula merah. Ia telah mengembangkan usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan air nira dari pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di Sumenep. Dua dekade lalu, perjalanan ini tentu tidak langsung berjalan mulus seperti sekarang. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 2016, Rosidah menyadari bahwa permintaan pasar yang melonjak drastis tidak akan bisa terpenuhi tanpa adanya suntikan modal kerja yang signifikan. Di titik krusial inilah, ia memutuskan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan. “Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya,” urai Rosidah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Rosidah mengajukan pinjaman KUR pertama dengan nominal Rp20 juta pada tahun 2016. – Setelah pinjaman pertamanya lunas dengan catatan komitmen yang bersih, Rosidah kembali mempercayakan pengembangan usahanya kepada BRI dengan mengajukan pinjaman KUR kedua dengan nominal yang naik kelas menjadi Rp50 juta. – Pada 2024 lalu, Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan, di mana BRI memberikan kucuran dana KUR dengan nilai yang lebih besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dukungan finansial dari BRI tidak berhenti sampai di situ. Kucuran modal kerja KUR dari BRI membawa manfaat yang langsung mengubah peta bisnis Rosidah. “KUR BRI ini sangat bermanfaat bagi kami. Khususnya untuk penyediaan bahan baku, peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan,” kata dia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dampak dari kecukupan modal ini membuat lini usaha Rosidah mengalami pertumbuhan yang pesat. Ia bahkan menyatakan bahwa setelah mendapatkan intervensi modal dari KUR BRI, usahanya kini makin berkembang. Skala produksi harian meningkat tajam demi memenuhi permintaan pasar yang tak pernah sepi. Produksi gula merahnya pun terus meningkat. Jika sebelum mendapat dukungan KUR dari BRI rata-rata sekitar 200 kilogram per hari, kini produksinya meningkat menjadi kisaran 500 kilogram per hari. **Kesimpulan Singkat** Kini, buah dari ketekunannya selama 20 tahun telah mengakar kuat. Rosidah berhasil mengunci hati banyak pelanggan tetap di berbagai wilayah di Madura. Pasar yang ia jangkau tidak lagi sebatas lingkungan sekitar desa, melainkan meluas melintasi batas kabupaten, menjangkau daerah Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan. Sistem pemasarannya pun kini sudah lebih matang dan efisien. **Arah Ke Depan** Dengan keberhasilan usahanya, Rosidah berharap dapat terus meningkatkan produksi dan memasarkan produk gula merah ke pasar yang lebih luas. Ia juga berencana untuk meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kinerja timnya. Dengan dukungan dari BRI, Rosidah yakin bahwa usahanya akan terus berkembang dan menjadi salah satu contoh sukses bagi UMKM lainnya di Sumenep.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729200144-25-754900/intip-kisah-umkm-dari-sumenep-dua-dekade-besarkan-usaha-gula-merah, without altering the facts of the original article.