Belanda Kagum dengan Inovasi Indonesia, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Proyek Ini

**Belanda Kagum dengan Inovasi Indonesia, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Proyek Ini** **Pembuka** Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sebelum pembangunan dimulai, Sedyatmo memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. “Sedyatmo melaksanakan adat tersebut, tapi tidak dengan kepercayaan demikian. Ia melaksanakannya semata-mata untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dan orang-orang yang membantunya,” ungkapnya dikutip dari Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: Intuisi Mencetus Daya Cipta (2019) **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun tradisi menanam kepala kerbau yang dilakukan sebelumnya semata untuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor yang menentukan keberhasilan konstruksi. Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau penasihat utama di Departemen PU. Prestasinya tidak hanya mencapai puncak di bidang konstruksi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi-insinyur berikutnya. Kisah Sedyatmo dan jembatan air di Desa Wiroko menunjukkan bahwa inovasi tidak harus selalu dianggap aneh atau menyimpang. Bahkan, kadang-kadang, keberanian untuk mencoba hal baru dan berbeda dapat menciptakan hasil yang luar biasa.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

FAKTA MENGEJUTKAN: Wakil Presiden RI Dituduh sebagai Agen CIA

**FAKTA MENGEJUTKAN: Wakil Presiden RI Dituduh sebagai Agen CIA** Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik, dituduh sebagai agen badan intelijen Amerika Serikat (CIA). Pria yang lahir 99 tahun lalu ini dikaitkan dengan CIA dalam buku karya jurnalis investigasi Amerika Serikat, Tim Weiner, yang mengulas sejarah operasi rahasia badan intelijen tersebut di berbagai negara. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut buku Tim Weiner, “Legacy of Ashes: The History of the CIA” (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Membongkar Kegagalan CIA” tahun 2008), Adam Malik bertemu dengan agen senior CIA, Clyde McAvoy, di tempat rahasia Jakarta. McAvoy adalah operator rahasia yang telah membantu merekrut seorang perdana menteri masa depan bagi Jepang dan datang ke Indonesia dengan tugas menyusup ke dalam PKI dan pemerintahan Sukarno. “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik. […] Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy kepada Tim Weiner dalam wawancara pada 2005. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut paparan Weiner, CIA berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia dengan membentuk “pemerintahan bayangan”. Waktu itu, CIA merasa perlu membangun kedekatan dengan Indonesia supaya negara ini tidak jatuh ke tangan Uni Soviet dan komunismenya. Weiner juga menulis bahwa beberapa hari kemudian setelah pertemuan Adam Malik dan McAvoy terjadi pertemuan lanjutan. Kali ini, antara Adam Malik dengan atase politik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Bob Martens. Dalam pertemuan tersebut, Martens disebut menyerahkan daftar berisi 67 tokoh PKI kepada utusan Adam Malik. Selain itu, Weiner mengklaim CIA memberikan dukungan terhadap operasi antikomunis, termasuk bantuan dana yang disalurkan melalui operasi terselubung bersama unsur militer. Bahkan, Adam Malik disebut menerima dana US$10.000 untuk membiayai kegiatan tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tuduhan ini menimbulkan banyak reaksi dari pihak yang terkait. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang menolak klaim tersebut. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika Adam Malik bekerja untuk badan intelijen Amerika Serikat. “Saya menyesalkan penulisan itu. Saya tidak bisa percaya dan tidak mungkin Pak Adam Malik menjadi agen CIA,” kata Jusuf Kalla, dikutip detikcom, 24 November 2008. Jusuf Kalla menilai latar belakang politik Adam Malik justru bertolak belakang dengan tuduhan tersebut. Adam Malik dikenal sebagai seorang sosialis sekaligus pendiri Partai Murba sehingga dinilai tidak mungkin menjadi bagian dari operasi intelijen Amerika Serikat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bantahan serupa juga datang dari pihak keluarga. Putri Adam Malik, Antarini Malik, menegaskan isi buku Tim Weiner tidak benar. Menurutnya, nasionalisme sang ayah tidak mungkin dipertaruhkan demi kepentingan negara lain ataupun imbalan uang. Keluarga pun mengungkapkan rasa marahnya. Sejarawan Taufik Abdullah juga menyangkal tuduhan tersebut. Menurutnya, itu tidak masuk akal. “Itu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tentunya mencari informasi dan memberikan informasi terbaik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya, dikutip dari situs UGM. Dalam kasus ini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Apakah Adam Malik benar-benar bekerja sebagai agen CIA? Apakah CIA memang berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia? Semua ini masih perlu dipertanyakan dan dipelajari lebih lanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720113310-25-752152/wakil-presiden-ri-ini-dituduh-jadi-agen-cia, without altering the facts of the original article.

HUMAN INTEREST: Sosok Guru Spiritual Presiden RI yang Dikatakan Tokcer

**HUMAN INTEREST: Sosok Guru Spiritual Presiden RI yang Dikatakan Tokcer** JAKARTA, CNBC Indonesia – Di balik kekuasaan seorang presiden, terkadang ada sosok yang jarang diketahui publik. Bagi Presiden ke-2 RI Soeharto, sosok itu adalah guru spiritual bernama Rama Diyat atau Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo. Kedekatannya dengan orang nomor satu di Indonesia membuat rumah Rama Diyat disebut selalu dijaga kendaraan militer. **Momen Penentu di Menit Akhir** Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto pernah bertetangga dengan Rama Diyat di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 1970-an. Dalam memoarnya “Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir, Sebuah Memoar” (2007), Adi mengaku kerap melihat kendaraan militer berada di rumah tetangganya itu. “Di Jalan Sriwijaya itu kami bertetangga dengan penasehat spiritual Presiden Soeharto, yakni Romo Diyat. Nyatanya di rumah Romo Diyat itu selalu ada kendaraan militer yang berada di situ, mungkin kendaraan pengawal,” tulis Adi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Ahmad Moestahal dalam “Dari Gontor ke Pulau Buru: Memoar H. Achmadi Moestahal” (2002), Rama Diyat diangkat Soeharto sebagai asisten pribadi dengan pangkat Brigadir Jenderal Kehormatan. “Romo P. Sudiat atau lebih sering disebut Romo Lengkung ini diangkat sebagai Spri dengan pangkat Brigjen Kehormatan,” tulis Moestahal. Sejarawan M.C. Ricklefs dalam “Mengislamkan Jawa” (2013) juga menyebut Rama Diyat merupakan guru spiritual Soeharto. Dia kerap memimpin ritual di Jambe Pitu, Gunung Selok, kawasan Pantai Selatan Jawa. Ricklefs tidak dapat memastikan apakah Soeharto hadir langsung dalam ritual tersebut atau hanya mengirim utusan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hubungan Rama Diyat dengan Soeharto ternyata telah terjalin jauh sebelum sang jenderal menjadi presiden. Menurut Moestahal, Rama Diyat awalnya merupakan seorang kapten tentara yang ikut bertempur dalam Perang Kemerdekaan. Pada 1950, dia memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Salah satu momen penentu dalam hubungan Rama Diyat dan Soeharto adalah ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965. Waktu itu, Soeharto merasa kariernya stagnan. Dia kalah pamor dari rekan-rekan seangkatannya dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. Dalam kondisi tersebut, Soeharto berniat mengundurkan diri dari dinas militer. Surat pengunduran dirinya sudah ditulis. Namun, rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. Soedjono kemudian meminta Soeharto membatalkan niat tersebut. Dia mengingat pesan Rama Diyat yang pernah meramalkan Soeharto akan menjadi orang besar. “Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar,” tulis Sofjan. Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. Meski memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya tetap menjadi salah satu rahasia terbesar di balik kekuasaan Soeharto. Dengan memahami kisah Rama Diyat dan Soeharto, kita dapat melihat betapa pentingnya hubungan antara seorang pemimpin dan pengajar spiritualnya. Rama Diyat tidak hanya menjadi guru spiritual Soeharto, tetapi juga menjadi penasehat yang dapat membantu Soeharto dalam mengambil keputusan penting. Meskipun kita tidak dapat mengetahui secara pasti nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat, namun kita dapat melihat betapa pentingnya peran Rama Diyat dalam membantu Soeharto mencapai posisi yang tinggi. Dalam kesimpulan, kisah Rama Diyat dan Soeharto menjadi salah satu contoh penting mengenai betapa pentingnya hubungan antara seorang pemimpin dan pengajar spiritualnya. Dengan memahami kisah ini, kita dapat melihat betapa pentingnya peran Rama Diyat dalam membantu Soeharto mencapai posisi yang tinggi, dan bagaimana hubungan keduanya dapat membantu Soeharto dalam mengambil keputusan penting.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.

PREDIKSI/ANALISIS: BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel untuk Ekspor Global

**PREDIKSI/ANALISIS: BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel untuk Ekspor Global** **Momen Penentu di Menit Akhir** CV Swakarya Jaya Furniture, sebuah usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil menembus pasar internasional setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan. Pemilik usaha, Febrina Lossu, memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Febrina memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. * Ia mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli, yang memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh. * CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat, membawa nama Indonesia ke panggung perdagangan global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. BRI Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus mendorong pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh Febrina sejak awal merintis usaha. Namun, dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. CV Swakarya Jaya Furniture masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor, namun dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, industri mebel Indonesia telah mengalami kemajuan pesat. Namun, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM mebel, seperti keterbatasan modal dan fasilitas produksi. BRI Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan keberanian memulai dari nol dan kemauan untuk terus belajar, CV Swakarya Jaya Furniture telah berhasil menembus pasar internasional. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional dan meningkatkan produksi dan ekspor. **Kesimpulan** BRI Peduli telah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan keberanian memulai dari nol dan kemauan untuk terus belajar, CV Swakarya Jaya Furniture telah berhasil menembus pasar internasional. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional dan meningkatkan produksi dan ekspor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

BREAKING: Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR di Tengah Malam

**BREAKING: Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR di Tengah Malam** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 23 Juli 2001, Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan Maklumat Presiden yang membekukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tengah malam. Langkah ini berujung pada pemakzulannya sebagai Presiden. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil langkah-langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Pada masa pemerintahannya, ia memilih sejumlah tokoh nonpartisan untuk membentuk kabinet, bukan berdasarkan pembagian jatah partai. Di bidang hukum, ia juga menunjuk Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung untuk mengusut dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh politik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR menunjukkan bahwa ia telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada. Maklumat Presiden tersebut lebih merupakan tindakan simbolis, karena Gus Dur telah menyadari bahwa militer dan polisi tidak mendukung dekritnya. Keputusan ini berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekalahan dan menandatangani “surat kematian politiknya sendiri”. **APA YANG TERJADI** Keputusan Gus Dur untuk membekukan DPR dan MPR menjadi puncak dari konflik politik berkepanjangan antara ia dengan DPR dan MPR yang telah berlangsung sejak awal masa pemerintahannya. Sejak menjabat pada 1999, Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil berbagai langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Pada saat yang sama, DPR juga menyelidiki dugaan keterlibatan Gus Dur dalam kasus Bruneigate dan Buloggate. Rangkaian konflik politik tersebut kemudian membuka jalan bagi MPR untuk menggelar Sidang Istimewa pada 23 Juli 2001 guna memutuskan nasib kepemimpinan Gus Dur. Menyadari upaya pemakzulan hampir tak terhindarkan dan dukungan TNI maupun Polri tidak berpihak kepadanya, Gus Dur mengambil langkah terakhir. Pada dini hari 23 Juli 2001, ia menerbitkan Maklumat Presiden yang berisi pembekuan MPR dan DPR, pengembalian kedaulatan kepada rakyat melalui penyelenggaraan pemilu dalam waktu satu tahun, serta pembekuan Partai Golkar. **Mengapa & Dampak** Langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR menunjukkan bahwa ia telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada. Maklumat Presiden tersebut lebih merupakan tindakan simbolis, karena Gus Dur telah menyadari bahwa militer dan polisi tidak mendukung dekritnya. Keputusan ini berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekalahan dan menandatangani “surat kematian politiknya sendiri”. Keputusan ini juga berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekuatan MPR dan DPR dalam mengambil keputusan atas kepemimpinannya. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat menangkal kekuatan legislatif dalam melakukan pemakzulan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, kita dapat melihat bahwa langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR merupakan salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah politik Indonesia. Keputusan ini menunjukkan bahwa Gus Dur telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada dan telah mengakui kekalahan. Namun, kejadian ini juga menunjukkan bahwa kekuatan eksekutif tidak dapat menangkal kekuatan legislatif dalam melakukan pemakzulan. Oleh karena itu, kita dapat belajar dari kejadian ini bahwa kekuatan eksekutif harus bekerja sama dengan kekuatan legislatif dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723085456-25-753138/cerita-presiden-ri-ini-umumkan-pembekuan-mpr-dpr-tengah-malam, without altering the facts of the original article.

DRAMA: Mantan Menteri RI Terjebak dalam Skandal Ngontrak

**DRAMA: Mantan Menteri RI Terjebak dalam Skandal Ngontrak** Pada masa lalu, banyak orang menganggap mantan pejabat negara akan menikmati masa pensiun dengan hidup berkecukupan. Namun, kisah mantan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, menunjukkan bahwa tidak semua mantan pejabat negara hidup dengan kemewahan. Natsir, yang pernah menjabat Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan, tidak menikmati kehidupan mewah meskipun pernah menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1966, Natsir dibebaskan dari penahanan setelah terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Setelah dibebaskan, ia masih harus berdiam diri di rumah kontrakan karena belum memiliki rumah sendiri. Membeli rumah pun bukan perkara mudah bagi Natsir karena tidak memiliki cukup uang. Ia harus meminjam dana dari sejumlah sahabat dan mencicil pinjaman itu selama bertahun-tahun hingga lunas. Akhirnya, Natsir berhasil membeli rumah di Jalan Jawa No. 46, yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir tidak memiliki rumah sendiri ketika menjabat Menteri Penerangan pada tahun 1946. Ia menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. 2. Natsir tidak memiliki mobil mewah dan sering menggunakan transportasi umum. 3. Natsir memilih menjalani hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ia memiliki prinsip “Cukupkan yang ada. Jangan cari yang tiada. Pandai-pandailah mensyukuri nikmat.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir menunjukkan bahwa tidak semua mantan pejabat negara hidup dengan kemewahan. Ia menunjukkan bahwa hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki adalah cara hidup yang lebih baik. Natsir tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengumpulkan harta, tetapi lebih memilih menjalani hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ini adalah teladan yang wajib ditiru pejabat sekarang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Natsir telah meninggal, kisahnya masih relevan saat ini. Banyak pejabat negara yang masih hidup dengan kemewahan dan tidak menjalani hidup sederhana. Mereka perlu mengikuti contoh Natsir dan menjalani hidup sederhana. Dengan demikian, mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan tidak menghadapi masalah keuangan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Asing Jadi Penjaga IHSG, Saham Naik 5%

**Asing Jadi Penjaga IHSG, Saham Naik 5%** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (23/7/2026) gagal bertahan pada kenaikan awal, dihantam aksi jual investor asing yang membuat indeks ini melemah 0,30% ke level 6.315,31. Nilai transaksi mencapai Rp23,89 triliun dengan volume 59,78 miliar saham. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa IHSG sempat melesat lebih dari 1% pada sesi pertama, namun laju IHSG dijegal aksi jual investor asing pada sesi kedua. Pada akhir sesi pertama, investor asing masih membukukan net buy Rp164,6 miliar, namun memasuki sesi kedua, tekanan jual meningkat tajam hingga posisi akhir perdagangan berubah menjadi net foreign sell Rp1,224 triliun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.454,31 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 6.306,65. Aksi jual asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp484,3 miliar. Selanjutnya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dilepas Rp367,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp98,5 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp130,3 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp29,2 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembalikan arah IHSG sejalan dengan perubahan arus dana asing. Pada akhir sesi perdagangan, investor asing telah melepas Rp1,39 triliun dari IHSG, yang menghapus seluruh kenaikan indeks pada pagi hari. Dengan demikian, investor asing telah menjadi penjaga IHSG, dan kejadian ini tentu akan berdampak pada arah IHSG di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada akhirnya, kejadian ini menunjukkan bahwa IHSG masih sangat bergantung pada arus dana asing. Oleh karena itu, investor dan analis harus tetap waspada dan memantau pergerakan dana asing untuk memprediksi arah IHSG di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723201924-17-753401/reli-ihsg-dijegal-asing, without altering the facts of the original article.

TGUK Siap Rilis Bisnis Baru, Bursa Tunggu Konfirmasi

**TGUK Siap Rilis Bisnis Baru, Bursa Tunggu Konfirmasi** **Pembuka** Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) terkait bisnis barunya di perdagangan daging beku (frozen meat). TGUK mengakui memiliki pelanggan yang sama dengan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), namun menyatakan tidak ada pengalihan kontrak atau perjanjian khusus. **Momen Penentu di Menit Akhir** Klarifikasi TGUK tidak hanya menyangkut model bisnis, tetapi juga asal pelanggan, pemasok, investor strategis, hingga kesamaan pelanggan dengan BEEF. Dalam surat jawaban kepada BEI, TGUK mengakui sebagian pelanggan diperoleh melalui jaringan investor strategis. Perseroan juga mengonfirmasi bahwa beberapa pelanggan memang merupakan pelanggan yang sama dengan BEEF. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** TGUK mengatakan bahwa tidak ada pengalihan kontrak maupun perjanjian khusus terkait penggunaan jaringan pelanggan tersebut. Seluruh transaksi dilakukan langsung antara TGUK dengan pelanggan menggunakan mekanisme purchase order. Berdasarkan data dari laporan keuangan, sedikitnya sembilan pelanggan TGUK juga tercatat sebagai pelanggan BEEF. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Soal pihak yang mengenalkan pelanggan dan pemasok, keberadaan gudang penyimpanan, sistem distribusi, hingga peran investor strategis dalam pengembangan bisnis baru tersebut, TGUK menjelaskan bahwa operasional bisnis didukung gudang sewa dan cold storage. Investor strategis disebut berperan membuka akses ke jaringan pemasok dan pelanggan tanpa terlibat dalam operasional harian. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sorotan BEI terhadap model bisnis baru TGUK muncul setelah perseroan mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 setelah baru saja melakukan pivot bisnis dari menjual minuman manis menjadi daging beku. Berdasarkan laporan keuangan, penjualan TGUK melonjak menjadi Rp200,74 miliar dari hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong mulai beroperasinya lini bisnis frozen meat serta meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Laba bersih perseroan juga berbalik menjadi sekitar Rp2,43 miliar. **Bisnis Baru TGUK dan Hambatan Berikutnya** BEEF yang disebut dalam klarifikasi TGUK mencatat skala bisnis yang jauh lebih besar. Hingga akhir Maret 2026, BEEF memiliki total aset Rp2,2 triliun, persediaan Rp621,46 miliar, kas dan setara kas Rp17,10 miliar, serta total liabilitas Rp1,79 triliun. Munculnya bisnis baru TGUK mungkin akan diikuti oleh tantangan untuk mempertahankan kinerja yang baik dan meningkatkan pangsa pasar. **Kesimpulan Singkat** TGUK siap rilis bisnis baru di perdagangan daging beku, namun Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Model bisnis baru TGUK mungkin akan diikuti oleh tantangan untuk mempertahankan kinerja yang baik dan meningkatkan pangsa pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723204911-17-753413/bursa-cecar-lagi-bisnis-baru-tguk-ada-apa, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Jakarta Siap Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

**Purbaya: Jakarta Siap Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keheranannya atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Purbaya mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui rencana penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta, dan bahwa APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Purbaya, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat. Permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Purbaya juga merespons soal bahaya atau tidaknya penerbitan obligasi tersebut. “Saya enggak tahu, tapi, nanti saya cek dengan mereka, intinya kalau kredibel dan DKI uangnya banyak sebenarnya enggak bahaya, cuma yang jadi pertanyaan adalah kan uangnya enggak pakai banyak, buat apa?” terang Purbaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pramono menegaskan, rencana penerbitan Obligasi Daerah telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 sebagai salah satu strategi memperkuat pembiayaan pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, juga telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027, dan rencana ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, juga telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027, dan rencana ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724070912-17-753431/jakarta-mau-terbitkan-surat-utang-rp35-t-ini-kata-purbaya, without altering the facts of the original article.

Asing Tertarik, Saham Dua Grup Konglomerat Naik 10%

Investor asing terus menarik perhatian pada saham-saham beberapa grup konglomerat Indonesia, termasuk Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie. Mereka memborong saham-saham milik kedua grup tersebut di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026).

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada hari itu, IHSG gagal mempertahankan reli dan ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31. Investor asing membukukan net foreign sell Rp1,22 triliun, tetapi di balik aksi jual tersebut, terdapat akumulasi pada sejumlah saham yang berada di bawah dua kelompok usaha tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari Grup Prajogo Pangestu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) mencatat net buy Rp90,4 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp57,3 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CUAN) menjadi buruan terbesar dengan net buy Rp95,7 miliar. Sementara dari Grup Bakrie, investor asing memborong PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp55,3 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp26,7 miliar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Akumulasi asing pada saham-saham tersebut juga tercermin dari daftar top movers IHSG. BUMI menjadi kontributor positif terbesar kedua terhadap indeks dengan sumbangan sekitar 5,51 poin, disusul AMMN sebesar 2,95 poin, BYAN 2,85 poin, MDKA 2,56 poin, PTRO 1,68 poin, dan MLPT 7,77 poin sebagai penyumbang terbesar. Meski saham-saham komoditas dan konglomerasi tersebut menopang indeks, tekanan jual pada saham-saham perbankan dan blue chips jauh lebih dominan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Tekanan jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo membuat IHSG gagal mempertahankan reli. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 19,85 poin, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) 6,11 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 4,61 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 4,38 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,27 poin. Dengan demikian, IHSG masih perlu menjalani jalan panjang untuk meningkatkan kinerjanya. Namun, peningkatan investasi asing pada beberapa saham komoditas dan konglomerasi dapat menjadi indikator positif untuk masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723202724-17-753403/saham-dua-grup-konglomerat-jadi-incaran-asing, without altering the facts of the original article.