Miliuner AS Dituduh Pajang Anak Afrika sebagai Tontonan, Nasibnya Tragis

Miliuner AS Dituduh Pajang Anak Afrika sebagai Tontonan, Nasibnya Tragis. Ota Benga, pria asal Kongo, menjadi korban eksploitasi di Amerika Serikat pada 1906. Ia dipamerkan layaknya satwa di kebun binatang manusia, sebuah praktik yang dianggap tidak manusiawi. Nasib tragis menanti Benga hingga akhirnya ia mengakhiri hidupnya pada 1916.

Kronologi Pengeroyokan Ota Benga

Pada 1904, penjelajah dan pedagang asal Amerika Serikat, Samuel Phillips Verner, menculik Ota Benga dari Kongo dengan janji akan memberinya pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, Benga justru dipamerkan bersama sejumlah warga Afrika lainnya dalam area khusus yang dirancang menyerupai perkampungan Afrika di ajang pameran dunia di St. Louis.

Benga kemudian dibawa berkeliling ke berbagai kota dan terus dipertontonkan demi mendatangkan keuntungan. Puncak eksploitasi terjadi pada September 1906 ketika pihak Kebun Binatang Bronx di New York menerima Benga sebagai bagian dari atraksi mereka. Di sana, Benga ditempatkan di area rumah primata dan kerap ditampilkan bersama orangutan bernama Dohong.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pertama, Benga menjadi korban eksploitasi di negara yang identik dengan gagasan kesetaraan manusia, penghapusan perbudakan, dan penghormatan terhadap HAM. Kedua, ia dipamerkan sebagai bagian dari teori evolusi manusia Darwin, yang mengungkap manusia berawal dari kera. Ketiga, pengunjung diperbolehkan melihatnya secara langsung dan mengejek, menertawakan, hingga mengganggunya.

Mengapa dan Dampak

Kejadian ini terjadi karena adanya anggapan bahwa warga Afrika adalah makhluk yang inferior dan dapat dijadikan sebagai objek pertunjukan. Hal ini juga didorong oleh adanya stereotip bahwa warga Afrika adalah “eksotis” dan dapat dijadikan sebagai hiburan. Dampaknya, Benga mengalami trauma dan depresi yang berkepanjangan. Ia juga kehilangan identitas dan budayanya sendiri.

Apa artinya ini ke depan? Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menghormati hak asasi manusia dan tidak melakukan eksploitasi terhadap orang lain. Kebun Binatang Bronx akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada 2020 atas tindakan mereka terhadap Benga.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam upaya menghapuskan praktik eksploitasi dan penghinaan terhadap martabat manusia. Kita harus terus mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya menghormati hak asasi manusia. Dengan demikian, kita dapat mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260704115310-25-748022/tragis-nasib-anak-afrika-dipajang-jadi-tontonan-di-as-tewas-memilukan, without altering the facts of the original article.

Proyek Rp1,7 T Mandek, Presiden RI Geram dan Marahi Menteri Ekonomi

Proyek Asahan, salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya, nyaris terhambat akibat anggaran yang tak kunjung dicairkan. Presiden ke-2 RI, Soeharto, geram dan memarahi seluruh jajaran menteri ekonomi karena proyek senilai Rp1,7 triliun itu mandek. Proyek yang dimulai pada 1975 itu merupakan kerja sama Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang.

Momen Penentu di Menit Akhir

Soeharto menunjuk orang kepercayaannya, A.R. Soehoed, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan untuk mengawal pelaksanaannya. Namun, setahun setelah kerja sama diteken, proyek justru menghadapi kendala. Anggaran yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah. Soehoed berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait, tetapi tak kunjung memperoleh kepastian.

Akibat tak menemukan jalan keluar, Soehoed kemudian melaporkan persoalan itu kepada Presiden Soeharto. Sang presiden awalnya meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan para menteri ekonomi. Namun hasilnya tetap nihil. “Tapi, saya minta sama Menko Ekuin, tidak ditanggap juga. Jadi, akhirnya saya datang lagi pada Pak Harto,” ujar Soehoed seperti dituturkan ulang kepada Tjipta Lesmana dalam buku Dari Soekarno sampai SBY: Intrik & Lobi Politik Para Penguasa (2008).

Kemarahan Presiden

Mendengar laporan tersebut, Soeharto kembali memastikan apakah berbagai upaya benar-benar sudah dilakukan. “Kita berusaha saja enggak berhasil,” jawab Soehoed. Menurut penuturannya, wajah Soeharto seketika berubah merah. Presiden hanya memberi jawaban singkat dan meminta Soehoed datang kembali ke kediamannya di Jalan Cendana pada sore hari.

Saat tiba di Cendana, Soehoed mendapati dirinya tidak sendirian. Di ruangan itu telah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena menganggap mereka tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan para menteri terkait dalam menjalankan proyek-proyek besar. Proyek Asahan sendiri merupakan salah satu contoh keberhasilan kerja sama antara Indonesia dan perusahaan Jepang. Setelah hampir satu dekade dikerjakan, Soeharto meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984. Kerja sama Indonesia dengan konsorsium perusahaan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013. Sejak saat itu, kepemilikan Proyek Asahan sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Proyek Asahan telah menjadi salah satu proyek andalan Indonesia dalam mengembangkan industri aluminium. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan industri ini ke depan. Pemerintah harus terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara para menteri terkait dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan keberhasilan proyek-proyek besar di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706100817-25-748288/anggaran-proyek-rp17-t-tak-cair-presiden-ri-marahi-menteri-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan, Kisah Pengusaha RI yang Jadi Miliarder

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan, Kisah Pengusaha RI yang Jadi Miliarder. Gunung Kawi, sebuah destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Ong Hok Liong, pendiri perusahaan rokok Bentoel. Kisah Ong Hok Liong, yang tumbuh menjadi miliarder, merupakan inspirasi bagi banyak orang. Keberhasilan Ong Hok Liong tidak terlepas dari keyakinannya dan petunjuk yang diperolehnya selama berziarah ke Gunung Kawi.

Perjalanan Awal Ong Hok Liong

Ong Hok Liong, seorang pengusaha asal Indonesia, memulai bisnisnya dengan mendirikan pabrik rokok yang diberi nama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong. Namun, bisnisnya tersebut belum berkembang pesat. Pada sekitar tahun 1954, Ong Hok Liong melakukan ziarah ke Gunung Kawi, sebuah tempat yang dipercaya memiliki kesaktian dan dapat membawa keberuntungan. Selama ziarahnya, Ong Hok Liong tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas.

Momen Penentu di Menit Akhir

Setelah terbangun, Ong Hok Liong menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam. Juru kunci tersebut menafsirkan bahwa mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo, seorang tokoh yang dimakamkan di kawasan Gunung Kawi, untuk mengganti nama pabrik dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dilihatnya dalam mimpi. Atas tafsir mimpi tersebut, Ong Hok Liong mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan Ong Hok Liong untuk mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel ternyata membawa dampak besar pada bisnisnya. Penjualan rokok Bentoel meningkat pesat, dan perusahaan berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Bentoel mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum tahun 1960 dan menjadi salah satu merek rokok yang paling dikenal di Indonesia. Keberhasilan Ong Hok Liong tidak terlepas dari keyakinannya dan petunjuk yang diperolehnya selama berziarah ke Gunung Kawi.

Saat ini, nama Gunung Kawi masih lekat dengan cerita tentang keberuntungan dan kesuksesan. Banyak orang yang melakukan ziarah ke Gunung Kawi dengan harapan memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki. Kisah Ong Hok Liong merupakan inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang dan berusaha mencapai kesuksesan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan, namun perjalanan bisnis Ong Hok Liong tidak berhenti di situ. Perusahaan rokok Bentoel kemudian diakuisisi oleh British American Tobacco pada tahun 2009. Namun, kisah Ong Hok Liong tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang dan berusaha mencapai kesuksesan. Gunung Kawi masih menjadi destinasi ziarah yang populer, dan kisah Ong Hok Liong akan terus dikenang sebagai contoh keberhasilan dan ketekunan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.

Fenomena Aneh di Gunung Kawi, Orang Belanda Kaget Setengah Mati

Gunung Kawi, sebuah destinasi wisata spiritual yang terkenal di Indonesia, pernah menjadi saksi bisu sebuah fenomena alam yang sangat aneh dan belum pernah dijelaskan secara ilmiah. Pada tengah malam 3-4 Januari 1884, seorang warga Belanda melakukan pengamatan terhadap gunung tersebut dan menyaksikan sesuatu yang sangat mengagetkan. Gunung Kawi tampak seolah berdiri dalam “kolom api” dengan puluhan berkas cahaya yang memancar ke langit.

Momen Penentu di Malam Itu

Warga Belanda yang tidak disebutkan namanya itu melakukan pengamatan dari jauh terhadap Gunung Kawi. Sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 dini hari, dia tiba-tiba mendengar suara gemuruh samar dari arah Gunung Kawi. Suaranya seperti aliran air sungai, tetapi perlahan terasa berbeda. “Segera saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang berbeda, karena saya belum pernah mendengar gemuruh seperti itu sebelumnya,” tulisnya dalam sebuah laporan.

Merasa penasaran, dia terus mengamati Gunung Kawi. Dalam gelap malam, dia melihat lapisan kabut keabu-abuan membentang di atas gunung. Awalnya dia mengira yang terlihat hanyalah kilatan petir. Namun, beberapa saat kemudian muncul pemandangan yang menurutnya jauh lebih mengagetkan. “Saya tiba-tiba melihat gunung di hadapan saya seolah-olah dalam kolom api, sementara suara dan gemuruhnya sangat keras dan gunung itu diterangi dengan sangat terang,” ungkapnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Keanehan tidak berhenti sampai di situ. Dia mengaku melihat sekitar 50 berkas cahaya menyebar dari satu titik ke berbagai arah. Menurutnya, fenomena itu berbeda dengan sambaran petir. “Menurut saya, itu bukanlah sambaran petir, karena sekitar 50 berkas cahaya berputar menyebar secara bersamaan dari titik pusat ke puncak gunung itu, ke segala arah hingga jarak yang luar biasa jauh,” ucapnya.

Yang membuatnya semakin heran, cahaya tersebut bertahan lebih dari 30 detik tanpa memudar. Dari sini dia yakin cahaya itu bukan petir. Sebab kalau cahaya petir akan cepat memudar dan tidak terpusat di satu titik. Selain berkas cahaya, dia juga melihat percikan-percikan api besar yang berkedip di langit sekitar Gunung Kawi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lebih dari seabad kemudian, kesaksian tersebut masih menjadi salah satu dokumentasi langka mengenai fenomena alam yang pernah diamati di Gunung Kawi. Terlepas dari apa pun penyebabnya, catatan itu menunjukkan bagaimana gunung yang kini identik dengan wisata spiritual dan kisah-kisah mistis pernah menghadirkan pemandangan yang membuat seorang pengamat Belanda tak mampu menemukan penjelasan.

Dengan demikian, fenomena aneh di Gunung Kawi itu tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga kini. Apakah kejadian serupa akan terjadi lagi di masa depan? Hanya waktu yang dapat menjawab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mengenang kembali kejadian itu, kita dapat memahami betapa kompleksnya alam dan segala fenomena yang terjadi di dalamnya. Meskipun kita telah memiliki kemajuan teknologi dan pengetahuan yang lebih baik, masih banyak hal yang belum kita pahami sepenuhnya.

Gunung Kawi, sebagai salah satu destinasi wisata spiritual, masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap. Oleh karena itu, kita harus terus melakukan penelitian dan eksplorasi untuk memahami lebih baik tentang alam dan segala keindahan yang dimilikinya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706140809-25-748396/orang-belanda-lihat-fenomena-tak-masuk-akal-di-gunung-kawi, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Dapat Sorotan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Sebabnya?

Presiden RI mendapat sorotan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang baru saja meninggal dunia pada 28 Februari lalu. Sorotan ini terkait dengan pernyataan Khamenei yang mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Dalam pidato tersebut, Soekarno menyatakan bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari lalu dan jenazahnya disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sejak Jumat (3/7/2026), sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026). Semasa hidup, Khamenei pernah mengalami pengalaman sebagai tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an.

Dalam memoar Cell No. 14 (2021), Khamenei menceritakan pengalamannya saat menjadi tahanan politik dan berbagi sel dengan beberapa tahanan, termasuk seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Khamenei kemudian melihat kondisi mental pemuda itu semakin tertekan setelah ditangkap. Dia jarang makan dan tampak kehilangan semangat. Melihat keadaan tersebut, Khamenei berusaha membantunya, bahkan beberapa kali menyuapinya agar mau makan. Beberapa waktu kemudian, pemuda itu akhirnya mengungkap alasan mengapa selalu menjaga jarak.

Dia mengaku khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam. Jika gerakan Islam berhasil mendirikan republik, dia merasa akan menghadapi persoalan karena tidak mempercayai agama. Mendengar pengakuan itu, Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pernyataan Khamenei yang mengutip pidato Soekarno tersebut memiliki dampak yang signifikan dalam konteks hubungan antara Iran dan Indonesia. Kedua negara memiliki hubungan diplomatik yang panjang dan memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia.

Khamenei menjadi salah satu tokoh penting Revolusi Iran yang menggulingkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979. Sejak 1989, dia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran hingga akhirnya wafat dan dimakamkan pada tahun ini. Dengan demikian, pernyataan Khamenei tersebut dapat dilihat sebagai upaya untuk memperkuat hubungan antara Iran dan Indonesia, serta mempromosikan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kematian Khamenei meninggalkan kekosongan kepemimpinan di Iran, dan proses pemilihan pemimpin baru akan dimulai dalam beberapa waktu ke depan. Presiden RI dan pemerintah Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Khamenei tersebut juga dapat dilihat sebagai pengingat bahwa persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi sangat penting dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat Indonesia diharapkan dapat terus mempromosikan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain untuk mencapai tujuan bersama.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.

Warga Israel Masuk Istana Merdeka, Begini Reaksi Presiden RI

Presiden RI Soeharto mendapat kunjungan tak terduga dari seorang warga negara Israel, Ted Lurie, pada 1971 silam. Lurie berhasil memasuki Istana Merdeka meski Indonesia dan Israel tak memiliki hubungan diplomatik. Kehadiran Lurie memicu sorotan, baik di dalam negeri maupun di Timur Tengah.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada Agustus 1971, Lurie datang ke Indonesia untuk menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali. Selama mengikuti kongres, kehadiran Lurie tidak menimbulkan persoalan. Namun, saat rombongan peserta kongres melakukan lawatan ke Jakarta, termasuk berkunjung ke Istana Merdeka, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui. Lurie mengaku sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. Namun, sebelum bertemu Presiden Soeharto, dia memilih mengundurkan diri karena menyadari kehadirannya dapat menimbulkan persoalan.

“Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu,” kata Lurie.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

Pertama, Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. “Lurie telah diizinkan masuk Indonesia berdasarkan surat khusus yang dikeluarkan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Yayasan Pers Asia di Bali minggu lalu,” ungkap pemberitaan saat itu.

Kedua, panitia Press Foundation of Asia menjelaskan Lurie hadir sebagai perwakilan sebuah institusi pers, bukan mewakili negara atau pemerintah Israel. “Sebagai tuan rumah penyelenggara tentu tidak sopan sekali untuk menolak kedatangan salah seorang peserta undangan,” kata pihak penyelenggara.

Ketiga, kehadiran Lurie memicu reaksi di Timur Tengah. Sejumlah kalangan mempertanyakan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. “Masuknya wartawan Israel adalah sangat bertentangan dengan ketetapan MPRS,” ungkap Dubes Mesir, Ali Shawki El-Hadidi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel masih sangat sensitif hingga saat ini. Presiden Soeharto memerintahkan dilakukan pengusutan untuk mengetahui bagaimana Lurie dapat memperoleh izin memasuki Indonesia. Hasil penyelidikan akhirnya mengungkap bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura.

Kejadian ini juga menunjukkan bahwa Indonesia masih berkomitmen untuk mendukung perjuangan Palestina. Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa kebijakan luar negerinya konsisten dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini masih meninggalkan banyak pertanyaan tentang bagaimana Lurie dapat memasuki Indonesia dan mencapai Istana Merdeka. Pemerintah Indonesia harus meningkatkan keamanan dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel masih sangat kompleks. Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan kebijakan luar negerinya dengan hati-hati untuk memastikan bahwa kepentingan nasional Indonesia tetap terjaga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708151505-25-749177/geger-warga-israel-masuk-istana-merdeka-nyaris-bertemu-presiden-ri, without altering the facts of the original article.

Himbara Jadi Gerbang Aliran Modal Global, Siap Buka Peluang Investasi Besar

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan siap mengambil peran strategis dalam ekosistem Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai gerbang masuk berbagai aliran modal global ke dalam negeri. Himbara percaya bahwa kehadiran PFII berpotensi memperkuat daya saing sektor keuangan nasional sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi. Dengan PFII, Himbara dapat menjadi pintu masuk berbagai jenis investor global apabila ekosistem ini berhasil dibangun dengan kompetitif.

Kesiapan Himbara dalam Menghadapi Arus Modal Global

Direktur Kelembagaan BNI yang mewakili Himbara, Eko Setyo Nugroho, mengatakan bahwa Himbara dapat berperan sebagai gateway bagi masuknya modal global, mulai dari foreign direct investment, investor institusi, sovereign wealth fund, family office, hingga pasar modal. Selama ini, sebagian besar arus modal tersebut masih mengalir melalui pusat-pusat keuangan internasional di luar Indonesia. Oleh karena itu, Himbara siap menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi dan membangun kemitraan strategis untuk mendukung kebutuhan pembiayaan sepanjang siklus investasi.

Mengapa PFII Penting?

Keberhasilan PFII tidak cukup hanya mengandalkan insentif maupun potensi bisnis. Fondasi regulasi, tata kelola, dan kepastian hukum menjadi faktor utama untuk menarik kepercayaan investor. Dengan pendekatan yang tepat, PFII diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas keuangan yang berdaya saing di tingkat regional maupun di tingkat global. Oleh karena itu, Himbara menekankan pentingnya implementasi PFII secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, kapasitas industri, dan mitigasi risiko.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan PFII, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan investasi dan memperkuat sektor keuangan nasional. Himbara percaya bahwa keberhasilan PFII dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Himbara siap bekerja sama dengan pemerintah dan pihak lainnya untuk mewujudkan PFII yang sukses.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mewujudkan PFII, Himbara telah melakukan benchmarking terhadap beberapa pusat keuangan internasional yang telah lebih dulu berkembang, seperti Abu Dhabi Global Market, Dubai International Financial Centre, International Financial Centre di Hong Kong, dan Singapore International Financial Centre. Dari benchmarking tersebut, Himbara menemukan bahwa setiap internasional financial center (IFC) memiliki positioning dan target ekonomi yang jelas. Oleh karena itu, Himbara percaya bahwa PFII harus memiliki arah yang jelas dan target yang spesifik untuk mencapai kesuksesan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709164303-17-749547/himbara-siap-jadi-gerbang-masuk-aliran-modal-global-lewat-pfii, without altering the facts of the original article.

Waspada Pencucian Uang, Perbanas Ingatkan Risiko Jika PFII Tak Diatur

Pusat Finansial Internasional Indonesia: Peluang dan Risiko

Tigor M. Siahaan mengungkapkan bahwa industri perbankan nasional memiliki kesiapan untuk menjadi partner PFII. “Kami dari Perbanas kami siap menjadi partner dari PFII ini, dan kami juga merasa bahwa institusi keuangan, pasar keuangan, dan semua profesi pendukung di Indonesia ini sangat siap untuk menjadi partner supaya PFII ini menjadi sukses di Indonesia,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Komisi XI DPR RI, Kamis (9/7/2026).

Mengapa PFII Perlu Diwaspadai?

Tigor mengingatkan bahwa aktivitas keuangan yang lebih kompleks di PFII juga berpotensi meningkatkan berbagai risiko, seperti pencucian uang dan penghindaran pajak. “Tapi ada banyak risikonya juga. Transaksinya kompleks, dan kita juga tahu bahwa kita sebagai anggota FATF (Financial Action Task Force) juga kita juga harus waspada terhadap risiko pencucian uang, money laundering, penghindaran pajak. Kita mesti hati-hati di sini dan juga regulatory environment-nya harus mendukung,” imbuhnya.

Dampak PFII terhadap Industri Keuangan

Tigor juga menyoroti potensi ketimpangan apabila seluruh aktivitas bisnis keuangan terkonsentrasi di PFII, membuat lembaga keuangan di luar kawasan tersebut berpotensi tertinggal. “Dan juga salah satu yang menurut saya ada risiko tapi mungkin baik, kalau ini sukses, PFII ini sukses, apakah ancamannya terhadap perbankan atau financial institutions di luar PFII ini? Apakah semuanya nanti akan ke sana? Jadi yang di sini akan ditinggalkan? Atau kalau memang ini sangat sukses, mungkin yang di sini kalau ketinggalan dia mesti meningkatkan kualitasnya, mesti meningkatkan kesadarannya,” jelasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan PFII diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perbankan nasional. Tigor memberikan contoh ketika bank-bank asing mulai masuk ke Indonesia pada akhir 1960-an. “Jadi saya diingatkan tahun 1968 pada saat dibuka perbankan di Indonesia ini untuk masuk pemain-pemain asing seperti Citibank, JP Morgan Chase, dan lain-lain, tingkat dari perbankan itu memang beda, perbankan nasional dan perbankan asing. Tapi over time perbankan nasional harus maju, harus menyesuaikan diri, harus berkompetisi, sehingga sekarang kita ketahui bahwa perbankan nasional ini sudah sama bagusnya dengan perbankan asing,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam rangka menyukseskan PFII, Perbanas menekankan pentingnya kerangka regulasi yang mampu mengantisipasi berbagai potensi penyalahgunaan. “Kami dari Perbanas siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa PFII dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi Indonesia,” kata Tigor. Dengan demikian, PFII diharapkan dapat menjadi pusat finansial internasional yang kompetitif dan memiliki dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709172258-17-749560/perbanas-ingatkan-risiko-pencucian-uang-jika-pfii-tak-diatur-matang, without altering the facts of the original article.

485 Barang Bukti Kasus Indosurya Rp 113 M Disita, Begini Penampakannya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyita 485 barang bukti senilai Rp113,97 miliar dalam kasus PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia, yang sebelumnya bernama PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses. Penyitaan ini merupakan bagian dari perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa penyitaan tersebut menunjukkan fungsi penyidikan OJK berjalan efektif berkat koordinasi yang erat dengan berbagai kementerian dan aparat penegak hukum.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam konferensi pers yang berlangsung di gedung OJK Jakarta, Senin (9/7/2026), Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa penyidik telah menyita dan mengamankan 485 barang bukti dengan total nilai aset mencapai Rp113,97 miliar. Penyitaan tersebut dilakukan dalam rangka penegakan hukum untuk menjaga integritas sektor jasa keuangan, melindungi konsumen, serta menciptakan sistem keuangan yang sehat, transparan, dan terpercaya.

Apa yang Terjadi

Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia bermula dari dugaan tindak pidana di sektor jasa keuangan. OJK berkolaborasi dengan Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Hukum, serta Departemen Penyidikan OJK dalam penyitaan aset terkait kasus tersebut. Friderica menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas penelusuran, pemblokiran, hingga penyitaan aset.

Mengapa dan Dampak

Mengapa kasus ini terjadi? Menurut Friderica, penegakan hukum merupakan salah satu mandat penting OJK untuk menjaga integritas sektor jasa keuangan. Dampaknya, OJK berkomitmen terus memperbaiki tata kelola industri perasuransian agar semakin kuat, sehat, transparan, dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat. Kasus ini juga menunjukkan bahwa OJK tidak tinggal diam terhadap berbagai kasus di sektor jasa keuangan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

OJK akan terus memperkuat pengawasan berbasis risiko, meningkatkan koordinasi, serta mempercepat penanganan perkara yang berpotensi merugikan masyarakat. Friderica menegaskan bahwa OJK akan terus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan aparat penegak hukum untuk menjaga integritas sektor jasa keuangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap industri perasuransian.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709181646-18-749585/penampakan-485-barang-bukti-kasus-prolife-indosurya-rp113-m, without altering the facts of the original article.

Investor Asing Antri Masuk Pasar Karbon RI, Hashim: Siap-siap Raup Cuan

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang diharapkan dapat meningkatkan industri keuangan dan menarik investor asing. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pasar karbon Indonesia cukup diminati oleh investor asing. “Banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia,” ujarnya.

Momen Peluncuran SRUK

Pemerintah telah resmi meluncurkan SRUK pada Kamis, 9 Juli 2026, di Djakarta Theater Jakarta. Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa pasar karbon Tanah Air telah dinantikan oleh investor asing sejak perjanjian Paris pada November 2025 lalu. Sehingga SRUK menjadi terobosan untuk meningkatkan industri keuangan. “Karena kenapa? Dunia internasional yang selama ini menunggu, dan saya dengar, sudah menunggu sejak COP21 di Paris, bulan November,” tuturnya.

Investor Asing Antri Masuk Pasar Karbon RI

Hashim mengungkapkan bahwa investor yang berminat dan tertarik masuk ke pasar karbon Indonesia berasal dari berbagai negara, mulai dari Asia hingga Eropa. “Banyak, dari Amerika, dari Inggris, dari Norwegia, dari Belanda, dari Jepang, banyak,” sebutnya. Ia menambahkan bahwa meskipun belum dapat diperkirakan jumlah potensi nilai investasi pada pasar karbon tersebut, Ia optimis dapat mencapai puluhan miliar dolar. “(Potensi nilai?) Banyak, itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar ya,” pungkasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan peluncuran SRUK, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan industri keuangan dan menarik investasi asing. Pasar karbon Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan infrastruktur dan regulasi yang mendukung pengembangan pasar karbon.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk mengembangkan pasar karbon yang efektif dan efisien. Namun, dengan peluncuran SRUK, Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan industri keuangan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, investor, dan pelaku industri, pasar karbon Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709201055-17-749620/hashim-investor-as-hingga-jepang-antre-masuk-pasar-karbon-ri, without altering the facts of the original article.