Polri Lakukan Penggeledahan di Kafe de’Clan Cipete, Terkait Kasus Apa?

Apa yang Terjadi di Kafe de’Clan Cipete?

Penggeledahan di kafe de’Clan Signature merupakan bagian dari rangkaian penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan Polri, yakni Dirreskrimsus Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Bareskrim Polri. Sebelumnya, beredar narasi di media sosial bahwa salah satu lokasi penggeledahan adalah kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun, Anang Supriatna meminta publik untuk tidak mudah menyimpulkan segala isu yang beredar di media sosial soal penanganan hukum yang tengah dilakukan Polri.

Mengapa Penggeledahan Ini Penting?

Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mengungkap dugaan korupsi dan TPPU yang terkait dengan beberapa perusahaan besar, seperti PT Asabri, PLN Batu Bara, dan Krakatau Steel. Kasus-kasus ini telah menimbulkan kerugian negara yang besar dan merusak kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Oleh karena itu, penggeledahan ini diharapkan dapat membantu mengungkap fakta-fakta baru dan membawa pelaku keadilan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penggeledahan ini memiliki dampak besar pada kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Jika Polri dapat mengungkap kasus-kasus korupsi dan TPPU dengan transparan dan akuntabel, maka kepercayaan publik dapat dipulihkan. Namun, jika proses penyidikan tidak transparan dan akuntabel, maka kepercayaan publik dapat semakin menurun. Oleh karena itu, Polri harus bersikap transparan dan akuntabel dalam menangani kasus-kasus ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Polri masih memiliki jalan panjang untuk mengungkap kasus-kasus korupsi dan TPPU yang terkait dengan beberapa perusahaan besar. Dengan penggeledahan di kafe de’Clan Signature, Polri diharapkan dapat memperoleh bukti-bukti baru dan membawa pelaku keadilan. Namun, Polri harus tetap transparan dan akuntabel dalam menangani kasus-kasus ini untuk memulihkan kepercayaan publik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7852381/populer-nasional-polri-geledah-kafe-declan-cipete-kpk-tahan-eks-sekjen-mpr-maruf-cahyono, without altering the facts of the original article.

Vonis Hari Ini, 3 Bos PT Blueray Cargo Terancam Hukuman Kasus Suap Importasi

Vonis hari ini akan dijatuhkan kepada tiga bos PT Blueray Cargo, yaitu John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan, terkait kasus suap importasi. Ketiganya terancam hukuman penjara dan denda karena diduga terlibat dalam kasus korupsi. Kasus ini bermula dari dugaan kerja sama antara petinggi perusahaan ekspedisi Blueray Cargo dengan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Vonis akan dibacakan pada pagi hari ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Terdakwa pimpinan PT Blueray Cargo, John Field, didakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada perkara kasus dugaan suap manipulasi impor tasi barang. Jaksa penuntut umum (JPU) KPK, Takdir, memastikan bahwa agenda pembacaan vonis akan dilaksanakan pada pagi hari ini. Sebelumnya, John Field dituntut 3 tahun penjara serta pidana denda Rp300 juta subsider 100 hari kurungan penjara.

John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan diduga melakukan pertemuan dengan Orlando Hamonangan Sianipar dan Fillar Marindra, yang bertugas di Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai. Dalam pertemuan itu, John Field mengeluhkan semakin banyak barang impor Blueray Cargo yang masuk jalur merah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta terkait kasus ini:

Jaksa KPK menuntut John Field 3 tahun penjara serta pidana denda Rp300 juta subsider 100 hari penjara. Andri dan Dedy Kurniawan dituntut pidana penjara 2,5 tahun, serta denda masing-masing Rp200 juta subsider pidana penjara pengganti 80 hari. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kasus suap importasi ini dianggap merusak citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Jaksa penuntut umum (JPU) KPK berharap vonis hari ini dapat memberikan efek jera kepada pelaku korupsi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memiliki dampak besar pada dunia bisnis dan pemerintahan. Kasus korupsi seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah dan perusahaan. Oleh karena itu, penindakan tegas terhadap pelaku korupsi sangat penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Vonis hari ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi perusahaan lain untuk tidak melakukan tindakan korupsi. Selain itu, kejadian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya integritas dan transparansi dalam berbisnis dan berinteraksi dengan lembaga pemerintah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus korupsi seperti ini memerlukan penanganan yang serius dan terstruktur. Penindakan tegas terhadap pelaku korupsi sangat penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kejadian ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan integritas dalam berbisnis dan berinteraksi dengan lembaga pemerintah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7852382/hari-ini-tiga-bos-pt-blueray-cargo-hadapi-vonis-kasus-suap-importasi-barang, without altering the facts of the original article.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Kena OTT KPK, Begini Proses Pemeriksaan 8 Jam

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan langsung menjadi sorotan publik. Etik Suryani merupakan Bupati Sukoharjo yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah. Setelah ditangkap, Etik Suryani menjalani pemeriksaan selama 8 jam di Polresta Solo sebelum akhirnya dibawa ke gedung KPK di Jakarta.

Penangkapan yang Menghebohkan

Etik Suryani terlihat dibawa naik bus dari Polresta Solo pada Jumat (10/7/2026) pagi. Ia tampak sudah mengenakan rompi hitam, bukan rompi oranye yang biasa dikenakan tersangka KPK. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa Etik Suryani telah ditangkap, namun detail kasusnya masih belum diungkapkan. Etik Suryani didampingi oleh dua orang, salah satunya perempuan, yang terus memegang tangannya saat dibawa ke bus.

Proses Pemeriksaan dan Pengawasan

Setelah penangkapan, Etik Suryani menjalani pemeriksaan intensif selama 8 jam di Polresta Solo. Proses ini dilakukan sebelum yang bersangkutan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK. Penangkapan Etik Suryani menambah daftar panjang pejabat yang terjaring OTT KPK, menunjukkan komitmen lembaga antikorupsi tersebut dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Mengapa OTT KPK Dilakukan?

OTT KPK terhadap Etik Suryani dilakukan sebagai bagian dari upaya KPK untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. Kasus yang menjerat Etik Suryani masih belum diungkapkan secara detail, namun penangkapan ini menunjukkan bahwa KPK terus berkomitmen dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik. Dampak dari penangkapan ini tentunya akan sangat signifikan bagi Pemerintahan Kabupaten Sukoharjo dan masyarakat luas.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penangkapan Etik Suryani oleh KPK tentunya akan berdampak pada roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo. Proses hukum yang akan dijalani oleh Etik Suryani akan mempengaruhi kebijakan dan program-program yang sedang berjalan di kabupaten tersebut. Selain itu, penangkapan ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pejabat lain yang berpotensi melakukan tindakan korupsi. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Etik Suryani dan jajaran pemerintahan Kabupaten Sukoharjo dalam menghadapi proses hukum ini masih sangat panjang.

Kini, Etik Suryani telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini masih terus berkembang, dan publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus yang menjerat Bupati Sukoharjo tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7852383/rompi-hitam-bupati-sukoharjo-etik-suryani-saat-kena-ott-kpk-hingga-diperiksa-8-jam-di-polresta-solo, without altering the facts of the original article.

Ruben Onsu Diduga Tak Bayar Anak, Pengacara Sarwendah Ungkap Fakta Mengejutkan

Perjanjian yang Ditandatangani Ruben dan Sarwendah

Pengacara Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa ada perjanjian yang ditandatangani oleh Ruben dan Sarwendah saat proses cerai. Perjanjian tersebut antara lain mengatur tentang hak kunjungan Ruben dengan anak-anaknya. “KEDUA untuk berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui telepon) dengan ke 3 (tiga) anak dan diberi waktu bertemu serta tinggal bersama dengan PIHAK PERTAMA sekurang-kurangnya 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) hari dalam seminggu, kecuali diatur lain oleh PARA PIHAK,” bunyi isi perjanjian tersebut.

Tanggung Jawab Ruben terhadap Anak-Anaknya

Perjanjian tersebut juga menyebutkan bahwa Ruben bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. “Biaya pemeliharaan dan pendidikan anak sampai dengan ke jenjang pendidikan tinggi/kuliah menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA, dengan syarat PIHAK KEDUA wajib menyampaikan terlebih dahulu kepada PIHAK PERTAMA dengan mendiskusikannya terkait biaya yang diperlukan oleh PIHAK PERTAMA untuk biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan ke 3 (tiga) anak tersebut,” lanjut Minola.

Mengapa Ruben Diduga Tak Bayar Anak?

Dengan bukti perjanjian tersebut, Minola menyinggung tudingan bahwa Ruben tidak menafkahi anak-anaknya. “Apakah bisa dikatakan RO (Ruben Onsu) tidak memberikan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak?” tulis Minola. Menurutnya, Ruben tidak pernah tahu berapa jumlah biaya untuk pendidikan dan keperluan anak-anaknya karena Sarwendah tidak pernah menyampaikan atau mendiskusikan hal tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus ini tentu memiliki dampak besar bagi Ruben dan Sarwendah, terutama dalam hal hak asuh anak-anak mereka. Jika tuduhan bahwa Ruben tidak menafkahi anak-anaknya terbukti, maka hal ini dapat mempengaruhi reputasi Ruben sebagai seorang ayah dan figur publik. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan yang dapat timbul dalam proses perceraian, terutama ketika anak-anak terlibat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ruben Onsu dan Sarwendah masih memiliki jalan panjang dalam menyelesaikan permasalahan mereka, terutama terkait hak asuh anak-anak mereka. Dengan bukti perjanjian yang ditandatangani oleh keduanya, diharapkan kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan bijak. Namun, satu hal yang pasti, kasus ini akan terus menjadi sorotan publik hingga tuntas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/seleb/7852384/ruben-dituding-tak-biayai-anak-setelah-cerai-dari-sarwendah-pengacara-selama-ini-tanpa-diskusi, without altering the facts of the original article.

BPJT Luncurkan Sistem WIM Terintegrasi ETLE, Atasi ODOL di 47 Titik Jalan Tol

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meluncurkan sistem Weigh in Motion (WIM) terintegrasi dengan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mengatasi kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) di 47 titik jalan tol. Ketua BPJT, Ni Komang Rasminiati, mengatakan bahwa truk ODOL menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan di jalan tol dan menyebabkan cepat rusaknya struktur aspal jalan tol.

Implementasi WIM Terintegrasi ETLE

Rasminiati menjelaskan bahwa BPJT berupaya menekan kendaraan ODOL di jalan tol dengan mengoperasikan WIM yang terintegrasi dengan kamera ETLE milik Polri di ruas hingga pintu-pintu tol. Sebanyak 38 WIM terpasang di gerbang tol guna mendeteksi kendaraan yang berlebihan muatan. “Dengan rincian sebaran taktis mencakup 38 titik yang ditempatkan sebelum gerbang tol untuk menjaring kendaraan sejak awal masuk jalan tol. Serta sembilan titik strategis yang terpasang langsung di jalur utama atau main road untuk pengawasan kendaraan ODOL secara menyeluruh,” kata dia.

Sebaran Pemasangan WIM

Sebaran pemasangan WIM dominan dilakukan BPJT di ruas jalan tol lintas Sumatera. Di ruas koridor ini, sebanyak 33 titik terpasang WIM, dengan 27 titik di antaranya sudah berhasil terintegrasi dengan sistem ETLE milik Polri. Sementara untuk di ruas koridor Pulau Jawa, Kementerian PU dan BPJT telah memasang WIM setidaknya di 14 titik ruas jalan tol. Dari jumlah tersebut, 6 titik di antaranya telah terintegrasi dengan kamera ETLE.

Mengapa ODOL Berbahaya?

Kendaraan ODOL menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur jalan tol di Indonesia, sebab truk ODOL mempercepat kerusakan jalan, meningkatkan biaya pemeliharaan, mengganggu kelancaran arus lalu lintas, hingga memperbesar risiko kecelakaan fatal. Berdasarkan data WIM pada 2025, lebih dari seperlima kendaraan non-golongan I yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera terindikasi melanggar batas dimensi dan muatan. Rata-rata pelanggaran mencapai 17,62 persen dari kendaraan non-golongan I yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan 21,29% di Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola PT Hutama Karya (Persero).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BPJT bersama Kementerian PU dan BUJT masih memiliki rencana penambahan WIM sebanyak 11 titik baru di Pulau Jawa untuk meningkatkan efektivitas penindakan terhadap kendaraan ODOL. Dengan demikian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan memperpanjang umur jalan tol. Selain itu, integrasi WIM dengan ETLE diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam penindakan pelanggaran lalu lintas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/otomotif/7852385/bpjt-operasikan-wim-terintegrasi-etle-di-47-titik-untuk-kendalikan-odol-di-jalan-tol, without altering the facts of the original article.

Dimas Werhaspati Divonis 8 Tahun Penjara, Kasus Korupsi Minyak Mentah Berakhir?

Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN), Dimas Werhaspati, divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (persero). Vonis ini lebih rendah dari putusan pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara. Dimas Werhaspati terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Dimas Werhaspati terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum. Ketua Majelis Hakim, Catur Iriantoro, mengucapkan vonis tersebut dalam sidang pembacaan putusan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026). Vonis ini mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dimintakan banding mengenai pidana penjara, denda, dan uang pengganti.

Dimas Werhaspati dihukum membayar pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 140 hari kurungan penjara. Selain itu, majelis hakim juga mengubah putusan pengadilan tingkat pertama, Dimas pada tahap banding ini dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp5 miliar subsider 4 tahun penjara.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (persero) ini dapat berdampak signifikan pada industri energi di Indonesia. Korupsi dapat merusak tatanan sosial dan ekonomis secara masif, serta dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga BBM secara nasional. Oleh karena itu, vonis ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pelaku usaha lainnya untuk menjalankan bisnisnya dengan integritas dan transparansi.

Dalam pertimbangan yang meringankan putusan banding tersebut, majelis hakim menjelaskan terdakwa bersikap sopan di persidangan, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan keluarga. Namun, perbuatan korupsi yang dilakukan Dimas Werhaspati dapat merusak tatanan sosial dan ekonomis secara masif, sehingga vonis 8 tahun penjara dianggap sudah tepat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Vonis ini masih dapat diajukan banding ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Dimas Werhaspati masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding dan memperjuangkan hak-haknya. Namun, vonis ini juga diharapkan dapat menjadi titik awal bagi PT Pertamina (persero) untuk meningkatkan integritas dan transparansi dalam menjalankan bisnisnya.

Kedepan, PT Pertamina (persero) diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal untuk mencegah terjadinya korupsi serupa. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan regulasi dan pengawasan untuk mencegah terjadinya korupsi di industri energi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/nasional/7852386/vonis-dimas-werhaspati-dipangkas-jadi-8-tahun-bui-pada-kasus-korupsi-minyak-mentah, without altering the facts of the original article.

Hari Tasyrik 2026: Panduan Lengkap Amalan, Zikir, dan Larangan yang Wajib Diketahui

Amalan yang Dapat Dilakukan pada Hari Tasyrik

Pada hari Tasyrik, umat Muslim dapat melakukan berbagai amalan yang dapat mendulang pahala. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan: Menyembelih hewan kurban bagi umat Muslim yang mampu. Menikmati hidangan makanan dari hasil sembelihan dan disajikan kepada orang-orang sekitar. Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir saat menyembelih hewan kurban. Berdoa dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Memperbanyak zikir, tahlil, tahmid, dan takbir.

Larangan pada Hari Tasyrik

Selain amalan yang dapat dilakukan, ada juga beberapa larangan yang harus diperhatikan pada hari Tasyrik. Berikut beberapa larangan yang harus diperhatikan: Umat Muslim dilarang menjalankan puasa qada maupun puasa sunnah apa pun pada hari Tasyrik. Menjalankan puasa sunnah di tiga hari setelah perayaan Idul Adha tidak diperbolehkan di hari Tasyrik. Rasulullah SAW juga melarang berpuasa pada hari raya fitri dan qurban Idul Adha.

Mengapa Hari Tasyrik Penting?

Hari Tasyrik penting karena merupakan hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tahlil, tahmid, dan takbir. Selain itu, hari Tasyrik juga merupakan hari untuk berbagi dengan orang-orang sekitar, terutama yang kurang mampu.

Apa Artinya Hari Tasyrik ke Depan?

Hari Tasyrik memiliki arti yang sangat penting bagi umat Muslim. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tahlil, tahmid, dan takbir. Selain itu, hari Tasyrik juga merupakan hari untuk berbagi dengan orang-orang sekitar. Oleh karena itu, umat Muslim harus memperhatikan amalan dan larangan pada hari Tasyrik agar dapat mendulang pahala dan meningkatkan iman kepada Allah SWT. Bacaan zikir yang umum diamalkan saat Hari Tasyrik adalah: Allahhu Akbar, Allahhu Akbar, Allahhu Akbar, laa ilaaha illallaahu wahdahu, laa syarika lahu, lahul mulku wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dengan memperhatikan amalan dan larangan pada hari Tasyrik, umat Muslim dapat meningkatkan iman dan mendulang pahala. Oleh karena itu, umat Muslim harus memperhatikan hari Tasyrik dengan baik agar dapat memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260529125405-29-738730/hari-tasyrik-2026-amalan-bacaan-zikir-dan-larangannya, without altering the facts of the original article.

3 Kesalahan Masak Jeroan Sapi yang Bikin Bau Amis Tak Hilang

Jeroan sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah saat Idul Adha. Mulai dari paru, babat, usus hingga limpa kerap dijadikan soto, gulai, sate sampai sambal goreng favorit keluarga. Namun, banyak orang masih mengeluhkan aroma amis atau prengus yang tetap muncul meski sudah memakai banyak rempah. Padahal, rahasia mengolah jeroan bukan hanya soal jahe atau serai, tetapi juga terletak pada teknik penanganannya sejak awal.

Teknik Mengolah Jeroan yang Tepat

Beberapa metode berikut cukup umum digunakan untuk membantu mengurangi bau amis sekaligus membuat tekstur jeroan lebih empuk dan nyaman disantap. Sebagian orang langsung merebus jeroan setelah dicuci. Padahal, teknik perebusan bertahap sering digunakan saat mengolah jeroan untuk membantu mengurangi aroma menyengat.

Teknik blanching atau perebusan awal juga cukup umum dipakai untuk membantu membersihkan sisa kotoran dan lemak yang masih menempel pada jeroan. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memasukkan jeroan saat air masih dingin atau hangat, lalu memanaskannya perlahan hingga mendidih. Setelah direbus sekitar 10-15 menit, air rebusan pertama biasanya dibuang karena cenderung mengandung lemak dan aroma yang cukup kuat.

Momen Penentu di Menit Akhir Perebusan

Hal ini jarang diperhatikan saat memasak jeroan. Sebagian orang memilih tidak menutup panci terlalu rapat ketika perebusan pertama berlangsung agar aroma tajam dapat keluar bersama uap panas. Cara ini memang bukan aturan wajib, tetapi cukup sering dipakai saat mengolah jeroan agar bau prengus tidak terlalu kuat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menambahkan garam sejak awal sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun, sebagian orang memilih menambahkan garam setelah perebusan pertama selesai agar rasa dan tekstur jeroan tetap terjaga. Penggunaan garam berlebihan di tahap awal juga dapat membuat rasa jeroan menjadi terlalu tajam sebelum bumbu lain meresap sempurna.

Jeruk nipis atau cuka cukup populer digunakan untuk membantu mengurangi aroma amis pada jeroan. Kandungan asamnya dapat membantu menetralisir bau yang kuat. Meski begitu, penggunaan berlebihan juga kurang disarankan karena bisa memengaruhi tekstur dan rasa alami jeroan. Biasanya, jeroan cukup dilumuri jeruk nipis selama beberapa menit sebelum dibilas kembali menggunakan air bersih.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Sejumlah penjual soto memilih merebus jeroan secara terpisah sebelum dicampurkan ke kuah utama. Setelah direbus, jeroan biasanya didiamkan sejenak agar aroma tajam berkurang terlebih dahulu. Cara ini dinilai membantu rasa kuah tetap lebih bersih dan tidak terlalu prengus.

Setelah direbus, jeroan sebaiknya tidak langsung ditutup rapat saat masih sangat panas. Membiarkannya sedikit mendingin sebelum disimpan dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam wadah. Panduan keamanan pangan juga menyarankan makanan matang disimpan pada suhu yang aman agar kualitasnya tetap terjaga. Jika tidak langsung dimasak, simpan jeroan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menggunakan banyak rempah belum tentu membuat jeroan otomatis bebas bau amis. Teknik pembersihan, perebusan bertahap dan pengolahan yang tepat justru menjadi faktor yang lebih penting. Dengan cara yang benar, jeroan sapi bisa terasa lebih gurih, empuk dan tetap nikmat disantap tanpa aroma menyengat yang berlebihan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260529143758-29-738782/kesalahan-masak-ini-bisa-bikin-jeroan-sapi-tetap-bau-amis, without altering the facts of the original article.

Sapi Kurban Prabowo-Gibran Disembelih di IKN, Basuki Ungkap Alasan di Baliknya

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Negara IKN pada Rabu (27/5/2026). Dalam momen ini, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran turut serta dalam kurban dengan menyumbang sapi. Sebanyak 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing dikumpulkan dari para shohibul kurban. Sapi kurban yang disumbang oleh Prabowo-Gibran kemudian disembelih di IKN.

Momen Penyerahan dan Penyembelihan Hewan Kurban

Salat Iduladha dilaksanakan di Masjid Negara IKN dengan khotbah yang disampaikan oleh Ust. KH. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A., Ketua Forum Ulama Umat Indonesia. Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban. Tahun ini, terkumpul 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing dari para shohibul kurban. Dari jumlah tersebut, dua ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia dan satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke sejumlah kecamatan dalam wilayah delineasi IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut berpartisipasi sebagai shohibul kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi. “Hari ini kita melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Negara IKN dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Semua kurban ini dari warga untuk warga,” ujar Basuki.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Melalui pelaksanaan kurban tahun ini, diperkirakan akan disalurkan sebanyak 4895 paket daging kurban dialokasikan bagi masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN. Selain itu, 1.090 paket disalurkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yang meliputi petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, pekerja konstruksi, dan pekerja non-konstruksi.

Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa pelaksanaan Iduladha di IKN merupakan momen penting untuk memperkuat silaturahmi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. “IKN tidak hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis,” jelasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pelaksanaan kurban di IKN juga melibatkan peternak lokal, seperti Rosibul Aklil, seorang peternak asal Samboja. Ia menyatakan bahwa pembelian ternak untuk kebutuhan kurban memberikan manfaat bagi usahanya. “Ini membantu meningkatkan pendapatan kami dan meningkatkan kualitas hidup,” katanya.

Kegiatan kurban di IKN diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penyelenggaraan Iduladha yang melibatkan masyarakat dan memperhatikan kesejahteraan lokal. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260529130218-30-738732/penampakan-sapi-prabowo-gibran-disembelih-di-ikn-basuki-ucapkan-ini, without altering the facts of the original article.

Industri Syariah di Ujung Tanduk: Spin Off dan Strategi Bertahan di Tengah Gejolak

Industri syariah kini berada di ujung tanduk. Spin off, strategi yang diharapkan dapat menjadi penyelamat, kini menjadi tantangan besar di tengah gejolak pasar modal dan melemahnya nilai tukar rupiah. Nasib industri syariah yang mulai berkembang pesat beberapa tahun terakhir kini mulai dipertanyakan. Apakah spin off dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya tahan industri syariah?

Momen Penentu di Menit Akhir

Pasar modal Indonesia yang melemah belakangan ini berdampak signifikan pada industri syariah. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menambah tekanan pada industri ini. Dalam situasi ini, bank syariah dan industri keuangan syariah lainnya dituntut untuk dapat bertahan dan bahkan tumbuh. Spin off menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat membantu industri syariah meningkatkan daya tahan dan tetap kompetitif di tengah gejolak ekonomi.

Namun, penerapan spin off tidaklah mudah. Industri syariah harus memiliki kesiapan yang matang, baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun strategi bisnis. Selain itu, spin off juga memerlukan perencanaan yang cermat dan implementasi yang efektif. Jika tidak dilakukan dengan baik, spin off dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi industri syariah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Beberapa fakta menunjukkan bahwa industri syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Pertama, industri syariah memiliki pangsa pasar yang besar dan masih terbuka lebar. Kedua, industri syariah memiliki keunggulan kompetitif yang unik, seperti prinsip syariah yang lebih transparan dan akuntabel. Ketiga, industri syariah memiliki dukungan dari pemerintah dan regulator yang kuat.

Namun, industri syariah juga menghadapi beberapa tantangan. Pertama, industri syariah masih memiliki keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Kedua, industri syariah masih memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan industri konvensional. Ketiga, industri syariah masih memiliki persaingan yang ketat dengan industri konvensional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dampak dari spin off dan strategi bertahan di tengah gejolak ekonomi ini sangat signifikan bagi industri syariah ke depan. Jika spin off dapat dilakukan dengan baik, industri syariah dapat meningkatkan daya tahan dan tetap kompetitif di tengah gejolak ekonomi. Namun, jika spin off tidak dilakukan dengan baik, industri syariah dapat mengalami kesulitan yang lebih besar.

Selain itu, industri syariah juga harus meningkatkan kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi tantangan ke depan. Industri syariah harus memiliki strategi bisnis yang kuat, infrastruktur yang memadai, dan sumber daya manusia yang kompeten. Dengan demikian, industri syariah dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa industri syariah masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan daya tahan dan tetap kompetitif di tengah gejolak ekonomi. Spin off dan strategi bertahan harus dilakukan dengan baik dan cermat. Industri syariah harus memiliki kesiapan yang matang dan kemampuan untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dengan demikian, industri syariah dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, industri syariah harus terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi tantangan ke depan dan tetap menjadi pemain yang kompetitif di pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.