BPJT Luncurkan Sistem WIM Terintegrasi ETLE, Atasi ODOL di 47 Titik Jalan Tol

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meluncurkan sistem Weigh in Motion (WIM) terintegrasi dengan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mengatasi kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) di 47 titik jalan tol. Ketua BPJT, Ni Komang Rasminiati, mengatakan bahwa truk ODOL menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan di jalan tol dan menyebabkan cepat rusaknya struktur aspal jalan tol.

Implementasi WIM Terintegrasi ETLE

Rasminiati menjelaskan bahwa BPJT berupaya menekan kendaraan ODOL di jalan tol dengan mengoperasikan WIM yang terintegrasi dengan kamera ETLE milik Polri di ruas hingga pintu-pintu tol. Sebanyak 38 WIM terpasang di gerbang tol guna mendeteksi kendaraan yang berlebihan muatan. “Dengan rincian sebaran taktis mencakup 38 titik yang ditempatkan sebelum gerbang tol untuk menjaring kendaraan sejak awal masuk jalan tol. Serta sembilan titik strategis yang terpasang langsung di jalur utama atau main road untuk pengawasan kendaraan ODOL secara menyeluruh,” kata dia.

Sebaran Pemasangan WIM

Sebaran pemasangan WIM dominan dilakukan BPJT di ruas jalan tol lintas Sumatera. Di ruas koridor ini, sebanyak 33 titik terpasang WIM, dengan 27 titik di antaranya sudah berhasil terintegrasi dengan sistem ETLE milik Polri. Sementara untuk di ruas koridor Pulau Jawa, Kementerian PU dan BPJT telah memasang WIM setidaknya di 14 titik ruas jalan tol. Dari jumlah tersebut, 6 titik di antaranya telah terintegrasi dengan kamera ETLE.

Mengapa ODOL Berbahaya?

Kendaraan ODOL menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur jalan tol di Indonesia, sebab truk ODOL mempercepat kerusakan jalan, meningkatkan biaya pemeliharaan, mengganggu kelancaran arus lalu lintas, hingga memperbesar risiko kecelakaan fatal. Berdasarkan data WIM pada 2025, lebih dari seperlima kendaraan non-golongan I yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera terindikasi melanggar batas dimensi dan muatan. Rata-rata pelanggaran mencapai 17,62 persen dari kendaraan non-golongan I yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan 21,29% di Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola PT Hutama Karya (Persero).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BPJT bersama Kementerian PU dan BUJT masih memiliki rencana penambahan WIM sebanyak 11 titik baru di Pulau Jawa untuk meningkatkan efektivitas penindakan terhadap kendaraan ODOL. Dengan demikian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan memperpanjang umur jalan tol. Selain itu, integrasi WIM dengan ETLE diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam penindakan pelanggaran lalu lintas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/otomotif/7852385/bpjt-operasikan-wim-terintegrasi-etle-di-47-titik-untuk-kendalikan-odol-di-jalan-tol, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *