Olahraga Ternyata Bisa Beri Efek Glow Alami, Ini Temuannya

Olahraga ternyata dapat memberikan efek glow alami pada seseorang. Temuan ini disampaikan oleh perusahaan perlengkapan olahraga asal Jepang, ASICS, melalui kampanye “Get The Glow”. Penelitian yang dilakukan oleh ASICS menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan kondisi mental dan memberikan pancaran positif pada seseorang.

Penelitian yang Mengungkap Hubungan Olahraga dan Glow Alami

Presiden Direktur ASICS Indonesia Yuya Sugiyama mengatakan bahwa kampanye “Get The Glow” berangkat dari filosofi “Sound Mind, Sound Body” yang telah lama menjadi dasar perusahaan. “ASICS percaya pada filosofi Anima Sana In Corpore Sano atau Sound Mind, Sound Body yang mengajarkan bahwa ketika tubuh bergerak, pikiran juga ikut bergerak menjadi lebih positif,” kata Yuya di kawasan Senayan, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Yuya, meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk bergerak setiap hari sudah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Pernyataan tersebut didasarkan pada sejumlah penelitian yang dilakukan ASICS dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya “Uplifting Minds Study” yang dipimpin peneliti King’s College London, Brendon Stubbs. Studi itu menemukan kondisi mental seseorang mulai menunjukkan peningkatan setelah melakukan aktivitas fisik selama 15 menit 9 detik.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam penelitian “Uplifting Minds Study”, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, joging ringan, atau bentuk gerakan lainnya dapat membantu meningkatkan suasana hati, rasa percaya diri, dan energi positif. Sementara itu, penelitian lain bertajuk “Mind Race” menunjukkan bahwa ketika peserta berhenti berolahraga selama satu pekan, kondisi mental mereka mengalami penurunan signifikan. Tingkat kepercayaan diri peserta turun 20 persen, perasaan positif menurun 16 persen, energi berkurang 23 persen, dan kemampuan menghadapi stres turun 22 persen.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi mental yang buruk dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kesehatan mental dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Dengan melakukan olahraga, seseorang dapat meningkatkan kondisi mentalnya dan mendapatkan glow alami. “Kami ingin melihat apakah ketika mereka lebih aktif secara fisik akan berdampak pada performa mereka secara keseluruhan,” kata Head of Brand and Marketing ASICS Indonesia Fajar Nugraha.

Untuk memperkenalkan temuan tersebut di Indonesia, ASICS menggelar Get The Glow Challenge di Bunkr, fasilitas Hyrox Training Club di kawasan Senayan, Jakarta, Ahad, 21 Juni 2026. Acara itu melibatkan peserta dari komunitas olahraga. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami pentingnya olahraga dalam meningkatkan kondisi mental dan mendapatkan glow alami.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam jangka panjang, ASICS berharap masyarakat dapat memahami pentingnya olahraga dalam meningkatkan kondisi mental dan mendapatkan glow alami. Oleh karena itu, perusahaan akan terus melakukan penelitian dan mengembangkan program-program yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kesehatan mentalnya. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup lebih sehat dan bahagia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2110178/benarkah-olahraga-bisa-beri-efek-glow-alami-ini-temuannya, without altering the facts of the original article.

Sejarah Baru! Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Cup 2026, Kalahkan Korea Selatan

Timnas voli putra Indonesia mengukir sejarah dengan menjadi juara AVC Men’s Cup 2026. Mereka menaklukkan Korea Selatan dalam final dengan skor 3-0 (34-32, 25-16, dan 25-23) di India, 28 Juni 2026. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan 0-3 yang diderita skuad Merah Putih saat menghadapi Korea Selatan di penyisihan Grup A di kejuaraan voli bergengsi Asia ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pertandingan final AVC Men’s Cup 2026 antara Indonesia dan Korea Selatan berlangsung sengit. Pada set pertama, Indonesia sempat dikagetkan oleh servis pemain Korea yang menyulitkan. Akibatnya, serangan Indonesia tidak maksimal dan mudah dibendung blok Korea. Namun, situasi itu berubah di set kedua. Servis-servis agresif dari para pemain Indonesia mulai menekan pertahanan lawan dan membuka peluang bagi para pemain untuk mencetak poin.

Keberhasilan Indonesia meraih gelar juara di AVC Men’s Cup 2026 ini menjawab keraguan banyak pihak. Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, mengungkapkan bahwa skuad Merah Putih sempat mengalami kesulitan di pertandingan set pertama. Namun, pelatih Reidel Toiran melakukan perubahan komposisi pemain dengan memasukkan Rama Fazza dan Putra Hidayatullah. Pergantian ini terbukti sukses, karena Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan dan servis.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan tim voli putra Indonesia menyabet gelar juara di AVC Cup 2026 ini tak lepas dari kepiawaian pelatih Reidel Toiran dalam menyiapkan taktik dan strategi. Menurut Nur Widayanto, pelatih berkebangsaan Kuba ini sukses membaca jalannya pertandingan melalui pergantian pemain. Kemenangan ini juga membuktikan bahwa tim voli putra Indonesia telah meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka.

Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tim voli putra Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi mereka di masa depan. Dengan gelar juara AVC Men’s Cup 2026 ini, Indonesia diharapkan dapat menjadi kekuatan yang lebih kuat di dunia voli.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan dengan menjadi juara AVC Men’s Cup 2026, tim voli putra Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Mereka harus terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka untuk menjadi yang terbaik di dunia voli. Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi, diharapkan tim voli putra Indonesia dapat mencapai tujuan mereka dan menjadi kekuatan yang lebih kuat di dunia voli.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2110848/timnas-voli-putra-indonesia-juara-avc-cup-2026-kalahkan-korea-selatan, without altering the facts of the original article.

Strategi Jitu Timnas Voli Indonesia: Kunci Kemenangan di AVC Men’s Cup 2026

Timnas voli putra Indonesia sukses menjuarai AVC Men’s Cup 2026 di India setelah menaklukkan Korea Selatan dengan skor 3-0 (34-32, 25-16, dan 25-23) pada final yang berlangsung Minggu, 28 Juni 2026. Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengatasi keterbatasan waktu persiapan dan mengalahkan sejumlah kekuatan utama Asia. Pelatih tim nasional bola voli putra Indonesia, Toiran Gonzales Reidel, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya, yaitu kekuatan mental para pemain.

Faktor Kunci Kemenangan

Menurut Toiran, faktor utama yang membawa Indonesia mengalahkan Korea Selatan bukanlah aspek teknis, melainkan kekuatan mental para pemain. Toiran mengatakan kepercayaan diri para pemain terus dibangun sejak sebelum pertandingan melalui sesi video meeting. Ia berusaha meyakinkan anak asuhnya bahwa mereka memiliki kualitas untuk mengalahkan siapa pun.

“Itu bukan faktor teknis, tetapi lebih kepada psikologi olahraga. Semua pemain sebenarnya bisa, yang penting mereka harus percaya diri,” kata Toiran kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 29 Juni 2026. “Dalam setiap video meeting saya selalu mengatakan kepada para atlet, ‘Saya percaya kepada kalian semua. Kalian semua bisa. Di tim ini tidak ada yang kurang. Yang ada hanya bagaimana memaksimalkan kemampuan yang dimiliki.'”

Strategi Jitu

Selain percaya diri, Toiran meminta para pemain menikmati pertandingan dan tidak terbebani situasi di lapangan. Menurut dia, pemain yang tampil rileks akan lebih mudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Toiran juga membuat keputusan taktis dengan memasang Rama Fazza dan Putra Hidayatullah sebagai starter pada laga final. Perubahan komposisi pemain membuat pola serangan Indonesia lebih variatif sekaligus menyulitkan pertahanan Korea Selatan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan dari lawan yang sama pada fase grup. Toiran memimpin tim pada AVC Men’s Cup 2026 menggantikan pelatih asal Brasil, Sergio Veloso, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Veloso belum dapat mendampingi tim karena terkendala persoalan visa.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengatasi keterbatasan waktu persiapan dan mengalahkan sejumlah kekuatan utama Asia. Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo menilai gelar juara tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Menurut dia, Indonesia mampu mengatasi keterbatasan waktu persiapan dan mengalahkan sejumlah kekuatan utama Asia.

“Ini luar biasa. Kami bisa mengalahkan tim-tim terkuat Asia. Akhirnya kami masuk grand final dan melawan Korea Selatan bisa menang 3-0,” kata Imam.

Kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi timnas voli putra Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di masa depan. Dengan kekuatan mental dan strategi yang jitu, Indonesia diharapkan dapat menjadi kekuatan utama di dunia voli Asia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2111006/kunci-timnas-voli-indonesia-juara-avc-mens-cup-2026, without altering the facts of the original article.

Susy Susanti Resmi Gantikan Rudy Hartono sebagai Ketua PB Jaya Raya

Susy Susanti resmi menggantikan Rudy Hartono sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, klub bulu tangkis yang telah menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di kancah internasional. Pergantian kepemimpinan ini diumumkan dalam perayaan ulang tahun ke-50 PB Jaya Raya di Gedung Jaya, Jakarta Pusat. Susy Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, akan memimpin klub yang telah mencetak banyak prestasi gemilang ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

PB Jaya Raya memasuki babak baru setelah dipimpin Rudy Hartono selama hampir lima dekade. Pergantian kepemimpinan itu diumumkan dalam perayaan ulang tahun ke-50 PB Jaya Raya di Gedung Jaya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026. Rudy Hartono, legenda bulu tangkis Indonesia yang delapan kali menjuarai All England, menyerahkan jabatan Ketua Umum kepada Susy Susanti.

Perubahan juga terjadi di jajaran pengurus harian. Imelda Wiguno, yang menjabat Ketua Harian sejak 2014, digantikan Rosiana Tendean. Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi, mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari regenerasi yang sejalan dengan tema peringatan HUT ke-50 PB Jaya Raya, “Tiada Henti Membangun Generasi Emas”.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Regenerasi menjadi langkah penting agar tradisi prestasi yang telah dibangun selama puluhan tahun dapat terus berlanjut. Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya, Trisna Muliadi, berharap kepengurusan baru mampu membawa kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia di tingkat dunia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rudy Hartono dan Imelda Wiguno atas dedikasi mereka dalam membina atlet-atlet PB Jaya Raya selama bertahun-tahun.

Bagi Susy, kepercayaan memimpin klub yang membesarkan namanya merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PB Jaya Raya karena di klub itulah kariernya berkembang hingga menjadi juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Susy Susanti berharap dapat membagikan pengalaman dan nilai-nilai yang diperolehnya selama menjadi atlet kepada generasi muda. Menurut dia, pembinaan yang baik tidak hanya bertujuan melahirkan juara untuk klub, tetapi juga atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Sementara itu, Rudy Hartono menilai pergantian kepemimpinan merupakan proses yang wajar setelah hampir 50 tahun memimpin klub yang didirikan almarhum Ciputra pada 26 Juli 1976.

Selama berdiri, PB Jaya Raya menjadi salah satu klub paling sukses dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Dari delapan medali emas Olimpiade yang diraih Indonesia, empat di antaranya dipersembahkan atlet binaan klub ini, yakni Susy Susanti di Barcelona 1992, Candra Wijaya/Tony Gunawan di Sydney 2000, Markis Kido/Hendra Setiawan di Beijing 2008, serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Tokyo 2020.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2111298/susy-susanti-gantikan-rudy-hartono-pimpin-pb-jaya-raya, without altering the facts of the original article.

PON 2028 Masih Tanpa Kepastian: Kemenpora Belum Tetapkan Jumlah Cabang Olahraga

Penyelenggaraan PON 2028 Masih dalam Proses

Kemenpora belum menetapkan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028. Erick Thohir menyatakan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan akan diprioritaskan dari cabang yang berpotensi meraih prestasi di SEA Games dan Asian Games. Pemerintah juga mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar PON mengacu pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang mengusulkan penyelenggaraan 21 cabang olahraga.

Mengapa Jumlah Cabang Olahraga Belum Ditetapkan?

Menurut Erick, tantangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga merupakan hal yang lumrah, termasuk terkait anggaran dan fasilitas. Ia mencontohkan penyelenggaraan ASEAN Para Games di Thailand, ketika kontingen Indonesia harus menyiapkan dapur tambahan untuk memenuhi kebutuhan atlet. “Dinamika seperti ini kalau di luar negeri saja ada, tentu di daerah harus kami antisipasi juga,” ucap dia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keterlambatan penetapan jumlah cabang olahraga dan anggaran PON 2028 dapat berdampak pada kesiapan atlet dan pelatih. Selain itu, keterlambatan ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ajang olahraga nasional. Oleh karena itu, Kemenpora harus bekerja sama dengan KONI Pusat dan pemerintah daerah penyelenggara untuk memastikan bahwa PON 2028 dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Erick Thohir menyatakan bahwa Kemenpora akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyelenggara untuk memastikan bahwa PON 2028 dapat berjalan dengan lancar dan sukses. “Jangan sampai kami kontraproduktif. Ternyata dananya tidak tersedia, akhirnya PON-nya tidak maksimal,” katanya. Dengan demikian, PON 2028 masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk memastikan bahwa ajang olahraga nasional ini dapat berjalan dengan sukses.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2111367/kemenpora-belum-tetapkan-jumlah-cabang-olahraga-pon-2028, without altering the facts of the original article.

Misi Emas Terancam: Target Indonesia di Asian Games 2026 Dipangkas Jadi Empat

Target medali emas Indonesia di Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September-4 Oktober 2026, telah dipangkas menjadi empat. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tujuh medali emas yang diraih pada Asian Games 2023. Penurunan target ini disebabkan oleh perubahan nomor pertandingan yang dipertandingkan.

Faktor Penentu Penurunan Target

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menjelaskan bahwa pemerintah ingin menetapkan target yang realistis. “Targetnya tentu mesti realistis, kurang lebih empat emas. Kalau dulu tujuh, tetapi dulu tujuh itu sendiri ada tiga nomor yang sudah tidak dipertandingkan lagi di Asian Games seperti menembak dan dayung,” kata Erick di Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2026.

Pemerintah juga tidak ingin membuka strategi kepada negara pesaing. Erick enggan mengungkap cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas. “Jadi kita juga tidak boleh lugu di mana kita membuka seluruh data kita, oh target emasnya dari cabang ini, atletnya ini, nomornya ini. Ya musuh sudah tahu. Walaupun kita mengenal prioritas,” ujarnya.

Persiapan Kontingen Indonesia

Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan 32 cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia. Hingga kini sekitar 411 atlet telah dipersiapkan dan jumlahnya diperkirakan bertambah menjadi sekitar 420 atlet. Selain atlet, sekitar 150 ofisial juga akan diberangkatkan sehingga total kontingen Indonesia diperkirakan mencapai hampir 600 orang.

“Jadi total atlet dan ofisial tim nanti yang akan turun itu kurang lebih sekitar 600,” ujar Todotua. Menurut Todotua, tim CdM dalam waktu dekat akan mengirim tim advance ke Jepang untuk meninjau venue, akomodasi, dan transportasi. Tim juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang dan Garuda Indonesia untuk memastikan kelancaran keberangkatan kontingen.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan target medali emas ini tentu memiliki dampak pada persiapan kontingen Indonesia. Namun, dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Indonesia masih memiliki peluang untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Pemerintah juga telah menambah anggaran keberangkatan kontingen Indonesia menjadi Rp 61 miliar yang disalurkan kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Kesiapan dan kerja keras atlet dan ofisial Indonesia akan menjadi kunci untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang membanggakan di Asian Games 2026.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski target medali emas telah dipangkas, Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk mencapai kesuksesan di Asian Games 2026. Dengan persiapan yang terus-menerus dan dukungan dari semua pihak, Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2111372/target-emas-indonesia-di-asian-games-2026-turun-jadi-empat, without altering the facts of the original article.

Pesawat Pilot Terkenal Hilang di Pasifik, Diduga Kehabisan Bahan Bakar dalam Kondisi Darurat

Pesawat pilot terkenal Amelia Earhart hilang di atas Samudra Pasifik hampir 90 tahun lalu, tepatnya pada 2 Juli 1937. Earhart bersama navigatornya, Fred Noonan, tengah menjalani tahap akhir ekspedisi keliling dunia menggunakan pesawat Lockheed Electra 10E. Namun, perjalanan yang semula ditujukan untuk mencetak sejarah itu justru berubah menjadi tragedi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada saat itu, Earhart dan Noonan sedang dalam perjalanan menuju Pulau Howland di kawasan Samudra Pasifik. Mereka melakukan kontak radio terakhir dengan kapal USS Itasca, yang sedang berada di dekat pulau tersebut. Namun, setelah itu, pesawat mereka hilang kontak dan tidak pernah terlihat lagi. Berbagai operasi pencarian segera dilakukan, tetapi tidak pernah berhasil mengungkap keberadaan pesawat maupun kedua awaknya.

Apa yang Terjadi Sebelumnya?

Sebelum hilang kontak, Earhart dan Noonan telah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Mereka telah mengelilingi dunia menggunakan pesawat Lockheed Electra 10E, dengan mampir di beberapa negara, termasuk Indonesia. Mereka pernah mendarat di Bandara Andir, Bandung (kini Bandara Husein Sastranegara), untuk istirahat dan mengisi bahan bakar. Setelahnya, mereka menuju Kupang, NTT, sebelum akhirnya hilang kontak di Pasifik.

Mengapa Kejadian Ini Penting?

Kejadian ini penting karena Amelia Earhart adalah pilot perempuan pertama di dunia yang berhasil mengelilingi bumi. Ia memiliki reputasi sebagai pilot yang sangat berani dan berpengalaman. Oleh karena itu, kejadian ini sangat mengejutkan dan memicu reaksi besar dari masyarakat internasional. Banyak orang yang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan terakhir Earhart.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan pada dunia penerbangan. Ia menunjukkan bahwa bahkan dengan perencanaan yang matang, kecelakaan masih dapat terjadi. Oleh karena itu, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pilot dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, kejadian ini juga memicu penelitian dan pengembangan teknologi penerbangan yang lebih maju.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hingga kini, misteri yang belum terpecahkan itu masih menjadi topik perbincangan. Banyak teori yang bermunculan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada penerbangan tersebut. Namun, tidak ada jawaban yang pasti. Oleh karena itu, penelitian dan investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran. Dengan demikian, kejadian ini akan terus menjadi perhatian bagi masyarakat internasional, dan kita dapat belajar dari pengalaman berharga ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260704121258-25-748027/pesawat-diduga-kehabisan-bahan-bakar-pilot-terkenal-hilang-di-pasifik, without altering the facts of the original article.

Nasib Tragis Anak Afrika yang Dipajang sebagai Tontonan di AS: Sebuah Kisah Pilu yang Menggugah Hati

Nasib tragis menimpa Ota Benga, seorang pria asal Kongo yang dipajang sebagai tontonan di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia menjadi korban eksploitasi dan rasisme, dipamerkan layaknya satwa di “kebun binatang manusia” di New York. Kisah pilu ini menjadi pengingat akan sejarah kelam AS dalam对待 warga Afrika dan pentingnya pengakuan serta permintaan maaf atas kesalahan masa lalu.

Kronologi Penderitaan Ota Benga

Ota Benga adalah seorang pria asal Kongo yang diculik oleh penjelajah dan pedagang asal AS, Samuel Phillips Verner, pada awal abad ke-20. Verner membawa Benga ke AS dengan janji akan memberinya pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, kenyataan yang dihadapi Benga jauh berbeda. Ia dipamerkan bersama sejumlah warga Afrika lainnya dalam area khusus yang dirancang menyerupai perkampungan Afrika di St. Louis pada 1904.

Benga kemudian dibawa berkeliling ke berbagai kota dan terus dipertontonkan demi mendatangkan keuntungan. Puncak eksploitasi terjadi pada September 1906 ketika pihak Kebun Binatang Bronx di New York menerima Benga sebagai bagian dari atraksi mereka. Di sana, Benga ditempatkan di area rumah primata dan kerap ditampilkan bersama orangutan bernama Dohong. Pengunjung diperbolehkan melihatnya secara langsung dengan dalih untuk mengetahui secara langsung teori evolusi manusia Darwin.

Mengapa Kejadian Ini Terjadi?

Kejadian ini terjadi dalam konteks kolonialisme dan rasisme yang meluas pada saat itu. Banyak orang AS yang masih memiliki pandangan bahwa warga Afrika adalah “eksotis” dan “inferior” dibandingkan dengan orang kulit putih. Hal ini memungkinkan eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi terhadap warga Afrika seperti Benga.

Dampak dan Arti bagi Pihak Terkait

Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan bagi Ota Benga dan komunitas Afrika-Amerika. Benga mengalami trauma dan kesulitan dalam membangun kehidupan baru di AS. Ia akhirnya mengakhiri hidupnya pada usia 32 tahun. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan sejarah kelam AS dalam对待 warga Afrika dan pentingnya pengakuan serta permintaan maaf atas kesalahan masa lalu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kebun Binatang Bronx akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas tindakan mereka terhadap Ota Benga pada 2020. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak dari kejadian ini dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan. Penting bagi kita untuk terus mengingat dan mempelajari sejarah kelam ini agar dapat membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260704115310-25-748022/tragis-nasib-anak-afrika-dipajang-jadi-tontonan-di-as-tewas-memilukan, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Geram! Anggaran Proyek Rp1,7 T Tak Cair, Menteri Ekonomi Diminta Bertanggung Jawab

Presiden RI Geram! Anggaran Proyek Rp1,7 T Tak Cair, Menteri Ekonomi Diminta Bertanggung Jawab. Proyek Asahan, salah satu investasi terbesar di Indonesia pada masanya, mengalami kendala serius ketika anggaran yang dibutuhkan tak kunjung dicairkan. Presiden Soeharto yang sangat meng关注 proyek ini, memarahi seluruh jajaran menteri ekonomi karena dianggap tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional.

Momen Penentu di Menit Akhir

Proyek Asahan merupakan proyek industri dan kelistrikan yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan di Sumatera Utara sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memasok kebutuhan pabrik peleburan aluminium. Pada masanya, proyek tersebut menjadi salah satu investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai 411 miliar yen atau sekitar Rp1,7 triliun. Presiden Soeharto menunjuk orang kepercayaannya, A.R. Soehoed, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan untuk mengawal pelaksanaannya.

Namun, setahun setelah kerja sama diteken, proyek justru menghadapi kendala. Anggaran yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah. Soehoed berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait, tetapi tak kunjung memperoleh kepastian. Akibat tak menemukan jalan keluar, Soehoed kemudian melaporkan persoalan itu kepada Presiden Soeharto.

Apa yang Terjadi?

Sang presiden awalnya meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan para menteri ekonomi. Namun hasilnya tetap nihil. Soehoed kemudian melaporkan kembali persoalan tersebut kepada Presiden Soeharto. Mendengar laporan tersebut, Soeharto kembali memastikan apakah berbagai upaya benar-benar sudah dilakukan. “Kita berusaha saja enggak berhasil,” jawab Soehoed. Menurut penuturannya, wajah Soeharto seketika berubah merah.

Presiden hanya memberi jawaban singkat dan meminta Soehoed datang kembali ke kediamannya di Jalan Cendana pada sore hari. Saat tiba di Cendana, Soehoed mendapati dirinya tidak sendirian. Di ruangan itu telah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena dianggap tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional.

Mengapa dan Dampak

Proyek Asahan memiliki arti penting bagi masa depan industri nasional, terutama dalam hal pengembangan energi dan infrastruktur. Kegagalan dalam pencairan anggaran dapat berdampak signifikan pada kemajuan proyek dan citra pemerintah. Presiden Soeharto sangat meng关注 proyek ini karena potensi besar yang dimilikinya dalam meningkatkan kapasitas industri nasional.

Dalam jangka panjang, keberhasilan Proyek Asahan dapat meningkatkan kemampuan industri nasional dalam memproduksi aluminium dan produk lainnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian serius dari pemerintah dan jajaran menteri ekonomi sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran proyek ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Setelah hampir satu dekade dikerjakan, Soeharto meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984. Kerja sama Indonesia dengan konsorsium perusahaan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013. Sejak saat itu, kepemilikan Proyek Asahan sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Kedepan, pemerintah diharapkan dapat terus meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap proyek-proyek strategis nasional seperti Proyek Asahan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan industri nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706100817-25-748288/anggaran-proyek-rp17-t-tak-cair-presiden-ri-marahi-menteri-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan: Kisah Pengusaha RI yang Berujung Miliarder

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan: Kisah Pengusaha RI yang Berujung Miliarder. Gunung Kawi, sebuah destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, telah menjadi bagian dari kisah sukses Ong Hok Liong, pendiri perusahaan rokok Bentoel. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama dalam hal keberanian mengambil keputusan dan berani berubah.

Dari Ziarah ke Keputusan Bisnis

Ong Hok Liong, seorang pengusaha asal Malang, Jawa Timur, dikenal rajin berkunjung ke Gunung Kawi untuk memohon keberuntungan. Pada sekitar 1954, Ong melakukan ziarah ke Gunung Kawi dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Mimpi ini kemudian diartikan oleh juru kunci makam sebagai petunjuk untuk mengganti nama pabrik dan merek rokoknya menjadi Bentoel, yang merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas.

Saat itu, Ong merupakan pemilik pabrik rokok bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong yang tidak begitu laku. Atas tafsir mimpi tersebut, dia kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dia lihat dalam mimpi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Keputusan Ong untuk mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel ternyata menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokoknya terus meningkat. Perusahaan juga berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Di negara yang dari dulu sampai sekarang sebagian besar penduduk laki-lakinya kecanduan rokok, Bentoel mendatangkan kekayaan sangat besar untuk Ong Hok Liong. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kisah sukses Ong Hok Liong dan Bentoel memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama dalam hal keberanian mengambil keputusan dan berani berubah. Perusahaan Bentoel kemudian terus berkembang hingga akhirnya diakuisisi oleh British American Tobacco pada 2009. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, perjalanan bisnis Ong membuat nama Gunung Kawi semakin lekat dengan cerita tentang keberuntungan.

Hingga kini, Gunung Kawi masih didatangi banyak peziarah yang berharap memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki. Kisah Ong Hok Liong dan Bentoel menjadi contoh bahwa dengan keberanian dan keputusan yang tepat, kesuksesan dapat diraih.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kisah sukses Ong Hok Liong dan Bentoel tidak hanya berhenti pada pencapaian kesuksesan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang. Dengan terus mengembangkan diri dan berani mengambil keputusan, kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja. Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, dan kisah Ong Hok Liong akan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.