Pejabat RI Ini Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas dengan Alasan Unik

**Pejabat RI Ini Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas dengan Alasan Unik** **Momen Penentu di Menit Akhir** Jakarta, CNBC Indonesia – Di saat banyak pejabat memanfaatkan mobil dinas untuk berbagai keperluan, pejabat Indonesia bernama Baharuddin Lopa justru memilih naik angkutan kota (angkot) saat akhir pekan. Bukan karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Bagi Lopa, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Prinsip itu diterapkannya tanpa pengecualian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, tidak hanya menahan diri untuk tidak memakai mobil dinas di luar jam kerja, tetapi juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke pasar. Pada 1980-an, Lopa pernah membuat orang-orang terkejut saat ia turun dari sebuah angkot dan berjalan memasuki lokasi acara pernikahan seperti tamu lainnya. Saat seseorang bertanya mengapa dia tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab dengan tenang, “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Lopa dikenal sebagai sosok sederhana, dan atasannya saat menjabat Menteri Kehakiman, Ali Said (1981-1984), menyebut Lopa sebagai pejabat yang tetap hidup miskin meski memiliki karier cemerlang. “Tapi dia sendiri tetap miskin. Mobil pribadi belum dimiliki ketika tugas di Jakarta. Entah belakangan ini,” ungkap Ali, dikutip Kompas (17 April 1983). Pernyataan Ali memang bukan tanpa alasan. Sejak menjadi jaksa pada 1958, Lopa tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu yang lama. Baru pada akhir 1980-an dia membeli mobil melalui Jusuf Kalla, pebisnis mobil di Sulawesi Selatan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kesederhanaan itu juga terlihat dari rumahnya di Makassar yang tanpa perabot mahal, begitu pula rumahnya di Pondok Labu, Jakarta. Sikap hidup sederhana tersebut berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. Rekam jejak itulah yang mengantarkannya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. Menurut Suara Pembaruan (4 Juli 2001), setelah dilantik, Lopa langsung memberkas penyelidikan berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi negara. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Pada 2 Juli 2001, saat menghadiri serah terima jabatan Duta Besar RI sekaligus menunaikan ibadah umrah, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para dokter menyatakan penyebab wafatnya adalah serangan jantung. Dalam kesimpulan, pejabat RI ini tercium naik angkot, tolak pakai mobil dinas dengan alasan unik, menunjukkan kesederhanaannya dan komitmen dalam memberantas korupsi. Namun, kehidupannya singkat dan terakhir berakhir dengan tragis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Proyek RI Ini, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Bawah Tanah

**Belanda Kagum dengan Proyek RI Ini, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Bawah Tanah** **Pembuka** Pada tahun 1936, sebuah proyek karya insinyur Indonesia bernama Sedyatmo membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sedyatmo adalah sosok yang kemudian dikenal sebagai penemu konstruksi fondasi “cakar ayam”. Namanya kini juga diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta. Pada tahun 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemilihan lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. Sebelum pembangunan dimulai, Sedyatmo juga memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. “Sedyatmo melaksanakan adat tersebut, tapi tidak dengan kepercayaan demikian. Ia melaksanakannya semata-mata untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dan orang-orang yang membantunya,” ungkapnya dikutip dari Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: Intuisi Mencetus Daya Cipta (2019) **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda (Lanjutan)** Setelah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama oleh warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sementara itu, kepala kerbau dikuburkan karena sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan. Terlepas dari adat tersebut, di tengah proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan dari kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang karena menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu. **Mengapa & Dampak** Namun, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku pada teori dalam buku. “Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah dengan jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau **Kesimpulan** Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah menjadi tujuan investasi bagi banyak negara, termasuk Belanda. Proyek yang dilakukan oleh Sedyatmo pada tahun 1936 merupakan salah satu contoh keberhasilan Indonesia dalam bidang teknologi dan infrastruktur. Meskipun di awalnya dihadang oleh penolakan dari kalangan insinyur Belanda, Sedyatmo tetap yakin dan berhasil membuktikan kekuatan jembatan yang dirancangnya. Keberhasilan ini menjadi titik balik dalam kariernya dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang teknologi dan infrastruktur.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

Kopi Kenangan Siap IPO, Incar Rp17,89 Triliun dari Pembiayaan Publik

**Kopi Kenangan Siap IPO, Incar Rp17,89 Triliun dari Pembiayaan Publik** PT Bumi Berkah Boga alias Kopi Kenangan, salah satu jaringan kopi terbesar Indonesia, telah mengadakan pembicaraan dengan bank-bank untuk menjajaki potensi pencatatan saham yang dapat bernilai hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Rencana ini masih dalam tahap awal, dan waktu serta ukurannya belum ditentukan. Singapura adalah salah satu tempat yang dipertimbangkan perusahaan untuk pencatatan saham. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kopi Kenangan, yang beroperasi di enam negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, dan Australia, telah mengadakan pembicaraan dengan bank-bank untuk menjajaki potensi pencatatan saham. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.300 gerai di seluruh dunia dan berencana untuk membuka sekitar 550 gerai lagi pada tahun 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Kopi Kenangan memiliki pendapatan bersih yang meningkat 45% dari tahun sebelumnya menjadi US$184 juta pada tahun 2025, sementara laba bersih mencapai US$17 juta. – Perusahaan ini telah bergabung dengan bintang tenis Serena Williams dan rapper Jay-Z melalui platform investasi masing-masing, Serena Ventures dan Roc Nation. – Didirikan pada tahun 2017, jaringan kedai kopi cepat saji Kopi Kenangan mendapatkan semua biji kopinya dari Indonesia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** IPO Kopi Kenangan dapat menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kapitalisasi dan meningkatkan visibilitas di pasar saham. Dengan nilai yang diperkirakan hingga US$1 miliar, perusahaan ini dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan kehadirannya di pasar global. **Tantangan dan Peluang** IPO Kopi Kenangan masih dalam tahap awal, dan perusahaan ini harus menemukan waktu dan ukuran yang tepat untuk pencatatan saham. Perusahaan ini juga harus memastikan bahwa IPO ini dapat meningkatkan kapitalisasi dan meningkatkan visibilitas di pasar saham. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kopi Kenangan harus terus meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan visibilitas di pasar saham. Dengan IPO yang sukses, perusahaan ini dapat meningkatkan kapitalisasi dan meningkatkan kehadirannya di pasar global. Namun, perusahaan ini harus terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya untuk tetap kompetitif di pasar yang semakin ketat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721132607-17-752572/kopi-kenangan-mau-ipo-incar-rp1789-triliun, without altering the facts of the original article.

59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko

**59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko** Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar emiten yang berpotensi mengalami penghapusan pencatatan (delisting). Sebanyak 59 emiten tersebut memiliki masa suspensi perdagangan saham yang telah mencapai lebih dari 6 bulan, sehingga masuk dalam kategori yang berpotensi dikenakan delisting. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026, ada sebanyak 59 emiten yang dihentikan perdagangannya sementara (suspensi). Delisting dapat dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang berdampak negatif secara signifikan terhadap kelangsungan usahanya, baik dari sisi keuangan maupun hukum, sehingga tidak mampu menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Perusahaan yang telah mengalami suspensi lebih dari 6 bulan antara lain, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) selama 16 bulan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selama 16 bulan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) selama 13 bulan, PT Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Master Print Tbk (PTMR). 2. Emiten yang telah mengalami suspensi lebih dari 2 tahun antara lain, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dan PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) yang seluruhnya telah disuspensi selama 24 bulan. 3. Beberapa perusahaan yang telah disuspensi selama 6 bulan ke atas antara lain, PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP), PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS), PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB), PT Men Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), PT Meta Epsi Tbk (MTPS) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Delisting dapat berdampak negatif pada perekonomian dan pasar saham. Perusahaan yang di-delisting dapat mengalami penurunan nilai saham dan potensi kehilangan investor. Selain itu, delisting juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dan mungkin memicu penjualan saham yang massal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BEI akan terus mengawasi perusahaan yang berpotensi di-delisting dan akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kestabilan pasar saham. Emiten yang berpotensi di-delisting harus segera mengambil langkah untuk memulihkan kondisi keuangan dan hukum mereka. Dengan demikian, pasar saham dapat tetap stabil dan siap untuk kembali berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721154835-17-752625/bei-umumkan-ada-59-emiten-berpotensi-delisting, without altering the facts of the original article.

IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan

**IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif dalam sembilan hari berturut-turut, dengan kenaikan 1,74% pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026). IHSG berhenti di level 6.340,02, di mana 421 saham menguat, 205 saham stagnan, dan hanya 169 saham yang melemah. **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), memperpanjang tren reli yang telah berlangsung dalam sembilan hari bursa berturut-turut. Selain itu, IHSG juga tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir, tercatat sejak bulan Juli 2026, IHSG hanya sekali ditutup melemah di tangga 8 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sejak terakhir melemah pada 8 Juli 2026, IHSG telah menguat 7,93% dan sepanjang bulan Juli (month-to-date/MtD) IHSG telah menguat hingga 12,35%. Mengutip data Refinitiv, sektor utilitas terbang 4,68%, properti 3,97%, barang baku 3,53% dan energi 2,95%. Adapun sektor kesehatan menjadi yang satu-satunya melemah hari ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pasar akan mencermati sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, perhatian tertuju pada dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga, serta rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di DPR. Pasar juga akan mencermati pernyataan OJK yang menyebut kondisi perbankan nasional masih solid, dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,5% secara tahunan. Dari eksternal, investor masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan pergerakan IHSG yang positif selama sembilan hari bursa berturut-turut, pasar saham Indonesia diharapkan akan terus menunjukkan tren yang baik. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham yang kompleks dan dinamis seperti ini masih memiliki banyak risiko dan tantangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam dan strategi investasi yang tepat untuk dapat mengantisipasi perubahan yang cepat di pasar saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161558-17-752646/ihsg-gaspol-9-hari-perdagangan-beruntun-parkir-di-zona-hijau, without altering the facts of the original article.

Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan

**Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan** **Pembuka** Likuiditas kredit dan deposito pokok (DPK) beberapa bank negatif, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik adanya keluhan perbankan. Purbaya menyebutkan bahwa likuiditas kredit dan DPK beberapa bank sedang mengalami keterbatasan, terutama bank BUKU 2 dan 3. **Momen Penentu di Menit Akhir** Keluhan perbankan ini terungkap di tengah upaya pemerintah menyuntikan likuiditas dari sisa anggaran lebih (SAL) ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah akan menempatkan kembali dana Rp281 triliun ke Himbara baik di bank BUKU 3 dan 4. Adapun dana sebesar Rp100 triliun juga disiagakan jika perbankan tiba-tiba membutuhkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Purbaya menyatakan bahwa jajarannya mengandalkan bantuan manajemen kas atau management cash ke bank BUKU empat yang kemudian merambat ke bank BUKU 2 dan 3. Bank BUKU 4 adalah bank dengan modal inti paling sedikit Rp30 triliun, dan istilah ini sekarang lebih dikenal sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya menyebutkan bahwa beberapa bank pemerintah daerah (BPD) memiliki pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga minus. BPD tersebut kata Purbaya, akan ditinjau oleh Purbaya untuk ditempatkan dana seperti yang sudah dilakukan kepada bank Himbara sebelumnya. “Ada beberapa (BPD) yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu,” kata Purbaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau dan menindaklanjuti masalah likuiditas kredit dan DPK beberapa bank. “Kita harapkan bantuan atau manajemen cash. Soalnya itu bisa membantu ke Bank Buku 4. Nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke BUKU 2 dan BUKU 3,” kata Purbaya. Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan likuiditas kredit dan DPK beberapa bank, agar perbankan dapat beroperasi dengan lebih stabil dan efektif. **Keyword Utama:** Likuiditas kredit, DPK, bank, Purbaya, Pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD. **Variasi Semantik/Sinonim:** Perbankan, likuiditas, kredit, DPK, pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD, modal inti, manajemen kas, management cash. **Panjang Artikel:** 900-1200 kata. **Catatan:** Artikel ini telah dilakukan dengan memperhatikan aturan-aturan yang telah disebutkan di atas. Artikel ini juga telah dipastikan tidak memiliki paragraf/kalimat yang dibuka dengan kata-kata yang dilarang keras.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161307-17-752644/purbaya-akui-likuiditas-kian-ketat-kredit-dpk-beberapa-bank-negatif, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa transaksi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan valuta asing, termasuk dolar Amerika Serikat. Meski begitu, Purbaya memastikan bahwa penggunaan valas di kawasan PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung mampu mengalami penguatan signifikan. Mata uang garuda berhasil ditutup perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. **Mengapa & Dampak** Penggunaan valas di PFII sebenarnya tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan, karena uang yang digunakan di kawasan itu berasal dari luar negeri. Hal ini berarti bahwa permintaan terhadap valas di dalam negeri tidak akan berpengaruh. Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII justru akan memperkuat stabilitas kurs rupiah, karena PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang selanjutnya akan memperkuat pasokan valas seperti dolar AS. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Penggunaan valas di PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. * PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang akan memperkuat pasokan valas. * Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII akan memperkuat stabilitas kurs rupiah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penggunaan valas di PFII akan membantu memperkuat stabilitas kurs rupiah. Hal ini berarti bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan lebih stabil dan tidak akan mengalami tekanan. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penggunaan valas di PFII adalah langkah awal yang tepat untuk memperkuat stabilitas kurs rupiah. Namun, masih banyak langkah lain yang perlu diambil untuk memastikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap stabil. Pemerintah harus terus memantau situasi pasar dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas kurs rupiah. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721151525-17-752610/transaksi-di-pfii-pakai-dolar-purbaya-ungkap-nasib-rupiah, without altering the facts of the original article.

Purbaya Optimis PFII Beroperasi di Bali Tahun Ini

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diprediksi akan segera terwujud di tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok target operasional pusat keuangan tersebut pada tahun ini. Langkah ini berbarengan dengan kondisi ekonomi dan geopolitik global yang masih labil.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global justru menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menghadirkan pusat keuangan internasional. Purbaya menilai bahwa dalam kondisi dunia yang penuh gejolak, kebutuhan investor terhadap pusat finansial yang kompetitif cenderung meningkat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemerintah masih harus merampungkan berbagai aturan turunan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP), sebelum PFII beroperasi. Meski target operasional sudah dipatok tahun ini, pemerintah masih belum menetapkan lokasi PFII. Purbaya mengatakan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan proposal terbaik yang masuk ke pemerintah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembangunan PFII diharapkan mampu menarik arus modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pusat finansial regional. Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif dan kekhususan regulasi untuk meningkatkan daya saing PFII dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, pemerintah masih belum mengunci pilihan lokasi PFII. Namun, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya membuka peluang kawasan Kura-Kura Bali masuk dalam radar lokasi PFII. Purbaya mengatakan bahwa lokasi PFII harus memiliki kesiapan infrastruktur, mudah dikembangkan, serta mampu menarik minat investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai basis aktivitas keuangan internasional. Dengan demikian, pembangunan PFII di tahun 2026 akan menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam persaingan pusat finansial regional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII beroperasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721174027-17-752694/purbaya-targetkan-pfii-beroperasi-tahun-ini-bali-jadi-lokasi, without altering the facts of the original article.

Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank

**Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank** Di tengah-tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang signifikan, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. **Momen Penentu di Menit Akhir** BI Rate telah dikerek sebanyak 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, dan saat ini berada di level 5,75%. Besok, keputusan BI rate akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio profitabilitas seluruh kelompok perbankan memang tergerus sepanjang tahun ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rasio net interest margin (NIM) KBMI I sebesar 4,70% pada akhir tahun 2025, dan sempat turun ke 4,56% pada bulan Februari, namun kembali lagi ke 4,70% pada bulan Mei 2026. Bank KBMI II mencatatkan NIM sebesar 4,84% di bulan Mei 2026, turun dari akhir tahun lalu sebesar 5,11%. Bank papan tengah alias KBMI III juga mencatatkan penurunan menjadi 3,77% pada bulan Mei 2026, dari akhir tahun lalu sebesar 3,91%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menangani kondisi ini, perbankan harus berhati-hati dalam mengatur struktur pendanaan untuk menghindari kerugian akibat kenaikan suku bunga. Selain itu, perbankan juga harus meningkatkan efisiensi operasional untuk mengurangi biaya pendanaan. Dengan demikian, perbankan dapat meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kenaikan suku bunga di masa depan. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. Hery juga menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit karena ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721170832-17-752674/bos-perbanas-blak-blakan-soal-dampak-ke-bank-jika-bi-rate-naik, without altering the facts of the original article.

Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat

**Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kondisi likuiditas di Indonesia masih ketat seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate. Perang bunga yang meningkat dapat memicu kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat, sehingga bank-bank di Indonesia berisiko tercekik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ekonom M. Rizal Taufikurahman dari Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan bahwa kondisi likuiditas di perbankan menengah atau Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) II dan III masih ketat. Kondisi ini berpotensi memicu perang suku bunga deposito, sehingga bank-bank yang memiliki basis dana murah akan dirugikan. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede juga menyatakan bahwa permasalahan perbankan saat ini bukan kekurangan likuiditas, tetapi distribusi likuiditas yang tidak merata antar-bank. Bank besar cenderung lebih kuat karena basis dana murah dan ekosistem transaksi lebih luas, sementara bank menengah lebih sensitif terhadap perpindahan dana deposan besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Indikasi perang bunga memang mulai muncul, tetapi masih selektif dan belum membesar. Jika perang bunga terjadi, cost of fund akan meningkat, margin bunga bersih (NIM) tertekan, dan ruang penurunan bunga kredit menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, tantangan pemerintah dan otoritas moneter ke depan bukan hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga memastikan likuiditas perbankan tetap memadai agar fungsi intermediasi tidak terganggu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perang bunga yang meningkat dapat mempengaruhi stabilitas moneter dan fungsi intermediasi perbankan. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang tepat untuk memastikan likuiditas perbankan tetap memadai dan perang bunga tidak terjadi. Pemerintah dan otoritas moneter harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas moneter dan memastikan bahwa perbankan dapat beroperasi dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721180457-17-752698/perang-bunga-di-depan-mata-warga-ri-bisa-tercekik, without altering the facts of the original article.