Penemu Fondasi “Cakar Ayam” dari Indonesia Bikin Geger Belanda

**Penemu Fondasi “Cakar Ayam” dari Indonesia Bikin Geger Belanda** **Momen Penentu di Menit Akhir** Seorang insinyur Indonesia bernama Sedyatmo pernah membuat orang Belanda terpukau dengan rancangannya yang dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Rancangan tersebut adalah konstruksi fondasi “cakar ayam” yang kemudian menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam dunia teknik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada tahun 1936, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Sedyatmo menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah, termasuk menjadi Profesor atau Guru Besar ITB bidang Tenaga Air pada tahun 1953. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Puncaknya pada 1961, Sedyatmo melahirkan inovasi konstruksi fondasi “cakar ayam” yang menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam dunia teknik. Dengan rancangan ini, Sedyatmo berhasil membuktikan bahwa konstruksi fondasi dapat dibuat lebih kuat dan stabil dengan menggunakan teknik yang lebih modern. Meskipun Sedyatmo telah meninggal, namun warisannya masih terasa hingga saat ini, dan konstruksi fondasi “cakar ayam” menjadi salah satu contoh inovasi yang masih digunakan hingga hari ini. Sedyatmo meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi dunia teknik, dan keberhasilannya membuktikan bahwa inovasi dapat dibuat dengan menggunakan teknik yang lebih modern dan efektif. Konstruksi fondasi “cakar ayam” menjadi salah satu contoh inovasi yang masih digunakan hingga hari ini, dan Sedyatmo diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta sebagai penghargaan atas jasa dan kontribusinya dalam dunia teknik. **Kesimpulan** Penemu fondasi “cakar ayam” dari Indonesia, Sedyatmo, membuat geger Belanda dengan rancangannya yang dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Dengan keberhasilannya, Sedyatmo membuktikan bahwa inovasi dapat dibuat dengan menggunakan teknik yang lebih modern dan efektif. Konstruksi fondasi “cakar ayam” menjadi salah satu contoh inovasi yang masih digunakan hingga hari ini, dan Sedyatmo diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta sebagai penghargaan atas jasa dan kontribusinya dalam dunia teknik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260731184240-25-755597/orang-ri-ini-penemu-fondasi-cakar-ayam-pernah-bikin-geger-belanda, without altering the facts of the original article.

Pemerintah Ingin Mengubah Menteng Jadi Kuburan Warga Jakarta

**Pemerintah Ingin Mengubah Menteng Jadi Kuburan Warga Jakarta** **Momen Penentu di Menit Akhir** Siapa sangka, tanah Menteng yang kini menjadi simbol kemewahan Jakarta pernah hampir berubah menjadi kuburan warga Jakarta (dulu Batavia). Namun, rencana itu tidak pernah terwujud. Pemerintah kolonial memilih mengembangkan kawasan tersebut menjadi permukiman elite yang kelak menjadi salah satu kawasan paling bergengsi di Indonesia. **APA YANG TERJADI** Pada 1908, pemerintah kota Batavia bernegosiasi untuk membeli tanah pribadi di Menteng milik keturunan Arab, yakni keluarga Shahab. Rencana pembelian itu mencakup sekitar 295 blok bangunan dengan nilai transaksi yang disepakati mencapai 310.000 gulden. Pembelian dilakukan karena pemerintah kota ingin memiliki tanah sendiri di tengah banyaknya lahan pribadi yang tersebar di Batavia. Dengan menguasai lahan itu, pemerintah dapat mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik. Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad (20 Juli 1908) menyebut tujuan pembelian tersebut adalah agar pemerintah kota memiliki sebidang tanah di antara berbagai lahan pribadi di Batavia. Salah satu pertimbangannya adalah menyediakan lahan apabila suatu saat diperlukan untuk pembangunan pemakaman baru. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rencana pembelian tanah di Menteng oleh pemerintah kota Batavia pada 1908 merupakan salah satu contoh kebijakan kolonial yang berbeda dari kebijakan modern. Pemerintah kota pada saat itu ingin memiliki lahan sendiri di tengah kawasan pribadi untuk mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik. Rencana pembelian tersebut juga mencakup kemungkinan pembangunan pemakaman baru, yang ternyata tidak pernah terwujud. Selain itu, pemerintah kota juga khawatir jika lahan Menteng jatuh ke tangan swasta, pembangunan kawasan bisa berjalan tanpa pengawasan pemerintah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada akhirnya, rencana Menteng sebagai lokasi pemakaman tidak pernah terwujud. Kawasan tersebut justru mengalami perubahan besar dan berkembang menjadi salah satu proyek perumahan paling modern pada masanya. Adolf Heuken dalam Menteng: Kota Taman Pertama di Indonesia (2001) menjelaskan, proyek ini terjadi tidak lepas dari keinginan pemerintah kolonial membangun hunian sehat di sekitar ibu kota Hindia Belanda. Nantinya, tanah tersebut diarahkan untuk kawasan permukiman kelas atas. “Kotapraja yang baru didirikan ini bermaksud supaya tanah yang baru diperoleh ini digunakan untuk daerah permukiman bagi masyarakat golongan atas,” tulis Heuken. Pembangunan Menteng kemudian dilakukan secara modern melalui perusahaan real estate NV De Bouwploeg. Sejak 1908, perusahaan tersebut mulai membeli tanah di kawasan itu dengan nilai sekitar 238.870 gulden. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Hingga kini, kawasan Menteng tetap dikenal sebagai salah satu wilayah paling mahal dan bersejarah di Jakarta. Rencana pembelian tanah di Menteng oleh pemerintah kota Batavia pada 1908 merupakan salah satu contoh kebijakan kolonial yang berbeda dari kebijakan modern. Pemerintah kota pada saat itu ingin memiliki lahan sendiri di tengah kawasan pribadi untuk mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik. Rencana pembelian tersebut juga mencakup kemungkinan pembangunan pemakaman baru, yang ternyata tidak pernah terwujud.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729194737-25-754880/saat-pemerintah-ingin-putuskan-menteng-jadi-kuburan-warga-jakarta, without altering the facts of the original article.

Jaksa Agung Pertama RI Nyaris Dibunuh dalam Peristiwa Berdarah

**Jaksa Agung Pertama RI Nyaris Dibunuh dalam Peristiwa Berdarah** Jaksa Agung pertama Republik Indonesia, Mr. Gatot Tarunamihardja, hampir kehilangan nyawanya dalam peristiwa berdarah pada tahun 1959. Ia menjadi sasaran intimidasi dan percobaan pembunuhan karena menegakkan hukum dan membersihkan praktik korupsi di berbagai lembaga negara. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1959, Jaksa Agung Gatot Tarunamihardja melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di salah satu lembaga keamanan dan pertahanan negara. Kasus ini menyeret sejumlah petinggi lembaga tersebut dan menjadi sorotan publik. Gatot menghadapi perlawanan dari pejabat tinggi lembaga tersebut, namun ia tidak mundur. Bahkan, untuk memperkuat penyidikan, ia menggandeng kepolisian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Gatot Tarunamihardja menuntut wewenang khusus atas kepolisian untuk memperkuat penyidikan. 2. Ia menjadi sasaran intimidasi dan percobaan pembunuhan karena menegakkan hukum dan membersihkan praktik korupsi. 3. Gatot ditangkap dan ditahan atas perintah Penguasa Perang Pusat pada tanggal 10 September 1959. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kasus ini menunjukkan betapa beratnya tanggung jawab seorang jaksa agung dalam menegakkan hukum dan membersihkan praktik korupsi di berbagai lembaga negara. Gatot Tarunamihardja merupakan contoh nyata dari sosok yang berani dan komitmen dalam menegakkan keadilan. Namun, kasus ini juga menunjukkan betapa berbahayanya karir seorang jaksa agung jika ia menemukan praktik korupsi yang melibatkan petinggi lembaga negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Gatot Tarunamihardja berhasil dibebaskan setelah 10 hari ditahan, karier sebagai Jaksa Agung berakhir. Soekarno memberhentikannya dengan hormat dan mengangkat Mr. Gunawan sebagai penggantinya. Upaya Gatot membongkar dugaan korupsi pun berhenti di tengah jalan. Namun, kasus ini tetap menjadi contoh nyata dari perjuangan menegakkan keadilan dan membersihkan praktik korupsi di berbagai lembaga negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260731130039-25-755432/cerita-jaksa-agung-pertama-ri-nyaris-dibunuh-karena-bongkar-korupsi, without altering the facts of the original article.

BRI Membantu Peternak Sapi Perah Bangkit dengan Program Inovatif

**BRI Membantu Peternak Sapi Perah Bangkit dengan Program Inovatif** **Momen Penentu di Menit Akhir** Peternakan sapi perah di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga. Salah satu kelompok peternak yang berdiri sejak Oktober 2020 adalah Kelompok Ternak Sumber Karanglo. Kelompok ini memiliki lebih dari 58 ekor sapi perah dengan produksi mencapai lebih dari 400 liter susu setiap harinya. Namun, perjalanan kelompok tidak selalu berjalan mulus karena berbagai tantangan yang dihadapi, seperti proses produksi yang masih manual, jangkauan pemasaran yang terbatas, dan keterbatasan modal. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kelompok Ternak Sumber Karanglo kemudian bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli. Melalui program ini, para peternak memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Peternak memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan. Kelompok juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan pendampingan dari BRI Peduli, Kelompok Ternak Sumber Karanglo dapat meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Mereka dapat meningkatkan pendapatan dengan menjual produk olahan susu yang lebih bernilai tambah. Selain itu, kelompok dapat memperluas jangkauan pemasaran dengan menggunakan media digital, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk olahan susu. Dengan demikian, kehadiran BRI Peduli dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan nilai ekonomi di daerah ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam rangka meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat, BRI Peduli terus memberikan dukungan bagi pengembangan kelompok usaha berbasis potensi lokal. Melalui Program Klaster Unggulan, BRI memberikan bantuan peralatan usaha dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi. Dengan demikian, kehadiran BRI Peduli dapat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260801111716-25-755660/lewat-program-ini-bri-peduli-dongkrak-kapasitas-peternak-sapi-perah, without altering the facts of the original article.

BRI Membangun Masa Depan Peternak Sapi Perah Lewat Program Peduli

**BRI Membangun Masa Depan Peternak Sapi Perah Lewat Program Peduli** **Pembuka** Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup peternak sapi perah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program Peduli membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Salah satu contoh usaha yang telah berhasil meningkatkan pendapatan peternak sapi perah adalah Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang yang kini menembus pasar nasional. **Mengapa & Dampak** Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Rabundo lahir dari keinginan Tika Hayana, seorang peternak sapi perah asli Minangkabau, untuk menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia. Pada 2025, Tika memulai usahanya di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan dengan menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing di pasar. Dalam proses mengembangkan usahanya, Tika memanfaatkan QRIS BRI sebagai salah satu solusi transaksi untuk mendukung operasional usahanya. Kemudahan transaksi tersebut membantu Rabundo melayani pembayaran pelanggan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Dukungan BRI terhadap perjalanan Rabundo pun berlanjut dengan rekomendasi sesama pelaku UMKM untuk bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk memperoleh pendampingan dalam mengembangkan usahanya. Dengan pendampingan serta kerja keras yang terus dilakukan, Rabundo pun berkembang semakin pesat. Kini usaha tersebut telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk unggulannya, yaitu bumbu rendang, melalui berbagai ritel modern di Bandar Lampung maupun marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Apa Artinya Ini ke Depan? Keberhasilan Rabundo sebagai contoh usaha yang telah berhasil meningkatkan pendapatan peternak sapi perah menunjukkan bahwa program Peduli BRI dapat membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak sapi perah. Dengan dukungan yang tepat dan pendampingan yang komprehensif, peternak sapi perah dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan meningkatkan pendapatan mereka. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Meskipun Rabundo telah berjaya, masih banyak peternak sapi perah yang membutuhkan bantuan dan dukungan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. BRI melalui program Peduli dapat terus membantu meningkatkan kualitas hidup peternak sapi perah dan meningkatkan pendapatan mereka. Dengan demikian, Rabundo dapat menjadi contoh yang berhasil bagi peternak sapi perah lainnya untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260802144602-25-755808/berkat-pemberdayaan-bri-cita-rasa-rendang-asli-minang-mendunia, without altering the facts of the original article.

Raja Arab Beri Hadiah Mobil Mewah ke Mantan Menteri RI yang Saya Tak Duga

**Raja Arab Beri Hadiah Mobil Mewah ke Mantan Menteri RI yang Saya Tak Duga** Pada tahun 1980, mantan Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan Mohammad Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal dari Kerajaan Arab Saudi atas jasa-jasanya kepada dunia Islam. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Azis juga berkeinginan menghadiahkan sebuah mobil mewah yang pantas digunakan Natsir di Jakarta. Namun, Natsir menolaknya secara halus dan meminta agar bantuan itu dialihkan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 3 Agustus 1980, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Azis menghubungi Mohammad Natsir untuk mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Dalam kesempatan itu, Raja Faisal juga berkeinginan menghadiahkan sebuah mobil mewah kepada Natsir sebagai bentuk penghormatan. Namun, Natsir menolaknya secara halus dan meminta agar bantuan itu dialihkan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. “Kalau mau membantu, tolonglah bantu mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Arab Saudi,” ucap Natsir. Permintaan itu bukanlah sikap spontan. Sejak lama, Natsir memang dikenal sebagai tokoh yang menjalani hidup sederhana meski pernah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di pemerintahan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Mohammad Natsir dikenal sebagai tokoh yang menjalani hidup sederhana meski pernah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di pemerintahan. Bahkan, ia sempat tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil setelah terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan Soekarno menganggapnya sebagai pemberontak sehingga ia harus menjalani penahanan. Selama berada di balik tahanan, keluarganya hidup berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain. Setelah dibebaskan pada 1966, Natsir masih belum memiliki rumah sendiri sehingga tetap tinggal di rumah sewaan. Ketika akhirnya berkesempatan membeli rumah, kondisinya pun tidak mudah. Dia tidak memiliki cukup uang dan harus meminjam dana dari sejumlah sahabat. Pinjaman itu kemudian dicicil selama bertahun-tahun hingga lunas. Rumah tersebut berada di Jalan Jawa No. 46 yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kehidupan sederhana yang dipilih oleh Mohammad Natsir memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Ia menunjukkan bahwa jabatan bukanlah sarana untuk mengumpulkan kekayaan, melainkan untuk berkhidmat kepada masyarakat. Prinsip ini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali melihat pejabat-pejabat yang lebih fokus pada kesenangan pribadi daripada berkhidmat kepada masyarakat. Namun, contoh Mohammad Natsir menunjukkan bahwa ada pilihan lain. Dengan menjalani hidup sederhana dan berkhidmat kepada masyarakat, kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kehidupan sederhana yang dipilih oleh Mohammad Natsir adalah contoh yang patut dicontoh. Namun, perlu diingat bahwa perubahan tidak datang dengan mudah. Ia memerlukan komitmen dan kesabaran yang tinggi. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. Dengan mengingat contoh Mohammad Natsir, kita dapat memiliki harapan yang lebih baik untuk masa depan. Jangan lupa bahwa perubahan tidak hanya datang dari individu, melainkan juga dari masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803095647-25-755942/mantan-menteri-ri-ini-dapat-hadiah-mobil-mewah-dari-raja-arab, without altering the facts of the original article.

Ibu Tien Terkejut, Peramal India Ramal Soeharto Meninggal 30 Tahun Sebelumnya

**Ibu Tien Terkejut, Peramal India Ramal Soeharto Meninggal 30 Tahun Sebelumnya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kisah peramal India yang meramalkan masa depan Soeharto kepada istrinya, Siti Hartinah atau Ibu Tien, telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Pada 1965, seorang pria keturunan India datang ke rumah Ibu Tien di Jalan Agus Salim, Jakarta, dan mengaku sebagai penjual batu akik. Namun, ia sebenarnya adalah seorang peramal yang memiliki kemampuan untuk meramalkan masa depan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Siti Hartinah dalam buku Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia (1992), peristiwa tersebut terjadi ketika ia mempersilakan tamunya masuk dan membuka kotak berisi aneka batu permata berwarna-warni. Namun, Ibu Tien tidak tertarik membeli batu akik dan sempat meminta tamunya pulang secara halus. Di luar dugaan, pria itu kemudian mengungkap bahwa dirinya bukan sekadar pedagang, melainkan juga seorang peramal. Peramal itu lalu memulai ritualnya dan menceritakan berbagai kisah tentang kehidupan dan masa lalu keluarga Hartinah. Yang membuatnya terkejut, hampir seluruh cerita itu disebut sesuai dengan kenyataan, padahal keduanya baru pertama kali bertemu. Setelah itu, sang peramal menyampaikan ramalan yang paling mengejutkan: “Madam, suami madam akan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan Presiden yang sekarang (Red, Soekarno).” Hartinah mengaku tidak mempercayai ucapan tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada 1965, Soeharto masih berstatus Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat. Jalan menuju kursi presiden terasa sangat jauh karena masih banyak tokoh politik dan militer yang dianggap lebih berpeluang memimpin Indonesia. Atas dasari itu, Hartinah memilih mengabaikan ramalan tersebut. Baginya, masa depan sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Namun, beberapa tahun kemudian, situasi politik Indonesia berubah drastis setelah meletusnya Gerakan 30 September 1965. Di tengah pergolakan tersebut, Soeharto perlahan memperoleh posisi politik yang semakin kuat hingga akhirnya diangkat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia pada 1968. Bagi sebagian orang, peristiwa itu dianggap sebagai pembuktian atas ramalan sang peramal India. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski demikian, Hartinah mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan pria tersebut setelah dirinya menjadi ibu negara. Bahkan selama bertahun-tahun mendampingi Soeharto memimpin Indonesia, sosok peramal itu tak pernah lagi muncul. Peristiwa ini menjadi contoh bahwa ramalan bisa menjadi petunjuk tentang masa depan, tetapi tidak ada jaminan bahwa hal itu akan terjadi. Dalam perspektif yang lebih luas, peristiwa ini juga menunjukkan bahwa masa depan tidak pernah terjamin dan bahwa kejadian-kejadian yang tampak tak mungkin bisa terjadi. Oleh karena itu, kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan yang kita hadapi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803110427-25-755977/peramal-india-datangi-ibu-tien-ramalannya-tentang-soeharto-terbukti, without altering the facts of the original article.

Warga Kaget, Presiden RI Datangi Tempat Keramat di Malam Hari

Warga Kaget, Presiden RI Datangi Tempat Keramat di Malam Hari ### Pembuka Presiden RI ke-2 Soeharto sering dikaitkan dengan ritual mencari berkah atau kekuatan gaib di beberapa tempat keramat di Jawa. Salah satu tempat yang sering dikunjunginya adalah Gunung Lawu, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut sejarawan George Quinn, Soeharto juga sering mengunjungi Padepokan Jambe Lima di Gunung Selok, Cilacap. ### Apa Yang Terjadi Menurut Quinn, Soeharto sering tidur di Padepokan Jambe Lima sebelum menjadi presiden. Setelah menjadi presiden, Soeharto masih sesekali kembali berkunjung ke tempat itu. Kisah serupa juga pernah dimuat di Majalah Tempo pada 2008, yang menyebutkan bahwa Soeharto melakukan perjalanan spiritual di kawasan Gunung Selok melalui beberapa tahapan, termasuk bertapa di Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, dan Gua Suci Rahayu. Selain itu, nama Gunung Lawu juga hampir selalu muncul dalam berbagai cerita mengenai laku spiritual Soeharto. Menurut buku “Hari-hari Terakhir Jejak Soeharto Setelah Lengser, 1998-2008”, seorang sumber mengaku pernah mendampingi Soeharto menjalani semedi di Gunung Lawu. Ia mengaku pernah mengiringi Soeharto mendaki hingga puncak Lawu. ### Mengapa & Dampak Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik. Dalam autobiografinya, ia menegaskan bahwa yang dijalaninya adalah ilmu kebatinan, bukan praktik mistis untuk mencari kesaktian atau kekuatan gaib. Menurut Soeharto, banyak orang keliru menyamakan ilmu kebatinan dengan klenik. Baginya, kebatinan merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga pengertiannya tentang mistik berbeda dengan persepsi yang berkembang di masyarakat. ### Penutup Kisah ritual spiritual Soeharto di beberapa tempat keramat di Jawa masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Meskipun Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik, namun masih banyak orang yang percaya bahwa ia memiliki hubungan dengan dunia gaib. Dalam beberapa kasus, kisah ritual spiritual Soeharto dianggap sebagai contoh dari perpaduan antara kehidupan politik dan spiritual. Namun, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih agama dan kepercayaannya sendiri.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803132639-25-756066/cerita-warga-lihat-presiden-ri-ini-datangi-tempat-keramat-bikin-geger, without altering the facts of the original article.

5 Alasan Mengapa UMKM RI Lebih Sukses Setelah BRIncubator 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar Kick-Off BRIncubator 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian program inkubasi bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI pada tahun ini. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui proses kurasi, pendampingan intensif, dan pengembangan bisnis bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Momen Penentu di Menit Akhir

BRIncubator merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pemberdayaan yang terstruktur. Dengan demikian, pelaku usaha semakin siap meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pasar hingga ke tingkat global.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Program ini berfokus pada tiga kategori utama, yaitu Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft, dengan tujuan mendorong UMKM naik kelas dan mempersiapkan usahanya untuk memasuki pasar ekspor.

Apa Artinya Ini ke Depan?

BRIncubator dirancang untuk mendampingi pelaku usaha sesuai dengan tahapan perkembangan bisnisnya, sehingga setiap peserta memperoleh pembinaan yang relevan sebelum memasuki fase akselerasi. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menurut Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, BRIncubator merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu berkembang dan memanfaatkan peluang di pasar yang semakin kompetitif. Dengan demikian, BRI berharap UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

Latar Belakang dan Konteks

BRIncubator merupakan program bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui proses kurasi, pendampingan intensif, dan pengembangan bisnis. Dengan demikian, BRI berharap UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.

Tantangan dan Peluang

Menurut Akhmad Purwakajaya, untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, diperlukan upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup pengembangan pola pikir (mindset) kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembekalan mengenai peluang ekspor.

Kesimpulan

BRIncubator merupakan program yang sangat penting bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

Langkah Berikutnya

BRI berharap UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan demikian, BRI berharap UMKM dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260805082357-25-756627/akselerasi-umkm-naik-kelas-bri-gelar-kick-off-brincubator-2026, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Terkejut, Warga Israel Masuk Tanpa Izin dan Nyaris Bertemu Diri Sendiri

**Presiden RI Terkejut, Warga Israel Masuk Tanpa Izin dan Nyaris Bertemu Diri Sendiri** **Pembuka** Pada tahun 1971, seorang wartawan asal Israel bernama Ted Lurie berhasil memasuki lingkungan Istana Merdeka di Jakarta, tanpa izin yang sah. Lurie, yang bekerja sebagai wartawan Jerusalem Post, menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali sebagai perwakilan media tempatnya bekerja. Namun, kehadirannya di Istana Merdeka menjadi sorotan karena terjadi saat Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. **Mengapa & Dampak** Mengapa Lurie bisa masuk ke Indonesia tanpa izin? Lurie datang sebagai wartawan yang mewakili institusi pers, bukan sebagai utusan pemerintah Israel. Panitia Press Foundation of Asia mengaku mengetahui kewarganegaraan Lurie, namun karena dia telah mendapat undangan resmi sebagai peserta konferensi, mereka merasa tidak dapat menolak kehadirannya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian berikutnya menunjukkan bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. Hasil pengusutan kemudian mengungkap bahwa Lurie telah diizinkan masuk Indonesia berdasarkan surat khusus yang dikeluarkan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut beberapa fakta yang menunjukkan betapa uniknya kejadian ini: * Lurie memasuki Istana Merdeka tanpa izin, yang kemudian menjadi sorotan karena terjadi saat Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. * Lurie mengakui bahwa dirinya sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu, namun sebelum kesempatan bertemu Presiden Soeharto terjadi, dia memilih mundur karena menyadari kehadirannya dapat menimbulkan persoalan bagi pihak lain. * Pemerintah kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tahu bagaimana Lurie bisa masuk ke Indonesia, yang akhirnya mengungkap bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya peran institusi pers dalam menentukan kebijakan pemerintah. Lurie datang sebagai wartawan yang mewakili institusi pers, bukan sebagai utusan pemerintah Israel, yang menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tidak dapat menolak kehadirannya. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia perlu lebih teliti dalam menentukan kebijakan imigrasi dan keamanan negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini menunjukkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Israel masih jauh dari selesai. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh kedua negara untuk membangun hubungan yang lebih baik. Oleh karena itu, perlu ada upaya yang lebih besar untuk membangun hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729201137-25-754903/warga-israel-terang-terangan-masuk-ri-nyaris-bertemu-presiden, without altering the facts of the original article.