Tubaba Dorong Transformasi Digital, 40 OPD Diinterview dan Data Disambungkan ke Dasboard Presiden, Target Nilai Digital Tinggi di 2025
Transformasi digital di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) semakin dimajukan dengan program yang menargetkan 40 OPD di wilayah tersebut. Inisiatif ini bertujuan menyelaraskan seluruh proses bisnis dan layanan digital di daerah ke dalam kerangka Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital yang baru, yang disusun berdasarkan Permenpan RB Nomor 8 Tahun 2026.
Ruang Diskominfo Menjadi Titik Katalis
Rapat yang berlangsung di ruang rapat Diskominfo dibuka oleh Kadis Kominfo Aidil Adrian Pattikraton. Ia memperkenalkan tim ahli Telkom University yang dipimpin oleh Umar Ali Ahmad, yang akan memimpin proses pengumpulan data. Fokus utama adalah menginterview sekitar 40 OPD di Pemkab Tubaba, dengan tujuan memetakan kondisi terkini seluruh ekosistem digital yang ada di Kabupaten Tulangbawang Barat. Aidil menegaskan bahwa langkah ini adalah respons atas Permenpan RB Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan kerangka SPBE lama. Regulasi baru ini menuntut kepatuhan terhadap tujuh aspek utama dan 20 indikator strategis, dengan 25 persen penilaian ditentukan dari kepuasan pengguna.
Melalui proses interview, tim ahli akan memastikan bahwa semua proses bisnis dan layanan digital di Tubaba terpetakan secara akurat dan efisien. Aidil menambahkan bahwa penekanan pada dampak langsung yang dirasakan oleh publik menjadi hal yang paling menarik dari transformasi Pemerintah Digital ini. Indikator kepuasan pengguna dan survei layanan memiliki porsi sebesar 25 persen dari total penilaian, sehingga setiap upaya peningkatan layanan harus dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pengumpulan Data Real‑time Melalui Aplikasi Khusus
Untuk mempercepat proses, Diskominfo menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan setiap OPD menyerahkan evidence secara mandiri. Evidence tersebut kemudian ditabulasi secara real‑time oleh tim ahli, sehingga data dapat diakses dan dianalisis dengan cepat. Proses ini tidak hanya memudahkan pelaporan, tetapi juga meminimalkan potensi kesalahan manual dalam penyusunan dokumen evaluasi.
Dengan adanya aplikasi ini, setiap OPD dapat menilai diri mereka sendiri berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Data yang terkumpul akan terintegrasi ke dalam sistem pusat, sehingga seluruh sistem data Tubaba akan terhubung ke Dashboard Presiden. Hal ini berarti data Tubaba dapat dilacak, diuji, dan dipertanggungjawabkan di Jakarta, sehingga transparansi dan akuntabilitas publik meningkat secara signifikan.
Dampak Transformasi Digital bagi Tubaba
Transformasi digital yang diusung ini diharapkan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Tubaba. Dengan adanya pemetaan ekosistem digital yang komprehensif, setiap OPD dapat mengidentifikasi kekurangan dan potensi peningkatan layanan. Misalnya, layanan publik yang sebelumnya masih berbasis manual dapat dioptimalkan melalui sistem berbasis web atau mobile, sehingga memudahkan akses bagi warga.
Selain itu, penekanan pada kepuasan pengguna akan mendorong setiap OPD untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Feedback langsung dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi yang kuat, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Hal ini juga akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, karena masyarakat dapat melihat hasil konkret dari upaya transformasi digital.
Integrasi data ke Dashboard Presiden juga menambah nilai strategis bagi Tubaba. Data yang terstandarisasi dan transparan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan yang lebih baik, baik di tingkat lokal maupun nasional. Pemerintah pusat dapat melihat kinerja Tubaba secara real‑time, sehingga dapat memberikan dukungan teknis dan sumber daya yang lebih tepat sasaran.
Target Nilai Digital Tinggi di 2025
Dengan semua inisiatif yang telah dijalankan, Tubaba memiliki target untuk mencapai nilai digital tinggi pada tahun 2025. Target ini tidak hanya mencakup peningkatan skor evaluasi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui kolaborasi antara Diskominfo, OPD, dan pihak akademisi, proses transformasi ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Keberhasilan target ini akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang ingin mempercepat transformasi digital. Dengan pendekatan yang terstruktur dan fokus pada kepuasan pengguna, Tubaba menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1221831/tubaba-kejar-nilai-digital-40-opd-di-interview-data-disambung-ke-daschboard-presiden, without altering the facts of the original article.