Festival Media 2025 Ditutup Resmi, AJI Gencarkan Peringatan Pentingnya Perlindungan Jurnalis di Tengah Tekanan Politik

Festival Media 2025 yang digelar di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, resmi berakhir pada malam Minggu, 14 September 2025, menandai penutup resmi sebuah acara yang memadukan diskusi, pameran, dan pemutaran film selama tiga hari penuh.

Acara Berawal dari Visi Kebebasan Pers

Festival Media 2025 dimulai pada hari Sabtu, 13 September dengan rangkaian sesi pembukaan yang menyoroti pentingnya kebebasan pers di tengah tekanan politik. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nany Afrida, menyampaikan sambutan yang menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bersama untuk memperdalam pemahaman tentang peran pers di era yang semakin menantang.

Selama tiga hari, peserta festival menyaksikan berbagai agenda diskusi yang berfokus pada tantangan jurnalis di lapangan. Pameran karya jurnalistik menampilkan karya-karya kreatif yang menggambarkan dinamika media di Indonesia, sementara sesi pemutaran film menampilkan film dokumenter yang mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan.

AJI Menegaskan Pentingnya Perlindungan Jurnalis

Dalam sambutannya, Nany Afrida menekankan bahwa Festival Media 2025 menjadi pengingat pentingnya menjaga kebebasan pers sekaligus melindungi jurnalis di lapangan. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, setelah tiga hari penuh diskusi, pameran, hingga pemutaran film, Fesmed bisa terlaksana dengan baik tanpa hambatan berarti. Terima kasih kepada seluruh jurnalis, warga, dan panitia yang terlibat.”

AJI menegaskan bahwa perlindungan jurnalis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam ekosistem media. Ia berharap festival ini dapat menghasilkan kesadaran baru tentang media dan tantangannya, serta menegaskan pentingnya melindungi jurnalis agar tidak lagi ada kekerasan di lapangan.

Dampak Festival Media 2025 bagi Masyarakat Sulawesi Selatan

Festival Media 2025 diyakini membawa dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya jurnalisme independen. Puluhan agenda diskusi, pameran karya jurnalistik, dan pemutaran film diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi semua peserta, termasuk masyarakat lokal.

Dengan adanya platform seperti Festival Media 2025, diharapkan jurnalis di Sulawesi Selatan dapat lebih memahami peran mereka dalam mempengaruhi opini publik dan menegakkan prinsip kebebasan pers. Selain itu, festival ini juga menjadi ajang bagi jurnalis untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jaringan yang kuat dalam menghadapi tantangan media di masa depan.

Kesimpulan: Festival Media 2025 Sebagai Tanda Kekuatan Pers

Festival Media 2025 menegaskan kembali bahwa jurnalis tetap menjadi pilar penting dalam sistem demokrasi. Dengan dukungan AJI dan partisipasi aktif dari seluruh jurnalis, masyarakat, serta panitia, festival ini berhasil menampilkan pesan kuat tentang pentingnya jurnalisme independen dan perlindungan jurnalis di lapangan.

Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak dalam memperkuat kebebasan pers dan melindungi jurnalis di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/festival-media-2025-resmi-ditutup-aji-tekankan-pentingnya-perlindungan-jurnalis, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *