Bandara Riyadh Kembali Beroperasi, Ini Daftar Maskapai yang Masih Membatalkan Penerbangan dan Dampaknya bagi Penumpang
Bandara Riyadh kembali beroperasi pada Minggu, 18 Oktober 2026, setelah penutupan yang berlangsung selama beberapa hari akibat serangan kelompok Houthi. Meski layanan bandara kini berjalan, sejumlah maskapai masih menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan kota-kota lain di Arab Saudi, sehingga penumpang perlu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat.
Reaksi Maskapai Terhadap Situasi Keamanan
Menurut laporan yang dikutip, Etihad Airways menangguhkan penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh hingga 19 Oktober, sementara layanan menuju Jeddah dan Dammam tetap terpengaruh. Emirates, di sisi lain, membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai ke Riyadh, Jeddah, dan Dammam, serta mengubah jadwalnya. Flydubai menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Abha sampai 19 Oktober.
Air Arabia menghentikan sementara layanan dari Sharjah menuju Riyadh, Abha, Dammam, dan Taif tanpa menetapkan tanggal pembukaan kembali. Oman Air memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 22 Oktober, sedangkan SalamAir membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam sampai 31 Oktober. Qatar Airways menghentikan sementara penerbangan ke ibu kota Arab Saudi hingga bandara beroperasi kembali. Gulf Air juga mengumumkan penangguhan sementara, meskipun detail tanggalnya belum jelas.
Alasan di Balik Penangguhan Penerbangan
Keputusan maskapai untuk menangguhkan penerbangan didorong oleh situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil di kawasan tersebut. Meskipun Bandara Riyadh sudah kembali beroperasi, pihak maskapai menilai bahwa risiko keamanan masih tinggi dan belum ada jaminan keamanan yang memadai bagi penumpang. Selain itu, kondisi infrastruktur di bandara yang pernah terganggu oleh serangan juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kapan penerbangan dapat dilanjutkan secara aman.
Dampak Terhadap Penumpang dan Rencana Perjalanan
Penumpang yang berencana bepergian ke Arab Saudi harus memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat. Penangguhan penerbangan dapat menyebabkan perubahan jadwal, pembatalan, atau penyesuaian rute, yang pada gilirannya dapat memengaruhi rencana perjalanan, akomodasi, dan kegiatan bisnis atau turisme di negara tersebut. Penumpang juga perlu memperhatikan bahwa beberapa maskapai tidak menetapkan tanggal pembukaan kembali, sehingga ketidakpastian tetap ada.
Selain itu, penangguhan penerbangan ke kota-kota penting seperti Jeddah, Dammam, dan Abha dapat memengaruhi aliran wisatawan dan pengunjung bisnis yang biasanya mengunjungi kota-kota tersebut. Hal ini juga berdampak pada ekonomi lokal, terutama bagi sektor pariwisata dan transportasi.
Perkembangan Selanjutnya dan Tindakan Maskapai
Maskapai terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Beberapa maskapai telah memperpanjang penangguhan penerbangan hingga akhir Oktober, November, bahkan awal 2027. Namun, mereka juga menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan layanan bila kondisi memungkinkan. Penumpang disarankan untuk mengikuti pembaruan resmi dari maskapai melalui situs web, aplikasi seluler, atau pusat layanan pelanggan.
Kesimpulan dan Saran bagi Penumpang
Bandara Riyadh telah kembali beroperasi, namun situasi keamanan di kawasan masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan maskapai. Penumpang yang merencanakan perjalanan ke Arab Saudi harus selalu memeriksa status penerbangan secara berkala, memperhatikan perubahan jadwal, dan siap menghadapi kemungkinan pembatalan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan dapat tetap lancar meskipun terdapat ketidakpastian yang masih ada.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8316512/bandara-riyadh-kembali-beroperasi-cek-daftar-maskapai-yang-masih-batalkan-penerbangan, without altering the facts of the original article.