Wayan Sudirta Desak Pertamina, Data Tunjukkan Penurunan Pasokan BBM di Bali Hingga 30 % dan Dampaknya Mengerikan

Wayan Sudirta, kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Pusat PDI Perjuangan, menegaskan bahwa penurunan pasokan BBM di Bali dapat mencapai 30 % dan menimbulkan dampak serius bagi ekonomi serta citra destinasi pariwisata internasional. Pada Rabu 14 Oktober 2026, ia mengungkapkan kekhawatirannya melalui pernyataan yang diambil dari lapangan, menyoroti antrian kendaraan yang memanjang hingga ke jalan raya dan kemacetan parah di beberapa titik strategis.

Penurunan Pasokan BBM: Data dan Fakta di Lapangan

Menurut laporan Wayan Sudirta, kondisi ini dianggap sangat merugikan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa “masyarakat, mulai dari pekerja harian, pengemudi ojek online, hingga wisatawan, harus kehilangan waktu produktif mereka hanya untuk mendapatkan BBM.” Data yang dikumpulkan melalui pengecekatan fakta langsung menunjukkan bahwa antrian kendaraan mengular hingga ke jalan raya, menciptakan kemacetan yang signifikan di sejumlah titik. Hal ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menambah beban ekonomi bagi warga Bali yang bergantung pada transportasi untuk pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.

Pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengonfirmasi bahwa kelangkaan BBM disebabkan oleh keterlambatan kapal tanker. Sebagai upaya mitigasi, perusahaan telah menambah pasokan sebesar 26.200 kiloliter dan mengoperasikan terminal tertentu 24 jam penuh. Namun, Wayan Sudirta menilai bahwa langkah tersebut belum cukup, dan menuntut pengawasan yang lebih ketat serta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di wilayah ini.

Alasan Keterlambatan: Logistik Kapal dan Terminal

Wayan Sudirta menyoroti bahwa keterlambatan distribusi dengan alasan kendala logistik kapal yang bersandar di Terminal Manggis maupun Sanggaran tidak boleh menjadi alasan klasik yang terus berulang. Ia menegaskan bahwa Bali adalah etalase pariwisata Indonesia yang mobilitas masyarakatnya sangat tinggi, sehingga setiap penundaan distribusi BBM dapat menimbulkan dampak luas. Keterlambatan ini juga menambah beban bagi pihak logistik, karena setiap keterlambatan kapal tanker memengaruhi rantai pasokan secara keseluruhan, termasuk penjadwalan pengisian di SPBU.

Pengaruh Terhadap Ekonomi Lokal dan Pariwisata

Dampak penurunan pasokan BBM tidak hanya terlihat di sisi mobilitas, tetapi juga pada sektor ekonomi lokal. Pekerja harian yang harus menunggu lama untuk mengisi bahan bakar kehilangan waktu yang dapat dipakai untuk pekerjaan, sehingga produktivitas menurun. Begitu juga pengemudi ojek online yang harus menunggu antrian panjang, mengakibatkan penurunan pendapatan harian. Sementara itu, wisatawan yang datang ke Bali mengalami keterlambatan dalam perjalanan, yang dapat memengaruhi persepsi mereka tentang kualitas layanan dan infrastruktur di destinasi tersebut.

Wayan Sudirta menegaskan bahwa “masyarakat kita yang menjadi korban, waktu mereka terbuang, dan ekonomi rakyat kecil terhambat.” Kondisi ini berpotensi mencoreng citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Jika tidak segera diatasi, reputasi Bali dapat menurun di mata para pelancong global, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi jumlah kunjungan dan pendapatan dari sektor pariwisata.

Upaya Penanganan dan Tuntutan Pengawasan

Meski PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menambah pasokan BBM, Wayan Sudirta menilai bahwa langkah tersebut tidak cukup. Ia menuntut pengawasan yang ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM di Bali. Dalam konteks ini, gubernur Bali, Wayan Koster, telah menginstruksikan agar seluruh SPBU yang ada di wilayah tersebut mengoperasikan terminal 24 jam penuh, namun hal tersebut belum cukup mengatasi antrian panjang dan kemacetan yang terus berlanjut.

Sudirta menyarankan bahwa pengawasan harus melibatkan pihak berwenang untuk memastikan bahwa setiap kapal tanker yang bersandar di terminal dapat menyalurkan pasokan secara tepat waktu. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM, termasuk koordinasi antara PT Pertamina, pihak logistik, dan SPBU, perlu dilakukan untuk mencegah keterlambatan di masa depan.

Kesimpulan: Tantangan Besar di Tengah Pariwisata Global

Penurunan pasokan BBM di Bali hingga 30 % menimbulkan tantangan besar bagi mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata. Antrian kendaraan yang memanjang, kemacetan parah, dan waktu produktif yang terbuang menjadi indikator bahwa masalah ini tidak dapat diabaikan. Keterlambatan kapal tanker dan kendala logistik di terminal menjadi faktor utama yang perlu diatasi secara cepat.

Wayan Sudirta menegaskan bahwa solusi tidak hanya melibatkan penambahan pasokan BBM, melainkan juga pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi. Dengan upaya yang tepat, diharapkan Bali dapat mempertahankan reputasinya sebagai destinasi pariwisata internasional yang menarik, sekaligus memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan produktif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/607007/wayan-sudirta-desak-pertamina-segera-normalkan-pasokan-bbm-di-bali, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *