Pertamina Perketat Pemeriksaan QR Code Biosolar Sebelum Pengisian di SPBU Lampung, Langkah Baru Jaga Kualitas BBM

Pertamina memperketat pemeriksaan QR Code Biosolar sebelum pengisian di SPBU Lampung, langkah baru jaga kualitas BBM.

Proses Pemeriksaan Baru di SPBU Lampung

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan penyaluran bahan bakar biosolar, Pertamina telah memperkenalkan prosedur pemeriksaan QR Code biosolar yang lebih ketat di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Lampung. Langkah ini dioptimalkan melalui peran petugas pendamping antrean atau marshall, yang kini bertugas membantu pemeriksaan awal kendaraan sebelum memasuki area pengisian. Dengan demikian, setiap kendaraan yang masuk ke SPBU harus melalui proses verifikasi yang lebih teliti, memastikan bahwa QR Code yang dipindai benar dan tidak ada manipulasi.

Evaluasi pelayanan dan pengawasan penyaluran biosolar di Lampung menjadi fokus utama dalam langkah ini. Pertamina menegaskan bahwa peran marshall tidak hanya sebatas mengatur antrian, tetapi juga menjadi garda depan dalam memastikan data kendaraan dan QR Code sesuai dengan standar. Petugas marshall diharapkan dapat memeriksa kesesuaian data kendaraan, seperti nomor plat, jenis kendaraan, dan QR Code yang dipindai, sebelum kendaraan melewati pintu pengisian. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan mekanisme pembelian biosolar dan meningkatkan efisiensi proses pengisian.

Inspeksi Mendadak Komisi XII DPR RI dan Pemerintah Provinsi Lampung

Perubahan prosedur ini muncul setelah Komisi XII DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Lampung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua SPBU, yaitu SPBU 24.353.69 Candimas, Lampung Selatan, dan SPBU 23.351.01 Rajabasa, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (9/10/2026). Sidak tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, dan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Tim sidak menemukan dugaan penyalahgunaan mekanisme pembelian biosolar, di mana salah satu kendaraan yang diamati memegang tiga hingga empat tangkapan layar (screenshot) QR Code berbeda di ponselnya.

Temuan ini menjadi pemicu utama bagi Pertamina untuk meninjau kembali proses pelayanan di SPBU. Dalam sidak, tim menemukan bahwa kendaraan dengan QR Code ganda dapat memanfaatkan celah dalam sistem penyaluran biosolar. Dengan adanya QR Code yang tidak valid atau duplikat, kendaraan dapat memperoleh bahan bakar biosolar dengan harga yang lebih murah atau bahkan secara gratis. Hal ini menimbulkan kerugian bagi Pertamina dan potensi penyalahgunaan sistem bagi pihak yang tidak berwenang.

Reaksi Pertamina dan Langkah Perbaikan

Menindaklanjuti hasil sidak tersebut, Pertamina meminta pengelola SPBU untuk mengevaluasi pola pelayanan, termasuk menyesuaikan jumlah operator dengan kebutuhan operasional. Pengelola SPBU diharuskan meningkatkan efektivitas proses pengisian dengan tetap mengutamakan keselamatan serta mengoptimalkan petugas marshall. Petugas marshall diharapkan membantu pemeriksaan awal kesesuaian data kendaraan sebelum kendaraan memasuki area pengisian. Dengan demikian, proses pelayanan di pulau pompa dapat berlangsung lebih efektif dan aman.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rus, menegaskan bahwa langkah ini akan diimplementasikan secara bertahap di seluruh SPBU di Lampung. Rus menambahkan bahwa setiap SPBU akan diberi pelatihan tambahan mengenai prosedur pemeriksaan QR Code biosolar, serta diadakan audit internal secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar baru. Selain itu, Pertamina juga berencana memperkuat sistem pelaporan dan monitoring, sehingga setiap kejadian penyalahgunaan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.

Manfaat Jangka Panjang bagi Konsumen dan Industri

Dengan memperketat pemeriksaan QR Code biosolar, Pertamina tidak hanya melindungi diri dari kerugian finansial, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi konsumen dan industri. Pertama, konsumen akan mendapatkan jaminan bahwa bahan bakar yang mereka terima memang sesuai dengan harga dan kualitas yang diharapkan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pertamina, khususnya biosolar yang menjadi salah satu alternatif bahan bakar terbarukan.

Kedua, industri otomotif di Lampung akan merasakan dampak positif dari pengawasan yang lebih ketat. Dengan sistem yang lebih transparan, risiko kendaraan yang menggunakan bahan bakar biosolar ilegal akan berkurang, sehingga persaingan di pasar menjadi lebih adil. Hal ini juga dapat mendorong produsen kendaraan untuk lebih memperhatikan efisiensi bahan bakar, karena konsumen kini memiliki akses yang lebih jelas terhadap kualitas BBM.

Ketiga, kebijakan ini turut mendukung upaya pemerintah daerah dan nasional dalam meningkatkan penyaluran bahan bakar terbarukan. Dengan memastikan bahwa setiap QR Code biosolar terverifikasi secara akurat, Pertamina dapat memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih, sekaligus meminimalkan potensi pencurian atau penyalahgunaan sumber daya yang ada.

Implementasi dan Monitoring Ke Depan

Implementasi langkah baru ini akan dimulai dengan pelatihan intensif bagi petugas marshall di seluruh SPBU Lampung. Pelatihan tersebut mencakup penggunaan perangkat lunak pemindaian QR Code, prosedur verifikasi data kendaraan, serta protokol keselamatan di area pengisian. Selain itu, Pertamina akan menyediakan perangkat tambahan bagi petugas marshall, seperti scanner QR Code portabel dan perangkat lunak monitoring real-time yang dapat menampilkan status kendaraan sebelum memasuki area pengisian.

Monitoring ke depan akan dilakukan melalui sistem audit internal yang rutin. Pertamina akan meninjau setiap transaksi pengisian biosolar, memeriksa apakah QR Code yang dipindai sesuai dengan data kendaraan dan apakah ada indikasi manipulasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, petugas marshall akan segera melaporkan kepada manajemen SPBU, yang kemudian akan mengambil tindakan disipliner atau teknis sesuai prosedur. Dengan mekanisme ini, Pertamina berharap dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan dan menjaga kualitas BBM yang disalurkan.

Kesimpulan

Perketatan pemeriksaan QR Code Biosolar sebelum pengisian di SPBU Lampung merupakan langkah

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1220353/pertamina-perketat-pemeriksaan-qr-code-biosolar-sebelum-pengisian-di-spbu-lampung, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *