Kebakaran Lahan Pengepul Rongsokan di Lampung Selatan Rugi Rp100 Juta, Warga Khawatir Dampak Lingkungan serta Keamanan di Sekitar Area
Kebakaran lahan pengepul rongsokan di Lampung Selatan menelan rugi materiil mencapai Rp100 juta, menimbulkan keprihatinan warga tentang dampak lingkungan dan keamanan di sekitarnya.
Lokasi dan Waktu Kejadian
Pada Minggu (11/10/2026) siang sekitar pukul 12.35 WIB, kobaran api melanda tumpukan material rongsokan kering di lahan pengepul. Kepulan asap tebal menyelimuti area, memicu alarm bagi penduduk sekitar. Pemberhentian kebakaran berlangsung pada pukul 17.15 WIB setelah proses pendinginan selesai.
Reaksi dan Tindakan Pemadam Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan segera menerjunkan armada dari Posko Ketapang dan Kalianda. Petugas gabungan dengan unsur PT ASDP bekerja selama kurang lebih tiga setengah jam. Armada pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sepuluh menit setelah menerima laporan warga.
Menurut Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, anggota Posko Ketapang menyiapkan alat pelindung diri dan meluncur menuju lokasi pada pukul 13.35 WIB. Empat petugas Posko Ketapang langsung mengisolasi perambatan api di sekitar tumpukan barang rongsokan. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 17.15 WIB. Aksi pemadaman di lapangan turut didukung secara langsung oleh Rully Fikriansyah, Komandan Regu Posko Kalianda Samin, serta bantuan personel dari PT ASDP Ba.
Kerugian dan Dampak Ekonomi
Kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp100 juta meliputi kerusakan pada tumpukan rongsokan, alat pemadam, serta biaya operasional armada. Selain kerugian finansial, warga khawatir akan dampak ekonomi jangka panjang, seperti hilangnya potensi pendapatan bagi petugas yang memproses rongsokan dan gangguan terhadap kegiatan ekonomi lokal.
Potensi Dampak Lingkungan
Kebakaran rongsokan kering dapat menghasilkan asap dan partikel berbahaya yang mengancam kualitas udara. Penderitaan lingkungan meliputi polusi udara, kerusakan vegetasi di sekitar lahan pengepul, dan risiko pencemaran tanah akibat abu berasap. Warga menanyakan apakah tindakan pembersihan dan rehabilitasi lingkungan sudah direncanakan.
Keamanan dan Risiko Selanjutnya
Keamanan di sekitar area menjadi perhatian utama. Kebakaran yang menular cepat dapat mengancam rumah tangga, fasilitas publik, dan infrastruktur jalan. Warga mengkhawatirkan potensi kebakaran lanjutan akibat sisa bara atau percikan api yang belum sepenuhnya padam. Pihak berwenang masih mendalami pemicu awal timbulnya percikan api untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Upaya Pencegahan dan Tanggapan Warga
Setelah kejadian, warga mengirimkan laporan kepada petugas Damkarmat. Tindakan cepat dari Posko Ketapang menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga pemadam kebakaran, dan perusahaan swasta seperti PT ASDP. Warga mengharapkan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut, termasuk pengawasan rutin terhadap tumpukan rongsokan dan peningkatan kapasitas pemadam kebakaran di daerah.
Kesimpulan dan Harapan
Kebakaran lahan pengepul rongsokan di Lampung Selatan menimbulkan kerugian materiil Rp100 juta serta menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dan keamanan. Tindakan cepat dari Damkarmat dan kolaborasi dengan PT ASDP berhasil menengahi kebakaran, namun masih perlu penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab percikan api. Warga dan pihak berwenang menekankan pentingnya pencegahan, pengawasan, dan kesiapsiagaan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1220196/lahan-pengepul-rongsokan-di-lampung-selatan-terbakar-kerugian-capai-rp100-juta, without altering the facts of the original article.