Taipan Properti Tingkat Dunia Tinggalkan Inggris, Pindah ke Monako demi Menghindari Pajak Baru, Mengguncang Dinamika Investasi Real Estate Eropa
Taipan Properti Tingkat Dunia, David Reuben, yang menempati posisi kedua Sunday Times Rich List bersama saudaranya, Simon, menandai langkah besar dengan meninggalkan Inggris menuju Monako musim panas ini demi menghindari pajak warisan 40 %. Langkah ini menyoroti dinamika investasi real estate Eropa dan menambah tekanan pada kebijakan fiskal Inggris.
Perubahan Status Pajak Non‑Dom dan Dampaknya
Selama lebih dari dua abad, penduduk jangka panjang di Inggris dapat memanfaatkan status penduduk tak berdomisili (non‑dom), yang memungkinkan mereka hanya membayar pajak atas penghasilan yang diperoleh di dalam negeri. Status ini dihapus pada tahun lalu, memaksa para investor kaya untuk menyesuaikan strategi fiskal mereka. Sejak 6 April 2025, sistem berbasis status domisili mulai berlaku, mengharuskan pemilik aset global mengakui kewajiban pajak di Inggris atas penghasilan luar negeri.
David Reuben, yang sebelumnya memanfaatkan status non‑dom, memutuskan untuk pindah ke Monako sekitar 18 bulan setelah perubahan tersebut. Monako dikenal sebagai tujuan favorit bagi orang superkaya Inggris karena tidak mengenakan pajak penghasilan, capital gain, maupun warisan. Dengan mengalihkan residensinya, Reuben dapat menghindari beban pajak warisan 40 % yang baru diberlakukan.
Nilai Kekayaan Keluarga Reuben dan Implikasi Global
Kekayaan gabungan keluarga Reuben diperkirakan hampir 28 miliar poundsterling, setara dengan Rp 661 triliun (menggunakan kurs pound terhadap rupiah 23.630). Individu David Reuben sendiri memiliki kekayaan sekitar US$ 13,1 miliar, setara dengan Rp 234 triliun (kurs dolar terhadap rupiah 17.890) menurut Bloomberg Billionaires Index. Nilai ini menempatkan Reuben sebagai salah satu taipan properti terbesar di dunia, dengan portofolio yang meliputi properti residensial, komersial, dan investasi real estate global.
Motivasi Pindah ke Monako: Pajak dan Keamanan Investasi
Pindah ke Monako tidak hanya tentang menghindari pajak warisan. Monako menawarkan lingkungan fiskal yang stabil dan kebijakan perlindungan aset yang kuat. Tanpa pajak penghasilan atau capital gain, para investor dapat mempertahankan lebih banyak dari keuntungan investasi mereka. Selain itu, Monako menyediakan sistem perbankan yang transparan namun tetap menjaga kerahasiaan, yang sangat penting bagi para pengusaha global.
Perubahan ini juga mencerminkan tren global di mana para taipan properti mencari yurisdiksi dengan beban pajak lebih ringan. Monako, bersama dengan Swiss, Liechtenstein, dan beberapa negara di Timur Tengah, menjadi pilihan utama bagi para investor kelas atas yang ingin melindungi kekayaan mereka dari perubahan kebijakan fiskal di negara asal.
Reaksi Pasar Real Estate Eropa dan Dampak pada Investor Lain
Keputusan Reuben menimbulkan reaksi luas di pasar real estate Eropa. Banyak investor yang memantau kebijakan fiskal Inggris melihat potensi migrasi aset besar ke yurisdiksi lain. Hal ini dapat menekan nilai properti di Inggris, terutama di kota-kota utama seperti London, di mana kepemilikan asing telah menjadi faktor pertumbuhan harga.
Selain itu, kebijakan pajak baru di Inggris dapat memicu perubahan strategi investasi bagi para pengusaha properti. Mereka mungkin mulai mencari alternatif di negara-negara dengan sistem pajak yang lebih menguntungkan, atau memanfaatkan struktur perusahaan multinasional untuk mengoptimalkan beban pajak. Dampak ini dapat memperkuat ketergantungan pasar properti Inggris pada investasi asing, sekaligus meningkatkan ketidakpastian regulasi bagi investor lokal.
Polis Fiskal Inggris dan Respons Pemerintah
Pemerintah Inggris menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pendapatan pajak dengan daya tarik bagi investor. Kebijakan penghapusan status non‑dom, meski bertujuan meningkatkan penerimaan pajak, kini menjadi sumber kontroversi. Beberapa analis menyarankan bahwa perubahan ini dapat memperlambat pertumbuhan sektor properti dan menurunkan minat investasi asing.
Di sisi lain, pemerintah mungkin mempertimbangkan kebijakan insentif baru untuk menahan investor tetap di Inggris. Ini dapat berupa pengurangan tarif pajak tertentu, atau program insentif bagi investasi di sektor strategis. Namun, efektivitas langkah ini masih belum jelas, mengingat ketegangan antara kebutuhan pendapatan fiskal dan kompetisi global di pasar properti.
Kesimpulan: Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Properti Eropa
Keputusan David Reuben untuk pindah ke Monako menandai perubahan signifikan dalam lanskap investasi real estate Eropa. Langkah ini tidak hanya menyoroti ketegangan antara kebijakan fiskal Inggris dan kebutuhan para investor untuk melindungi kekayaan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perubahan regulasi dapat memicu migrasi aset besar ke yurisdiksi lain.
Dengan nilai kekayaan yang mencapai hampir 28 miliar poundsterling, Reuben menjadi contoh nyata bagaimana para taipan properti dapat memanfaatkan perbedaan kebijakan fiskal antar negara. Dampaknya akan dirasakan tidak hanya di Inggris, tetapi juga di pasar properti global, yang kini harus menyesuaikan strategi investasi dengan realitas kebijakan fiskal yang terus berubah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8308603/taipan-properti-pindah-ke-monako-demi-hindari-pajak-baru-inggris, without altering the facts of the original article.