Warga RI sering kebingungan pilih order makanan di aplikasi, data terbaru Grab mengungkap pola belanja yang tak terduga dan peluang bisnis
Warga RI sering kebingungan pilih order makanan di aplikasi, sebuah fenomena yang kini semakin terukur berkat laporan terbaru Grab Indonesia yang menyoroti pola belanja yang tak terduga dan peluang bisnis bagi merchant digital.
Waktu yang Dihabiskan dalam Pencarian Order Makanan
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata konsumen membutuhkan 12,4 menit untuk mencari hingga menentukan pilihan makanan yang diinginkan. Selama periode pencarian ini, pelanggan biasanya menjelajahi sekitar enam merchant sekaligus. “Jadi mereka melakukan pencarian baru sampai akhirnya membeli, gitu ya. Dan kemudian data yang menarik itu tadi 12,4 menit melakukan pencarian sampai kemudian membeli,” ujar Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, dalam acara F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2006, Kamis (8/10/2026).
Data tambahan menunjukkan bahwa 79% pesanan GrabFood dimulai dengan pelanggan yang melakukan pencarian pilihan makanan dan minuman terlebih dulu. Ini menegaskan bahwa pencarian aktif menjadi langkah awal bagi kebanyakan pengguna aplikasi pengantaran makanan.
Eksplorasi Merchant dalam Setahun
Selama satu tahun, pelanggan GrabFood cenderung mengeksplorasi hingga 63 merchant. Lebih dari 40% pesanan berasal dari merchant baru atau yang belum pernah dipesan sebelumnya dalam periode tersebut. Angka ini menandakan dinamika pasar yang cepat berubah, di mana konsumen terus mencari alternatif baru dan merchant harus bersaing untuk mendapatkan perhatian.
Pertumbuhan Pesanan di GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress
Roy Nugroho juga mengungkapkan bahwa pesanan dalam GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress mengalami pertumbuhan sebanyak 24% di kuartal II-2026. Menurutnya, promo atau top of cut penting membuat pertumbuhan ini bisa terjadi. Di sisi lain yang tak kalah penting adalah memiliki top of mind atau kesadaran akan merek yang dipasarkan. Mengingat saingan antar merek juga berat, dia mengingatkan bahwa brand perlu mencari cara agar bisa tetap diingat oleh para konsumen.
Bagaimana Konsumen Memilih Makanan di Aplikasi?
Warga RI sering kebingungan pilih order makanan di aplikasi karena banyaknya pilihan yang tersedia. Proses pencarian tidak hanya melibatkan pencarian cepat, tetapi juga evaluasi terhadap harga, kualitas, dan ulasan. Selama 12,4 menit, konsumen menelusuri menu, membandingkan harga, dan membaca review. Setelah menemukan pilihan yang tepat, mereka akhirnya melakukan pembelian. Proses ini menunjukkan betapa pentingnya pengalaman pengguna yang mulus dan informasi yang jelas dalam mempengaruhi keputusan pembelian.
Dampak Terhadap Merchant dan Strategi Bisnis
Dengan 63 merchant yang dieksplorasi oleh pelanggan dalam setahun, merchant harus meningkatkan visibilitas dan menarik perhatian konsumen. Peningkatan 24% dalam pesanan menunjukkan adanya peluang bagi merchant untuk memanfaatkan promosi dan kampanye pemasaran yang tepat. Namun, persaingan yang ketat menuntut strategi yang inovatif, seperti menawarkan diskon, bundel menu, atau fitur loyalitas. Menurut Roy Nugroho, top of cut dan promosi penting, namun brand juga harus menjaga kesadaran merek agar tetap diingat.
Kesadaran merek menjadi kunci dalam mempertahankan pelanggan. Jika konsumen tidak mengingat merek tertentu, mereka cenderung beralih ke kompetitor yang lebih dikenal. Oleh karena itu, merchant perlu memanfaatkan platform digital, media sosial, dan kolaborasi dengan influencer untuk memperkuat brand awareness. Selain itu, kualitas layanan, kecepatan pengantaran, dan keandalan sistem pembayaran juga memengaruhi keputusan pembelian.
Peluang Bisnis bagi Merchant Baru
Lebih dari 40% pesanan berasal dari merchant baru atau yang belum pernah dipesan sebelumnya. Ini menandakan bahwa pasar masih terbuka untuk inovasi dan produk baru. Merchant baru dapat memanfaatkan data analitik untuk memahami preferensi konsumen, menyesuaikan menu, dan mengoptimalkan harga. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh platform seperti Grab, merchant dapat mempercepat proses onboarding dan meminimalkan hambatan masuk pasar.
Strategi promosi yang tepat, seperti diskon pembelian pertama atau hadiah gratis, dapat menarik pelanggan baru. Selain itu, kolaborasi dengan merchant lain atau penyedia layanan logistik dapat memperluas jangkauan pasar. Untuk tetap bersaing, merchant harus terus memperbarui menu, menyesuaikan harga, dan menjaga kualitas layanan agar konsumen kembali.
Kesimpulan: Menavigasi Kebingungan Konsumen dalam Era Digital
Warga RI sering kebingungan pilih order makanan di aplikasi, namun data terbaru Grab Indonesia menunjukkan bahwa konsumen menghabiskan waktu yang signifikan untuk mengeksplorasi pilihan. Dengan 12,4 menit pencarian, 63 merchant dieksplorasi, dan lebih dari 40% pesanan berasal dari merchant baru, pasar pengantaran makanan menunjukkan dinamika yang cepat berubah. Pertumbuhan 24% pada kuartal II-2026 menandakan peluang bisnis yang besar bagi merchant yang mampu memanfaatkan promosi, top of cut, dan kesadaran merek. Untuk tetap kompetitif, merchant harus fokus pada pengalaman pengguna, inovasi menu, dan strategi pemasaran yang terintegrasi. Dengan memahami perilaku konsumen dan memanfaatkan data, merchant dapat menavigasi kebingungan konsumen dan menciptakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri pengantaran makanan digital.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20261008171039-37-774505/warga-ri-sering-bingung-pilih-order-makanan-di-aplikasi-ini-data-grab, without altering the facts of the original article.