ViriyaENB Bentuk Solusi Polusi Jakarta, Tegaskan Tak Bisa Mengandalkan Satu Pemda Saja dalam Upaya Bersih Udara
Polusi udara di Jakarta telah menjadi topik hangat, namun solusi yang diusulkan oleh Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) menegaskan bahwa upaya bersih udara tidak dapat bergantung pada satu pemerintah daerah saja. Dalam panel diskusi bertajuk “Building Competitive and Livable Cities” pada Indonesia International Sustainability Forum 2026, Executive Director ViriyaENB, Suzanty Sitorus, mengajak semua pihak untuk menerapkan pendekatan lintas wilayah, atau yang disebut air shed, sebagai dasar intervensi.
Visi ViriyaENB: Polusi Udara Jakarta Memerlukan Pendekatan Lintas Wilayah
ViriyaENB menyoroti bahwa sumber emisi polusi di Jakarta berasal dari berbagai wilayah sekitarnya, bukan hanya dari kota itu sendiri. Oleh karena itu, penanganan polusi tidak dapat dibatasi oleh batas administratif atau sektor tertentu. Suzanty menegaskan bahwa unit intervensi harus didasarkan pada wilayah tangkapan udara (air shed), bukan pada batas kota atau sektor. Dengan memanfaatkan pendekatan ini, koordinasi antar pemerintah daerah di sekitar Jakarta dapat dipertajam, sehingga perencanaan dan pelaksanaan kebijakan dapat lebih terintegrasi.
Dalam sesi panel, Suzanty menekankan pentingnya memperkuat perencanaan dan koordinasi antara Jakarta dan wilayah sekitarnya. Ia menyebut bahwa beberapa sumber polusi, seperti pembakaran sampah, masih belum terkelola secara menyeluruh di luar batas kota. Oleh karena itu, intervensi lintas wilayah menjadi kunci untuk mengatasi masalah tersebut.
Bagaimana Pendekatan Air Shed Mampu Menyelesaikan Masalah Polusi?
Pada dasarnya, pendekatan air shed memandang wilayah tangkapan udara sebagai unit intervensi. Ini berarti bahwa setiap wilayah yang memengaruhi kualitas udara Jakarta harus diidentifikasi dan dikelola secara bersama. Dengan cara ini, kebijakan yang diterapkan tidak lagi terfragmentasi oleh batas administratif, melainkan diatur berdasarkan aliran udara yang sebenarnya.
Contohnya, emisi dari pembakaran sampah di daerah sekitarnya dapat memengaruhi kualitas udara Jakarta. Jika hanya pemerintah Jakarta yang bertanggung jawab, maka solusi akan terbatas pada kota itu saja. Namun, dengan pendekatan air shed, daerah sekitarnya juga diikutsertakan dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan, sehingga dampak negatif dapat diminimalkan secara keseluruhan.
Kenapa Pendekatan Lintas Wilayah Sangat Penting bagi Jakarta?
Polusi udara tidak mengenal batas administratif. Udara yang tercemar di satu wilayah dapat dengan cepat menyebar ke wilayah lain melalui aliran angin. Oleh karena itu, jika upaya pengendalian hanya dilakukan di satu kota, maka sumber polusi di luar kota tetap akan memengaruhi kualitas udara secara signifikan. Pendekatan lintas wilayah memastikan bahwa semua sumber emisi, baik di dalam maupun di luar kota, dapat diidentifikasi dan dikelola secara komprehensif.
Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Pemerintah daerah yang terlibat dapat berbagi data, teknologi, dan praktik terbaik, sehingga intervensi menjadi lebih efektif. Dengan koordinasi yang kuat, inisiatif kebijakan seperti pengurangan emisi kendaraan bermotor, peningkatan transportasi publik, dan pengelolaan sampah dapat diimplementasikan secara sinergis.
Dampak Positif dari Implementasi Air Shed
Jika pendekatan air shed berhasil diimplementasikan, maka kualitas udara Jakarta dapat mengalami perbaikan signifikan. Penurunan tingkat polusi akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat, mengurangi risiko penyakit pernapasan, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, peningkatan kualitas udara dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lingkungan.
Lebih jauh, pendekatan lintas wilayah dapat memperkuat hubungan antar pemerintah daerah. Kolaborasi yang erat antara Jakarta dan wilayah sekitarnya dapat menciptakan sinergi dalam kebijakan lingkungan, sehingga upaya pengendalian polusi menjadi lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
Kesimpulan: Bersama Menyusun Solusi Polusi Jakarta
ViriyaENB menegaskan bahwa solusi polusi Jakarta tidak dapat bergantung pada satu pemerintah daerah saja. Pendekatan air shed, yang menekankan koordinasi lintas wilayah, menjadi kunci untuk mengatasi masalah polusi udara secara komprehensif. Dengan melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah di sekitar Jakarta, serta memperkuat perencanaan dan koordinasi, kualitas udara Jakarta dapat ditingkatkan secara signifikan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20261008081410-641-1412926/viriyaenb-bicara-solusi-polusi-jakarta-tak-bisa-andalkan-satu-pemda, without altering the facts of the original article.