Pertamina Gencar Dorong Transisi Energi Nasional dengan Penambahan PLTS Skala Besar dan Proyek CCS, Target Kurangi Emisi Hingga 2035

Pertamina, perusahaan energi milik negara, kembali menegaskan komitmennya dalam menavigasi transisi energi nasional dengan menambah kapasitas PLTS skala besar dan proyek Carbon Capture and Storage (CCS). Pada panel “Powering Growth: Energy Security in the Low-Carbon Era” di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa keandalan pasokan energi dan desentralisasi sumber energi rendah karbon harus berjalan paralel.

Visi Strategis Pertamina: Menjaga Keandalan dan Mendorong Dekarbonisasi

Dalam sesi tersebut, Agung menekankan bahwa “reliability and decarbonization are a sequence, not a trade-off.” Artinya, Pertamina memandang keandalan pasokan sebagai fondasi yang harus terjaga sebelum melangkah pada teknologi bersih. Dengan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat, Pertamina berusaha memastikan kebutuhan energi saat ini tetap terpenuhi, sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk masa depan rendah karbon. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Implementasi Praktis: PLTS Pulau Sembur di Batam

Salah satu contoh konkret penerapan strategi ini adalah pembangunan PLTS Pulau Sembur di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, pulau ini mengandalkan listrik dari diesel, yang menambah beban biaya dan emisi. Dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp) dan sistem penyimpanan baterai 1 megawatt hour (MWh), PLTS ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 200 rumah tangga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.

PLTS Pulau Sembur tidak hanya menyediakan listrik bersih, tetapi juga memperkuat infrastruktur pendukung seperti fasilitas cold storage dan mesin pembuat es. Dengan demikian, energi terbarukan yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, meningkatkan daya saing industri lokal, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Penerapan sistem penyimpanan baterai juga memastikan kontinuitas pasokan listrik, bahkan saat sinar matahari tidak cukup, sehingga keandalan tetap terjaga.

Proyek CCS: Menurunkan Emisi Skala Besar

Selain PLTS, Pertamina juga mengembangkan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi gas rumah kaca. Proyek ini dirancang untuk menangkap CO₂ yang dihasilkan dari proses produksi minyak dan gas, serta mengarsipkannya di bawah tanah. Dengan teknologi ini, Pertamina dapat mengurangi jejak karbonnya secara signifikan, sekaligus tetap memanfaatkan sumber daya energi fosil yang masih tersedia.

Pengembangan CCS bersifat sinergis dengan inisiatif PLTS. Sementara PLTS menambah kapasitas energi terbarukan, CCS menurunkan emisi dari sumber energi tradisional. Kombinasi kedua teknologi ini mencerminkan strategi Pertamina yang holistik: menjaga keandalan, menurunkan emisi, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Target Emisi Hingga 2035: Menetapkan Roadmap Nasional

Pertamina menetapkan target pengurangan emisi hingga 2035 sebagai bagian dari komitmen nasional dalam mitigasi perubahan iklim. Dengan menambah kapasitas PLTS dan mengimplementasikan CCS, Pertamina berupaya mencapai target tersebut sambil tetap menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Target ini tidak hanya mencerminkan aspirasi perusahaan, tetapi juga menjadi indikator kemajuan Indonesia dalam mencapai tujuan Paris Agreement.

Dampak Ekonomi dan Sosial: Peningkatan Keterjangkauan dan Pemberdayaan Lokal

Implementasi PLTS Pulau Sembur dan proyek CCS memberikan dampak ekonomi positif. Pertamina berhasil menurunkan biaya produksi listrik di daerah yang sebelumnya bergantung pada diesel, sehingga biaya energi bagi konsumen menjadi lebih terjangkau. Selain itu, dengan meningkatkan kapasitas energi terbarukan, Pertamina membuka peluang kerja baru di sektor energi bersih, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Dari perspektif sosial, proyek ini juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fasilitas cold storage dan mesin pembuat es yang didukung oleh listrik bersih memungkinkan pelaku usaha kecil menengah untuk memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi risiko kerugian akibat kehilangan produk. Dengan demikian, transisi energi yang diusung Pertamina tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kesinambungan Keandalan Energi: Menjaga Keseimbangan antara Tradisional dan Bersih

Agung Wicaksono menegaskan pentingnya keseimbangan antara sumber energi tradisional dan bersih. Pertamina masih mempertahankan operasi minyak dan gas, namun dengan integrasi teknologi CCS, emisi dapat dikurangi secara signifikan. Di sisi lain, penambahan PLTS skala besar memastikan suplai energi yang lebih bersih dan terjangkau. Pendekatan ini menegaskan bahwa transisi energi bukanlah pengganti, melainkan evolusi yang mempertahankan keandalan sambil mengurangi dampak lingkungan.

Peran Pemerintah dan Regulasi: Memfasilitasi Transisi Energi Nasional

Untuk mencapai target emisi hingga 2035, Pertamina mengandalkan dukungan kebijakan pemerintah, seperti insentif bagi energi terbarukan dan regulasi yang mendukung proyek CCS. Kerja sama antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam mempercepat adopsi teknologi bersih. Dengan kerangka regulasi yang jelas, Pertamina dapat memperluas proyek PLTS dan CCS secara lebih luas, memperkuat jaringan energi nasional, dan menurunkan emisi secara konsisten.

Visi Masa Depan: Menjadi Pelopor Energi Rendah Karbon di Indonesia

Melalui kombinasi PLTS skala besar dan proyek CCS, Pertamina berupaya menjadi pelopor energi rendah karbon di Indonesia. Dengan menekankan keandalan dan keterjangkauan energi, Pertamina menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan energi masyarakat. Ke depan, Pertamina akan terus memperluas jaringan PLTS, meningkatkan kapasitas penyimpanan baterai, dan mengembangkan teknologi CCS yang lebih efisien, guna mendukung target emisi 2035 dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Demikian informasi

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://kumparan.com/kumparanbisnis/pertamina-terus-perkuat-transisi-energi-nasional-melalui-plts-hingga-ccs-28KjlIqyskF, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *