Gempa M5,3 di Sabah Guncang Tarakan: Warga Berbagi Kesaksian Detil, Dampak hingga 30 km dan Tindakan BMKG

Gempa M5,3 di Sabah Guncang Tarakan: Warga Berbagi Kesaksian Detil, Dampak hingga 30 km dan Tindakan BMKG

Gempa Terjadi pada Malam Hari Tarakan

Pada tanggal 23 November 2023, wilayah Tarakan di Kalimantan Utara didampingi oleh gempa bumi yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan magnitudo awal 5,3. Menurut catatan resmi, gempa tersebut terjadi pada pukul 20.11 Waktu Indonesia Barat (WIB) atau 21.11 Waktu Indonesia Timur (WITA). Parameter awal mencatat kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 4,94 derajat lintang utara dan 118,77 derajat bujur timur. Lokasi epicentrum di laut sekitar 219 kilometer timur laut Tarakan.

Warga Tarakan Tidak Merasakan Getaran

Berbeda dengan ekspektasi publik, sejumlah warga di beberapa kawasan Tarakan mengaku tidak merasakan getaran gempa tersebut. Anys, warga Jalan Jembatan Bongkok di Kelurahan Karang Anyar Pantai, mengatakan tidak ada yang terasa gempa ketika kejadian tersebut. Celine, yang tinggal di Kelurahan Sebengkok, juga menyatakan tidak merasakan getaran dari gempa dengan magnitudo 5,3. Nur, warga RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas, bahkan mempertanyakan keberadaan gempa karena tidak merasakan guncangan. “Tidak ada rasa getaran, memangnya ada gempa,” ungkapnya. Kesaksian ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat tentang sejauh mana gempa tersebut dirasakan di daratan.

Pembaruan Parameter Gempa oleh BMKG

BMKG kemudian melakukan pemutakhiran parameter gempa. Dalam siaran persnya, gempa tersebut dianalisis memiliki magnitudo M5,0 dengan kedalaman 13 kilometer. Episenter pembaruan berada pada koordinat 5,05 derajat lintang utara dan 118,85 derajat bujur timur, atau di darat 234 kilometer timur laut Tarakan. Dengan demikian, informasi awal dan hasil pembaruan BMKG menunjuk pada pergeseran kecil dalam posisi epicentrum namun tetap berada di wilayah laut di sekitar Tarakan.

Seberapa Besar Dampak Gempa di Tarakan?

Walaupun magnitudo 5,0 atau 5,3 tergolong sedang, gempa tersebut dapat memicu getaran ringan hingga menengah di daratan yang cukup jauh dari epicentrum. Dalam kasus ini, jarak epicentrum di laut sekitar 219–234 kilometer, sehingga potensi getaran di daratan Tarakan mungkin terbilang lemah. Hal ini dapat menjelaskan mengapa beberapa warga tidak merasakan guncangan. Namun, meskipun tidak dirasakan secara langsung, gempa tetap dapat menimbulkan dampak struktural pada bangunan yang sudah tidak terawat, serta memicu risiko kebocoran air laut pada infrastruktur pesisir.

Reaksi Warga dan Pemerintah Lokal

Reaksi warga yang tidak merasakan gempa menunjukkan adanya ketidakpastian mengenai intensitas gempa di wilayah tersebut. Beberapa warga menanyakan apakah gempa tersebut benar-benar terjadi. Di sisi lain, pihak pemerintah daerah tetap melakukan verifikasi dan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan keamanan infrastruktur. Tindakan BMKG, termasuk pemutakhiran parameter, bertujuan untuk memberikan data yang lebih akurat bagi masyarakat dan pihak berwenang.

Bagaimana BMKG Menangani Gempa di Wilayah Laut?

Gempa yang terjadi di wilayah laut memerlukan perhatian khusus, karena dapat memicu potensi tsunami atau pergerakan lautan yang berbahaya. BMKG memantau data seismik secara real-time dan mengirimkan peringatan jika diperlukan. Meskipun gempa ini tidak menimbulkan tsunami, BMKG tetap melakukan update parameter untuk memastikan tidak ada risiko tambahan bagi wilayah pesisir.

Kesimpulan dan Harapan untuk Masyarakat Tarakan

Gempa M5,3 di Sabah yang menggerakkan Tarakan menjadi peristiwa yang menarik perhatian. Meskipun warga tidak merasakan guncangan secara langsung, gempa tersebut tetap menunjukkan pentingnya pemantauan seismik yang akurat dan respons cepat dari BMKG. Dengan pemutakhiran parameter, pihak terkait dapat memberikan informasi yang lebih tepat kepada masyarakat. Semoga informasi ini dapat membantu warga Tarakan memahami risiko gempa dan tetap waspada terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://kaltim.tribunnews.com/kalimantan-utara/1169144/gempa-m53-di-sabah-dirasakan-hingga-tarakan-warga-beri-kesaksian, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *