BYD Akui: 1 dari 5 Mobil Listrik Mudah Diretas, Data Ini Bikin Konsumen Khawatir soal Keamanan Berkendara

BYD, pabrikan mobil listrik asal Shenzhen, baru-baru ini mengumumkan bahwa satu dari lima mobil listriknya dapat dengan mudah diretas, sebuah temuan yang menimbulkan keprihatinan di kalangan konsumen tentang keamanan berkendara. Laporan ini menyoroti kerentanan pada model pikap Shark 6, yang dapat diakses dari jarak jauh melalui sistem hiburan berbasis Android.

Kerentanan pada Sistem Infotainment BYD Shark 6

Menurut berita yang disebarkan oleh News Australia, BYD akan segera merilis pembaruan keamanan jarak jauh untuk model pikap Shark 6. Pembaruan ini bertujuan mencegah pengguna mengunggah perangkat lunak pihak ketiga ke dalam sistem infotainment mobil. Hal ini terjadi setelah laporan keamanan siber menyebutkan bahwa BYD Shark 6 dapat dengan mudah diretas dan dikendalikan dari jarak jauh.

Dalam laporan Fortify Labs, yang menjadi basis laporan ABC berjudul ‘Asleep at the Wheel’, ditemukan bahwa BYD Shark 6 dapat diretas dengan cukup mudah. Fortify Labs diminta untuk mendemonstrasikan akses jarak jauh yang dimiliki produsen mobil terhadap kendaraan terhubung dan membuktikan bagaimana akses dapat disalahgunakan. Dalam uji coba tersebut, Fortify Labs menunjukkan bahwa lampu depan mobil dapat dimatikan dari jarak jauh. Selain itu, wiper kaca juga dapat diaktifkan dari jarak jauh saat mobil diretas. Namun, fungsi-fungsi utama pada mobil seperti rem dan kamera tidak dapat diakses.

Program ABC tidak secara jelas menunjukkan bagaimana mereka mengakses sistem elektronik di dalam BYD Shark 6 milik perusahaan tersebut. Ada potensi bahwa keamanan sistem infotainment masih dapat ditingkatkan untuk mencegah potensi serangan lebih lanjut.

Reaksi BYD dan Komitmen terhadap Keamanan Siber

Dalam keterangan resminya, BYD menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber selama siklus hidup kendaraan melalui analisis kerentanan berkelanjutan, pengujian keamanan, penilaian risiko, dan pembaruan perangkat lunak. BYD menegaskan bahwa pembaruan keamanan jarak jauh akan segera dirilis untuk model pikap Shark 6, guna mencegah akses tidak sah ke sistem infotainment mobil.

BYD juga menekankan pentingnya melindungi konsumen dari potensi risiko keamanan yang dapat memengaruhi pengalaman berkendara. Dengan melakukan pembaruan keamanan jarak jauh, perusahaan berusaha mengurangi kemungkinan serangan siber yang dapat mengganggu fungsi kendaraan. Namun, laporan ini menandakan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam sistem keamanan BYD.

Dampak Kerentanan Terhadap Konsumen dan Industri Otomotif

Kerentanan pada sistem infotainment BYD Shark 6 menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen tentang keamanan berkendara. Ketika sistem infotainment dapat diakses dari jarak jauh, risiko keamanan menjadi lebih tinggi, terutama jika sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengontrol fungsi kendaraan. Meskipun fungsi-fungsi utama seperti rem dan kamera tidak dapat diakses, potensi kerentanan pada lampu depan dan wiper kaca menunjukkan bahwa sistem infotainment dapat dimanfaatkan untuk mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengemudi.

Selain itu, temuan ini juga dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap keamanan mobil listrik secara keseluruhan. Jika konsumen merasa tidak aman menggunakan mobil listrik, hal ini dapat memperlambat adopsi kendaraan listrik di pasar. Dalam jangka panjang, perusahaan otomotif harus memastikan bahwa sistem infotainment dan perangkat lunak kendaraan mereka aman dari serangan siber. Keamanan siber menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen dan memastikan keselamatan berkendara.

Langkah Selanjutnya: Pembaruan Keamanan dan Pengujian Berkelanjutan

BYD telah mengumumkan rencana untuk merilis pembaruan keamanan jarak jauh untuk model pikap Shark 6. Pembaruan ini diharapkan dapat mencegah akses tidak sah ke sistem infotainment mobil. Namun, penting bagi BYD untuk terus melakukan pengujian keamanan berkelanjutan dan memperbarui sistem mereka secara proaktif. Dengan melakukan evaluasi kerentanan secara rutin, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko dan mengambil langkah-langkah mitigasi sebelum serangan terjadi.

Selain itu, BYD perlu memastikan bahwa sistem infotainment mereka memiliki lapisan keamanan yang kuat, termasuk enkripsi data, otentikasi dua faktor, dan pembaruan perangkat lunak otomatis. Dengan menerapkan praktik keamanan terbaik, BYD dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan menurunkan risiko serangan siber pada kendaraan listrik.

Kesimpulan: Keamanan Berkendara Menjadi Prioritas Utama

Kerentanan pada sistem infotainment BYD Shark 6 menunjukkan bahwa keamanan siber menjadi faktor penting dalam industri otomotif. BYD telah berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber selama siklus hidup kendaraan melalui analisis kerentanan berkelanjutan, pengujian keamanan, penilaian risiko, dan pembaruan perangkat lunak. Namun, temuan ini menandakan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam sistem keamanan BYD.

Para konsumen harus tetap waspada terhadap potensi risiko keamanan pada mobil listrik, dan perusahaan otomotif perlu memastikan bahwa sistem infotainment mereka aman dari serangan siber. Dengan melakukan pembaruan keamanan jarak jauh dan pengujian berkelanjutan, BYD dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjaga keselamatan berkendara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/mobil/d-8693134/tanggapan-byd-soal-mobilnya-gampang-diretas, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *