Anya Geraldine Mainkan Peran Dewi Siluman Ular, PDKT Albert Si Reptil Bikin Kagetan, Kisah di Balik Film Horor yang Bikin Geger

Anya Geraldine kembali menunjukkan performa aktingnya dalam film horor terbaru yakni Dewi Siluman Ular yang akan tayang 12 November mendatang. Perannya menjadi Dewi, sosok jin atau siluman ular berbahaya yang jatuh cinta kepada manusia tentunya terasosiasikan dengan hewan melata itu. Dalam konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular yang dihelat di kawasan Jakarta pada 1 Oktober 2026, Anya mengaku kaget kala tahu proses syutingnya menggunakan ular asli.

“Alhamdulillah nya aku senang banget dan enjoy banget ketika membawakan karakter Dewi. Juga ternyata syutingnya pakai ular beneran,” ucap Anya. Dari berbagai ular yang hadir dalam proses syuting, terdapat ular yang disebut sulit untuk diatur dan sedikit agresif yakni Albert. Ular ini disebut-sebut hanya menurut kepada Anya. Tak hanya itu, Anya juga menceritakan dirinya yang harus berinteraksi dengan ular dalam scene-scene tertentu. “Si Dewi ini tuh emang ada di beberapa scene dia tiba-tiba nongol dengan membawa ular. Ngomong kayak ular gitu. Nah, awalnya tuh aku sudah kayak ‘ini ular, oh ya udah sebelum syuting kenalan dulu sama ularnya’,” kata sang aktris.

Sang aktris tak lupa merincikan sifat hewan reptil itu yang menjadi dasar dari gerak-gerik si hewan. “Habis kenalan aku tuh coba pegang-pegang dulu ularnya dan waktu itu baru ketemu sama ularnya di lokasi syuting kita di Tegal. Sebelum scene gitulah atau satu hari sebelum syuting sama si ular ini. Ularnya jenis ular pohon, jadi dia agak s…”

Keunikan Penggunaan Ular Asli dalam Produksi Film

Anya Geraldine menghadapi tantangan unik ketika harus berkolaborasi dengan makhluk hidup yang tidak bisa diprediksi. Penggunaan ular asli di set sinematik menambah nuansa realisme yang sulit dicapai dengan efek digital. Dalam proses persiapan, tim produksi melakukan pendekatan hati-hati, mempelajari perilaku ular, dan memastikan keselamatan semua pihak. Anya, yang dikenal fleksibel dalam peran, menunjukkan kesiapan mental dan fisik yang tinggi. Ia mempersiapkan diri dengan berlatih mengendalikan ketakutan serta menyesuaikan gerakan tubuh agar selaras dengan karakter Dewi yang memancarkan keangkuhan sekaligus kelembutan.

Keputusan untuk memakai ular asli juga mempengaruhi desain set. Set di Tegal disesuaikan agar aman bagi aktor dan hewan. Penerangan, ruang gerak, dan lokasi pemotretan dipilih secara cermat agar tidak mengganggu kebiasaan ular. Selain itu, semua kru dilatih mengenai prosedur darurat jika terjadi reaksi tak terduga. Semua langkah ini menegaskan komitmen produksi untuk menghasilkan karya yang autentik dan aman.

Peran Dewi Siluman Ular: Menyatukan Misteri dan Emosi

Anya Geraldine menegaskan bahwa karakter Dewi bukan sekadar makhluk menyeramkan. Ia menggambarkan Dewi sebagai entitas yang memiliki perasaan, khususnya ketika jatuh cinta pada manusia. “Kita harus menunjukkan sisi emosional Dewi, bukan hanya menakut-nakuti penonton. Aku berusaha menyeimbangkan antara kekuatan supernatural dan kelembutan hati,” ungkap Anya. Dengan demikian, penonton dapat merasakan ketegangan sekaligus simpati terhadap karakter yang kompleks.

Dalam beberapa adegan, Anya berinteraksi langsung dengan ular. Ia memegang ular tersebut, menyesuaikan gerakan tubuhnya agar tampak alami. Peran ini menuntut ketelitian dalam mengkoordinasi gerakan, baik dari sisi aktor maupun hewan. Anya menggambarkan pengalaman menakutkan namun sekaligus memuaskan saat berhasil mengeksekusi adegan tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama tim, termasuk para ahli reptil, dalam menciptakan momen yang menegangkan namun tetap aman.

Pengalaman Tak Terduga: Keterlibatan Ular Albert

Ular Albert menjadi sorotan utama karena sifatnya yang sulit dikendalikan. Anya menyebutkan bahwa Albert agak agresif, sehingga proses syuting menjadi lebih menegangkan. Ia harus belajar mengenali tanda-tanda perilaku agresif sebelum memulai adegan. “Aku harus memahami sinyal-sinyal tubuhnya, seperti posisi ekor dan gerakan kepala, agar bisa menyesuaikan gerakaku,” kata Anya. Pengalaman ini menambah kedalaman karakter Anya sebagai Dewi yang harus berinteraksi dengan makhluk yang tidak dapat diprediksi.

Keberadaan Albert juga mempengaruhi dinamika sinematografi. Pengambilan gambar harus dilakukan dengan jarak aman, menggunakan lensa khusus agar tidak menekan hewan. Tim sinematografi bekerja sama dengan ahli reptil untuk memastikan setiap gerakan terabadikan dengan tepat. Hal ini menambah nilai artistik film, sekaligus memperlihatkan dedikasi Anya Geraldine dalam menampilkan peran yang menantang.

Reaksi Penonton dan Dampak Budaya

Film Dewi Siluman Ular diharapkan menjadi fenomena di kalangan pecinta horor. Dengan menampilkan elemen supernatural yang realistis, Anya Geraldine menarik perhatian penonton yang mencari sensasi berbeda. Film ini juga menyoroti hubungan manusia dengan alam, khususnya makhluk yang dianggap menakutkan. Anya berusaha menunjukkan bahwa makhluk seperti ular memiliki peran penting dalam ekosistem, sekaligus menantang stereotip negatif.

Selain itu, film ini dapat memicu diskusi tentang perlindungan satwa. Menggunakan ular asli di set sinematik menimbulkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara seni dan konservasi. Anya berkomitmen untuk tidak hanya menampilkan makhluk tersebut, tetapi juga memberikan penghormatan terhadap habitat alami mereka. Dengan cara ini, film Dewi Siluman Ular tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pesan sosial.

Persiapan dan Tantangan Akhir Tahun

Setelah proses syuting, Anya Geraldine mempersiapkan diri untuk promosi film. Ia akan menghadiri berbagai acara, termasuk konferensi pers, talkshow, dan sesi meet-and-greet. Dalam setiap kesempatan, ia menekankan pentingnya keselamatan saat berinteraksi dengan ular. Anya juga akan membagikan pengalaman uniknya, menambah daya tarik bagi penonton.

Film Dewi Siluman Ular

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/8303943/anya-geraldine-bintangi-film-dewi-siluman-ular-pdkt-dengan-albert-si-reptil-kagetan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *