Perluasan IP lokal lintas sektor dorong nilai tambah ekonomi hingga 1,2% pertumbuhan, data Kemenkeu ungkap potensi baru bagi industri nasional

Perluasan IP lokal lintas sektor dorong nilai tambah ekonomi hingga 1,2% pertumbuhan, data Kemenkeu ungkap potensi baru bagi industri nasional. Inilah inti pesan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam acara peluncuran kolaborasi antara JUMBO, Visinema, dan Discovery Ancol Hotel di Jakarta pada 21 September 2026.

Kolaborasi JUMBO x Visinema x Discovery Ancol: Contoh Praktis Ekspansi IP

Pada sesi tersebut, Irene menyoroti bagaimana sebuah karya kreatif Indonesia dapat berkembang menjadi pengalaman baru yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan IP JUMBO melalui kerja sama dengan Visinema dan Discovery Ancol Hotel menunjukkan potensi kekayaan intelektual lokal untuk merambah berbagai sektor industri, termasuk perhotelan.

Visinema, perusahaan produksi film yang telah menghasilkan karya-karya berpengaruh, bekerja sama dengan JUMBO untuk memaksimalkan nilai tambah dari IP yang telah ada. Sementara itu, Discovery Ancol Hotel, salah satu properti perhotelan terkemuka di Jakarta, menjadi mitra strategis untuk mengintegrasikan IP tersebut ke dalam layanan pengalaman pelanggan. Dengan demikian, sebuah film atau karakter dapat dipresentasikan tidak hanya di layar kaca, tetapi juga di ruang tamu, ruang makan, dan fasilitas lainnya di hotel.

IP Lokal Tidak Harus Terbatas pada Produk Awal

Menurut Irene, “Sejak awal ketika berbicara dengan Mas Angga, mimpi yang disampaikan adalah bagaimana Indonesia memiliki IP yang dapat menjadi evergreen dan tidak hanya berhenti pada satu jenis karya.” Ia menekankan bahwa IP tidak harus berhenti pada karya awal, seperti film, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dan layanan. Contohnya, karakter yang diciptakan dalam film dapat menjadi tema dekorasi hotel, merchandise, atau bahkan layanan digital interaktif bagi tamu.

Dengan pendekatan lintas sektor, nilai tambah ekonomi dari satu karya kreatif dapat meningkat secara signifikan. Hal ini terbukti dari data Kemenkeu yang menunjukkan bahwa perluasan IP lokal lintas sektor dapat mendorong nilai tambah ekonomi hingga 1,2% pertumbuhan. Potensi ini membuka peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Ekspansi IP

Penerapan strategi ini berpotensi memperkuat posisi industri kreatif Indonesia di panggung global. Dengan menciptakan produk yang lebih beragam, industri kreatif dapat menambah nilai tambah pada setiap fase produksi, distribusi, dan konsumsi. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga membuka lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari produksi film, desain interior, hingga layanan pelanggan.

Di sisi sosial, pengalaman yang dihadirkan melalui kolaborasi ini dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dengan budaya lokal. Ketika karakter atau cerita Indonesia diintegrasikan ke dalam layanan hotel, tamu dapat merasakan nuansa budaya yang lebih mendalam. Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran akan kekayaan intelektual nasional, sekaligus memperkuat identitas budaya di mata pengunjung domestik maupun internasional.

Peran Kementerian Ekonomi Kreatif dalam Mendorong Ekspansi IP

Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berperan sebagai fasilitator utama dalam mempromosikan dan memfasilitasi kolaborasi lintas sektor. Melalui kebijakan dan program pendukung, kementerian ini mendorong pengembangan kekayaan intelektual lokal agar tidak berhenti pada produk awal. Pendekatan ini menekankan pentingnya sinergi antara sektor kreatif dan industri lain untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa kolaborasi seperti JUMBO x Visinema x Discovery Ancol Hotel adalah contoh konkret bagaimana kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan. Dengan memfasilitasi kerjasama antar sektor, Bekraf membantu menciptakan ekosistem yang lebih inklusif bagi para kreator, produsen, dan penyedia layanan.

Potensi Pertumbuhan Ekonomi melalui Ekspansi IP

Data Kemenkeu menunjukkan bahwa perluasan IP lokal lintas sektor dapat mendorong nilai tambah ekonomi hingga 1,2% pertumbuhan. Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan yang dapat dicapai melalui kolaborasi kreatif. Dengan mengembangkan IP menjadi produk dan layanan yang beragam, industri kreatif dapat meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing di pasar global.

Perluasan IP juga membuka peluang bagi industri kreatif untuk berinovasi di bidang teknologi, seperti pengalaman digital interaktif, aplikasi mobile, dan platform streaming. Dengan memanfaatkan teknologi, karya kreatif dapat diakses oleh audiens yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kreatif di kawasan.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Perluasan IP lokal lintas sektor merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat industri kreatif nasional. Kolaborasi antara JUMBO, Visinema, dan Discovery Ancol Hotel menjadi contoh nyata bagaimana karya kreatif dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih kaya dan berkelanjutan. Melalui dukungan kebijakan Kemenkeu dan Bekraf, potensi pertumbuhan ekonomi hingga 1,2% dapat terwujud, sekaligus membuka peluang baru bagi industri kreatif Indonesia di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5753955/perluasan-ip-lokal-lintas-sektor-mendorong-nilai-tambah-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *