Pelindo Eksplorasi Rumput Laut Sebagai Pupuk, Potensi Panen 1.200 Ton di Sumbawa Barat Buka Peluang Pertanian Berkelanjutan

Pelindo eksplorasi rumput laut sebagai pupuk, potensi panen 1.200 ton di Sumbawa Barat membuka peluang pertanian berkelanjutan.

Eksplorasi Rumput Laut sebagai Bioinput Pupuk Tanah

Perwakilan Tim TJSL Head Office Pelindo, bersama CEO PT IJO Inovasi Indonesia Rahadiyan Garuda Langit Dewangga, pemerintah daerah, penyuluh, akademisi, dan pembudidaya rumput laut serta petani jagung berfoto bersama seusai FGD Pertanian Regeneratif dengan Bioinput Kelautan di Taliwang, Sumbawa Barat, NTB, Selasa (15/9/2026). FGD tersebut membahas pemanfaatan rumput laut sebagai bioinput dan penerapannya pada demplot jagung.

Forum Diskusi Kelompok (FGD) bertema “Pertanian Regeneratif dengan Bioinput Kelautan” di Taliwang, Sumbawa Barat, Selasa (15/9) menjadi ajang bagi berbagai pihak untuk mengevaluasi potensi rumput laut sebagai bahan organik penyubur tanah. Acara dihadiri Achlakul Karim, Junior Officer Perencanaan dan Pengelolaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai perwakilan Tim TJSL Head Office Pelindo di Jakarta. Dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu, Achlakul mengatakan pemanfaatan biomassa rumput laut sebagai bahan organik penyubur tanah menjadi salah satu upaya menghubungkan potensi wilayah pesisir dengan sektor pertanian.

Menurut dia, biomassa rumput laut hasil budidaya dapat diolah menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi. Rencana ini merupakan bagian dari kegiatan TJSL yang mencakup aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Potensi panen rumput laut di wilayah Sumbawa Barat diperkirakan mencapai 1.200 ton per tahun, yang dapat diserap oleh petani jagung untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen.

Potensi dan Skala Panen Rumput Laut di Sumbawa Barat

Data yang diungkapkan pada FGD menunjukkan bahwa wilayah pesisir Sumbawa Barat memiliki kondisi laut yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Ketersediaan substrat alami dan aliran air yang cukup memungkinkan budidaya rumput laut secara intensif. Dengan kapasitas produksi 1.200 ton, potensi ini cukup signifikan untuk mendukung kebutuhan pupuk organik petani lokal.

Tim TJSL dan PT IJO Inovasi Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memetakan area budidaya, menyiapkan infrastruktur, dan mengembangkan teknologi pengolahan biomassa. Selain itu, program pelatihan bagi petani jagung akan dilaksanakan untuk memfasilitasi penggunaan pupuk rumput laut secara efektif pada demplot jagung.

Manfaat Pupuk Rumput Laut bagi Pertanian Regeneratif

Pupuk rumput laut mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta unsur mikro yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk ini dapat meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki struktur tanah, dan memperkuat mikroflora tanah. Dalam konteks pertanian regeneratif, penggunaan bioinput kelautan membantu meminimalkan ketergantungan pada pupuk kimia, mengurangi polusi, dan mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian.

Petani jagung yang menggunakan pupuk rumput laut diharapkan akan memperoleh hasil panen yang lebih stabil. Selain itu, peningkatan kesuburan tanah dapat mengurangi kebutuhan akan input tambahan, sehingga mengurangi biaya produksi. Dengan demikian, program ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi ekonomi petani.

Peran Pelindo dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesisir

Pelindo sebagai perusahaan pelabuhan tidak hanya fokus pada infrastruktur logistik, namun juga berperan aktif dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui program TJSL, Pelindo mengintegrasikan potensi kelautan dengan sektor pertanian, menciptakan sinergi antara dua sektor utama ekonomi wilayah pesisir. Hal ini dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam budidaya rumput laut dan pemrosesan bioinput.

Inisiatif ini juga memberikan contoh model pembangunan berkelanjutan yang dapat ditiru oleh daerah lain. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk akademisi dan penyuluh pertanian, Pelindo memastikan bahwa program ini didukung oleh ilmu pengetahuan dan praktik terbaik.

Dampak Lingkungan dan Sosial dari Pemanfaatan Rumput Laut

Dari perspektif lingkungan, penggunaan pupuk rumput laut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang terkait dengan produksi pupuk kimia. Selain itu, pengelolaan biomassa rumput laut secara terkontrol dapat mencegah overfishing dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. Di sisi sosial, program ini dapat meningkatkan pendapatan petani melalui penjualan pupuk organik dan membuka pasar baru bagi produk kelautan.

Program ini juga dapat memperkuat jaringan komunitas lokal. Melalui pelatihan dan penyuluhan, petani dan pembudidaya rumput laut dapat berbagi pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat solidaritas. Dengan demikian, dampak positifnya meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Implementasi dan Langkah Selanjutnya

Setelah FGD, langkah selanjutnya adalah memulai pilot project di beberapa demplot jagung di Taliwang. Tim Pelindo dan PT IJO Inovasi Indonesia akan memantau proses budidaya rumput laut, pengolahan biomassa, serta penerapan pupuk pada tanaman jagung. Data hasil pilot akan digunakan untuk menyempurnakan metode dan memperluas skala implementasi.

Selain itu, pemerintah daerah akan mendukung penyediaan fasilitas penyimpanan dan distribusi pupuk rumput laut. Pembangunan fasilitas ini akan memastikan bahwa produk bioinput dapat didistribusikan secara efisien ke petani di seluruh Kabupaten Sumbawa Barat.

Kesempatan untuk Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Inisiatif Pelindo dan PT IJO Inovasi Indonesia di Sumbawa Barat menegaskan bahwa potensi kelautan dapat menjadi sumber daya penting untuk pertanian berkelanjutan. Dengan memanfaatkan rumput laut sebagai bioinput, negara dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, memperbaiki kualitas tanah, dan meningkatkan ketahanan pangan.

Model ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang memiliki pot

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5744956/pelindo-kaji-pemanfaatan-rumput-laut-untuk-pertanian-sumbawa-barat, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *