Elche vs Real Madrid 2-3, Ini Kronologi Pertandingan Sengit

Pertandingan Elche vs Real Madrid pada jornada keenam LaLiga 2026/2027 berlangsung penuh drama. Real Madrid berhasil mengalahkan Elche dengan skor 3-2 di Estadio Martínez Valero, Selasa malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, 16 September 2026.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Real Madrid sempat memimpin 2-0 pada babak pertama, tetapi Elche mampu bangkit setelah jeda dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Carlos Espí muncul sebagai penentu. Pemain pengganti tersebut mencetak gol pada menit ke-90+1 setelah menerima umpan Kylian Mbappé.

Gol itu membuat Real Madrid mengamankan tiga poin dan mempertahankan persaingan di papan atas LaLiga. Menurut data LaLiga, pertandingan tersebut merupakan laga jornada keenam dan berakhir dengan skor Elche 2-3 Real Madrid.

Pertandingan ini juga menjadi gambaran bagaimana sebuah laga sepak bola dapat berubah dalam waktu singkat. Real Madrid menguasai pertandingan pada babak pertama, sementara Elche menunjukkan perlawanan kuat setelah turun minum.

Elche Langsung Menerapkan Tekanan

Pertandingan dimulai dengan Elche mencoba menerapkan pressing tinggi.

Sebagai tuan rumah, Elche tidak ingin memberikan ruang kepada Real Madrid untuk mengembangkan permainan. Mereka berusaha menekan pemain-pemain Los Blancos sejak awal.

Namun, kualitas individu Real Madrid membuat tekanan tersebut tidak selalu berhasil.

Kylian Mbappé sudah mendapatkan peluang pada awal pertandingan setelah menerima umpan dari Federico Valverde. Kiper Elche, Matías Dituro, mampu menggagalkan peluang tersebut.

Tidak lama kemudian, Vinicius Junior mendapatkan kesempatan setelah menerima umpan terobosan dari Arda Güler. Tendangannya masih melebar dari sasaran.

Real Madrid mulai mengambil kendali permainan.

Peluang Dean Huijsen pada Menit ke-11

Memasuki menit ke-11, Real Madrid mendapatkan peluang dari situasi sepak pojok.

Dean Huijsen maju ke area pertahanan Elche dan menyambut bola dengan sundulan.

Sundulan tersebut mengarah ke gawang, tetapi Dituro mampu menangkap bola tepat di garis gawang.

Peluang tersebut menunjukkan bahwa Real Madrid mulai menemukan kelemahan dalam pertahanan Elche.

Los Blancos tidak hanya mengandalkan serangan dari permainan terbuka, tetapi juga memanfaatkan situasi bola mati.

Elche masih mencoba bertahan sambil mencari kesempatan melakukan serangan balik.

Elche Mendapat Peluang melalui Osorio

Elche tidak sepenuhnya bertahan.

Pada menit ke-17, Abiel Osorio mendapatkan ruang di depan kotak penalti Real Madrid.

Ia melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang Thibaut Courtois.

Peluang Osorio menjadi salah satu kesempatan terbaik Elche pada awal pertandingan.

Setelah itu, Real Madrid kembali mengambil kendali permainan dan terus mencari gol pembuka.

Real Madrid Membuka Keunggulan pada Menit ke-25

Gol pertama pertandingan akhirnya tercipta pada menit ke-25.

Real Madrid mendapatkan tendangan bebas dari jarak cukup jauh.

Arda Güler mengambil eksekusi tersebut.

Pemain asal Turki itu melepaskan tendangan kaki kiri yang mengarah tajam ke gawang.

Bola mengenai tiang kiri.

Setelah memantul, bola mengenai tangan Matías Dituro dan akhirnya masuk ke gawang.

Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri Dituro.

Real Madrid pun unggul 1-0.

Menurut laporan resmi Real Madrid, gol tersebut bermula dari tendangan bebas Güler yang mengenai tiang sebelum bola masuk setelah memantul dari kiper Elche.

Arda Güler Menjadi Ancaman dari Bola Mati

Gol pertama tersebut kembali menunjukkan kualitas Arda Güler dalam situasi bola mati.

Tendangan bebasnya tidak langsung menghasilkan gol atas namanya, tetapi kualitas eksekusi membuat Elche berada dalam tekanan.

Güler menjadi salah satu pemain Real Madrid yang mampu menciptakan peluang dari situasi yang sulit.

Setelah unggul, Real Madrid semakin percaya diri.

Elche harus mengubah pendekatan karena mereka kini tertinggal.

Namun, perubahan tersebut justru memberikan ruang lebih besar bagi lini depan Real Madrid.

Mbappé Menggandakan Keunggulan

Delapan menit setelah gol pertama, Real Madrid kembali mencetak gol.

Pada menit ke-33, Yan Diomande bergerak dari sisi kanan dan mengirimkan umpan silang mendatar ke area penalti.

Kylian Mbappé berada dalam posisi yang tepat.

Ia menyambut umpan tersebut dan melepaskan tendangan kaki kanan.

Bola masuk ke gawang Elche.

Skor berubah menjadi 0-2.

Real Madrid hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencetak gol kedua setelah gol bunuh diri Dituro.

Mbappé kembali menunjukkan ketajamannya di lini depan.

Vinicius Hampir Mencetak Gol Ketiga

Setelah unggul 2-0, Real Madrid tidak mengendurkan serangan.

Vinicius Junior mendapatkan peluang pada menit ke-38 setelah menerima umpan dari Mbappé.

Ia melepaskan tendangan dari sisi kiri kotak penalti.

Namun, Dituro masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Real Madrid sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol ketiga sebelum turun minum.

Elche terlihat kesulitan menghadapi pergerakan pemain-pemain depan Real Madrid.

Elche Berusaha Memperkecil Ketertinggalan

Menjelang akhir babak pertama, Elche mencoba memberikan respons.

Tete Morente melepaskan tendangan dari sisi kiri.

Namun, Courtois masih mampu mengamankan bola.

Abiel Osorio juga mendapatkan kesempatan lain, tetapi penyelesaiannya belum menghasilkan gol.

Hingga babak pertama berakhir, Real Madrid tetap unggul 2-0.

Menurut laporan resmi Real Madrid, tim tamu tampil dominan sepanjang babak pertama dan berhasil menciptakan dua gol.

Babak Kedua Dimulai

Memasuki babak kedua, Elche mencoba bermain lebih agresif.

Mereka tidak ingin pertandingan berakhir dengan kekalahan di kandang sendiri.

Pada menit ke-46, Mbappé mendapatkan peluang melalui sundulan setelah menerima umpan Yan Diomande.

Namun, bola masih melewati mistar.

Real Madrid masih mampu menciptakan peluang, tetapi Elche mulai lebih berani menekan.

Situasi pertandingan perlahan berubah.

Elche Mulai Menguasai Permainan

Setelah sekitar satu jam pertandingan, Elche mulai memiliki lebih banyak kesempatan.

Tuan rumah mencoba memanfaatkan sisi sayap dan melakukan serangan melalui umpan silang.

Real Madrid mulai bermain lebih dalam.

Perubahan tersebut memberikan Elche kesempatan untuk menguasai bola lebih lama.

Beberapa serangan Real Madrid masih berbahaya, tetapi intensitas tekanan mereka tidak sama seperti pada babak pertama.

Inilah fase ketika pertandingan mulai berubah.

Vinicius Gagal Memanfaatkan Peluang

Pada menit ke-65, Vinicius mendapatkan peluang cukup bagus.

Ia menerima umpan dari Arda Güler setelah serangan balik.

Vinicius berada dalam posisi yang cukup dekat dengan gawang.

Namun, penyelesaiannya masih melebar tipis dari tiang.

Peluang tersebut sebenarnya bisa membuat Real Madrid kembali unggul tiga gol.

Namun, bola tidak masuk.

Tidak lama setelah itu, Mourinho melakukan perubahan pemain.

Mourinho Melakukan Pergantian Pemain

Pada menit ke-68, Real Madrid melakukan dua pergantian.

Jude Bellingham masuk menggantikan Arda Güler.

Brahim Díaz juga masuk menggantikan Vinicius Junior.

Pergantian tersebut dilakukan ketika Elche mulai memberikan tekanan lebih besar.

Bellingham diharapkan dapat memberikan energi baru di lini tengah dan membantu Real Madrid mengontrol permainan.

Namun, setelah pergantian tersebut, Elche justru semakin berani menyerang.

Abiel Osorio Memperkecil Ketertinggalan

Tekanan Elche akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-71.

Abiel Osorio mencetak gol melalui sundulan dari jarak dekat.

Ia menerima umpan silang Lucas Cepeda dan berhasil mengarahkan bola melewati Courtois.

Skor berubah menjadi 1-2.

Gol tersebut langsung mengubah suasana pertandingan.

Para pemain Elche semakin percaya diri.

Pendukung tuan rumah juga semakin bersemangat.

Real Madrid yang sebelumnya nyaman dengan keunggulan dua gol kini hanya unggul satu gol.

Elche Terus Menekan

Setelah mencetak gol, Elche tidak berhenti menyerang.

Mereka melihat adanya peluang untuk menyamakan kedudukan.

Real Madrid mencoba memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik.

Namun, tekanan Elche semakin intens.

Para pemain tuan rumah terus berusaha mengirimkan bola ke area penalti.

Pertahanan Real Madrid harus bekerja lebih keras.

Fernando Niño Menyamakan Skor

Gol kedua Elche akhirnya tercipta pada menit ke-83.

Fernando Niño menerima bola di dalam kotak penalti.

Ia kemudian melepaskan tendangan kaki kanan yang mengarah ke sisi kiri gawang.

Courtois tidak mampu menghentikannya.

Skor menjadi 2-2.

Pertandingan yang sebelumnya terlihat berada dalam kendali Real Madrid berubah total.

Dalam waktu sekitar 12 menit, Elche berhasil menghapus keunggulan dua gol.

Real Madrid kini harus mencari gol ketiga jika ingin membawa pulang tiga poin.

Real Madrid Tidak Menyerah

Setelah skor menjadi 2-2, Real Madrid kembali meningkatkan tekanan.

Mourinho melakukan perubahan tambahan.

Endrick masuk pada menit ke-86 menggantikan Aurélien Tchouaméni.

Carlos Espí kemudian masuk pada menit ke-87 menggantikan Trent Alexander-Arnold.

Masuknya Espí ternyata menjadi keputusan penting.

Penyerang muda tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan kontribusi.

Endrick Hampir Membawa Real Madrid Unggul

Tidak lama setelah masuk, Endrick mendapatkan kesempatan.

Ia menerima umpan dari Mbappé dan melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti.

Namun, bola mengenai pemain Elche dan tidak menghasilkan gol.

Real Madrid terus mencoba.

Jude Bellingham juga mendapatkan peluang melalui tendangan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih dapat diblok.

Waktu pertandingan terus berjalan.

Skor masih 2-2.

Carlos Espí Mendapat Kesempatan Pertama

Carlos Espí sempat mendapatkan peluang sebelum mencetak gol.

Pada masa tambahan waktu, ia mendapatkan umpan dari Jude Bellingham.

Espí melakukan tendangan dari tengah kotak penalti.

Namun, bola masih melebar ke sisi kanan.

Peluang tersebut menjadi tanda bahwa Real Madrid masih memiliki kesempatan untuk mencetak gol.

Dan beberapa saat kemudian, kesempatan berikutnya datang.

Bellingham Memulai Serangan Penentu

Momen penentu terjadi pada masa tambahan waktu.

Jude Bellingham melakukan pergerakan dari sisi kiri.

Ia mampu membawa bola melewati tekanan pemain Elche dan kemudian mengirimkannya kepada Mbappé.

Mbappé masuk ke area penalti.

Dalam posisi tersebut, sang penyerang memilih memberikan bola kepada Carlos Espí.

Keputusan tersebut menjadi sangat penting.

Espí berada dalam posisi yang tepat untuk melakukan penyelesaian.

Carlos Espí Mencetak Gol pada Menit ke-90+1

Pada menit ke-90+1, Carlos Espí akhirnya mencetak gol.

Ia melakukan penyelesaian dengan kaki kanan dari jarak dekat.

Bola masuk ke tengah gawang.

Skor berubah menjadi 2-3 untuk Real Madrid.

Pemain Elche langsung terdiam.

Sebaliknya, para pemain Real Madrid merayakan gol tersebut dengan penuh emosi.

Espí menjadi pahlawan kemenangan setelah masuk sebagai pemain pengganti.

LaLiga mencatat gol Espí pada menit ke-91 setelah menerima assist dari Kylian Mbappé.

Mengapa Gol Espí Sangat Penting?

Gol Carlos Espí sangat penting karena datang pada saat pertandingan hampir selesai.

Jika pertandingan berakhir 2-2, Real Madrid hanya mendapatkan satu poin.

Namun, gol tersebut memberikan tambahan dua poin bagi Los Blancos.

Kemenangan ini juga membuat Real Madrid mengoleksi 15 poin dari enam pertandingan.

Reuters melaporkan Real Madrid menyamai perolehan Barcelona di puncak klasemen, meskipun Barcelona masih memiliki satu pertandingan di tangan.

Espí juga mencatat gol kemenangan keduanya pada menit-menit akhir pada awal musim ini.

Peluit Akhir Mengunci Kemenangan Real Madrid

Setelah gol Espí, Elche masih mencoba mencari peluang.

Namun, waktu yang tersisa sangat sedikit.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang.

Pertandingan berakhir dengan skor:

Elche 2-3 Real Madrid.

Real Madrid membawa pulang tiga poin.

Elche harus menerima kekalahan setelah sebelumnya berhasil mengejar ketertinggalan dua gol.

Kronologi Gol Elche vs Real Madrid

Jika dirangkum berdasarkan waktunya, gol-gol dalam pertandingan ini terjadi sebagai berikut:

Menit 25: Matías Dituro mencetak gol bunuh diri setelah tendangan bebas Arda Güler mengenai tiang.

Menit 33: Kylian Mbappé mencetak gol kedua Real Madrid melalui umpan Yan Diomande.

Menit 71: Abiel Osorio memperkecil ketertinggalan Elche menjadi 1-2.

Menit 83: Fernando Niño menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Menit 90+1: Carlos Espí mencetak gol kemenangan Real Madrid setelah menerima assist Mbappé.

Rangkaian tersebut membuat pertandingan berlangsung semakin menarik karena keunggulan Real Madrid berubah menjadi hasil imbang sebelum kembali menjadi kemenangan pada detik-detik terakhir.

Statistik Menunjukkan Laga Berlangsung Ketat

Walaupun Real Madrid menang, pertandingan tidak sepenuhnya menjadi milik Los Blancos.

Elche mampu memberikan perlawanan terutama setelah turun minum.

Data pertandingan menunjukkan Elche menguasai sekitar 54 persen penguasaan bola, sementara Real Madrid sekitar 46 persen.

Elche mencatat 11 tembakan dengan tiga tepat sasaran. Real Madrid melepaskan 20 percobaan dengan empat yang mengarah ke gawang.

Statistik tersebut menunjukkan Real Madrid lebih sering melakukan percobaan, sementara Elche memiliki penguasaan bola yang sedikit lebih besar.

Mbappé Jadi Pemain Penting

Kylian Mbappé menjadi salah satu pemain yang paling berpengaruh.

Ia mencetak gol kedua Real Madrid.

Selain itu, Mbappé juga memberikan assist untuk gol kemenangan Espí.

Artinya, ia terlibat langsung dalam dua gol Real Madrid.

Performa tersebut kembali menunjukkan peran penting Mbappé di lini depan.

Ia bukan hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga mampu memberikan kontribusi ketika rekan setim membutuhkan peluang.

Arda Güler Tampil Menonjol

Arda Güler juga memberikan kontribusi besar sebelum ditarik keluar pada menit ke-68.

Tendangan bebasnya menghasilkan gol pertama Real Madrid.

Selain itu, ia juga beberapa kali menciptakan peluang.

Data pertandingan menunjukkan Güler mencatat tiga key passes dan persentase akurasi umpan yang sangat tinggi selama 67 menit bermain.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa Güler menjadi salah satu pemain kreatif dalam permainan Real Madrid.

Elche Menunjukkan Perlawanan Kuat

Meskipun kalah, Elche menunjukkan kemampuan untuk bangkit.

Tertinggal 0-2 pada babak pertama, mereka mampu mencetak dua gol pada babak kedua.

Osorio dan Fernando Niño menjadi pencetak gol Elche.

Kebangkitan tersebut menunjukkan bahwa Elche tidak menyerah meskipun menghadapi Real Madrid.

Namun, mereka gagal mempertahankan skor 2-2 hingga pertandingan selesai.

Gol Espí pada masa tambahan waktu menjadi pembeda.

Real Madrid Masih Perlu Memperbaiki Permainan Babak Kedua

Kemenangan ini tentu menjadi hasil positif.

Namun, Real Madrid juga memiliki catatan yang perlu diperhatikan.

Tim yang unggul 2-0 pada babak pertama seharusnya memiliki peluang besar untuk mengontrol pertandingan.

Namun, Elche mampu mencetak dua gol pada babak kedua.

José Mourinho juga menyampaikan perhatian terhadap menurunnya kontrol Real Madrid setelah jeda. Reuters melaporkan bahwa sang pelatih menyoroti masalah pengendalian permainan pada babak kedua meskipun tim akhirnya menang.

Catatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi menjelang pertandingan berikutnya.

Kemenangan Penting untuk Persaingan LaLiga

Tiga poin dari Elche memiliki arti penting bagi Real Madrid.

Persaingan papan atas LaLiga masih sangat awal, tetapi kehilangan poin di setiap pertandingan dapat memengaruhi posisi klasemen.

Real Madrid kini mengoleksi 15 poin.

Mereka berada sejajar dengan Barcelona dalam perolehan poin, sementara Barcelona masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Karena itu, gol Espí pada menit akhir menjadi sangat berharga.

Tanpa gol tersebut, Real Madrid hanya mendapatkan satu poin.

Elche vs Real Madrid Jadi Laga Penuh Drama

Pertandingan Elche vs Real Madrid memperlihatkan berbagai momen menarik.

Pada babak pertama, Real Madrid tampil dominan dan mencetak dua gol.

Pada babak kedua, Elche bangkit dan menyamakan kedudukan.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir 2-2, Real Madrid mendapatkan kesempatan terakhir.

Carlos Espí kemudian menjadi pahlawan.

Golnya pada menit ke-90+1 memastikan Real Madrid menang 3-2.

Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat berubah dalam hitungan detik.

Kesimpulan

Elche vs Real Madrid berakhir dengan kemenangan dramatis Los Blancos dengan skor 2-3.

Real Madrid membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Matías Dituro pada menit ke-25 setelah tendangan bebas Arda Güler mengenai tiang. Delapan menit kemudian, Kylian Mbappé menggandakan keunggulan melalui umpan Yan Diomande.

Elche kemudian bangkit setelah jeda.

Abiel Osorio mencetak gol pada menit ke-71 dan Fernando Niño menyamakan kedudukan pada menit ke-83.

Real Madrid tidak menyerah.

Pada masa tambahan waktu, Jude Bellingham membangun serangan dari sisi kiri dan memberikan bola kepada Mbappé. Penyerang Prancis tersebut kemudian memberikan assist kepada Carlos Espí.

Espí menyelesaikan peluang itu dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+1.

Hasil akhir 2-3 membuat Real Madrid mengamankan tiga poin dan mengoleksi 15 poin di LaLiga. Sementara itu, Elche masih berada di dasar klasemen dengan dua poin.

Bagi Real Madrid, kemenangan ini penting untuk menjaga persaingan di papan atas. Namun, kebangkitan Elche juga menjadi catatan bahwa Los Blancos harus mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Bagi Carlos Espí, gol tersebut menjadi momen penting. Ia kembali membuktikan bahwa pemain pengganti dapat memberikan pengaruh besar ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Elche vs Real Madrid akhirnya menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada jornada keenam LaLiga 2026/2027, dengan lima gol dan perubahan skor yang terjadi hingga menit-menit terakhir.

penulis:M.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *