Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Mengguncang, KLH Segera Pantau Kualitas Udara di Sekitar Lokasi untuk Lindungi Warga
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo mengguncang kota, memicu perhatian KLH dan pemantauan kualitas udara di sekitar lokasi. Pada Jumat (4/9/2026), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengungkapkan hasil pengukuran awal, menegaskan bahwa asap belum mencapai stasiun pemantau utama di Solo.
Pengukuran Awal dan Rencana Monitoring Mobile
Alat pemantau kualitas udara milik KLH yang berada di sekitar Solo mencatat angka 51 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Namun, stasiun tersebut terletak cukup jauh dari TPA Putri Cempo. Karena arah angin ke utara, sementara stasiun pemantau berada di sisi barat daya, maka asap dari kebakaran tidak menembus stasiun tersebut. Menurut Diaz, KLH akan segera mengirim sistem monitoring mobile ke TPA Putri Cempo untuk memantau baku mutu udara secara langsung. Dia berharap pada hari itu sudah dapat memantau kualitas udara di sekitar Putri Cempo.
Awal Kebakaran dan Penyebaran Api
Kebakaran di TPA Putri Cempo bermula dari Blok D sekitar pukul 18.15 WIB. Api kemudian meluas ke Blok B akibat angin yang cukup kencang. Luas yang terdampak saat ini sekitar 200 meter persegi, menurut pengakuan Diaz. Upaya pemadaman telah dilakukan oleh UPTD setempat bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surakarta.
Proses Pemadaman dan Peringatan Warga
Hingga Rabu (2/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB, proses pemadaman masih berlangsung. Diaz mengimbau agar warga tidak mendekat ke TPA, dan menggunakan masker jika ingin keluar rumah. “Sampai malam tadi, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi,” tambahnya. Sebelumnya, kebakaran yang melanda kawasan TPA Putri Cempo, Jebres, belum padam sejak Rabu (2/9) malam. Pemerintah Kota Solo menetapkan status tanggap darurat bencana.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo menimbulkan risiko polusi udara yang signifikan bagi penduduk sekitar. Asap yang terangkat dapat memicu peningkatan partikel berbahaya, mengganggu kualitas udara dan menimbulkan potensi masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Penggunaan masker dan pembatasan akses di area TPA menjadi langkah preventif yang diharapkan dapat mengurangi paparan polusi.
Upaya Respons dan Koordinasi Antar Instansi
Kerja sama antara UPTD, Damkar Surakarta, dan KLH menunjukkan sinergi dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Selain pemadaman, pengiriman monitoring mobile menandai pendekatan proaktif untuk memantau dampak asap secara real-time. Status tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Solo juga memperkuat koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat.
Kesimpulan dan Harapan
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo telah mengguncang warga dan memaksa pihak berwenang untuk meningkatkan pemantauan kualitas udara di sekitar lokasi. Dengan sistem monitoring mobile, KLH berharap dapat mengukur secara akurat dampak asap dan melindungi kesehatan masyarakat. Warga diingatkan untuk tetap waspada, tidak mendekati area TPA, dan memakai masker jika keluar rumah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8647717/tpa-putri-cempo-solo-kebakaran-klh-pantau-kualitas-udara-di-sekitar-lokasi, without altering the facts of the original article.