Good Food Good Mood: Dokter Gizi Ungkap Mengapa Perut Bergetar Saat Lapar Bisa Jadi Tanda Stres Nutrisi yang Perlu Diwaspadai

Good Food Good Mood: Dokter Gizi Ungkap Mengapa Perut Bergetar Saat Lapar Bisa Jadi Tanda Stres Nutrisi yang Perlu Diwaspadai

Asupan Makanan dan Mood: Hubungan yang Tak Terpisahkan

Good Food Good Mood menjadi frase yang semakin populer di kalangan pecinta kesehatan, dan memang ada dasar ilmiah yang mendukungnya. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa apa yang kita konsumsi tidak hanya memengaruhi selera makan, tetapi juga memengaruhi suasana hati. Menurutnya, asupan makanan yang tepat dapat meningkatkan mood secara signifikan. “Iya benar. Sebenarnya, ‘good food sama dengan good mood’ ada benarnya. Jadi kalau misalnya kamu makannya bagus, ya itu mood-nya pasti oke,” ujarnya dalam sebuah live TikTok detikHealth pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Dr Yaze menambahkan bahwa pilihan jenis makanan berperan penting dalam menjaga organ tubuh tetap berfungsi optimal. Sebaliknya, pemilihan makanan yang buruk justru dapat berdampak negatif bagi kesehatan. “Terus selain mood kamu juga oke, ya pasti kesehatannya juga terpantau tuh. Kalau misalnya kita makan yang tinggi natrium (garam), kan sudah pasti tensi akan naik. Enggak good dong untuk tubuhnya,” jelasnya.

Fenomena Perut Bergetar Saat Lapar: Respon Alami Tubuh

Ketika perut bergetar dan muncul rasa lapar, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ia membutuhkan energi. Dr Yaze memaparkan bahwa kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh yang memberi sinyal membutuhkan asupan energi. Jika seseorang sengaja menahan lapar atau memotong porsi makan secara ekstrem, respons stres pada tubuh dapat terpicu sehingga memengaruhi emosi. “Kalau misalnya lapar, ya pasti uring-uringan. Karena sebenarnya tubuh kita kasih sinyal mau makan, tapi kita malah nahan-nahan untuk enggak makan. Atau malah makan cum” (kutipan terpotong), menjelaskan bagaimana ketidakseimbangan nutrisi dapat memicu perubahan suasana hati.

Dampak Stres Nutrisi pada Emosi dan Kesehatan Fisik

Stres nutrisi, atau ketidakseimbangan asupan gizi, dapat memicu reaksi emosional yang tidak diinginkan. Ketika tubuh mengalami defisiensi gula darah, hormon kortisol meningkat dan dapat menyebabkan iritabilitas atau kelelahan. Selain itu, asupan garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kesejahteraan mental. Dr Yaze menegaskan bahwa menjaga keseimbangan nutrisi adalah kunci untuk menghindari stres nutrisi yang dapat memicu perubahan mood.

Pengaruh nutrisi pada kesehatan mental tidak hanya terbatas pada rasa lapar. Asupan vitamin B kompleks, omega-3, dan serat juga memiliki peran penting dalam memelihara keseimbangan kimia otak. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, neurotransmitter yang mengatur mood, seperti serotonin, dapat terganggu, sehingga memicu perubahan suasana hati. Dengan demikian, Good Food Good Mood menjadi prinsip penting untuk menjaga kesejahteraan secara holistik.

Praktik Sehari-hari untuk Menjaga Good Food Good Mood

Untuk menghindari perut bergetar yang berujung pada stres nutrisi, beberapa langkah sederhana dapat diambil. Pertama, konsumsi makanan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Kedua, hindari pemotongan drastis kalori, karena hal ini dapat memicu respons stres tubuh. Ketiga, perhatikan asupan garam, dengan membatasi makanan olahan dan mengolah masakan sendiri agar tetap rendah natrium. Keempat, pastikan asupan cairan cukup, karena dehidrasi dapat memengaruhi fungsi otak dan mood.

Selain itu, menyiapkan camilan sehat antara waktu makan utama dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pilihan camilan seperti buah segar, kacang-kacangan, atau yoghurt rendah lemak dapat memberikan energi tambahan tanpa menambah kalori berlebih. Dengan menjaga pola makan yang teratur, tubuh tidak perlu berteriak melalui perut bergetar, sehingga mood tetap stabil.

Kesimpulan: Menjaga Good Food Good Mood sebagai Kunci Kesehatan Mental

Good Food Good Mood bukan sekadar slogan; ia mencerminkan hubungan erat antara asupan gizi dan suasana hati. Dr Igus Ulfa Yaze menegaskan bahwa makanan yang tepat dapat memengaruhi mood secara langsung, sementara makanan yang buruk dapat menimbulkan stres nutrisi yang berdampak pada emosi dan kesehatan fisik. Perut bergetar saat lapar adalah sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan, karena menahan lapar dapat memicu stres dan perubahan mood yang tidak diinginkan. Dengan menerapkan pola makan seimbang, menghindari garam berlebih, dan menjaga asupan cairan, kita dapat menjaga keseimbangan hormon, menjaga mood tetap stabil, dan memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh. Good Food Good Mood menjadi panduan sederhana namun kuat untuk hidup sehat secara holistik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *