Saat Perut Keroncongan, Uring-uringan Jadi Tanda: Dokter Gizi Ungkap Bagaimana Makanan Sehat Bikin Mood Lebih Baik
Saat Perut Keroncongan, Uring-uringan Jadi Tanda: Dokter Gizi Ungkap Bagaimana Makanan Sehat Bikin Mood Lebih Baik
Mengapa Perut Keroncongan Bisa Menyebabkan Mood Buruk?
Fenomena orang yang mendadak gampang marah atau uring-uringan saat merasa lapar bukan sekadar kebiasaan. Menurut spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, perut yang keroncongan merupakan sinyal tubuh bahwa energi sedang tidak cukup. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai, sistem saraf simpatik diaktifkan sebagai respons stres. Hasilnya emosi menjadi lebih mudah terguncang, sehingga perut yang keroncongan sering kali berujung pada mood buruk.
Dr Yaze menegaskan bahwa “good food sama dengan good mood” memang memiliki dasar ilmiah. Asupan makanan yang tepat tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Bila pola makan terjaga, sistem tubuh tetap berfungsi optimal, sehingga mood pun cenderung stabil.
Bagaimana Makanan Sehat Mempengaruhi Mood?
Menurut dr Yaze, pilihan jenis makanan berperan penting dalam menjaga organ tubuh tetap berfungsi optimal. Makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral membantu menjaga keseimbangan hormon dan neurotransmitter, yang berperan langsung pada regulasi emosi. Sebaliknya, makanan tinggi natrium atau gula dapat memicu fluktuasi gula darah, yang seringkali menyebabkan perubahan mood secara drastis.
Selain itu, asupan makanan yang buruk juga dapat meningkatkan tekanan darah. Dr Yaze menyebutkan, “jika kita makan yang tinggi natrium, maka tensi akan naik. Enggak good dong untuk tubuhnya.” Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat memicu ketegangan, yang kemudian memengaruhi keadaan emosional seseorang.
Peran Nutrisi dalam Menstabilkan Mood
Perut yang keroncongan biasanya menandakan tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks dan protein. Karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, berfungsi memberi energi yang stabil, sehingga gula darah tidak turun drastis. Protein, di sisi lain, membantu memproduksi neurotransmitter seperti serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Dengan begitu, asupan makanan yang seimbang dapat mencegah mood buruk yang sering muncul akibat lapar.
Dr Yaze juga menekankan pentingnya asupan lemak sehat. Lemak omega-3, yang terdapat pada ikan berlemak, membantu mengurangi peradangan di otak. Peradangan kronis dapat memengaruhi fungsi otak, sehingga memicu perubahan mood. Dengan memasukkan sumber lemak sehat dalam diet, seseorang dapat meminimalisir risiko mood buruk akibat perut keroncongan.
Bagaimana Menangani Perut Keroncongan untuk Menjaga Mood?
Jika Anda sering mengalami perut keroncongan dan uring-uringan, langkah pertama adalah menyesuaikan pola makan. Makan secara teratur dengan porsi yang seimbang dapat mencegah lonjakan hormon stres. Hindari menahan lapar atau memotong porsi secara ekstrem, karena hal ini dapat memicu respons stres pada tubuh, yang kemudian memengaruhi emosi.
Selain itu, perhatikan kualitas makanan. Pilih makanan rendah natrium dan gula, serta tinggi serat. Makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian dapat membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi ketegangan otak. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B kompleks juga dapat membantu produksi neurotransmitter yang mendukung mood positif.
Dampak Jangka Panjang dari Pola Makan yang Buruk
Pola makan yang tidak teratur atau terlalu tinggi natrium dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan risiko penyakit kardiovaskular dapat meningkat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental. Stres kronis dan gangguan mood seringkali menjadi konsekuensi langsung dari pola makan yang tidak sehat.
Selain itu, kebiasaan makan yang buruk dapat memicu peradangan sistemik. Peradangan ini dapat memengaruhi fungsi otak, sehingga memicu perubahan mood yang tidak stabil. Dengan memperbaiki pola makan, seseorang dapat mengurangi risiko peradangan dan menjaga keseimbangan mood secara keseluruhan.
Kesimpulan: Makanan Sehat sebagai Kunci Mood Stabil
Perut keroncongan seringkali menjadi sinyal awal bahwa tubuh membutuhkan energi. Menangani perut keroncongan dengan pola makan seimbang dapat mencegah mood buruk dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Menurut spesialis gizi klinik, “good food sama dengan good mood” memang memiliki dasar ilmiah. Dengan memperhatikan jenis makanan, porsi, dan frekuensi makan, kita dapat memelihara kesehatan fisik sekaligus menjaga keseimbangan emosional.
Semoga informasi ini membantu Anda memahami hubungan antara makanan sehat dan mood. Dengan menerapkan pola makan yang tepat, perut keroncongan dan uring-uringan dapat dikurangi, sehingga mood pun menjadi lebih baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.