9 Negara dengan Lonjakan Terbesar dalam Ranking Paspor Dunia Tahun Ini: Dari Asia hingga Eropa, Siapa yang Naik Paling Cepat?

Perubahan ranking paspor dunia, yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, kini menunjukkan dinamika yang lebih cepat. Pada periode 2025–2026, sembilan negara mencatat lonjakan signifikan dalam kekuatan paspor mereka, memanfaatkan diplomasi, integrasi ekonomi regional, dan kebijakan bebas visa untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan perdagangan internasional.

Uni Emirat Arab: Pemimpin Arab yang Meningkat

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara pertama yang memimpin daftar ini. Dengan kebijakan bebas visa sepihak untuk pemegang paspor dari 60 negara, UEA menambah 12 posisi di indeks Henley, menempatkannya di peringkat ke-15 dunia. Langkah ini didorong oleh investasi besar di sektor pariwisata, termasuk pembangunan resor mewah dan event global seperti Expo 2025 di Dubai. Kebijakan ini juga memperkuat posisi UEA sebagai hub logistik di Timur Tengah, menarik bisnis multinasional yang mengandalkan mobilitas tinggi.

Kosovo: Peningkatan Terkuat di Eropa

Kosovo, negara kecil di Balkan, mencatat kenaikan 18 posisi di ranking paspor, berkat perjanjian bebas visa dengan 70 negara Eropa dan Amerika Serikat. Peningkatan ini mempercepat proses integrasi ke Uni Eropa, sekaligus menstimulasi sektor pariwisata budaya. Pemerintah Kosovo juga memperkenalkan program visa elektronik, memudahkan pemegang paspor asing untuk mengunjungi situs warisan UNESCO di Pristina dan Prizren.

India: Kekuatan Paspor yang Menguat

India menempati posisi ke-27 setelah meningkatkan peringkatnya sebanyak 10 tempat. Kebijakan “Visa on Arrival” untuk pemegang paspor dari 120 negara, termasuk negara berkembang, telah meningkatkan aliran wisatawan ke kota-kota seperti Goa, Jaipur, dan Kerala. Pemerintah India juga berkolaborasi dengan ASEAN untuk memperluas jaringan bebas visa, menargetkan peningkatan perdagangan antara India dan negara-negara tetangga.

Oman: Memperkuat Hub Ekonomi

Oman, dengan kebijakan bebas visa sepihak untuk pemegang paspor dari 30 negara, berhasil meningkatkan peringkatnya sebanyak 8 posisi. Strategi ini menargetkan para profesional dan pelaku bisnis di sektor energi dan maritim. Peningkatan ini juga mendukung rencana Oman untuk menjadi pusat pelatihan maritim internasional, memanfaatkan infrastruktur pelabuhan di Muscat.

Arab Saudi: Kembalinya Daya Tarik

Arab Saudi, setelah reformasi ekonomi dan kebijakan “Vision 2030”, mencatat peningkatan 15 posisi di indeks paspor. Kebijakan bebas visa untuk pemegang paspor dari 50 negara, termasuk negara-negara Barat, membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke situs bersejarah seperti Madinah dan Jeddah. Selain itu, pemerintah Saudi menegaskan komitmen untuk membuka sektor pariwisata melalui pengembangan taman hiburan dan hotel mewah.

Bahrain: Kekuatan Paspor di Laut Merah

Bahrain, dengan kebijakan bebas visa sepihak bagi pemegang paspor 40 negara, menambah 9 posisi di ranking paspor. Fokus Bahrain adalah menguatkan sektor perbankan dan teknologi finansial, memanfaatkan kemudahan mobilitas bagi tenaga ahli internasional. Kebijakan ini juga menstimulasi investasi asing di sektor energi terbarukan, meningkatkan daya tarik Bahrain sebagai hub bisnis di kawasan Teluk.

Hong Kong: Stabilitas Paspor di Asia

Hong Kong, meski menghadapi dinamika politik, mencatat kenaikan 6 posisi di indeks paspor. Kebijakan visa elektronik dan perjanjian bebas visa dengan 50 negara memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan global. Peningkatan ini juga mendukung sektor pariwisata, dengan peningkatan kunjungan ke distrik belanja dan taman hiburan seperti Ocean Park.

Filipina: Kebijakan Bebas Visa yang Meningkatkan Pariwisata

Filipina menambahkan 12 posisi di ranking paspor setelah memperkenalkan kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor 45 negara. Langkah ini bertujuan meningkatkan aliran wisatawan ke pulau-pulau tropis seperti Palawan dan Boracay. Pemerintah Filipina juga meluncurkan kampanye digital untuk mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan jumlah kunjungan internasional.

Pakistan: Peningkatan Kekuatan Paspor

Pakistan, melalui kebijakan visa on arrival bagi pemegang paspor 30 negara, berhasil menambah 7 posisi di indeks paspor. Kebijakan ini menargetkan para pelancong ke situs sejarah seperti Lahore dan Badshahi Mosque, serta meningkatkan investasi asing di sektor konstruksi dan energi. Pemerintah Pakistan juga memperkuat kerjasama regional dengan negara-negara SAARC untuk memperluas jaringan bebas visa.

Faktor Pemicu dan Dampak

Lonjakan dalam ranking paspor disebabkan oleh kombinasi kebijakan bebas visa, integrasi ekonomi regional, dan strategi pariwisata. Negara-negara ini memanfaatkan kebijakan bebas visa sepihak untuk menarik wisatawan, tenaga kerja, dan investor, sekaligus memperkuat posisi diplomatik mereka di panggung internasional. Dampak positifnya terlihat dalam peningkatan aliran pariwisata, investasi asing langsung, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan keamanan, memaksa negara-negara untuk meningkatkan sistem imigrasi dan pengawasan.

Kesimpulan

Perubahan cepat dalam ranking paspor menunjukkan bahwa kebijakan bebas visa dan integrasi ekonomi dapat menjadi alat strategis bagi negara untuk memperkuat posisi global. Negara-negara seperti UEA, Kosovo, dan India telah menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang tepat, mereka dapat meningkatkan daya tarik pariwisata dan perdagangan, sekaligus mempercepat proses integrasi regional. Ke depannya, kebijakan ini kemungkinan akan terus berkembang, memacu perubahan dinamika geopolitik dan ekonomi dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260819133620-33-760597/9-negara-dengan-peningkatan-ranking-paspor-paling-pesat-di-dunia, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *