Petaka Baru dari China: Membuat Satu Dunia Terancam Jadi Korban

**Petaka Baru dari China: Membuat Satu Dunia Terancam Jadi Korban** Raksasa teknologi Microsoft mengungkapkan pergerakan kelompok peretas bermotif finansial asal China, Storm-1175, yang menyebarkan ransomware jenis baru yang belum pernah terdokumentasikan sebelumnya, yakni StormEncryptor. Kelompok ini menggunakan kerentanan terbaru pada perangkat lunak N-able N-central untuk mendapatkan akses awal ke sistem korbannya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Storm-1175 dikenal sebagai kelompok peretas berbasis di China yang kerap menyebarkan ransomware Medusa. Mereka memanfaatkan berbagai kelemahan sistem populer seperti Mirth Connect, ConnectWise ScreenConnect, JetBrains TeamCity, hingga Fortinet FortiClient EMS. Pada laporan analisis Oktober 2025 lalu, Microsoft juga memetakan keterlibatan Storm-1175 dalam eksploitasi celah keamanan kritis pada Fortra GoAnywhere (CVE-2025-10035) demi memuluskan aksi serangan Medusa. Penggunaan StormEncryptor menandai pergeseran strategi dari kelompok tersebut, yang sebelumnya aktif menggunakan ransomware Medusa. “StormEncryptor ditulis dalam bahasa C++ dan menambahkan ekstensi nama file .encrypted pada file yang berhasil dienkripsi,” tulis Microsoft melalui unggahan di platform Bluesky, dikutip dari Hacker News, Selasa (11/8/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Setelah berhasil mengunci file target, kelompok ini akan meninggalkan catatan tebusan (ransom note) bertajuk !!!README_FIRST!!!.txt di setiap direktori yang dipindai. Meskipun celah keamanan utama yang dimanfaatkan dalam peretasan ini belum dipastikan sepenuhnya, Microsoft menduga kuat pelaku mengeksploitasi CVE-2026-18577. Kerentanan terbaru pada perangkat lunak N-able N-central tersebut digunakan untuk mendapatkan akses awal ke sistem korbannya. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) bahkan telah memasukkan kerentanan tersebut ke dalam daftar eksploitasi aktif di lapangan. “Aktivitas pasca-peretasan (post-compromise) dari Storm-1175 meliputi penyalahgunaan alat pemantauan jarak jauh (RMM) seperti AnyDesk atau SimpleHelp, penggunaan Advanced IP Scanner untuk pemindaian jaringan, serta pencurian kredensial (LSASS dumping) menggunakan Mimikatz,” tambah Microsoft. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergerakan Storm-1175 tergolong sangat pesat-mulai dari penembusan akses awal, pencurian data (data exfiltration), hingga penguncian ransomware hanya memakan waktu beberapa hari. Microsoft mengimbau seluruh administrator sistem dan pelanggan untuk segera menerapkan pembaruan keamanan (patch) guna menghindari potensi peretasan. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa Storm-1175 tidak akan lagi memanfaatkan kerentanan tersebut untuk melancarkan serangan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadi sumber utama ancaman keamanan siber. Dengan pergerakan Storm-1175, dapat dilihat bahwa kelompok peretas ini tidak akan berhenti sebelum berhasil mencapai tujuannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi para administrator sistem dan pelanggan untuk meningkatkan keamanan sistem mereka dan menerapkan pembaruan keamanan secara teratur. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa ancaman keamanan siber dapat dikurangi dan keamanan sistem dapat dipertahankan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260811120046-37-758220/petaka-baru-datang-dari-china-satu-dunia-terancam-jadi-korban, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *