Listrik Mahal-Air Kering, Warga Ditawari Festival Bawang

**Listrik Mahal-Air Kering, Warga Ditawari Festival Bawang** **Pembuka** Proyek data center raksasa milik Amazon di kota Gilroy, California, akhirnya terbongkar setelah berlangsung selama 5 tahun tanpa sepengetahuan warga setempat. Warga baru menyadari keberadaan proyek itu saat bangunan sudah mulai terlihat. Ini berarti warga tidak memiliki kesempatan untuk memberikan masukan atau keberatan terkait proyek yang luasnya melebihi 4 hektare di lahan seluas 56 hektare. **Momen Penentu di Menit Akhir** Laporan The Wall Street Journal yang dikutip Futurism pada Selasa (11/8/2026), menyatakan Amazon memanfaatkan peraturan tata kota yang diterbitkan 45 tahun lalu untuk membangun fasilitas data center tanpa perlu persetujuan warga atau pemungutan suara terbanyak. Hanya seorang pejabat kota yang memberi izin. “Sebagian besar warga baru mengetahui proyek ini setelah pembangunannya dimulai,” ujar Coleen Crew, seorang guru sekolah dasar di Gilroy, dalam rapat dewan kota seperti dikutip WSJ. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fasilitas data center ini diperkirakan menghabiskan daya 49 megawatt atau setara dengan konsumsi listrik 20.000 rumah serta mengonsumsi 7,5 juta galon air per tahun. Selain itu, data center diketahui berdampak terhadap emisi gas rumah kaca, menimbulkan kebisingan yang mengganggu, serta menguras pasokan air. Warga menentang proyek itu karena data center memakan daya listrik yang luar biasa besar sehingga berpotensi menaikkan tarif listrik warga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Warga menuntut agar mereka diberi tahu sejak awal untuk proyek sebesar itu. Pihak Amazon mengakui telah mengikuti prosedur perizinan yang berlaku untuk lahan industri, namun mengakui seharusnya lebih awal melibatkan warga. “Kami telah bertemu langsung dengan warga dan mengadakan pertemuan terbuka untuk mendengar masukan,” kata Roger Wehner, wakil presiden pengembangan ekonomi Amazon Web Services. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pejabat kota sedang mempertimbangkan mengubah aturan perizinan agar proyek besar wajib mengadakan pertemuan warga sebelum izin dikeluarkan. Amazon berusaha melunakkan kemarahan warga dengan menjanjikan saluran air limbah baru, pendapatan pajak, lapangan kerja konstruksi, hingga mensponsori festival bawang putih tahunan kota tersebut. Namun, warga tetap menuntut agar mereka diberi tahu sejak awal untuk proyek sebesar itu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260811135055-37-758278/warga-protes-listrik-mahal-air-kering-malah-ditawari-festival-bawang, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *