Freeport Siap Mulai Tambang Bawah Tanah Baru di 2029, Berpotensi Meningkatkan Produksi
Momen Penentu di Menit Akhir
** PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah baru yang dikembangkan perusahaan bisa beroperasi pada 2029 mendatang. Tambang tersebut yakni Kucing Liar yang diharapkan bisa menjadi salah satu sumber utama produksi tembaga dan emas PTFI dalam kurun 10 tahun. **
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
** PTFI telah menggelontorkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923 per dolar AS) untuk pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut. Tambang itu sendiri berada di kawasan Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Produksi dari tambang Kucing Liar sendiri ditargetkan mulai meningkat (ramp-up) sekitar tahun 2030 hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari. **
Apa Artinya Ini ke Depan?
** Kehadiran tambang baru tersebut diharapkan dapat menjaga produksi berskala besar PT Freeport Indonesia di kawasan Grasberg dalam jangka panjang. PTFI memperkirakan kebutuhan investasi tambahan di proyek tersebut mencapai sekitar US$ 4 miliar, atau setara sekitar Rp 71,69 triliun hingga tahun 2033. Pada saat beroperasi penuh, Kucing Liar diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas per tahun. **
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
** Tambang bawah tanah baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PTFI untuk menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg. Pengembangan tambang Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022. Dengan demikian, PTFI siap untuk memulai operasi tambang bawah tanah baru di 2029, yang berpotensi meningkatkan produksi tembaga dan emas perusahaan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260811100902-4-758172/freeport-punya-proyek-tambang-bawah-tanah-baru-beroperasi-di-2029, without altering the facts of the original article.